Cegah Alergi Sejak Dini Agar Anak tetap Berprestasi

“ Kakak Aya, bangun.. Mataharinya bentar lagi muncul lhoo..”
Bangunin Aya tiap pagi itu seperti PR yang agak sulit dikerjakan bagiku, kadang bisa cepat, tapi bisa juga lama, dan yang lebih mengkhawatirkan kalau udah bangun tidur, tapi malah manyun, diam, dan gak semangat. Kalau udah gini pasti kenapa – kenapa nih.. pikirku, khawatir sakit atau gak enak badan. Maklum ya.. keluarga alergi gini deh.. jadi bikin kepikiran.. takut kumatlah asmanya, takut kumatlah pilek, atau malah bentol – bentol karena gatal alergi. Lah.. kok dilalah.. tiga minggu yang lalu beneran Aya lagi kena alergi, tapi kali ini unik… matanya merah tapi gak bengkak, awalnya aku kira Aya sakit mata karena virus, berhubung takut nular pada orang lain aku sediain aja kaca mata hitam buat Aya, hahaha.. eh dia malah nolak pakai kaca mata hitam, takut kayak Syahrini katanya.. hihhii.. Ya udah papanya juga gak mau nunda pengobatan mata Aya, segera deh bawa ke dokter. Setelah dicek, menurut diagnosa, di dalam kelopak mata Aya bagian atas dan bawah lagi radang karena bentol – bentol, ibarat kulit yang lagi alergi.. kan merah dan bentol – bentol gitu.. nah ini terjadi pada mata.. ya ampun.. aku baru tau lhoo.. kalau bentol – bentol juga bisa nyerang pada mata. Setelah nunggu antrian, baru deh ketauan obat mata sesuai resep dokter itu bernama R Tobroson MD, dan Conver Sodium Cromoglycas.

Alergi debu menyebabkan mata Aya radang.
Alergi debu menyebabkan mata Aya radang.

Selama ini yang sering mendadak matanya merah, gatal, dan bengkak itu adalah Faeyza. Tapi itu jarang terjadi sih.. Faeyza lebih sering pilek duluan, kalau udah gitu biasanya bisa jadi pencetus asmanya kambuh. Obat – obatan dirumah selalu siap sedia, tapi itu juga bukan jaminan cepat sembuh, kadang – kadang tetap aja harus ke dokter, karena obat yang dikonsumsi gak mempan atau udah kadaluwarsa. Begini deh kalau anak – anak punya riwayat alergi, jadi sering ketemu dokter sekaligus bikin aku khawatir juga.

Kekhawatiran aku akhirnya terjawab juga, ketidaktahuanku secara menyeluruh tentang alergi terjawab pada acara Coaching Clinic Kalcare dari Morinaga, pada tanggal 11 April 2016, dan aku pilih lokasi di Lotte Shopping Avenue – Jakarta. Disana aku bebas bertanya dengan ahlinya secara langsung, selain itu aku juga ikut serta pada sesi LiveChat dengan dokter di www.cekalergi.com. Tentunya kepedulian dari Morinaga ini ingin ikut serta menciptakan generasi platinum yang sehat, memberikan informasi yang tepat untuk para orang tua tentang alergi, dan pastikan alergi tidak menghambat potensi si kecil. Pada web cekalergi.com juga didukung muatan saran, rujukan, dan informasi mengenai nutrisi untuk anak alergi.

Kalau udah kenal apa aja yang menjadi pencetus alergi pada anak, tentunya ibu – ibu dan bapak – bapak bisa bantu pencegahannya supaya anak gak gampang kena alergi.

1.Observasi : Cari Tau Alergi sejak dini pada si Kecil.

Nah.. ini rasanya tugas orang tua juga mengetahui sejak awal alergi pada anak. tentunya dilihat dari riwayat orang tuanya dulu, ayah atau ibunya ada bakat alergi gak?

Tabel Riwayat Alergi - sumber : Brosur Morinaga
Tabel Riwayat Alergi – sumber : Brosur Morinaga

seperti aku nih contohnya.. aku ada asma dari kakek, dan ada alergi dari papaku. Jadi jelaslah yaa dilihat dari silsilah keluarga aja daftar penderita alergi bisa lebih panjang lagi hehe… Aya dan Faeyza kena alergi juga. Selain alergi karena faktor keturunan (genetik), ada faktor – faktor lain yang jadi pencetus alergi (alergen), yaitu :

a.Alergi Makanan, misalnya telur, sea food, susu sapi, dan lain – lain.
b.Alergi karena Wewangian, misalnya pengharum ruangan, parfum.
c.Asap rokok.
d.Lingkungan.

