Home Credit Indonesia meningkatkan pelayanan dengan Aplikasi My Home Credit (Lomba Blog #LiveDigital Home Credit)

Beberapa kali sempat ke toko furniture seperti Ace Hardware, Informa, Ikea, (tapi Ikea baru sekali kesana, jauhnya itu gak nahan hahaha..). Demi apa coba kesana? Ya tentu aja ada yang pengen dibeli, misalnya beli meja makan, jam dinding, lampu hias, hiasan dinding, daaaannn…. Udah gak banyak lagi hahaha.. tentu aja belinya dibatasin padahal masih perlu beli lemari dan tempat tidur untuk kakak Aya, tapi harganya itu kaan.. wajib kumpulin dulu uangnya, terus kendalanya kalau udah kumpulin duit, seringnya duitnya kepake untuk kebutuhan lainnya, alhasil lemari dan tempat tidur impian gak kebeli – beli hahaha..

Sampai akhirnya aku menemukan solusi yang bagus untuk bisa punya lemari dan tempat tidur impiannya si kakak, yaitu belinya nyicil di Home Credit. Kenapa Home Credit? Ada ceritanya nih dibalik ini semua, penasaran kan??? yakin! Pasti kamu penasaran.. hahaha.. pede tingkat dewa lah pokoknya :p.

Tanggal 9 Agustus 2017 yang lalu aku diundang untuk menghadiri acara Home Credit’s Media Update Livedigital di Kempinski Grand Ballroom, Level 11 Grand Indonesia. Kesimpulan dari acara tersebut bikinku baru “ngeh” kalau Home Credit udah ada di Indonesia sejak tahun 2013 dan udah tersebar di 48 kota besar di Indonesia, dan 11 negara.

Beginilah kira – kira suasana pagi ketika acara belum berlangsung sambil ber selfie –
selfie dulu
Sebelum acara dimulai dipersilahkan sarapan dulu
Giliran narsis sendiri hehehe…
Gak ketinggalan narsis lagi bareng teman Blogger :p
Ada Photo Booth, sebelum pulang narsis lagiii.. *heeellppp… please jangan dilempar sandal ya… hahaha…

Kalau kita sedang berada di titik – titik penjualan yang bekerja sama dengan Home Credit ini banyak gambar logo Home credit berseliweran, tapi selama ini aku malah gak tau, maklum.. soalnya selama ini kalau mau beli furniture atau barang elektronik nunggu duit terkumpul dulu nabung di celengan ayam 😛 hehe, kalau terkumpul baru deh beli, tapi pada kenyataannya barang/bendanya kebanyakan gak kebeli hahaha.. alasannya macam – macam, selain uangnya terpakai, benda idaman itu udah terlanjur ‘sold out’ alias udah laku, kalah cepat kita pak bro sisambil kanebo buat lap air mata*LoL.

Jadi apa mau nyerah gitu aja? Gak dong… hari gini semua udah dibikin gampang kok, kehidupan di dunia digital bener – bener semua bisa jadi simple. Caranya : ajukan pinjeman ke Home Credit, bayarnya bisa nyicil, terus ada lagi kunci sukses lainnya supaya bisa cepat peluk – peluk benda impian kita, yaitu download di Google Play, aplikasi My Home Credit. Kalau udah muncul aplikasi My Home Credit, kita jadi gampang untuk akses informasi – informasi terbaru dari layanan Home Credit dimana dan kapan aja, termasuk periksa status pembiayaan, lokasi titik penjualan terdekat, promo, lokasi pembayaran, simulasi pembayaran, dan lain – lain.

Ibu Patricia Sefrida, Sales Training Manager menjelaskan bahwa My Home Credit sudah bisa diunduh dari Google Play
Silahkan buka Google Play, lalu buka aplikasi My Home Credit
Masukkan nomor ponsel pada menu ini
Cara Pengajuan pinjaman tertulis jelas keterangannya pada aplikasi My Home Credit
Proses pengajuan pinjaman hanya butuh waktu 30 menit.
Lokasi pembayaran cicilan bisa kita atur sendiri

Pada dasarnya Home Credit ini fokus pada layanan pinjaman, membiayai biaya untuk barang – barang konsumsi yang tahan lama, contohnya gadget, electronic, furniture. Konsumsi terbesar dari total pembiayaan sebesar 76% adalah gadget, kemudian 14% dari elektronik, dan 10% dari furniture. Kemudahan pada My Home Credit memungkinkan kita pilih – pilih barang yang kita butuhkan, bisa cek di situs online resmi yang bekerja sama dengan Home Credit. Mitra yang bekerja sama diantaranya Electronic Solution, Laku6, Sunda Motor, TokoPDA.com, dan Arjuna Elektronik.

