Every Day Is Mother’s Day

December 20, 2015

Bulan Desember udah mau abis… dan seperti biasa di bulan Desember ini ada sesuatu yang bikin aku berbunga – bunga. Aya selalu bikin prakarya menunjukkan kasih sayangnya buat aku, hehe…

Jadiiii… omong – omong tentang hari ibu, aku bilang sih setiap hari itu adalah hari ibu. Ya kan? Percaya ga?? Coba deh.. setiap hari kan ibu harus memasak, mengurus anak – anak, dan lainnya. Dan yang selalu bikin aku memaksa diri supaya bisa masak, adalah Aya dan Fa. Apalagi Aya dan Fa tergolong picky dalam hal makanan. Gak heranlah sering aku ajak Aya dan menyusul juga nih Fa ikutan ke dapur, mengolah masakan apa aja. Awalnya bikin masakan kesukaan mereka, seperti Pizza, roti, nugget, pudding, dan lain – lain. Ini juga yang memaksa aku untuk cari resep inovatif supaya mereka tetap mau makan. Gak heranlah kalau aku udah masak ajak Fa dan Aya, di dapur jadi heboh, teriakan rebutan alat masak lah, rebutan adonan lah, main air lah.. dan masih banyak lagi, pokoknya ada aja yang bikin mereka tuh rebutan sesuatu hahahaha.. Kadang – kadang aku jadi ikutan ga tenang sih.. masak digrecokkin gitu, tapi ya senengnya jadi seru aja… Selain dapur jadi lebih kotor, cucian double lebih banyak hahaha. Ya gak apalah, karena gak kalah membahagiakan kalau lihat hasilnya. Soal bebenah dapur ya udah lah.. biarkan aku yang beresin semua, yang penting happy lihat mereka suka dengan makanan yang dibuat sendiri itu.

Mengajak Fa dan Aya ke dapur itu banyak banget manfaat positif yang aku rasakan, selain mereka jadi mau makan hasil olahan masakan mereka, ada kebersamaan diantara kami, plusssss…. kegiatan positif menghindar mereka dari tontonan TV dan games. Jadi buat buibu lebih asyik ajak anak deh masak bareng. Mulai pemilihan bahan ke pasar atau abang – abang sayur yang lewat depan rumah, belajar cara memilih sayuran dan daging yang segar. Atau kalau mau bikin kue atau roti, anak jadi ikutan milih – milih tepung, mulai deh dari sana kita bisa kasih informasi, misalnya kalau bikin roti sebaiknya pake tepung protein tinggi. Kegiatan positif lainnya adalah belajar transaksi, jadi sekaligus belajar matematika, hehehe…

Sebenarnya ada beberapa hal yang bikin aku jadi khawatir kalau ngajak Fa dan Aya ke dapur, pikiranku jadi paranoid. Takut mereka luka kena pisau, atau takut kena minyak panas, takut kecipratan bara api, atau air panas, banyak banget… jadi kalau udah masak bareng gitu, jangan kaget kalau ada teriakan – teriakan. Teriakan kaget dan khawatir sih sebenarnya hahahahaha… padahal kan memasak itu perlu ketenangan, dan kalaupun mengajak Aya dan Fa ke dapur harus aman juga, jadi kalau udah dekat – dekat kompor Fa aku larang, kalau Aya udah mulai bisa,Tapi tenang aja semua pasti masih dalam pengawasan aku. Dan semua kekhawatiran aku itu terjawab dari acara cooking class Phillips yang diadakan tanggal 17 Desember 2015 lalu. Aku diajak meliput acara Phillips cooking class, baru ngerti kalau ternyata memang ada alat memasak yang inovatif, aman, nyaman untuk anak. Seperti Hand Blender yang di desain unik pada kaki blender, pemotong dan pengocok, sempurna mencampur sup, cincang sayur, ngaduk krim kocok. Terus ada lagi Phillips Table Grill, yang punya lempengan tempreratur tinggi untuk menjaga rasa juicy ( kadar air). Dan alat masak inovatif Phillips lainnya seperti yang di demonstrasikan chef Yuda Bustara pada acara cooking class, Rice cookernya pancinya unik banget.. punya lima lapisan anti lengket jadi mudah dibersihkan, anti gores, dan aman karena pancinya gak panas, walopun nasinya baru mateng di panci.