Kalau udah kenal faktor pencetus apa yang membuat anak alergi, kita juga harus kenal dampak alergi apa yang terlihat pada tubuh? Bagaimana dampaknya pada kulit?. Kulit jadi bentol – bentol, gatal, dan merah?. Bagaimana juga dampaknya pada pernafasan? Nafas berbunyi (Mengi), bersin – bersin, atau tenggorokan gatal ?. Anak juga bisa picky eater alias susah makan karena alergi.

Catatan penting buat diriku nih (dan mungkin juga untuk yang lain) supaya gak meremehkan alergi yang bisa menganggu tumbuh kembang optimal anak – anak kita, gak pengen kan gara – gara alergi tumbuh kembang dan prestasi anak jadi terganggu, apalagi kalau telat penanganannya, alergi bisa menyebabkan kematian juga lhoo.. jauhkan deh yaa.. jauhkan.. #emakparno #ketokketokmeja.

Alergi kulit :
Eksim, peradangan hebat pada kulit hingga seperti melepuh, kalau pengalaman aku sendiri sih belum pernah lihat eksim yang sebegitu parah, paling – paling lihat pipi bayi yang kemerahan, kering seperti kerak.
Urticaria / Kaligata, kulit kemerahan, bentol – bentol seperti biduran.
Angioedema, kalau ini alerginya termasuk berat, sebaiknya segera bawa ke dokter, apalagi kalau sampai terdengar nafas berbunyi yang artinya saluran nafasnya udah bengkak. Selain itu gejala lain pada Angioedema ini bengkaknya keliatan berlebihan, misalnya bengkak pada bibir hingga jontor, mata bengkak, tangan bengkak, atau bahkan bisa juga bengkak pada wajah, duh.. jangan telat deh..sebaiknya segera bawa ke dokter.

Gejala alergi lainnya yang bisa terlihat adalah :

Kolik, yaitu nyeri perut yang sangat hebat, biasanya kalau bayi menangis terus tanpa henti, coba cek mungkin aja kena kolik.
-Diare, mual, muntah, BAB berdarah.
Anafilaksis, termasuk alergi berat yang bisa terjadi mendadak, gejalanya bisa berupa ruam gatal, bengkak pada tenggorokan, dan tekanan darah rendah. Pencetusnya bisa karena makanan, obat, atau gigitan serangga. Anafilaksis memang jarang terjadi, tapi kita harus lebih hati – hati karena Anafilaksis termasuk alergi yang bisa mematikan.

2. Cegah dan Atasi Alergi pada anak

Seperti nasihat para orang tua kita, yaitu lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi kalau udah tau apa yang menyebabkan anak alergi, sebaiknya memang dicegah supaya alergi gak mudah menyerang, caranya? :

a. Untuk bayi sebaiknya pemberian ASI secara exclusive selama 6 bulan pertama, hal ini membantu membentuk perkembangan sistem kekebalan tubuh dan metabolisme bayi.

Oya.. aku mau cerita sedikit nih.. pada waktu Aya dan Faeyza masih ASI, beberapa kali pipi mereka merah – merah kayak eksim gitu, dan banyak saran yang aku dapatkan, katanya kalau abis menyusui pipi bayinya dilap pakai kapas yang udah dibilas dengan air hangat, supaya pipinya gak merah karena kena asi. Percayalah buibu.. eksim atau kemerahan seperti gatal alergi pada pipi bayi itu bukan karena air susu ibu, melainkan karena makanan yang dimakan oleh ibu yang mungkin dapat menyebabkan alergi pada bayi, jadi si ibu yang harus segera cari tau makanan apa yang kira – kira membuat bayi jadi alergi.

b.Hindari asap rokok, terutama untuk ibu hamil dan menyusui. Tapi memang sebaiknya rokok ini dihindari, asapnya aja bisa bikin meradang, (meradang ngambeg.. atau ngamuk buat penderita perokok pasif hehe)

c.Hindari dulu makanan yang bisa menyerang alergi.

