Dari Mata

Dari mata jatuh ke hati.

Kata – kata jadul yang sejak kecil sering aku dengar, rasanya gak salah juga pepatah tersebut ya, karena mata termasuk jendela hati.. Konon katanya kalau ingin tau orang lain itu bohong apa gak, lihat bahasa tubuhnya, salah satunya “mata”. Kalau pembohong melihat kearah bawah sewaktu berbohong seperti mencari sesuatu atau berpikir apa yang akan diucapkan selanjutnya, gak berani memandang tegak karena ada yang disembunyikan pada lawan bicara.

Pinterest

Mata memang salah satu ‘jalur komunikasi’ secara tidak langsung, dari mata juga kita bisa tegaskan “saya bisa” melakukan pekerjaan sebaik mungkin ketika sedang menghadapi wawancara kerja. Nah, sebegitu pentingnya bahasa lewat mata sampai – sampai tau sendiri doongg.. para wanita jadi mempercantik mata. Mulai dengan pemakaian pelentik bulu mata, eye shadow, contact lens, hilangkan mata panda, dan lainnya.

Baca disini : tentang mata panda

Tapi jujur aja aku ini bukan tipe yang sabar menghias mata, liat alatnya sih seneng, tapi maunya di dandanin hahaha.. males ya dandan sendiri apalagi bagian mata. Pemakaian dari mulai eye shadow, eye liner, mascara, merapikan alis, hadeeehh…. Beneran gak sabar hahaha.. Padahal lewat rias mata bisa memperbaiki penampilan juga, tapi ya sudahlah kalau gak suka “bhay.. bhay” aja.. hihihi..

Pixabay

Baca juga ini : waktu Aya kena alergi mata

Bagiku yang penting mata sehat dan cerah, sangking kesehatan mata ini juga penting, jadi wajar kesehatan mata anak juga jadi perhatianku, salah satunya menghadapi “mata malas”. Ada yang tau apa itu mata malas? Bukan malas maunya tidur terus ya.. hahaha.. Mata malas adalah kondisi koneksi saraf dari salah satu mata ke otak gak sempurna pada masa anak – anak. Tentunya dengan kondisi seperti ini ada gangguan penglihatan sebelah mata, otak dan mata gak sinkron, gak dapat kerja sama. Gejalanya : mata kelihatan juling sebelah ( amblyopia). Kebetulan Aya mengalami “mata malas”. Sejak Aya balita dan tau mata kanannya ‘malas’, aku udah heboh aja ajak Aya ke dokter mata untuk diketahui gimana penanganannya. Memang kondisi ‘mata malas’ ini gak bisa sembuh total, tapi setidaknya kinerja kedua mata dilatih terus supaya bisa sinkron, melatih otak untuk peka terhadap sinyal dari mata malas ini. Waktu itu dokter kasih solusi mata malas Aya ini ditutup perban, persis kayak bajak laut bermata satu hehehe…

Photo : cultofmac.com. by : Geoff Grubb. Kira – kira begini contoh waktu Aya masih balita terapy ‘bajak laut’/eyepatch untuk koreksi mata malasnya.

Jadi mata bergantian ditutup dalam jangka waktu tertentu (misal 20 menit secara bergantian). Terapy ‘bajak laut’ ini untuk melatih otot matanya supaya gak malas dan menyadarkan Aya sejak kecil kalau matanya harus di maintain/diperlakukan khusus. Sekarang apakah masih terapi ‘bajak laut’?

Kalau Aya disuruh fokus gini deh.. kesannya matanya lebih gede hihihi… *lebay

Udah gak lagi sih, karena Aya udah gak mau, tapi aku jadi bawel dan ingetin dia terus menerus supaya sadar, ingat sendiri kalau mata malasnya sedikit nyasar dari posisi normalnya, langsung aku suruh fokus!. Caranya : arahkan jari telunjuk kita tepat ditengah – tengah di depan hidung Aya, agar Aya melihat jari tersebut, dan membuat otot matanya bekerja. Mau gak mau harus terus menerus diingatkan, membantu supaya penglihatan pada mata buruk dapat berkembang dengan baik, mencegah gangguan (seperti juling permanen), atau kehilangan penglihatan permanen. *Amit-amit. Jadi kalau nemu “mata malas” pada anak segera ditangani ya.. ke dokter mata untuk dapat tindakan yang tepat, karena tingkat keparahan mata malas akan menentukan langkah pengobatan yang sesuai.

Mata yang indah tentu enak dilihat, perawatan mata menjadi keharusan. Dari mata juga dapat menunjang komunikasi yang lancar jika pembicara dan lawan bicara saling menanggapi komunikasi dengan baik.
Hmm.. gara – gara nulis tentang mata ini dari tadi dalam hati bersenandung lagu ‘dari mata’ deh.. hahaha.. kok bisa pas ya? :p

Disclaimer : Istilah kedokteran untuk nama terapy bajak laut tidak ada. Ini hanya bahasa saya saja untuk mempermudah saya menyampaikan pesan, jika ada kesalahan mohon maaf, karena sebenarnya saya bukan dokter, cerita ini hanya berdasarkan pengalaman saja.

Trik cantik atur “dilemma mama” di hari ulang tahun anak

Omongin tentang ulang tahun anak memang gak ada habisnya, khususnya untuk para mama yang punya anak diusia Playgroup atau TK. Dalam satu bulan bisa 3 dan atau (sampai) 5 anak yang berulang tahun. Bener kan? Hihihi..
Kayak di sekolah Fa (TK A) dalam satu bulan ini aja udah 4 anak yang berulang tahun. Senengkan? Ya senenglah pastinya, namanya juga berbagi kebahagiaan, pasti nular banyak yang ikut bahagia, saling mendoakan agar yang lagi berulang tahun penuh berkah.

Ungkapan Syukur
Perayaan ulang tahun anak sebenarnya bisa dikatakan ungkapan rasa syukur karena udah diberi kesehatan dan karunia dari Allah yang maha sayang, gak salah juga sih.. kalau mau rayain ulang tahun anak baik di sekolah, rumah, atau resto cepat saji, café, dan lainnya. Lebih seru lagi kalau bisa merayakan ulang tahun outdoor mengkhayal dulu, bisa di kebun, kolam renang, apalagi kalau pestanya ada tema tertentu, sebut aja misalnya tema dongeng ala Alice in a wonderland dengan setting lokasinya dibuat ala dunia wonderland-nya Alice.. lucu yaa.. seolah kita ikut petualang di dunia mimpinya Alice.

Photo : Etsy Property

Bisa juga pake tema masak pizza bareng, lebih mudah dan disukai anak – anak, jadi anak masak bareng bikin pizza, dan hasilnya bisa dibawa pulang. Wow… pestanya bukan cuma seru tapi pasti berkesan, dan cencunyaaa.. semua itu harus siap budget komplit banget nget nget yaa.. hahaha.. untuk pesta semewah itu gak aku biasakan pada Aya dan Fa pastinya hihihi… Karena pada dasarnya tanpa pesta juga ga apa – apa, tapi merayakan ulang tahun bagi anak punya makna penting, tapi bisa juga dianggap maknanya biasa – biasa aja, tergantung bagaimana sudut pandangnya. Tapi bagi anak – anak yang mulai melihat, belajar bagaimana teman – temannya yang ulang tahunnya dirayakan mendapatkan perhatian dan apresiasi dari banyak orang selain dari orang tuanya, jadi pada saat itu anak lebih merasa spesial. Perasaan “spesial” itu dapat membentuk energy/citra positifnya jadi muncul karena perhatian dan kehadiran teman- temannya. Efek perasaan positif itu bagus juga sih.. tapi perlu ditekankan memberikan pembentukan citra positif pada anak gak selalu harus dengan pesta/perayaan, tergantung orang tuanya mau dirayakan atau gak. Pemilihan perayaan juga macam – macam. Bisa perayaan sederhana (pake) banget, yaitu kumpul keluarga inti aja di rumah sambil bikin suatu kreasi bareng sehingga anak happy dan enjoy walaupun ulang tahunnya hanya dirayakan kakak/ adik dan orang tuanya aja. Selain itu bisa juga ada moment spesial bersama pergi jalan – jalan sambil menambah wawasan seperti wisata edukasi.

Berpetualang di hutan penuh dinosaurus.. disini Fa takut digigit sama dino disepanjang hutan hahaha..
Menikmati teriknya matahari.
si mbek – mbek ini setiap kita dekati mulutnya selalu mencari makanan, sepertinya mereka udah hapal pasti kita akan kasih makan untuk mereka hahaha.. ini memang wahana pakan ternak seru juga bareng anak – anak dapat pengalaman baru.