Pak Jaroslav Gaisler, Chief Executive Officer PT. Home Credit Indonesia, tanggal 9 Agustus 2017 lalu memberikan beberapa presentasi yang cukup jelas, yaitu Home Credit berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasi keuangan dan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam waktu 4 tahun Home Credit beroperasi di Indonesia berhasil menjadi perusahaan pembiayaan nomor satu di Indonesia untuk kategori pembiayaan consumer durables, dengan menyediakan form online dan proses persetujuan yang cepat, sekitar 30 menit. Bahkan di bulan Juni 2017 nilai pembukuan telah mencapai 500 milyard (hanya di bulan Juni saja), nilai pembukuannya sama seperti di tahun 2015. Prestasi yang sebenarnya gak mudah menurut aku, tapi Home Credit bisa mencapai itu semua dengan menjalankan beberapa strategis, salah satunya menambah titik penjualan, dan menjaga hubungan baik dengan customer tetap.

Jaroslav Gaisler
Akhirnya resmi aplikasi My Home credit ini diluncurkan.

Untuk Customer tetap ( minimal udah 3 bulan jadi konsumen Home Credit, dan selalu bayar cicilan tepat waktu) mendapatkan fasilitas pembiayaan multiguna, yaitu boleh memiliki maksimum dua pembiayaan aktif pada waktu yang bersamaan, konsumen bisa mengajukan pembiayaan berikutnya, dengan syarat pembayaran/cicilan sudah lunas diantara keduanya, tentunya ini supaya gak memberatkan konsumenlah ya… Selain itu sebagai customer tetap, Home Credit membantu pembiayaan kebutuhan konsumen, diantaranya renovasi rumah, biaya sekolah, perjalanan, biaya kesehatan, biaya nikah atau acara special lainnya, dan masih banyak lagi.

Kalau menurut Ir. Maruli A Hasoloan, Direktur Jendral Pembinaan Penempatan tenaga kerja & Perluasan Kesempatan, mengatakan di era digital ini udah memanjakan masyarakat saat ini, tentunya ini ada kesempatan dalam dunia tenaga kerja di Indonesia. Dari ketenagakerjaan dengan Home Credit saling bersinergi. Yaitu sebagai networking, saling support khususnya generasi muda bisa lebih berkreasi dalam consumer finance.

Ibu Maruli A Hasoloan

Jadi gimana udah download aplikasi My Home Credit belum?, kalau mau ajukan pinjaman udah gampang banget kan?, dengan adanya aplikasi digital Home Credit semua jadi serba paperless pokoknya, tergoda gak mau nyicil/beli barang impian? Kalau aku sendiri, tergoda juga sih.. Wajar aja dong, namanya juga makhluk venus yang tak tahan dengan godaan shopping #eh. Kalau tergoda dengan godaan shopping, bisa aja jadi belinya nyicil dan itungannya jadi berhutang ya kan?. Jadi gimana dong kalau udah berhutang? boleh – boleh aja kok… tapi ada perilaku dalam berhutang yang tetap harus diperhatikan, kira – kira apa aja itu?

Hmm.. boleh dong ya aku sok – sok’an kasih tips dan trik ala diriku :p supaya jangan sampe kena godaan berhutang tanpa perhitungan :

1. Tetaplah jadi konsumen yang punya prinsip good money habbit, artinya sebelum mengajukan cicilan
prioritaskan dulu kebutuhan yang diperlukan, setiap keluarga itu kan prioritasnya berbeda – beda. Dengan
kemudahan adanya aplikasi My Home Credit ini, jangan sampai kebablasan perilaku dalam berhutang. ( hutangnya gak
pernah salah, seringnya yang salah itu perilaku kita dalam berhutang. Naah lhoo…!).