Mengatasi Alergi

Kalau udah berusaha melakukan beberapa tindakan pencegahan tapi ternyata masih alergi juga, gimana cara mengatasinya? Hmm.. yang namanya belajar dari pengalaman itu terkadang jauh lebih berharga yaa.. masih dari hasil konsultasi di Coaching Clinic Kalcare, aku dapat beberapa tips jitu supaya anak gak gampang kena alergi, atau setidaknya kita bisa ngerti gimana gaya hidup dengan anak yang punya bakat alergi.

-Rajin bersih – bersih pastinya.. owh.. jelas ini sih, yang gak kena alergi juga pasti lebih nyaman kalau semua bersih, apalagi kalau ada salah satu keluarga kita ada alergi. Contohnya sprei, gorden, karpet, boneka harus rajin dibersiin/diganti (Idealnya dibersiin pake vacuum cleaner), atau kalau gak mau ribet, tempat tidur bisa ditutup dengan bed shield, atau ya rajin dijemur kasur atau matras tempat kita tidur, karena menghindar dari si kutu kecil yang nakal alias tungau, Ohya.. jangan terlalu banyak gantungan dibalik pintu, biasanya ada gantungan baju, tas, atau barang lainnya karena ini mengundang debu.

-Bisa cek alergi melalui Skin Prick Test, yaitu metode diagnose dengan cara uji tusuk pada kulit supaya kita ngerti anak (atau diri kita sendiri) itu sensitive terhadap alergi apa? Jadi ini bisa membantu gaya hidup kita supaya gak mudah terjangkit alergi. Tapi prick test ini hanya pilihan aja ya.. kalau ada yang keberatan untuk uji tes prick ini juga ga apa. Lebih baik meningkatkan pertahanan tubuh ganda, misalnya minum vitamin, madu, makanan bergizi, susu dan olah raga.

Lalu gimana bagi yang alergi susu sapi ?

Yang pasti susu terbaik untuk bayi adalah ASI, jadi kalau bayi alergi terhadap protein susu sapi, untuk sementara selama masa menyusui ibu menghindari protein susu sapi. Tapi kalau bayi gak bisa dapat ASI, sedangkan bayi tersebut alergi susu sapi, sebaiknya ganti susu dengan susu formula protein Hidrolisat extensive, tapi kalau bayi masih belum ada perbaikan dengan susu Hidrolisat, bisa diganti dengan formula asam amino. Untuk bayi diatas 6 bulan bisa pakai susu soya, tapi kalau alergi terhadap soya, kembali lagi pakai susu Protein Hidrolisat atau asam amino.( Nah lhoo.. banyak tapinya kan? hehehe… sedikit ribet memang, tapi kan kudu di observasi dulu, tul gak?)

Reaksi alergi yang keliatan terhadap protein susu biasanya reaksinya gak langsung, awalnya bisa berupa eksim atau kaligata pada kulit.

sumber foto : Brosur Morinaga
Mencegah dan mengatasi alergi susu sapi. sumber foto : Brosur Morinaga

Karena Aya dan Faeyza gak ada alergi susu sapi, jadi bebas aja mau minum susu apa. Akhir – akhir ini Aya dan Faeyza lagi suka susu Chil School Soya yang mengandung Moricare+ dan prodigies, ternyata susu ini bisa diminum juga untuk anak yang alergi protein susu sapi, karena mengandung Protein Hidrolisat Parsial (P-HP), tuh.. catet! lumayan nih info bagi emak – emak yang lagi cari info susu soya. Bagi Aya susu yang berawal dari kata “chil.. chil.. “ ( Chil Mil, Chil Kid, Chil School) ini udah gak asing lagi, sejak bayi dia juga mengkonsumsi susu dari Morinaga, kadang – kadang kalau lagi bikinin susunya aku suka icip, kayak apa sih rasanya.. dan emang rasanya uenak ya! Hahaha.. Jadi waktu Aya balita beberapa kali aku bikinin pudding susu dari Chil Kid atau Chil School gitu dicampur biscuit atau jeruk, aku aja doyan.. hahahhaha…

