Anakmu bukan milikmu

Anakmu bukan milikmu

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.                        ( Kahlil Gibran).
Sumber : dari sini

Postingan kali ini sama sekali gak ada hubungannya dengan puisi diatas. Sangat berbeda, namun aku ingin meyakinkan.. bahwa anak adalah pribadinya sendiri, tidak dapat dipaksakan, tidak dapat disakiti, tidak dapat diabaikan.. karena impian dan pemikirannya akan melekat selalu sepanjang hidupnya.

Tragis pemberitaan tentang Angeline beberapa pekan yang lalu. Terbayang betapa pilu dan tersiksanya ia selama masa penyiksaan bertubi – tubi yang menimpa dirinya. Tercabik – cabik hati ini setiap melihat wajah cantik dan polosnya muncul di tv. Aku memang tidak mengenalnya, tapi Angeline seumuran dengan Aya, membuatku ingat dengan anak sendiri. Hati ibu mana yang tak berteriak sedih melihat betapa keji perbuatan jahat tersebut hingga menghilangkan nyawa Angeline.

Drama Predator

Kasus Angeline membuat aku teringat masa kecilku, apakah aku mengalami kekerasan juga? tidak.. bukan juga.. tapi hampir.. yaa.. benar.. hampir.. sebenarnya lama aku menguburnya dalam – dalam kejadian yang tetap membekas di benakku ini, dan tidak ingin membukanya kembali. Tapi, kasus Angeline benar – benar telah menguak hatiku. Aku melihat semakin banyak bayi, balita, anak menjadi korban kekerasan. Entahlah apa yang terjadi pada dunia ini? bukankah aura mereka memberikan keceriaan? dunia bayi dan balita itu membahagiakan hati? kemana rasa sayang itu yang seharusnya melindungi dan melimpahkan kasih sayang pada mereka?.

Drama predator anak penuh tipuan, dari mulai intrik merayu pemberian permen, mainan, dan lainnya. Ketika itu aku masih 8 tahun kurang lebih. Aku  bermain dengan teman di halaman depan rumah. Lalu mengikuti temanku itu ke rumahnya sekedar bermain. Entah angin dari mana tiba – tiba dia, orang yang berada di rumah temanku itu (orang dewasa yang berada di rumah itu, bukan temanku) mengunci pintu rumah. Aku tidak pernah berpikir macam – macam, hanya bingung mengapa semua pintu dikunci rapat. Ketakutan belum ada, tapi aku mulai bertanya – tanya mengapa ia demikian? untuk apa?.

Kejadian tersebut berulang hingga 3 kali, tiada orang dewasa lain yang tau. Tapi aku mulai enggan dan takut bermain keluar terlebih main ke rumah temanku itu,takut menemui orang itu lagi.

image
Foto dari : Facebook mbak Vanda Yulianti. Dari Nakita.

Hingga pada suatu hari, aku mengatakan semua apa yang aku alami pada pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahku, dan dengan tegas ia mengatakan Tidak lagi  bermain dekat – dekat dengan rumah tersebut! jika dia lakukan perbuatan itu lagi, beritahukan padanya. Aku lega mendengarnya, merasa terlindungi, dan sejak itu aku tidak pernah mendekati rumah temanku itu, tidak lagi bermain ke rumahnya, kecuali jika bersama orang yang lebih dewasa dariku, yaitu orang tuaku sendiri. Tapi tentu saja, orang tuaku pun tidak pernah tau apa yang pernah aku lalui.  

Apakah aku mengalami trauma? sejauh ini tidak, tapi ingatan tak pernah lupa akan kejadian tersebut. Waktu tak dapat diputar ulang, ingin rasanya kejadian tersebut aku hapus dari hidupku, tapi tidak mungkin. Bersyukur aku menceritakan semua pada mbak yang kerja di rumahku waktu itu. Dari pengalaman tersebut, semakin bertambahnya usia aku mengerti aku harus melakukan apa. Dari pengalaman tak mengenakkan itu aku tidak ingin terjadi pada anak – anakku, aku belajar untuk berkomunikasi lebih baik pada anak – anakku. Dan jujur.. terkadang ada rasa paranoid juga.

Tak lepas dari ketidaksempurnaan, tidak tau apa yang terjadi diluar sana, hanya penuh doa dan pengharapan, serta usaha untuk selalu menjaga komunikasi dengan anak, agar anak – anak kita tidak mengalami hal yang mencoreng bagian hidupnya dengan kekerasan dan ketidakadilan.

Tolong, hentikan kekerasan pada anak! apapun bentuknya. Karena pil pahit yang terlanjur ditelannya itu akan membekas terus menerus selama hidupnya. Jadikan kehidupannya bermanfaat baik untuk agama, dirinya dan orang lain. Anak juga ladang ibadah untuk orang tuanya, tempat pengharapan yang tak pernah putus, karena doa anak yang sholeh adalah doa yang tak lekang ditelan zaman walaupun nisan telah berdiri tegak menghiasi pusara.

” Childhood should be carefree, playing in the sun; not living a nightmare in the darkness of the soul.
Dave Pelzer, A Child Called “It” (Dave Pelzer #1)


Sumber : dari sini

6 comments / Add your comment below

  1. Wah, serem banget ya itu pengalamannya. Yang namanya anak kecil mungkin tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi ada insting kalau sesuatu nampak salah ya. Jadi bagus juga ide untuk terbuka kepada anak, supaya anak tidak takut untuk cerita ke orangtuanya sehingga orangtua setiap saat tahu akan situasi di sekitar kan…

    1. iya Zil.. makanya aku kdg agak parno takut anak2 menimpa hal yg sama. Jadi sering aku ingatkan jg tentang informasi waspada untuk diri sendiri, seperti gambar yg aku share di postingan ini. Semoga bermanfaat yaa.. bs jadi bahan pelajaran u kita semua, agar lebih berhati – hati 🙂

  2. Pengalamannya serem banget 🙁

    Memang predator anak tuh sebenarnya dari dulu juga udah banyak ya, cuma dulu banyak yang gak ketahuan aja, sekarang udah era informasi jadi banyak kasus2 predator anak yang terkuak…

    1. hiks.. iya lis.. semoga anak2 kita selalu dalam lindunganNya, dijauhi dari hal2 yg merugikan. Aku berharap bgt predator anak ini dihukum berat. Selama ini rasanya kurang diperhatikan bgt hukuman u predator anak masih diremehkan. Biar mereka gak gentayangan sembarangan, kudu berat hukuman mereka.

Leave a Reply

error: Content is protected !!