Perayaan ulang tahun sederhana versi kedua yaitu sedikit meriah, misalnya undang tetangga dekat dan keluarga dekat, atau bisa juga dirayakan di sekolah lengkap dengan goody bag dan beberapa kue.

Menurut aku yang paling penting adalah anak udah ngerti kalau ulang tahunnya dirayakan. Misal usia anak masih 1 tahun, tentunya anak belum ngerti perayaan ulang tahunnya di rayakan meriah, tapi kalau pun anak belum ngerti juga gak masalah untuk dirayakan, tergantung keinginan dan kemampuan orang tuanya.

Dilemma para mama
Perayaan ulang tahun di sekolah biasanya aku pilih ketika anak udah di TK B. Alasannya simple :

1. Sebagai kenang – kenangan.
2. Perpisahan dengan teman dan guru TK karena tahun depannya udah masuk SD.
3. Mengobati dilemma karena memang gak mau membiasakan pesta perayaan ulang tahun anak tiap tahun, sekalian irit juga kan.. hahaha..

Selebihnya aku memilih kumpul keluarga, beli kue tart kecil – kecilan, sedikit kado. Untuk tradisi nasi kuning, ini karena kebiasaan eyang aja, bikinin nasi kuning tiap tahun sejak aku dan adik – adikku kecil sampe nurun ke cucu – cucunya saat ini. Tapi biasanya aku gak mau terlalu ngerepotin, bikin nasi kuning hanya untuk keluarga aja, kadang beberapa piring untuk tetangga atau teman dekat. Waktu Aya TK B pernah dirayakan di sekolah, nasi kuning diganti dengan paket ulang tahun dari salah satu resto cepat saji lengkap dengan goody bag, simple banget kan.. aku tinggal nambah kue tart dan beberapa cemilan untuk nambah – nambah bekal di goody bag. Di kelas hanya doa dan makan bersama, gak ada perayaan lainnya, gak ada tiup lilin, gak mendatangkan badut juga, ~ so simple ~.

Bentuk dilemma lainnya adalah kado.

Yes.. suka bingung juga ya mau kasih kado apa, dan kira – kira harga berapa? Mungkin ada yang minimal 100 ribu, ada yang 200 ribu, atau mungkin ada yang lebih/kurang dari nilai nominal tersebut, sekali lagi tergantung para mama masing – masing. Bagi yang dekat sama mama lainnya bisa jadi kasih kado dengan harga yang agak mahal, karena dianggap akrab. Kalau kurang dekat, beli kado dengan harga yang biasa – biasa aja.

Hal – hal yang sepertinya sepele begini pasti kita hadapi, gak bisa dihindari juga karena ada semacam “titipan dalam dunia bersosial”, kalau gak ada kado gak enak juga hahaha.. Walaupun pemberian kado bisa juga berbentuk lain, misalnya hasil kerajinan tangan, hasil masakan. Dengan begitu terkesan lebih unik dan personalized.

Kesimpulannya merayakan ulang tahun bisa dianggap penting dan harus dirayakan, atau malah dianggap biasa – biasa aja, gak perlu perayaan sama sekali. Yang terpenting sebenarnya adalah ingatkan anak untuk bersyukur karena Allah masih memberikan kesehatan, jadi anak juga semakin mengerti bahwa ulang tahun tidak dirayakan tidak masalah baginya. Kalaupun mau dirayakan bisa disepakati dulu mau bentuk perayaannya seperti apa, hal ini selain memberikan pengertian pada anak bagaimana kemampuan orang tuanya jika dirayakan atau tidak, juga mengajarkan anak untuk mengambil keputusan, jadi kalaupun dirayakan tidak sampai memberatkan keuangan keluarga.

Tips ala LovelyRistin :
1.Perhatikan kenyamanan anak, ada anak usia 1 – 3 tahun yang punya kebiasaaan parallel play, yaitu tetap asik main
sendiri walaupun ditengah keramaian keluarga dan teman sebayanya. Kalau begini mungkin orang tua yang ingin
berbagi kebahagiaan bisa merayakan perayaan ulang tahun anak dalam bentuk sederhana saja.
2.Gak lebay.. hehehe.. kalau lebay dikhawatirkan anak jadi terbiasa mengukur perhatian dari segi materi aja
3.Perhatikan kenyamanan anak (lagi), misalnya tidak memaksakan pakaian yang akan dikenakan jika anak tidak berkenan
memakainya.

Tulisan ini dipersembahkan untuk Faeyza yang berulang tahun tanggal 30 April 2017. Barakallah Faeyza sayang, semoga selalu menjadi kebanggaan papa dan mama.

Love

Pelukan dari Dunia Dongeng

Akhir – akhir ini Fa (4 tahun) lagi seneng banget dongeng tapi langsung dipraktekkin . Awalnya karena beberapa film anak – anak dari tv kabel yang menceritakan bagaimana perubahan ulat menjadi kupu – kupu, ditambah pula sekitar sebulan yang lalu daun – daun cantikku yang udah berbunga lebat tiba – tiba diserang ulat sampai dua kali. Aku udah seneng aja udah mulai ada satu kuntum bunga yang mulai mekar, tapi karena diserang lagi sama siulat alamat gak jadi lagi deh bunga – bunga itu berbunga.. hiks..

Fa tau si ulat udah datang lagi, langsung ngomong “ulat.. kamu jadi kupu – kupu aja, gak usah ke daun mama yaa.. nanti mama nangis”, hahahha.. iya sih.. emaknya kadang lebay pas liat daun – daun itu dimakanin ulat, rasanya gak rela di makanin lagi sama siulat ijo, nih ulat mana cepat banget kalau makan daun, awalnya satu – dua, eh gak lama kemudian jadi menjamur.. banyak banget.. dan hasilnya mereka rakus makan daun – daunku.

ulat1

ulat2

Musim hujan rasanya waktu yang tepat buat si ulat bertelur, kalau udah hujan agak lama yang kebawa lapar gak cuma manusianya, ulatnya pun demikian, kelaparan. Kalau hujan gak turun – turun si ulat gak mampir, kayaknya besok aku mau siapin aja deh pestisida buatan sendiri, campuran cabe rawit, bawang, lada, sabun mandi jadiin satu, terus blender… banyak – banyakkin semprot, maaf ya ulat terpaksa aku harus lakukan itu karena biar si daun tumbuh subur dulu, gantian gitu… udahlah yang lalu – lalu daun – daun itu hilang sampe botak bersih, tinggal ranting jadi terkesan kering.

Balik lagi cerita tentang Fa. Pernah gak sih para buibu lagi rempong sama dunia panggung kerjaan rutinitas rumah tangga tapi sambil diganggu pertanyaan atau ajakan main dari sikecil? pasti pernah kan? Rasanya gimana? Rempong yaa.. berasa pikiran jadi bercabang, terus yang ada kita cuma jawab seadanya sambil kerja, terus malah kadang kita cuekkin aja, bisa dikatakan aku agak sering begini.. maklum lah.. kalau pagi aku cenderung fokus dulu sama kerjaan, biar cepat selesai maksudnya, barulah setelah itu bisa fokus ke anak. Tapi gegara ulat, Fa jadi suka sandiwara bikin dongeng sendiri, dia berlakon seolah jadi ulat, sambil ngomong

“mama liaatt.. adek jadi ulat.. “ tiarap masuk kolong meja, sambil perlahan keluar dari kolong meja.

“mama.. adek jadi kepompong nih.. liat maaa…”

aku biasanya Cuma jawab “oyaa.. kepompongnya lucu yaa..” atau..

“iihh adek jadi ulat.. ulat warna hijau yaa..” tapi fokus aku bukan ke Fa.

Sampai suatu hari…

aku sempatkan ikut main bersama Fa, aku tinggalkan sejenak sapu dan kain pel itu, aku lihat bagaimana dia berlakon lagi jadi ulat, kepompong, dan kupu – kupu.

“ Mama lihat adek jadi ulat lagi” dia tiarap lagi dikolong meja.

“mama sekarang adek jadi kepompong” pelan – pelan Fa keluar dari kolong meja dan tangannya bergerak seolah punya sayap.