????????????????????????????????????
pancinya aman, gak panas, ujar chef Yuda. sumber foto : email dari Yunika Umar

Acara yang berlangsung di Hotel Pullman – Jakarta ini berjalan lancar walopun pagi – pagi ditemanin rintik hujan, dan ditemanin papayaza hihihi.. Aku berangkat bareng dengan jadwal orang – orang berangkat ngantor, ya waktunya kan gak jauh beda, jadi naik bis masih bisa bareng sama papzyaza.

Sesampai di Pullman Hotel, celingak – celinguk cari teman yang sama – sama dari KEB (kumpulan Emak Blogger), masih bingung deh saya… tapi ternyata nemuin ruangannya juga ga jauh – jauh amat, masih di lantai dasar aja, gak perlu lewat lift segala. Sebelum memasuki ruangan harus register dulu, dibagiin modul, dan lembar kecil yang nantinya ditukar dengan goodie bag.

phil1

phil2

phil3

Makanan dan minuman yang disediakan lumayan bisa ganjel perut yang tadi belum sempat sarapan hihihi… Dan serunya lagi bisa groupfie dulu bareng Chef Bondan Winarno, tetep yaa… foto narsisnya gak boleh ketinggalan hahahaha.. Setelah acara foto – foto, kenalan – kenalan lagi sama mama – mama KEB, makan dan minum, setelah itu acara cooking class dimulai.

phil4snack sarapan pagi

Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Maria Simanjuntak, Marketing Manager Domestic Appliances, Personal Health, Phillips Indonesia. Ditemani Pak Bondan Winarno, dan Chef Yuda Bustara. Mereka menjelaskan bagaimana proses memasak yang sehat, masak bersama anak, dan proses memasak secara urban, yaitu proses memasak secara praktis, menggunakan alat masak inovatif dari Phillips.

????????????????????????????????????
Sambutan dari Ibu Maria, Bapak Bondan, dan Chef Yuda. Sumber foto : email Yunika Umar
????????????????????????????????????
Chef Bondan dan Chef Yuda sedang menjelaskan bagaimana mengolah makanan yang sehat. Sumber foto : email Yunika Umar

phil9Hasil masakan praktis dari Chef Yuda dengan menggunakan rice cooker Phillips.

phil6Nasi Burger

Chef Yuda sedang mengawasi para mama lomba masak. Sumber foto : email Yunika Umar
????????????????????????????????????
Chef Bondan sedang mengawasi para mama yang ikut lomba masak. Sumber foto : email Yunika Umar

phil8narsis dulu dengan chef Yuda hihihi..

Banyak pelajaran yang di dapat dari acara Cooking Class Phillips, selain demo masak dan bagaimana proses memasak yang sehat, contohnya : memiliki talenan 2, karena untuk mengiris daging dan sayuran seharusnya dipisah. Selain itu pak Bondan juga memberikan tips dan saran agar tidak membawa tahayul ke dapur, misalnya : tidak boleh makan kelapa, nanti cacingan, hehehe.. Jadi menurut Chef Bondan yang terkenal kata – kata Maknyusnya ini, semua makanan adalah anugerah dari Tuhan, tidak ada yang merugikan, hanya perlu pengolahannya aja yang baik dan sehat. Jadi, masih melarang sikecil ke dapur??? Rugi dong aahhh… kegiatan positif ini seharusnya kita dukung, dan tentu masih dalam pengawasan orang dewasa.

5 People reacted on this

    1. Ini aku groupfienya pagi2 mbak.. belum rame yg foto2 sama pak Bondan, eh tp seneng deh aku sempat kenalan sama mbak Lisa… semoga nanti kita bs ketemuan lagi ya di event kopdar 😀

Leave a Reply