2. Memilah terlebih dahulu mana hutang produktif dan mana hutang konsumtif, kalau bisa berhutangnya yang bisa
menghasilkan produktivitas, contohnya : hutang untuk memulai usaha, hutang untuk menambah asset, misalnya :
rumah. Harga rumah setiap tahun nilainya semakin naik, apalagi rumah jelas – jelas dibutuhkan untuk kita sebagai
tempat tinggal.

Teknologi digital udah dekat banget di dalam kehidupan kita sehari – hari, seharusnya bisa dimanfaatkan secara positif. Kemajuan teknologi juga dapat memberikan kesempatan bagi perilaku industri dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Aplikasi My Home Credit salah satu komitmen Home Credit dalam mengembangkan inklusi keuangan dan inovasi teknologi (Fintech).

Keajaiban Wisata di kawasan Hotel Nusa Dua Bali

“Indonesia, aku jatuh cinta!”

Lebih tepatnya perasaan jatuh cinta ini yang semakin aku rasakan, yup.. kalau bukan kita yang mencintai negeri sendiri, siapa lagi? Bener gak? Begitu banyak sebenarnya pemandangan indah nan cantik rupawan di Indonesia ini, sayang kalau dilewatkan. Setelah kemarin dari Solo yang pernah aku cerita di posting sebelumnya, ( yang belum baca bisa kesini), kayaknya Bali bisa jadi next destinasi aku deh hahaha… Bali memang bisa jadi salah satu bucket list banyak orang untuk dikunjungi. Gak ada bosannya berkunjung ke Bali ini, selalu ada aja rasa yang tertinggal belum dikunjungi, padahal mungkin udah :D.

Berhubung masih salah satu bucket list, boleh dong saia cari – cari info dulu, kira – kira tempat yang asik dikunjungi tuh dimana aja? Hmm.. pengennya simple aja, gak ribet.. ada tempat hiburannya, fasilitas yang lengkap di resor dan di hotel, satu tempat dapat semuanya… ! maruk ya kakak.. maunya banyak, biarin! Hahaha.. Tapi kalau ada kenapa gak??, percaya gak kalau di satu kawasan hotel aja udah macam – macam tempat wisata bisa kita temui, yaitu wisata di seputaran Hotel Nusa Dua Bali. Jadi kalau terpaksa lagi berada di Nusa Dua yang jauh kemana – mana, gak perlu khawatir, seperti yang aku bilang tadi, di kawasan Hotel Nusa Dua Bali ini satu tempat dapat semuanya.

1. Menikmati malam di Bali Collection

Bali Collection

Salah satu keindahan Bali yang bisa kita lihat adalah dapat menikmati exotic-nya Bali di malam hari, yaitu di Bali Collection. Bali Collection ramenya memang di malam hari, biasanya tempat relaksasi ( para bule – bule, dan juga wisatawan yang bukan bule..) hehe.. setelah mereka seharian beraktivitas. Kenapa mereka lebih milih santai – santai di Bali Collection? Ternyata karena tempatnya keren kakak… dikelilingi jajaran resor dan hotel kelas atas, gerai – gerai yang ada juga berkelas, berskala internasional lhoo.. Kalau gak mau belanja, minimal kan lumayan buat cuci mata, window shopping gitu lah… karena tempatnya juga mirip – mirip Cihampelas Walk Bandung, tapi di Bali Collection ini lebih luas dan lebih rame, bisa duduk – duduk di bangku outdoor-nya sambil menikmati angin malam, gemericik air mancur, dan cahaya – cahaya romantic.. Alamaak… gak nolak lah kalau diajak ke Bali Collection yang berada di Kompleks BTDC ini, hahaha.. kode keras banget ini ke papayaza.. yuk.. yuk.. ke Bali Collection, belanja – belanja sekalian honeymoon #eh..