“ mama.. adek udah jadi kupu – kupu..”

aku jawab sambil pura – pura takjub, “ wah.. kupu – kupu sayapnya bagus ya warnanya.. mama ikut terbang yaa… karena mama ingin dipeluk kupu – kupu” aku ngomong ya lempeng aja gitu.. ga ada beban, karena biar cepat bisa selesaikan kerjaan lagi. Eh.. mendadak… Fa meluk aku, sambil ngomong “ini kupu – kupunya udah peluk mama..” dan…
OMG aku kok merasa gimana gitu yaa?? Kok adem… hati ini jadi nyesss gitu.. jadi meleleh hati ini, keren banget ini dongeng pikirku, hahahahha… dongeng terindah yang pernah aku dapatkan, sejak itulah kalau Fa lagi ajak aku main sambil berlakon mendongeng, aku ikut main aja, mengajak kreatif dengan imajinasinya, sambil aku selipkan nilai moral dan wawasan tentang dongeng yang ia ciptakan. Aaahh.. sayang sekali kalau moment ini dilewatkan begitu aja.. #senyumlebar. Oya.. selain dongeng ulat, Fa juga kadang pura – pura jadi kucing, laba – laba. Kalau kakaknya udah usil.. malah mereka berdua jadi ribut karena si kakak pura – pura pake tembakan air dan nyiram muka Fa, padahal pura – pura kan?? tapi ya gitu.. Fa bisa heboh nangis dan pura – pura lap wajahnya pake tissue, dan tentu aja tissuenya juga pura – pura, hahahaha.. setelah itu gak tau apa lagi imajinasi mereka, ada – ada aja ya hihihi…

Mendadak Seolah Ikut Merayakan Hari Dongeng Nasional

Tanggal 28 November 2015 yang lalu, ditetapkan sebagai hari Dongeng Nasional. Baru tau juga kalau ternyata tanggal lahir Alm. Pak Raden itu dijadikan Hari Dongeng Nasional, dan jauh sebelum tau kalau tanggal 28 itu hari dongeng nasional aku udah janjian sama papayaza kalau datang ke Perpustakaan yang berada di Gd. Nyi Ageng Serang Jakarta. Maksud utamanya sih ingin ngenalin Aya dan Fa bagaimana perpustakaan itu. Maklum yaa.. disini menemukan perpustakaan di sekitar (dekat) rumah itu sulit. Selama ini Aya ngerti perpustakaan itu dari TV.

hari dongeng2

hari dongeng1

Akhirnya tanggal 28 November itulah kita jadiin ke Perpustakaan sambil dengerin dongeng. Pengen tau juga sih kalau dengerin dongeng secara live itu gimana.. Ternyata seru juga.. 😀

Pembawa cerita (Kak Rico dan bonekanya yg bernama Dedot) pinter banget memerankan peran yang diceritakan, akting yang seolah berada dalam situasi cerita, plus musik sebagai pendukung. Sangking serunya ada balita kira – kira umur 2,5 tahun menangis karena takut dan kaget. Ditambah lagi Kak Rico yang beracting seolah ingin menculik anak, jadilah anak dihadapannya digodain sambil ngejar dan tertangkap. Riuh rendah tawa suara bocah – bocah kecil itu bagaikan meretakkan suasana yang sepi (Eh ini kenapa bahasanya jadi gini ya?? wkwkkw)..

hari dongeng 3

hari dongeng 4

hari dongeng 5

hari dongeng 6

Setelah dongeng selesai, berfoto untuk kenangan – kenangan. Acara dongeng ini juga ternyata baru pertama kali diadakan, jadi papayaza, Aya, dan Fa diwawancara untuk ditanyakan pendapatnya. Gak lama kok berada di perpustakaan ini, setelah mendapatkan snack gratis, Aya memasuki ruangan perpustakaan anak, Fa ikutan deh berputar sok cari buku juga. :D.
Setelah kegiatan dengerin dongeng, kita capcus ke Ambasador, ada barang yang kudu dicari. Eh ga taunya nemu juga CD Little Prince.. Aha kebetulan deh aku pengen banget nonton film ini. Jadilah setelah makan, cari sesuatu benda, pulang.

hari dongeng 7

Di rumah puas deh nonton Little Prince, dan ini cerita dongeng lagi… Kan??? ga nyangka kalau ikutan menghayati hari dongeng nasional.. padahal ga sengaja :D..

Go Green We Must Do

Terasa gak akhir – akhir ini musim kemarau rasanya lebih panjang dari tahun – tahun sebelumnya? Tragedi asap yang juga melanda Riau, Jambi, Kalimantan, dan ditempat lainnya bikin sesak dada, sedih, gemas dan cemas. Seketika hujan menjadi dambaan agar membantu menghilangkan asap yang udah menganggu. Memang aku disini gak merasakan ada asap, tapi ikut sedih rasanya ada teman atau saudara yang kena dampak asap.

Hujan mulai beberapa saat datang mengguyur Bekasi dan di beberapa kota lainnya, bikin happy banget. tapi hujan juga datang gak setiap hari, ada rasa syukur hujan gak datang tiap hari, tapi masih kangen dengan hujan. Maunya apa sih ini? Hehehe.. Iyaa.. aku suka dengan hujan, sejuk, serasa udaranya lebih bersih, tapi khawatir dengan banjir kalau hujan terus menerus datang.

See?? Betapa lingkungan kita ini udah kurang ramah rasanya ya?. Dan semua itu karena akibat ulah manusia sendiri. Yup.. mungkin juga tanpa kita sadari kita sendiri yang udah ikut merusak lingkungan sekitar,(atau malah juga udah ikut menjaga lingkungan). Gak usah saling menyalahkan lah yaa… mulai dari diri sendiri aja dulu, rasanya gak salah juga kalau kita mulai bantu lingkungan ini biar ramah lagi, biar nyaman dijadikan tempat tinggal untuk kita, anak dan cucu kita kelak. Wuuuiiihhh ngomongnya berat aja euy.. hihihi.. Ya abis gimana dong? Ga salah kan kalau saling mengingatkan dan mengajak kebaikkan? Apalagi memang menjaga dan merawat lingkungan alam / bumi ini adalah tugas kita sebagai khalifah, manusia, yang mendapatkan priviledge berupa akal dan nurani. (Eh.. ini ngomong apa ya?? Dalem banget kata – katanya hahaha..)

Berdasarkan pemikiran – pemikiran itulah aku termasuk yang bawel ke Aya dan Fa di rumah kalau udah boros gunain air. Contohnya gini nih… Aya kalau sikat gigi, air krannya tetap ngalir deras terbuang percuma, sedangkan proses dia nyikat giginya masih panjang. Itu air terbuang percuma?? Duh.. sedih banget kan, biasanya kalau udah gitu aku jadi bawel supaya Aya matikan air dulu,nyalakan lagi air kran kalau mau kumur, dan itu bisa berulang – ulang ngasih taunya. Tentunya contoh langsung aku lakukan juga supaya Aya dan Fa sadar untuk menjaga air gak kebuang gitu aja. Hmm.. Selain itu apa lagi ya? Tentunya sampah supaya buang ketempatnya, dan penggunaan listrik.

Masih banyak kekurangan lainnya yang belum tentu sempurna aku lakukan agar Aya dan Fa juga perhatian pada lingkungan sekitar. Masih ada tentunya yang bisa kita lakukan agar lingkungan ini menjadi lebih baik, semua bisa dilakukan berawal dari rumah, dan tentunya ini tugas kita juga sebagai orang tua. Aiihh.. maaf yaa bukan maksud sok – sok’an gimana sih ini.. Tapi hayu lah.. kita mulai tindakan sederhana ini agar bumi semakin nyaman dihuni.

1.Merawat dan menjaga spesies – spesies / binatang / tumbuhan agar tidak punah
Gak usahlah ya mikir yang ribet – ribet, bagi yang punya pekarangan, bisa kita tanamin beberapa jenis tumbuhan. Tumbuhan yang kita tanam bukan cuma untuk hiasan aja, tapi bisa juga untuk bahan makanan, apotik hidup, dan lainnya. Nah.. untuk merawat satwa disekitar rumah kita?? Jaga aja supaya gak rampas hak kehidupan mereka, misalnya gak merusak tanaman hingga binatang disekitarnya tetap terjaga.

2.Bijak menggunakan air.
Kalau ada kran air yang udah mulai rusak, hingga air netes gak berenti, segera deh perbaiki krannya. Terus.. hemat gunakan air pada saat mandi, kalau bisa sih.. lebih baik mandi pake air pancuran aja ketimbang di bath tub. Tau gak? Penggunaan air dengan bath tub bisa terpakai hingga 70 galon pertahun, dibandingkan dengan pancuran yang hanya menghabiskan 10 – 25 galon aja pertahun. Banyak banget ya perbedaannya.. Selain itu, sebisa mungkin gunakan sabun yang tidak mengandung triclosan, karena ternyata yaa buibu.. triclosan itu merupakan racun bagi kehidupan di air.

3.Drive Less, Drive Smart
Saran yang ini sih sebenarnya menyarankan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Tapi kebayang gak? Di Jakarta kalau gak pake kendaraan pribadi? Ya sudahlah.. pasti udah banyak yang tau jawabannya. Tapi saran disini sih.. setidaknya mengurangi naik kendaraan pribadi setiap weekdays, contohnya tiga kali seminggu. Tapi kalau papayaza sih udah jalanin ini.. dia malah sekarang kalau pulang pergi kantor – rumah udah commuter sejati.. naik bis umum, kecuali kalau weekend, kita gunakan mobil, dan kalau ada kondangan hehe.. Ya repot aja kaleee.. ke kondangan udah wangi rapi – rapi naik bis terus sampe di acara kondangan kita tampil dekil karena keringat hahahaha..