Tetap Berkarya walaupun Alergi

Ya, tentu aja dongs.. harus tetap berkarya walaupun alergi, apalagi kalau kita udah ngerti anak punya hobby apa. Kalau Aya karena suka gambar, seperti yang pernah aku ceritakan disini, kadang aku jadikan media supaya Aya dan Faeyza gak berantem, maklum yaa.. namanya juga anak – anak, mereka berdua nih ada aja yang bikin berantem, rebutan mainanlah, persaingan siapa yang menang dan kalahlah.. kalau udah begini pasti Faeyza masih kalah terus hahaha.. kebayangkan berisik dengan teriakan dan tangisan Faeyza, ditambah keisengan Aya atau Faeyza yang ga ada berhentinya, bikin pusing pala emak. :p. Ya udah.. daripada berisik aku minta Aya gambar yang bisa dijadikan mainan buat adeknya, dan terciptalah mainan wayang keluarga, cara tepat mendayagunakan kecerdasan multitalenta pada anak kan?? Aahh.. cerdas juga emaknya #dijitaksekampong hahaha… ya pokoknya gitu deh.. walaupun alergi tetap harus berprestasi. Dan berprestasi bisa diciptakan dari mana aja, di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar.

Bikin Wayang orang Ala Aya untuk adeknya, dari bahan - bahan yang ada di rumah
Bikin Wayang orang Ala Aya untuk adeknya, dari bahan – bahan yang ada di rumah
Fa mulai usil, tapi tetep narsis kalau tau mau difoto hahaha..
Fa mulai usil, tapi tetep narsis kalau tau mau difoto hahaha..

alergi6

Taraaa... ini dia hasil karya Aya, lumayan bikin adeknya jadi asyik bermain wayang hihihi...
Taraaa… ini dia hasil karya Aya, lumayan bikin adeknya jadi asyik bermain wayang hihihi…
Wayang Keluarga ala Fathia (Aya) ^ ^
Wayang Keluarga ala Fathia (Aya) ^ ^

Ya sudahlah kalau begitu.. udah banyak juga cuap – cuap aku nih, tentang kampanye semua dari Ingin Tau : Tau, Cegah & Atasi, dan bantu sebar informasi yang tepat khususnya mengenai alergi pada anak. Lebih cepat tau, lebih baikkan?, supaya generasi platinum kita ini tumbuh sehat dan cerdas.

Semoga bermanfaat.

World Allergy Week :
Berkaitan dengan World Allergy Week, Kalbe Nutritionals. Merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization. Bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai alergi dan penyakit lainnya yang masih terkait.

Logo Allergy Total Solutionedit Logo Morinaga1edit logo kalbe-02edit logo-logo morinaga element Print Print

Web : www.cekalergi.com
Fb : Morinaga Platinum
Twitter : @Morinagaid
Instagram : @MorinagaPlatinum

17 comments / Add your comment below

    1. Iya mak.. bener bgt.. alergi walaupun keliatan sepele, harus jd perhatian kita jg, kalau terus menerus berulang alerginya bs jadi penghambat tumbuh kembang anak 🙂

  1. bener mbak penanganan lebih dini dari pantauan dan kejelian orang tua dalam selektif memberikan nutrisi pada anak (termasuk produk minuman susu) ikut berperan serta 🙂
    Salam kenal sudah done semua akun sosmednya (@cputriarty)

    1. Bener mbak, dan aku jg baru ‘ngeh nih.. ternyata alergi jg ga boleh kita anggap sepele, soalnya ngaruh jg pada tumbuh kembang anak :)makasih udah mampir 🙂

  2. Alergi ini benar-benar hal yang wajib diperhatikan ya. Karena, bisa berbahaya ya mbak. Kaya keponakan saya, yang gak tau kalau ternyata alergi susu sapi, kejadiannya pas masih bayi, ketika dikasih susu sapi, langsung sesak tersengal-sengal napasnya. Ketika diteliti ternyata alergi susu sapi :(. Sebegitu ngerinya ya

    1. ya Allah.. serem juga yaa.. siapa yang tau kalau ternyata pas masih bayi ada alergi susu sapi yaa.. tapi Alhamdulillah yaa.. cepat ditangani, gak telat.. semoga dedek bayinya sekarang sehat selalu yaa.. makasih udah mampir ^ ^

Leave a Reply

error: Content is protected !!