2. Mampir juga ke Museum Pasifika

Bali, Indonesia

Dari Bali Collection melipir ke sebrangnya ada Museum Pasifika ( di BTDC blok P). Sejak 2004 Museum Pasifika ini juga salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi, karena nuansa seninya yang terasa banget. Ada banyak barang – barang seni yang di pamerkan di Museum Pasifika ini, sangking begitu kental karya – karya seninya yang bernilai tinggi itu jadilah dianggap sebagai museum seni terbesar di Asia – Pasifik. Gak heran juga sih kalau dianggap museum seni terbesar karena jumlah koleksinya aja udah mencapai 700 lukisan dan 400 patung. Wow…!
Total ruangannya ada 11 ruangan/gallery. Pemetaan ruangan tersebut untuk membagi karya seni sesuai daerah asalnya. Misalnya : Pada ruangan pertama untuk ruangan yang menampilkan hasil karya sang maestro dari Indonesia, ruangan kedua adalah ruang pameran/gallery pameran seni dari Italy, ruangan ketiga adalah gallery pameran seni dari Belanda, dan masih banyak lagi. Sayangnya kita gak boleh sembarang ambil foto atau video di museum ini, kecuali di ruangan ke enam dan ke sembilan. Ada hasil karya Theo Meier di ruang ke enam (Theo Meier berasal dari Swiss, tahun 1936 menikah dengan Made Pulungan, dan tinggal di Sanur, Bali *cmiiw). Ruangan ke Sembilan adalah hasil karya seni daerah Vanuatu. Jadi dari Bali Collection ke Museum Pasifika ini jaraknya hanya beberapa ratus meter aja, gak gitu jauh kalau jalan kaki, lumayan olah raga juga kan.. mau, mau, mau? langsung aja cuzz coba cek ke hotel di Nusa Dua Bali yang terdekat dengan tempat wisata ini di situs Traveloka.com.

3. Silahkan mampir juga ke Bali International Convention Center ( BICC).

Dari namanya Bali International Convention Center ketauan banget ya kalau tempat ini biasa dipake semacam acara konferensi. BICC yang dibuat untuk taraf internasional ini terletak di pinggir Pantai Nusa Dua. Cukup banyak juga Konferensi Internasional yang pernah diselenggarakan di BICC ini, diantaranya Konferensi Perubahan Iklim PBB tahun 2007.

Source : Bali Convention

Lokasi BICC ini karena berada di pinggir pantai, suasana eksotiknya dapat banget, pemandangan indah dengan hamparan pasir putir, pantai yang biru bersih, desir ombak yang bikin betah membuat pertemuan jadi lebih nyaman dan kondusif. Jumlah ruangan yang ditawarkan ada 17 ruang pertemuan, bentuk bangunannya bertingkat dua. Pasti enak banget ini ya kalau untuk kumpul – kumpul disini, siapa tau ada yang mau arisan di BICC ? hahaha.. :p.

4. Pertunjukan Seni Eksklusif di Bali Nusa Dua Theatre

Image Courtesy of Devdan. Source : alexinwanderland
Devdan Show

Menyaksikan pertunjukan seni di Bali Nusa Dua Theatre ini juga gak boleh terlewatkan. Gedung Teater modern yang berada di jantung Nusa Dua ini menampilkan seni yang dikemas sangat berkelas. Dengan kapasitas mencapai 700 orang, gedung ini menampilkan pertunjukkan seni kontemporer yang menggabungkan kebudayaan Indonesia mulai dari Sumatera sampai Papua ( pertunjukkan dari Devdan Show). Pementasannya dilakukan secara professional, gak asal – asalan, misalnya menampilkan sebuah cerita yang digabung dengan gerakan – gerakan akrobatik yang bikin mata gak ngantuk. Selain koreografer pertunjukkan udah bagus, tata panggungnya juga spektakuler.. pencahayaan, efek suara, visual.. pokoknya gak rugi deh kalau nonton pertunjukkannya, keren banget!. Tapi gak setiap hari bisa nonton pertunjukkan ini. Devdan Show beraksi di hari Senin, Rabu, dan Sabtu. Durasinya hanya satu setengah jam, mulai jam 19.00 WITA. Kalau mau nonton disarankan untuk pesan tiket terlebih dahulu. Ini aku kasih video dari Devdan Show-nya yaa.. untuk bayangan juga sih, kira – kira kalau nonton Devdan Show tuh begini, keren ya, apalagi kalau nonton beneran… emang dijamin takjub banget deh.