4.Membuat Kompos / Composting
Udah ada yang pernah lakukan ini? Kalau aku sih jujur.. belum… hehe.. Jadi bagi yang pinter bikin biopori, coba ilmunya dibagi – bagi ya, supaya bisa dilakukan untuk dirumah kita aja dulu. Eh bisa juga jadi salah satu pelajaran dari sekolah. Wah.. keren nih, kalau ada sekolah yang udah ada pelajaran bikin Biopori ini. Kalau Composting bisa berasal dari sampah organic, bayangin aja di Bekasi sendiri aja sampah organiknya berapa?? Itung sendiri deh secara aku gak tau hihihihi… Tapi kira – kira bisa kebantu kan pengolahan sampah dengan dijadikan composting ini.

5.Consume Less, Save More
Ini Maksudnya supaya gak boros, budget belanja jadi digunakan secara cerdas. Selain itu juga mengurangi jumlah kemasan yang digunakan untuk bungkus – bungkus suatu produk hasil belanja.

6.Give more
Tanamkan sifat saling berbagi, dengan berbagi justru membuat kita juga semakin bahagia

7.Daur ulang
Ini semacam kayak bikin prakarya. Misalnya kaleng bekas biscuit dijadikan tempat pensil atau celengan, gelas bekas selai dijadikan vas bunga, kotak sepatu bisa dijadikan tempat organize stationary, dan lainnya. Selain hemat, menjaga lingkungan, anak juga lebih kreatif.

8.Tanam pohon
Ini bisa dilakukan seperti ini misalnya, satu rumah ada 5 orang anggota ( Ayah, ibu, kakak, adik, adik). Tanam satu pohon dimana aja disekitar rumah minimal 5 pohon. Bayangin kalau banyak keluarga yang melakukan itu? Banyak pohon di sekitar rumah, bikin tambah adem dan kicauan burung yang datang menghampiri pepohonan tersebut, nyaman banget… 🙂

9.Hemat Listrik
Semua udah taulah yaa.. gunakan listrik seperlunya aja, bikin hemat juga bayar listrik

10.Kenalkan anak tentang hutan, air, hewan, ramah lingkungan melalui buku
Buku adalah jendela dunia. Melalui buku anak pasti tertarik, apalagi dengan gambar – gambar yang lucu, dongeng yang menarik, secara tidak langsung belajar mengenalkan tentang lingkungan.

Ada banyak lagi tindakan kecil yang dapat menyelamatkan bumi. Salah satunya membuat komunitas Green Parents agar tercipta Children Green. Melalui komunitas biasanya akan banyak hal yang dapat dilakukan secara bersama dan suka cita. Mulai dari orang – orang terdekat, misalnya tetangga. Semakin banyak yang kerja sama, semakin berdampak baik pula bagi perawatan lingkungan dan kesehatan

Sumber informasi dan sumber ide :
Noor – Vol II TH.XI/2013.

Tentang Hobi

Hobi Aya

Sejak liat Aya suka isi waktu luangnya dengan gambar, diam – diam aku buka buku hariannya, hihihi.. abisnyakan kalau lagi gambar private banget deh dia itu, ga mau diliat, ngumpet dikamar bisa berjam – jam. Emang apa sih yang bikin dia asyik? Kadang juga minjem hp buat gambar katanya. Ternyata hasilnya ini.. :

karyaaya1Model yang digambar Aya ini dari gambar Aikatsu

karyaaya2Ini hasil imajinasi Aya.

karyaaya3Ini hasil belajar tutorial dari Pinterest

Waaaa.. aku terharu cyyiiinn.. haahaha.. gambarnya bagus, aku aja gak bisa gambar gini walopun nyontek. Duh, dasar emaknya ya :p mana ada sih kecap nomor 2, tetep aja begini udah heboh, sok dibilang bagus aja, ya lah.. bangga dong sebagai emaknya :p, hehe…

Setelah merit, aku mulai cari tau dan baca – baca buku atau browsing tentang parenting. Minimal mencari tau bagaimana cara mengembangkan bakat dan minat anak. pengen rasanya mengembangkan bakat Aya sejak kecil. Kenyataannya mengetahui bakat dan minat anak susah – susah gampang ya.. Dari Aya masuk sekolah sebenarnyapun dia udah suka menggambar, kalau ikutan lomba juga pasti deh carinya lomba gambar atau mewarnai. Bahkan ketika TK B dia pernah ikut lomba mewarnai di sekolahnya dan dapat juara pertama. Tapi pas Aya udah kelas 2 SD, Aya malah jarang juara kalau ikutan lomba mewarnai. Entahlah.. sepertinya nuansanya hilang, ga tau apaan, dia sempat down karena ga menang. Aku juga menyangka mungkin ini bukan bakat Aya walaupun dia ada minat.

Pas Aya udah kelas 3, minat Aya ternyata gak berubah terhadap menggambar. Dan ia udah memilih karakter gambar yang Aya suka. Gambar – gambar karakter anime gitu kesukaan Aya. Pantaslah kalau begitu, aliran gambar Aya berubah, yang tadinya mewarnai pemandangan, sekarang lebih kearah gambar karakter, dan ini sepertinya karena terpengaruh film Aikatsu. Ya tau sendiri lah ya.. anak – anak sekarang pada suka banget sama Aikatsu? Mungkin seperti aku dulu suka Candy – Candy, atau Sailor Moon. (Ketauanlahya aku ini angkatan berapa? Hahahha..).

Apakah hobby Aya ini termasuk minat dan bakat? gak tau juga, aku sendiri masih nebak. Tapi setidaknya ada sesuatu yang bikin dia jadi asyik dengan dunianya selepas penat dengan tugas sekolahnya. Menggambar jadi hiburan Aya, biasanya dia akan cari gambar Aikatsu dari mbah Google, lalu ia belajar otodidak dari sana. Walaupuuunn.. aku jadi agak ngeri juga, karena Anime tau sendirikan? Kartun – kartunnya penuh kejutan yang kurang berkenan untuk usia se Aya. Aku pastinya ikut mengawasi, tapi gak nutup mata juga, kalau aku dan Aya jadi banyak ngobrol tentang banyak hal termasuk hobi gambarnya, dan juga sex. Tentu aja aku jelasinnya disesuaikan usia plus sekaligus menanamkan nilai agama juga dalam pembicaraan kami. Terdengar serius? Gak juga kok.. justru aku ingin supaya Aya menghormati dan menjaga dirinya.

Sooo.. jadi penuh kehati – hatian kalau Aya udah minta pinjem hape buat gambar Aikatsu. Khawatir tepatnya hahahaha..Akhirnya aku minta tolong sama mbah Pinterest yang gak pelit bagi – bagi tutorial tentang apa aja. Aku cek dong tutorial menggambar anime dari pinterest. Good! Banyak banget tutorial, seolah ikutan les online, Aya pun baru mencoba – coba, dan dia seneng banget. Eh tapi ya.. tetep aja pemakaian pinterest ini masih dalam pengawasan aku hehehe..

Hobi Faeyza

Kalau adiknya Aya nih, lagi tergila – gila sama Mcqueen. Semua pilihannya rata – rata jatuh pada si mobil merah itu. Apalagi kalau abis mandi, baju mcqueen harus tersedia, jadilah sempat tuh baju cuci pake cuci pake. Lama – lama sih baju Mcqueen mulai banyak, maksudnya biar kalau pergi tuh pake baju yang keliatan rapi. Kalau gak, tetep maunya pake baju Mcqueen yang udah kucel x.x..

Sekarang malah pelan – pelan koleksi Mcqueen merambah pada buku cerita, mainan, bantal, apa lagi? Tas, maunyaa.. tapi tas belum karena belum sekolah. Hihihi.. Jadi ni termasuk hobi yang keluarin isi kantong ya, hhahaha.. Tapi ya sud lah.. toh biasanya begini nanti akan lewat. Aku sendiri juga ikutan senang liatnya semua serba MCqueen hahahaha..

