Belajar dari Pihu

February 9, 2019

Udah mau masuk pertengahan Februari, dan bener – bener waktu terasa cepat banget berlalu, kayaknya baru kemarin nonton Pihu, eh ternyata aku udah nonton seminggu yang lalu lhoo.. Biasanya aku lebih milih drakor daripada film India, haha.. tapi dikarenakan baca review dari teman di FB tentang kisah Pihu, apalagi film ini diangkat dari kisah nyata, jadi makin penasaran sama film ini.

Sebelum nonton udah kepikiran bakalan bisa bercucuran ini air mata, ternyata saya salah.. hahaha… film ini bukan sedih, tapi bikin deg – deg’an. Gimana gak??? Dari awal nonton udah disuguhkan Pihu bangun tidur disamping ibunya, kondisi yang masih berantakan karena kemarin merayakan ulang tahun Pihu yang ke 2, dirayakan lumayan ramai sih sepertinya, maklum di film gak diperlihatkan acara ultahnya, tapi diliat dari berantakan ruangan demi ruangan dari lantai atas – bawah, kanan – kiri… semua berantakan!. Jadi ketika Pihu bangun tidur, dia udah liat mamanya tidur disampingnya, Pihu membangunkan mamanya karena Pihu ingin buang air kecil, tapi karena gak nahan lagi, Pihu pipis sendiri, kemudian pakai celana sendiri. Setelah itu, Pihu ngeliat TV yang masih menyala, dia ganti- ganti deh tu channel tv beberapa kali, kemudian membangunkan mamanya lagi, tapi hasilnya sia – sia, si ibu tetap dalam tidur panjangnya.

Bayangkan anak usia 2 tahun, terperangkap di dalam apartemen berukuran besar selama 3 hari tanpa pengawasan dari siapapun. Pintu depan terkunci jadi gak bebas orang keluar masuk, Pihu berusaha mempertahankan hidup dalam kesendirian, kelaparan dan kehausan. Pihu makan dari makanan yang udah gak layak, kue – kue sisa pesta ulang tahun yang berantakan di lantai, dia juga berusaha mengambil botol susunya yang diletakkan dilemari bagian atas, bersusah payah Pihu mengambilnya malah akhirnya tumpah semua. Pihu gak kehilangan akal, dia mencari makanan di kulkas, dan namanya anak – anak yaaa… kulkas itu favorit banget deh jadi tempat mainan, gak tahu kenapa kok seneng banget main kulkas, kalau perlu masuk ke dalam kulkas hihihi.. dan Pihu melakukan itu, sampai Pihu sulit keluar dari kulkas karena pintu kulkas yang agak susah dibuka.

Dari Kulkas, Pihu menemukan selai, dia jilatin selai strawberry hasil penemuannya. Selain selai, Pihu juga nemuin roti. Pihu termasuk anak cerdas, ia hangatkan dulu roti dengan menyalakan microwave. Setting waktunya Pihu pasang berlebihan dan hasilnya roti gosong hehe… Pihu gak menyerah, dia memanaskan roti lainnya dengan menyalakan kompor, kemudian meletakkan roti diatas kompor, dan hasilnya gosong juga. Karena Pihu gak ngerti cara mematikan kompor, jadi kompor dibiarkan menyala.

Foto : Sinopsisfilmindia

Kamar Pihu berada di lantai atas, jadi gak heran Pihu bolak balik naik turun lantai untuk mencari makan, minum, dan ke kamar lagi sambil membangunkan mamanya lagi, Pihu berusaha memberitahukan pada ibunya bahwa kran air nyala, ingin minum susu, dan bahkan obat tidur yang Pihu temukan terjatuh dari genggaman ibunya. Belum lagi ia menemukan asap yang berasal dari setrikaan yang menyala. Pihu bertanya

“kenapa ada asap ma?”

“ dari mana asal asap tersebut?”

Ya ampun… aku gak bisa nafas rasanya pas nonton Pihu ini, kok bisa yaa tega – teganya ninggalin anak 2 tahun sendirian di apartemen tanpa pengawasan siapa – siapa???