5. Belajar Keharmonisan perbedaan di Puja Mandala

Source : TripAdvisor

Kalau Manado ada Bukit Kasih, di Bali ada Puja Mandala. Tempat wisata ini merupakan kompleks peribadatan lima agama di Indonesia. Puja Mandala adalah simbol keharmonisan antar umat beragama di Indonesia.
Ada Masjid Ibnu Batutah yang terletak paling kiri di Puja Mandala, Gereja Katolik Bunda Maria segala Bangsa di sisi kanan. Sejajar sebelah Gereja Katolik terdapat Wihara Budhina Guna Puja Mandala. Ada lagi Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, yang terakhir sisi paling kanan adalah Kori Agung Pura Jagat Natha.

Kira – kira gimana? Ada yang masih belum percaya kalau di kawasan Hotel Nusa Dua ini bisa dapat paket hiburan dan wisata di satu kawasan? Semoga aja info yang aku dapat diatas juga bermanfaat untuk temans lainnya ya.. Lumayan kan kalau terjebak di Nusa Dua Bali setidaknya ada tempat yang dikunjungi selain resor mewah dan pantainya. Ada yang udah pernah berkunjung ke salah satunya? Jangan lupa share pengalaman kamu di kolom komen ya. 🙂

Persahabatan

pixabay

Satu musuh itu terlalu banyak, seratus teman itu terlalu sedikit

Jadi lebih baik menciptakan teman sebanyak – banyaknya kan..? 😀

Ngomong – ngomong tentang pertemanan ada tahap – tahap yang jadi perhatianku dari mulai teman baru kenal, ketemu sekedar basa – basi, sampai teman jadi sahabat yang bener – bener merasa udah klop. Kalau udah cocok, ada masa percobaan lagi tuh, yaitu ada sahabat yang sabar dan setia dengan pertemanan yang udah ada, atau sahabat sesaat yang tiba – tiba putus karena masalah tertentu yang biasanya udah diluar batas toleransi. Persahabatan itu menurut aku bukan cuma tentang hubungan baik antar ‘saya’ dan teman aja, tapi persahabatan bisa juga terbentuk dengan anak sendiri, ibu sendiri, kakak/adik ipar, sodara kandung ataupun bukan kandung, rekan kerja, tetangga, dan bisa siapa aja dalam kehidupan kita sehari – hari. Jadi ada semacam ‘kilk’ di hati, saling pengertian, saling menghormati, udah nyaman aja satu sama lain, semacam ‘soulmate’ dalam dunia pertemanan. Oya ini maksudnya beda ya dengan konteks ‘soulmate’ beneran.. catat : beda dengan soulmate beneran, hahaha.. kecuali kalau ada yang jadi soulmate beneran, sahabat jadi jodoh.. nah itu beda lagi ceritanya.. pokoknya ini bukan tentang sahabat jadi jodoh ya hahaha… (*penting gitu ditekankan sis… * iyaaa… hahaha…

Beberapa bulan yang lalu aku sempat dengerin temen sendiri yang curcol karena merasa pertemanan dia dengan beberapa grup pertemanannya gak sehat, ada aja yang bikin dia kesel, dia sih merasa udah toleran dan gak ikut – ikutan lagi, alasannya karena ada beberapa hal yang jadi prioritas dia dicampuradukkan dan diremehkan, alhasil ada aja perkataan yang bikin sakit hati, kesel??? iyalah.. temenku ini jadi nangis kakak.. Hubungan persahabatan mereka jadi gak sehat kan kalau begini?. Aku bisa apa kalau gini??? paling – paling nenangin hatinya. Dari sini aku jadi merhatiin persahabatan itu sulit didapat, karena pertemanan belum tentu lulus jadi sahabat. Ada banyak hal – hal yang harus kita lewati dan cermati pertemanan kita itu bisa jadi persahabatan yang sehat apa gak.

Memangnya persahabatan yang sehat dan gak sehat itu yang gimana??? Walaupun aku sendiri bukan dokter khusus dalam dunia percintaan eh.. persahabatan, tapi boleh dongs ya cek n ricek (versi diriku) gimana dunia persahabatan yang bikin hati adem itu :

1. Persahabatan yang saling membahagiakan.

Persahabatan biasanya udah melalui proses waktu yang cukup lama. Bisa aja persahabatan udah kebentuk sejak masa anak – anak atau remaja. Nah.. kalau persahabatan itu tetap terbina sampai dewasa dan menikah, udah waktunya lah ya mengerti satu sama lain, kapan harus memberikan ruang privasi bagi sahabat, kapan waktu bersama untuk saling bertukar pikiran atau sekedar kumpul melepas kangen. Kalau dalam hubungan itu mulai ada bibit – bibit ‘gak enakkan’ terus jadi merasa ada hutang budi, saling terikat ( dan udah gak bisa bedakan mana yang benar, mana yang salah) tanpa melihat prioritas lagi, otomatis ada yang timpang.. salah satu pihak merasa gak happy. Ini butuh penjelasan dan pengertian satu sama lain, kalau gak.. bisa bubar deh..