Itu tadi hobi yang aku temukan sejak Aya kecil. Kalau Fa aku masih mencari – cari, karena selain hobi ngoleksi si mcqueen, dia suka lihat benda yang berputar, mulai dari kipas angin, kipas ac,mesin cuci yang sedang berputar, bahkan kipas kecil yang ada di freezer kulkas jadi perhatiannya juga. Jadi menurut aku siih.. salah satu tugas orang tua juga bantu anaknya menyadari hobinya, kemudian mengajaknya konsisten dan tekun. Pastinya dengan begitu dia juga gak merasa ada beban kan? Karena memang suka.

karyaaya4Ini juga modelnya adalah Aikatsu.

karyaaya5Ck..ck..ck.. gini nih.. kalau ngefans sama Aikatsu, gambar Aikatsu lagi dah nih hahaha..

karyaaya6Hmm.. ini sepertinya lagi coba – coba bikin komik..

Mencari celah dari hobi

Banyak keuntungan menekuni hobi yang gak bisa dianggap remeh. Bisa dikatakan sebagai salah satu terapy jiwa, relaxasi, karena melakukan kegiatan yang disenangi. Bisa juga dijadikan lahan rezeki, yaitu bisnis. Karena untuk melakukan bisnis bukan kah berawal dari yang kita kuasai dan kita enjoy didalamnya?. Nah.. kalau udah bisa mengubah hobi menjadi bisnis perlu kreativitas yang menjadikan pembeda dari orang lain. Selain itu kudu pertajam sense of business, pendidikan, plus pergaulan dengan sesama minat, yaitu pelaku bisnis juga tentunya.

Gak semua hobi memang butuh pendidikan, tapi kalau udah masuk dunia bisnis rasanya udah bukan dunia main – main lagi. Perlu ketelitian seperti menarik ketertarikan calon konsumen dengan produk kita, menarik konsumen biar lebih kepo sama produk kita, dan yang paling penting menarik konsumen happy membeli produk kita.

Eh.. yoweslah ini pembicaraan mendadak sok pembisnis gini hahahaha.. Eh tapi ini seriusan lhoo.. mulai deh korek – korek hobi anak kita tuh apa, bantu dan terus kasih semangat untuk terus berkarya sesuai hobinya itu. Siapa tau kelak emang bisa dijadikan ladang bisnis. Haree genee ya bu… lapangan kerja makin sempit, dari hobi itu mungkin aja bisa membantu menyerap tenaga kerja. Nah.. gimana? Masih anggap remeh dan gak perhatiin hobi anak – anak dan kita hobi kita sendiri? Sayangkan kalau terlewatkan, walopun hobi kita gak jadi ladang bisnis, misalnya.. ya bisa juga sebagai ladang berbagi, hati senang sambil cari pahala. Setuju? 😉

Menjadwalkan olah raga secara rutin untuk sikecilku

Dear teman – teman tercintaku.. Apa kabar semua? semoga semua selalu sehat yaa.. Aamiin.

Hihihi… Udah memasuki awal Oktober lho ini, yang artinya bentar lagi mau tahun baru lagi, olala… udah melakukan apa aja nih? Hmm… Kalau aku sih.. gak banyak berubah siih.. walaupun ada pekerjaan yang masih dirahasiakan yang lagi dikerjakan. Apa sih? sok gaya banget pake pekerjaan masih dirahasiakan?? Iiihh.. iyalah… harus bikin penasaran, kan biar makin cari tau di setiap postingan saya ini… *sokpenting *dikeplakajaini hahahahha..

Dinyatakan sembuh

Ada yang inget gak kalau aku lagi jalanin terapy karena pusingku ini? Senangnya luar biasa lhoo.. Alhamdulillah banget.. aku dinyatakan sembuh dari penyakitku ini, tulang leher, tulang belakang mendekati normal derajat kemiringannya, hmm.. ada yang masih bingung? silahkan coba cek ceritanya disini. Tapi setelah dinyatakan sembuh gini bukan berarti jadi enak – enakkan, harus tetep menjaga posisi tubuh, dan menjalankan maintenance untuk tubuh nih.. bukan sok – sok an yang harus ke salon atau klinik kecantikan yang menghabiskan jutaan rupiah siiihh.. tapi olah raga. Yup! olah raga ini jadi salah satu agenda penting banget untuk aku. Dan aku memilih renang untuk perawatan tulangku ini. Alhasil.. gak mau sendirian renang, aku ajak Aya dan Fa juga berenang rutin bareng aku. Aku gak mau Aya dan Fa kena penyakit tulang kayak aku gini.. sungguh menderita deh.. jangan sampeeee…*ketokmeja. Jadi pencegahan sejak dini aku jaga mereka setidaknya menjadwalkan rutin renang, malah sekalian aku les-in Aya renang. Bukan apa – apa sih.. supaya ototnya kuat, otomatis posisi tulang juga ga mendadak berubah yang bikin runyam, selain syaraf kejepit.. tapi juga penyakit lain, soalnya berhubungan sama syaraf. Duh.. jangan sampelah yaa..

Temui olah raga Favorit

Eh sebenarnya sih, pilihin olah raga untuk Aya dan Fa, gak harus renang siih, olah raga lain juga bagus. Tapi kebetulan aja karena aku harus rutin renang, sekalianlah mereka juga ikutan renang. Lagian asiknya renang itu secara tubuh gerak semua, dan ilangin stres. Main air kan bikin seneng.. hiburan juga kan?. So… jangan lupa buat emak – emak nih… jadwalin deh olah raga rutin untuk anak, gak melulu merutinkan kegiatan mereka di bagian les ini itu aja, contoh les matematikalah, kumonlah, bahasa Inggrislah, dan lainnya, yang isi kegiatannya kebanyakan duduk dan menulis aja. Tapi juga les olah raga atau mungkin tari kalau ada yang suka tari.

Eh aku ketinggalan ya? *melirik hahahaha.. malahan mungkin para emak lain udah menaruh perhatian lebih untuk memberikan les olah raga atau tari untuk anak? hmmm.. good lah yaa.. emang penting banget itu. Seperti yang aku kasih tau sebelumnya kalau olah raga penting untuk pembentukan ototnya, dan menghindar penyakit tulang (kalau otot kuat, tulang gak gampang bergeser), dan juga mengontrol lemak supaya gak gampang ndut, menghindari penyakit diabetes tipe dua, menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah. Banyak banget manfaatnya.

AyaFa renangMoment renang aku jadikan suapin Fa juga, maemnya jadi gampang. Gak semua tempat kolam renang izinin makan di kolam renang kan? Nah.. yang dekat rumah ini izinin, hihihi..

Omongannya sok berat deh mendadak.. hahaha.. Yah, mau gimana lagi dung? Ik kan gak mau anak – anak tercinta kita ini gampang kena penyakit, pengen semua sehat, ya kan??? Apalagi kalau kegiatan rutin olah raga ini bisa bantu anak jadi tidur nyenyak. Jadi anak – anak bisa mengatasi tantangan fisik dan emosional dalam aktivitasnya sehari – hari, berharga banget jadinya masukkan agenda olah raga rutin untuk anak (sekalian untuk ortunya dalam rangka mau diet (katanya)) hihihihi…

Ayafarenang2Atau ada yang rutin ajak anak olah raga di pantai? Asik juga tuh..

Tadinya aku mau les – in Fa renang juga, tapi katanya pak guru, nanti dulu.. karena usia balita biasanya lebih ke pengenalan air dulu, supaya gak kagok. Karena usia 2 – 5 tahun kegiatan yang sebaiknya dilakukan dengan permainan bebas. Distimulasi melakukan gerakan berlari, memanjat, menendang, berguling, menari, lempar tangkap, bersepeda, bermain air (dalam pengawasan orang dewasa).

Untuk seumuran Aya (6 – 7 tahun), eh Aya udah 8 tahun ding! hihihihi.. olah raganya udah bisa yang lebih beragam, contohnya sepak bola, senam, renang, tenis, golf (yakaleee.. ada yang ngajak anaknya maen golf, wkwkwkw), bela diri, dan lain – lain. Kalau usia Aya ( 8 tahun), olah raganya malah udah ke jenis yang bisa contact sport gitu.. semacam basket, kasti, dan lainnya. Jadi udah lebih kompetitif yaa.. Dan bisa atur strategi juga. Serrruuu…!

Jadi, setelah tulisan ini selesai, bukan berarti aku sok – sok ahli olahragawati gitu yaa.. Beneran lhoo.. justru aku sebenarnya parno.. Pengen rasanya juga para emak dan bapak lainnya diluar sana perhatian dan memasukkan kegiatan olah raga untuk anak. Banyak hal positif yang bisa diambil dari olah raga, selain menambah teman, positif thinking, tubuh bugar dan sehat, tentunya juga bikin tambah cakep karena peredaran lancar. Okee deeehh…

Yaudah dulu kelesss yaaa.. nanti sambung lagi, udah malam nih..
See you!