Selanjutnya Pihu selama bertahan hidup dalam kesendiriannya, HP ibunya bolak balik berdering.. dan ayah Pihu telpon untuk marah – marah ke istrinya, alasannya : Puja (mamanya Pihu) gak packing baju – baju Gauvar (ayahnya Pihu, dan Gauvar ingetin Puja untuk matiin setrikaan, karena tadi Gauvar buru – buru pergi tanpa mencabut kabel setrikaan). Gauvar akan melakukan perjalanan dinas, dan tentunya alasan kemarahan Gauvar gak cuma itu aja, pasti banyak latar belakang alasan mereka gak akur sampai – sampai Gauvar sering melontarkan kata kasar pada Puja.

Pengen protes rasanya…

Ya memang… kehidupan rumah tangga itu memang gak selalu harmonis, tapi kalau sampai anak jadi korban, rasanya pengen protes!.

1. Gauvar – Puja berantem, diperpanjang sampai si Gauvar pergi… tahu gak siihh… hati istri itu paling hancur ketika tahu suaminya lagi marah, apalagi dalam keadaan marah, suaminya pergi. Harusnya : ademin dulu satu sama lain, jangan pergi begitu aja dalam kondisi masih sama – sama marah.

2. Di film, posisinya mungkin sama – sama sedang lelah.. merayakan pesta ulang tahun untuk Pihu. Setelah pesta, rumah berantakan, dan Puja gak ada yang bantuin, mana harus urus balita juga (Pihu), masih dikejar – kejar pula harus packing karena Gauvar akan melakukan perjalanan dinas. Entahlah Gauvar ngasih taunya mendadak dan Puja jadi bingung, atau Puja yang kurang peduli?. Alhasil Gauvar marah – marah, Puja jadi makin stress. Harusnya : entah bagian mana yang salah, kalau mau ngadain pesta ultah, artinya kan Puja – Gauvar sama – sama tahu waktu dan jam-nya, kenapa gak koordinasi dari awal??? Misalnya : Gauvar kasih tahu kalau mau melakukan perjalanan dinas setelah pesta ultah Pihu, jadi Puja bisa packing beberapa hari sebelum pesta, jadi kalau ada yang belum jelas bisa tanya dulu ke Gauvar biar sama – sama enak, daaaaannn… harusnya Gauvar ga usah marah – marah, protes, maki – maki yang bikin telinga & hati Puja panas (mungkin juga jadi terpuruk)… udah tau lagi pesta ultah, ya kan bisa setelahnya bantu – bantu beberes rumah… gak semuanya ditumpahkan ke Puja kan???? *kzl. 😀

Foto : melalienews.

3. Bunuh diri bukan solusi. Puja memecahkan masalah dengan bunuh diri, ya entahlah mungkin dia udah gak kuat, udah ga sabar menghadapi masalah rumah tangganya, akhirnya memilih bunuh diri. Tau gak sih??? Bunuh diri Puja itu pilihan yang paling egois, dia ga mikir kalau Pihu sendirian, dan dalam keadaan bahaya, setrikaan nyala, kran air nyala, rumah berantakan, dan Pihu gak ada yang ngawasin. Harusnya : Kalau mau bunuh diri, titipkan dulu Pihu pada keluarga atau teman terdekat yang bisa dipercaya, jangan ditinggalin begitu aja, yang nonton kan jadi deg – deg’an tau! Hahahahahaha… Setelah Pihu aman, silahkan aja Puja kalau mau bunuh diri.. haahahaha… kesel kok jadi menyesatkan :p

Jadi nonton Pihu buat di protes? Ya terserah deh… antara penasaran sama sebel! Hahahahaha… tapi beneran deh karena ini kisah nyata, dan sering pastinya tanpa disadari para orang tua yang sedang gak akur, anak pasti jadi korban.

Jadi benang merah pelajaran yang bisa diambil apa??? Silahkan aja ambil kesimpulan masing – masing yaa… yang pasti cukuplah Pihu jadi contoh sampai sendirian seperti ini yang hampir membahayakan nyawanya karena keegoisan orang tuanya. Urusan rumah tangga, pasti punya cara masing – masing supaya selalu harmonis, yang penting komunikasikan semuanya baik – baik.

Met nonton Pihu. 😉

2 People reacted on this

Leave a Reply