2. Persahabatan yang saling jujur dan terbuka

Udah jelas disini dibutuhkan kejujuran, sakit hati aja rasanya kalau ketauan salah satu teman yang berbohong. Udah merupakan harga mati hubungan apapun kalau ada unsur bohongnya pasti jadinya gak enak, hubungannya jadi gak sehat, gak nyaman kan kalau hubungan KW alias palsu? Hihihi… Jadi menerima sahabat apa adanya dan kita juga merasa diterima apa adanya itu bikin kita juga nyaman, gak perlu hidup penuh kepalsuan.

3. Persahabatan yang saling mengerti cara bertengkar yang sehat.

Kalau lagi bertengkar ya baikkan dong.. ini sih klise ya hihihi.. tapi walaupun klise emang kenyataannya harus berbaikkan lagi. Yang jadi pokok masalahnya adalah yang bikin jadi perdebatan/berantem hebat selama ini tu apa?? Pasti kan ada ujung pangkalnya, menurut aku sih.. sahabat yang udah solid tau cara membenahi lagi hubungan yang kusut. Bahkan seharusnya berantem ini bisa membuat hubungan sahabatan jadi lebih baik. Karena selama berantem kan pasti ada sesuatu yang bikin salah satu pihak merasa dirugikan atau merasa tidak disetujui, sebaiknya sih berantemnya… ; berantem sehat aja, dengan cara sama – sama cari jalan keluar permasalahan, bukan mengabaikan permasalahan yang cuma jadi bom waktu aja.

4. Persahabatan yang saling menerima orang diluar lingkaran persahabatan

Namanya juga manusia hidupnya bersosial, ya pasti aja lingkaran hidupnya gak cuma sahabat yang itu – itu aja kan, perlu juga sahabat atau kita sendiri berteman dengan orang lain. Persahabatan yang exclusive sampai – sampai membuat inner circle (orang lain) gak boleh masuk, bagiku ini merupakan teman atau sahabat yang terlalu mengekang kebebasan bergerak. Kurang olah raga aja gak sehat kan? karena kurang gerak.. nah dalam dunia persahabatan juga gitu deh kira –kira. :p

5. Persahabatan yang saling percaya

Seringnya sih cewek nih… butuh banget yang namanya curhat, hahaha.. dan mau curhat ke siapa??? Biasanya sih ke sahabat, dan sahabat pastinya udah dapat nilai bintang terbaik sebagai orang yang bisa dipercaya, gak gampang ngumbar cerita kemana – mana. Tapi seharusnya siihh… ada batasan aturan jelas yang harus kita pahami satu sama lain, kalau bisa jangan sampai urusan pribadi juga jadi bahan curhatan… yakin gak tuh?? Hmmm…

6. Persahabatan yang saling mengerti

Nyambung yang nomor 5, ada saatnya kita gak perlu kepo semua tentang apa aja dalam kehidupan pribadi sahabat sendiri. Ada batasan kapan privasi sahabat sendiri gak perlu diganggu gugat, begitu juga sebaliknya kan?? ada batas privasi kita sendiri yang gak pengen diganggu orang lain, jadi saling mengerti aja.

7. Persahabatan yang saling menjaga harmonisasi hubungan persahabatan

Kira – kira kalau point satu sampai enam bisa kita jalani dengan baik, besar kemungkinan persahabatan bisa langgeng, kalau perlu langgeng sampai tua. Senangnya masih punya sahabat itu adalah.. perasaan masa muda selalu gentayangan dalam jiwa kita ini, ya kan? apalagi kalau sahabatannya sejak kecil, ceritanya banyaaakk dan perasaan happy terus.. ya jelas aja ceritanya jadi banyak, karena sahabat itu ibarat diary hidup kita, ya gak? Hahaha…

Salam persahabatan.
~ LovelyRistin

error: Content is protected !!