Sumber :
Pengalaman pribadi
Klasika Kompas 13 September 2015

Mommy’s Diary : “Me time”

mom's time out
Source : This Link

Cewek pada umumnya, apalagi yang udah jadi buibu, pasti deh ngerasa kadang kehilangan punya waktu untuk sendiri, boro – boro “me time”, kadang mandi aja bisa lupa sabunan, karena gelisah ninggalin anak yang masih bayi sendirian di kamar, pernah ada yang ngalamin gak? hahahaha…( aku sih pernah buru – buru mandi karena Aya waktu itu masih bayi, gak ada yang jagain, tapi aku masih inget sabunan kok.. hahaha..).

Salah satu contoh dari seribu masalah diatas pastinya pernah dialami para buibu kan? rempong tapi seneng. Tapi ada juga yang malah menganggap ini adalah beban. Ya bisa aja.. namanya juga manusia, yang di hadapi beragam masalah. Apalagi cewek, dikenal lebih rentan punya masalah katanya. Sesuai sumber yang aku dapatkan dari health.kompas.com, dalam buku The Stresses Sex: Uncovering the Truth about Men, Women, and Mental Health, Jason Freeman, yang menyatakan bahwa wanita beresiko 40% lebih besar mengalami gangguan psikologi. Jelas ajalah yaa.. yang dihadapinya lebih kompleks, dari mulai urusan rumah tangga, karir, penampilan, kebersihan, anak, belum lagi nilai dollar yang gak bersahabat, bikin pusing pala emak!.

Sadar atau gak sadar, semua masalah yang dihadapi para emaks jadi semakin mengasah ketrampilan multitaskingnya. Bener gak sih? kalau wanita, khususnya seorang ibu itu punya kemampuan multitasking? kok yaa.. aku merasa diriku ini bukan multitasking person. Kerjaan satu yang harus dibenahi, tapi juga kerjain yang lainnya.. nanti bercabang lagi kerjaan lainnya, sedangkan kerjaan pertama belum selesai, bikin aku mumet alias bingung sendiri. Hasilnya malah ga ada kerjaan yang tuntas diselesaikan deh menurut aku, hihihi.. Maklum yaa.. setting multitaskingnya gak ada didiriku ini. Karena aku merasa lebih sreg kalau bisa fokus dulu pada satu pekerjaan. Makanya salut buat para emak yang bisa multitasking, dan pekerjaannya bisa selesai dalam waktu bersamaan. #applause.

Banyak contoh pelajaran yang bisa kuambil dari ibu – ibu disekitar rumahku. Ibu rumah tangga yang luar biasa memiliki kemampuan menghadapi semua. Katakanlah Ibu A, tetanggaku yang tidak punya asisten rumah tangga ini punya dua balita yang usianya hanya terpaut dua tahun. Suaminya sering aku lihat sukarela membantu pekerjaan rumah tangga juga, walaupun gak tiap hari. Tapi ada hal – hal yang pernah aku lihat bagaimana si emak ini menghadapi anaknya yang kadang keras kepala, gak nurut, rewel, dan tingkah polah anak yang bisa bikin emaknya jadi bawel segala macam rupa. Kadang keluar juga deh teriakan – teriakan supaya anak bisa cepat ngerti, cubitan kecil juga pernah, sampe luka lhoo.. tapi semua itu tanpa disengaja. Antara kasian dan merasa gak adil dengan perlakuan terhadap anaknya, tapi di sisi lain, ngeliat sendiri sih gimana posisi ibu A ini, mungkin dia udah lelah luar biasa, atau mungkin juga butuh istirahat sejenak karena gak enak badan, tapi gak bisa istirahat karena perhatiannya terpusat pada anak – anaknya.

Lalu.. ada juga versi lain dari tetanggaku juga.. ( iihh.. ini kok jadi gosipin tetangga yaa.. sungguh terlalu.. hahaha.. maaf ya tetangga :D). Nah yang ini, anggap aja ibu B. Suaranya kalau lagi bawel ke anaknya bisa seantero kompleks denger suaranya hahahahaha…anaknya super aktif!, ada pembantu, tapi gak nginep.. cuma dua jam atau sejam kerja, lalu si pembantu lanjut lagi kerja di rumah lain. Beda sama aku.. ada pembantu, gak kerja di rumah lain, tapi datangnya cuma dua atau tiga kali seminggu, kerjanya bisa sampai setengah hari. Lumayanlah yaa.. ditengah kesulitan mencari tenaga ART, masih ada yang mau kerja walau gak nginep udah Alhamdulillah juga.. hihihi..

Singkat cerita.. si ibu B ini memang sedikit meletup – letup kalau lagi marah, tapi cepat selesai juga, sekarang ini malah mengalami pusing – pusing. Kalau denger ceritanya mirip aku sih pusingnya.. tapi beda sumber penyakitnya. Kadang ini bikin aku jadi mikir, mungkin penyakit pusing ini berawal dari salah gerakan atau salah posisi pada ibu – ibu yang sedang menyusui, kadang kan gak sadar posisi badannya ga bener. Kepala menunduk berjam – jam, tulang belakang yang terlalu maju, semua itu bisa kena syaraf yang berakibat pada pusing – pusing (pengalaman ya? iyaa.. hehe..). Jadi buat ibu – ibu yang nyusuin nih.. jaga posisi body juga ya saat menyusui, jadi kalau ketiduran gimana??? uhhmm.. agak sulit memang.. karena memang harus ada yang ingetin supaya emak yang ketiduran posisi body miring gak jelas, diingatkan supaya posisi tidurnya gak melengkung yang bisa bikin sakit pinggang dan pusing.

Cerita yang berbeda lagi dari cerita tetangga yang jauh disana, tepatnya siihh tetangga salah satu saudaraku xixixxixi.. dia pernah cerita kalau baru aja bersihin balita tetangganya yang berjam – jam pup di celana, ibunya cuek.. gak bersihin kotoran anaknya!, terus kadang melihat anak si tetangga kelaparan karena gak diurus si ibu, anaknya main berjam – jam diluar juga ibunya gak nyari. Lha??? kok bisa yaaa??? anaknya ada tiga, yang pertama 8 tahun, anak kedua lima tahun, anak ketiga masih 8 bulan.
Sooo.. bisa bayangin siiihh betapa repotnya urus anak tiga, tanpa asisten rumah tangga, dan tanpa suami. Uhhmm.. kepoooo.. Nih suaminya kemanaaaa??? usut punya usut ternyata suami kecenya tugas di luar kota, entah di kota mana.. tapi kalau lagi datang berkunjung ke rumah, gak sampe seminggu udah pulang ke rumah emaknya. Anak dan istrinya dibiarkan aja.. Waduh.. si Bapak lupa kali ya?? kalau tugas dia itu bukan cuma cariin duit, datang bentar, terus malah ke rumah emaknya. Ga taulah yaa.. cerita apa yang melatarbelakangi kejadian itu semua. Cuma ambil sisi positifnya aja.. Semoga aja di kemudian hari suami kecenya itu sadar, bahwa kehadiran dia ditengah keluarga membuat anak – anak senang, perhatiannya terhadap istri bisa membuat hati berbunga – bunga. Dengan membuat istrinya senang, ngurus anak – anaknya juga happy, terurus dengan baik. Kalaupun si istri merasa berat urus anak tiga sendirian, mending jujur aja kalau dia butuh bantuan baik dari keluarga besar atau pembantu rumah tangga. Asiknya di Indonesia ini kan keluarga besar bisa diikutsertakan, masih bisa jadi tempat penitipan anak, gak tau deh kalau di negara lain. Eh tapi ini dengan catatan kalau keluarga besarnya mau bantuin dan rumahnya gak jauh yaa.. xixixxii..

Jadi waktu “me time” ini emang penting banget buat si ibu supaya jadi fresh lagi menghadapi rutinitasnya. Aku sendiri kalau lagi ingin punya “me time” bisa seminggu atau dua minggu sebelumnya udah ngomong ke papayaza. Awalnya tanya kesediaan papayaza, terus berlanjut kapan ada waktu luangnya untuk bisa gantian jaga anak, kalau udah lancar semua, sekalian dong tanyaa.. bisa gak anterin ke lokasi pertemuan atau ke tempat aku mau meluangkan “me time” ku ini? Hahahaha… #beginilahemakemakgakmaurepotjuga hahahha..
Biasanya sih kalau udah begitu urusan “me time” bisa lancar, toh gak tiap hari juga kan.. pokoknya makin cinta deh kalau urusan “me time” didukung sebaik mungkin hihihihi…

Urusan “Me time” memang sesuatu yang dicari dari seorang mama. Maklum yaa… pekerjaan intern di rumah aja udah bikin bosen, pengen sekali – sekali memanjakan diri dengan melakukan hal – hal yang bikin relaks, seperti ke salon, ketemuan dengan teman – teman, melakukan hobi, jalan – jalan, hanimun berdua aja sama suami diluar kota, atau hanimun di dalam kota aja, nonton, dan lainnya. Yang pasti bisa bikin pikiran dan hati jadi lebih happy.

Tapi jangan lupa ya buibu, kalau “me time” juga ada batasnya, jangan sampe kebablasan gak punya waktu buat anak, urusan anak dilimpahkan semua ke ART, sampe komunikasi antara anak dan orang tua gak ada? hmm.. gak oke juga nih.. Bagi aku sendiri sih.. rasanya rugi kalau komunikasi sama anak sampe lepas, gak tau kesukaan anak, gak tau anak maunya apa… Upss.. beneran lhoo sayang banget kalau sampe terlepaskan, karena ini bisa jadi kebiasaan yang berulang, ibu dan anak gak saling mendengar, karena gak ngerti satu sama lain.

Gak perduli mama pekerja diluar rumah atau kerja di dalam rumah, sesibuk apapun luangkan waktu supaya tetap jaga komunikasi sama anak. Ya memang sih intinya semua butuh keseimbangan membagi waktu. Waktu “me time”, waktu pekerjaan, waktu bersama keluarga, dan memberikan waktu juga untuk ART menikmati “me time”nya, biar betah kerja di rumah kita 🙂 #Ceramahgakjelas :p. #udahduluya

Anakmu bukan milikmu

Anakmu bukan milikmu

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.                        ( Kahlil Gibran).
Sumber : dari sini

Postingan kali ini sama sekali gak ada hubungannya dengan puisi diatas. Sangat berbeda, namun aku ingin meyakinkan.. bahwa anak adalah pribadinya sendiri, tidak dapat dipaksakan, tidak dapat disakiti, tidak dapat diabaikan.. karena impian dan pemikirannya akan melekat selalu sepanjang hidupnya.

Tragis pemberitaan tentang Angeline beberapa pekan yang lalu. Terbayang betapa pilu dan tersiksanya ia selama masa penyiksaan bertubi – tubi yang menimpa dirinya. Tercabik – cabik hati ini setiap melihat wajah cantik dan polosnya muncul di tv. Aku memang tidak mengenalnya, tapi Angeline seumuran dengan Aya, membuatku ingat dengan anak sendiri. Hati ibu mana yang tak berteriak sedih melihat betapa keji perbuatan jahat tersebut hingga menghilangkan nyawa Angeline.

Drama Predator

Kasus Angeline membuat aku teringat masa kecilku, apakah aku mengalami kekerasan juga? tidak.. bukan juga.. tapi hampir.. yaa.. benar.. hampir.. sebenarnya lama aku menguburnya dalam – dalam kejadian yang tetap membekas di benakku ini, dan tidak ingin membukanya kembali. Tapi, kasus Angeline benar – benar telah menguak hatiku. Aku melihat semakin banyak bayi, balita, anak menjadi korban kekerasan. Entahlah apa yang terjadi pada dunia ini? bukankah aura mereka memberikan keceriaan? dunia bayi dan balita itu membahagiakan hati? kemana rasa sayang itu yang seharusnya melindungi dan melimpahkan kasih sayang pada mereka?.

Drama predator anak penuh tipuan, dari mulai intrik merayu pemberian permen, mainan, dan lainnya. Ketika itu aku masih 8 tahun kurang lebih. Aku  bermain dengan teman di halaman depan rumah. Lalu mengikuti temanku itu ke rumahnya sekedar bermain. Entah angin dari mana tiba – tiba dia, orang yang berada di rumah temanku itu (orang dewasa yang berada di rumah itu, bukan temanku) mengunci pintu rumah. Aku tidak pernah berpikir macam – macam, hanya bingung mengapa semua pintu dikunci rapat. Ketakutan belum ada, tapi aku mulai bertanya – tanya mengapa ia demikian? untuk apa?.

Kejadian tersebut berulang hingga 3 kali, tiada orang dewasa lain yang tau. Tapi aku mulai enggan dan takut bermain keluar terlebih main ke rumah temanku itu,takut menemui orang itu lagi.

image
Foto dari : Facebook mbak Vanda Yulianti. Dari Nakita.

Hingga pada suatu hari, aku mengatakan semua apa yang aku alami pada pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahku, dan dengan tegas ia mengatakan Tidak lagi  bermain dekat – dekat dengan rumah tersebut! jika dia lakukan perbuatan itu lagi, beritahukan padanya. Aku lega mendengarnya, merasa terlindungi, dan sejak itu aku tidak pernah mendekati rumah temanku itu, tidak lagi bermain ke rumahnya, kecuali jika bersama orang yang lebih dewasa dariku, yaitu orang tuaku sendiri. Tapi tentu saja, orang tuaku pun tidak pernah tau apa yang pernah aku lalui.  

Apakah aku mengalami trauma? sejauh ini tidak, tapi ingatan tak pernah lupa akan kejadian tersebut. Waktu tak dapat diputar ulang, ingin rasanya kejadian tersebut aku hapus dari hidupku, tapi tidak mungkin. Bersyukur aku menceritakan semua pada mbak yang kerja di rumahku waktu itu. Dari pengalaman tersebut, semakin bertambahnya usia aku mengerti aku harus melakukan apa. Dari pengalaman tak mengenakkan itu aku tidak ingin terjadi pada anak – anakku, aku belajar untuk berkomunikasi lebih baik pada anak – anakku. Dan jujur.. terkadang ada rasa paranoid juga.

Tak lepas dari ketidaksempurnaan, tidak tau apa yang terjadi diluar sana, hanya penuh doa dan pengharapan, serta usaha untuk selalu menjaga komunikasi dengan anak, agar anak – anak kita tidak mengalami hal yang mencoreng bagian hidupnya dengan kekerasan dan ketidakadilan.

Tolong, hentikan kekerasan pada anak! apapun bentuknya. Karena pil pahit yang terlanjur ditelannya itu akan membekas terus menerus selama hidupnya. Jadikan kehidupannya bermanfaat baik untuk agama, dirinya dan orang lain. Anak juga ladang ibadah untuk orang tuanya, tempat pengharapan yang tak pernah putus, karena doa anak yang sholeh adalah doa yang tak lekang ditelan zaman walaupun nisan telah berdiri tegak menghiasi pusara.

” Childhood should be carefree, playing in the sun; not living a nightmare in the darkness of the soul.
Dave Pelzer, A Child Called “It” (Dave Pelzer #1)


Sumber : dari sini

Resep masakan praktis yang disukai Faeyza dan Aya

Udah lama pengen ngerangkum beberapa resep yang udah pernah aku coba dan disukai Aya dan Faeyza, maklum deh ya.. Walau sebenarnya ogah – ogahan ke dapur, tapi mau gak mau harus meluncur juga ke dapur, sambil cari ilmu baru dapetin resep – resep masakan yang kira – kira disukai Faeyza. Aya dulu juga susah banget makannya, tapi dia makin gede….. Tetep susah makan… Hahahahahahaa… Ada kemajuan sih, tapi dikiiitt…. Mulai mau makan walau kadang masih milih – milih, tapi better lah ya.. Daripada zaman Aya masih balita, sampe harus rajin ke dokter gizi karena aku juga parno sangking susahnya makan. Nah.. Giliran Faeyza sekarang nih.. Ampun DJ… Kadang – kadang sampe bikin malam sebelum tidur tu mikir, apa ya besok masakan yang praktis, bergizi, tapi masih disukai Faeyza?.

Liat deh hasil selfie diam – diamnya, aku sambil nyuapin Faeyza, tapi juga sambil nyambi lakukan kerjaan lain, tapi akhirnya banyakkan nunggu Fa sampe dia makan di titik maksimal hehe.. nih gayanya pake ngumpet – ngumpet segala lhoo hahaha…

20140922-230038.jpg

20140922-230115.jpg

20140922-230212.jpg

Setelah rajin nanya – nanya tanteku yang rajin bikin kue, aku rajin browsing juga nanya mr.google walau gak semua resep yang dicoba, tapi lumayanlah ada beberapa yang pernah aku coba dan Faeyza suka. Siapa tau ada juga pusing sepuluh keliling hadapi sikecilnya susah makan, don’t worry buibu.. You’re not alone, i’m here with you… Lho.. Kok jadi nyanyi hahaha… Jadi pengen juga nge share resepnya dan siapa tau kita bisa tukeran resep, demi sibuah hati hahaha…

1. Roti pizza

Bahan untuk bikin rotinya :

Tepung terigu protein rendah. ( contoh merk cakra ) = 25 gr
Air = 150 cc
Campur tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk – aduk di api kecil, sampai mengental kayak bubur ( ini disebut adonan thangzhong, sumber : dari sini

bahan dasar topping pizza

DSC02206

DSC02207

Adonan :
1. Tepung terigu tinggi protein ( contoh : merk cakra ) = 500 gr
2. Gula. = 75 gr
3. Susu full cream. = 50 gr
4. Ragi ( contoh : fermipan) = 1 bungkus
5. Mentega cair. = 65 gr

Satukan adonan sambil ulenin dengan menambahkan air sedikit demi sedikit, ( mentega cair dituang tahap pengulenan adonan ), ulenin sampai kalis.

Lalu satukan dengan adonan thangzhong, ulenin lagi, lalu campurkan mentega cair, ulenin sapai kalis. Setelah kalis, diamkan sesaat sampai mengembang.

Untuk toppingnya :
Saos pizza kan kadang suka susah carinya, atau mungkin ribet bikin lagi, hihihi… Jadilah aku pake saos spageti yang biasa dijual di supermarket, jadi simple banget kan hehe.. Dan gak pake lama, teus tinggal tambahin deh diatasnya daging, sosis, mozarella, brokoli, mushroom, dan lainnya sesuai selera. Setelah itu panggang kurang lebih 60 menit.

2. Roti goreng

Resep simplenya pernah dikasih tau sana tanteku secara sekilas, gak dicatat juga resepnya. Jadilah pas aku bikin berbekal ingatan dan juga hasil mengarang indah, kalau merasa cocok boleh disimak hihihi..

20140923-002825.jpg

Bahan :
Roti tawar, kira – kira 6 lembar
Keju parut
Ayam cincang atau daging sapi cincang
Wortel potong dadu sudah di rebus lebih dulu
Bawang putih, cincang, 2 atau 3 siung
Margarin untuk menumis
Garam
Lada
Telur kocok lepas
Tepung roti

Caranya :
Panaskan margarin 1,5 atau 2 sendok teh, masukkan bawang putih, panaskan hingga harum, masukkan cincangan ayam atau daging, masak hingga matang, tambahkan garam dan lada secukupnya. Potong jadi 4 bagian tiap roti tawar, beri isi cincangan ayam, wortel, keju parut ( atau tambahkan keju melt, juga oke biar lebih enak ), tutup dengan pasangan roti yang kita potong 4 sisi tadi, masukkan dalam telur kocok, ratakan, lalu balur dengan tepung roti agar merekat lebih kuat dan roti isi juga terasa lebih renyah, kemudian goreng hingga kekuningan. Sajikan hangat.

Isi roti goreng ini juga bisa di modif pake isi rogout ayam yang enak bingit, bikin kakak Aya juga doyan hihihi.. Alhamdulillah Faeyza suka, dia makan sampe merasa bosan hehehe…

3. Roti panggang keju susu

Nah, kalau resep ini bener – bener murni ngarang hahahaha… Sumbernya sih liat sana – sini terus mix and match aja.. Malu euy kasih taunya hahahaha.. Secara cuma ngarang sendiri aja,tapi boleh dicoba bagi yg mau hihihi.. Resep simple nan lezat ini hehehe… #narsis :p

20140923-121648.jpg

Bahan :

Roti tawar
Susu cair full cream
Keju parut
Mises coklat

Caranya :
Siapkan kurang lebih 200 – 400 ml susu cair full cream ( kira – kira segelas sampai dua gelas susu cair), sobek – sobek roti tawar, campurkan pada susu, lalu campurkan juga keju parut secukupnya. Kemudian panggang dalam oven sampai roti terlihat padat. Setelah matang, taburkan mises coklat dan keju sebagai topping, bisa juga topping ditambahkan pisang yang diiris tipis. Alhamdulillah.. Aya dan fa suka, dan so simple kan!? 😀 hehehe…

5. Bakpao

Lagi ngebahas bakpao yang masih berbahan dasar roti, maklum Aya dan Fa suka roti, jadilah aku lagi banyak resep yang roti gitu hehehe..

 

 

20140923-125640.jpg

 

Maaf ya kalau penampakan bakpao buatanku masih belum sempurna hihihi.. sebelumnya aku pernah bahas tentang resep bakpao di sini,

Jadilah aku ambil resep isiannya sesuai dengan resep di link tersebut, untuk roti bakpaonya aku bikin dengan metode thangzhong, karena menurut aku metode thangzhong ini praktis, buat yang pengen pake metode lain juga sah – sah aja hehe.. Aku tulis ulang bagian isiannya aja ya.. Untuk adonan roti-nya sama aja kayak adonan roti pizza yang udah aku tulis diatas, bedanya kalau bakpao di kukus.

 

Bahan isi bakpao :

250 gr ayam cincang
2 bh daun bawang seledri, diiris
100 gr bangkuang, potong dadu
1 sdt minyak wijen
2 sdm saus tiram
2 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/2 vetsin
1/sdt lada
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Bahan isi : tumis semua bahan dengan minyak goreng, masak hingga matang sisihkan.

 

6. Makaroni Ayam Keju

Aku sendiri tadinya nyebut makaroni ini ada tambahan carbonara segala hehe.. padahal ya konsep carbonara itu apa juga gak tau :p, karena yaa jujur aja.. resep yang satu ini juga hasil karya capcipcup ku sendiri, berdasar baca resep sana sini, jadilah aku padukan aja sesuai selera Faeyza dan Aya, seneng banget dibilang enak sama Aya  hihihi… Caranya juga gak pake susah kok dan yang penting juga cepat dan lezat hehe..

 

makaroni carbonara

Aku pake cara ini :

Makaroni rebus dulu , sampai matang, sambil ngerebus makaroni, siapkan bawang putih 3 atau 4 siung, dicincang, ayam cincang… lalu siapkan minyak atau margarin panas untuk menumis ayam cincang, dengan cara : masukkan bawang putih cincang tadi sampe harum, lalu masukkan ayam cincang… masak hingga matang, tambahkan garam dan lada secukupnya. oiya… waktu masak tumisan ayam ini aku tambahin daging asap.

Brokoli direbus, jangan overcook ya biar vitaminnya gak ilang. lalu campur jadi satu : rebusan makaroni, tumisan daging ayam dan daging asap, rebusan brokoli, aduk… tambahkan susu cair ( 1 gelas ) + keju parut, aduk lagi sampai rata, tambahkan lagi sedikit garam dan lada.

Setelah tercampur rata, pindahkan ke wadah alumunium, kukus, setelah di kukus bisa ditambahan keju parut lagi sebagai topping.

Alhamdulillah… Aya yang paling suka, kalau Faeyza suka tapi masih lebih semangat Aya yang makan hahahaha…

 

7. Nugget Ayam cocol Mayo + kentang goreng Ala KFC

Nah untuk dua resep ini, asli nyontek dari dapur umami untuk nugget ayam cocol mayo-nya. cuma untuk pembuatan nuggetnya aku bikin simple aja.. main campur – campur lagi deh haahahaha..

Caranya :

Cincang Ayam, 1 ekor. campurkan dengan : bawang putih cincang, roti tawar   ( aku pake 2 lembar, sobek kasar ), rebusan wortel yang dipotong dadu, kemudian garam dan lada. satukan.. bentuk jadi bola – bola, campurkan ke dalam telur kocok, kemudian taburkan tepung roti. Panaskan minyak goreng lalu masak nugget yang sudah dibalur tepung roti tadi sampai matang. Selesai… Simple, cepat, dan tanpa pengawet hehehe…

nugget cocol

Untuk kentang ala KFC nya, aku comot dari sini

 

8. Kracker Rogout

Faeyza suka makanan semacam gorengan, atau yang dimulut terdengar kayak kerupuk.. kresss… nah.. jadilah ide bikin dari biskuit kraker ini berlanjut. Untuk resepnya aku ambil dari sini.

Untuk penggorengannya, aku bikin sedikit beda… karena aku gak mau biskuitnya terlalu berminyak, jadilah tepung rotinya aku balurkan pada 4 sisi biskuit, untuk perekat saja. tengahnya aku balurkan dengan tepung terigu. Kira – kira penampakannya gini :

kracker rogout

Hmm.. segini dulu ya pembuatan resep buat Faeyza dan Aya, mudah – mudahan bisa menginspirasi. Lanjut lagi nanti yaa resep yang kira – kira bisa diaplikasikan buat Faeyza dan Aya.

Saat ini Faeyza udah umur 2 tahun (jalan) 5 bulan, Aya udah 7 tahun 10 bulan. Oya tadi siang lagi masak soto ayam + telur rebus.. itu juga favorit Fa dan Aya. Baiklah.. nanti lanjut lagi yaa resep yang kira – kira oke buat balita atau anak biar mau makan hehe… Biar tetep semangat masaknya sambil dikasih lagu ini yaaa… :p

 

 

 

 

 

 

 

 

error: Content is protected !!