Go Green We Must Do

Terasa gak akhir – akhir ini musim kemarau rasanya lebih panjang dari tahun – tahun sebelumnya? Tragedi asap yang juga melanda Riau, Jambi, Kalimantan, dan ditempat lainnya bikin sesak dada, sedih, gemas dan cemas. Seketika hujan menjadi dambaan agar membantu menghilangkan asap yang udah menganggu. Memang aku disini gak merasakan ada asap, tapi ikut sedih rasanya ada teman atau saudara yang kena dampak asap.

Hujan mulai beberapa saat datang mengguyur Bekasi dan di beberapa kota lainnya, bikin happy banget. tapi hujan juga datang gak setiap hari, ada rasa syukur hujan gak datang tiap hari, tapi masih kangen dengan hujan. Maunya apa sih ini? Hehehe.. Iyaa.. aku suka dengan hujan, sejuk, serasa udaranya lebih bersih, tapi khawatir dengan banjir kalau hujan terus menerus datang.

See?? Betapa lingkungan kita ini udah kurang ramah rasanya ya?. Dan semua itu karena akibat ulah manusia sendiri. Yup.. mungkin juga tanpa kita sadari kita sendiri yang udah ikut merusak lingkungan sekitar,(atau malah juga udah ikut menjaga lingkungan). Gak usah saling menyalahkan lah yaa… mulai dari diri sendiri aja dulu, rasanya gak salah juga kalau kita mulai bantu lingkungan ini biar ramah lagi, biar nyaman dijadikan tempat tinggal untuk kita, anak dan cucu kita kelak. Wuuuiiihhh ngomongnya berat aja euy.. hihihi.. Ya abis gimana dong? Ga salah kan kalau saling mengingatkan dan mengajak kebaikkan? Apalagi memang menjaga dan merawat lingkungan alam / bumi ini adalah tugas kita sebagai khalifah, manusia, yang mendapatkan priviledge berupa akal dan nurani. (Eh.. ini ngomong apa ya?? Dalem banget kata – katanya hahaha..)

Berdasarkan pemikiran – pemikiran itulah aku termasuk yang bawel ke Aya dan Fa di rumah kalau udah boros gunain air. Contohnya gini nih… Aya kalau sikat gigi, air krannya tetap ngalir deras terbuang percuma, sedangkan proses dia nyikat giginya masih panjang. Itu air terbuang percuma?? Duh.. sedih banget kan, biasanya kalau udah gitu aku jadi bawel supaya Aya matikan air dulu,nyalakan lagi air kran kalau mau kumur, dan itu bisa berulang – ulang ngasih taunya. Tentunya contoh langsung aku lakukan juga supaya Aya dan Fa sadar untuk menjaga air gak kebuang gitu aja. Hmm.. Selain itu apa lagi ya? Tentunya sampah supaya buang ketempatnya, dan penggunaan listrik.

Masih banyak kekurangan lainnya yang belum tentu sempurna aku lakukan agar Aya dan Fa juga perhatian pada lingkungan sekitar. Masih ada tentunya yang bisa kita lakukan agar lingkungan ini menjadi lebih baik, semua bisa dilakukan berawal dari rumah, dan tentunya ini tugas kita juga sebagai orang tua. Aiihh.. maaf yaa bukan maksud sok – sok’an gimana sih ini.. Tapi hayu lah.. kita mulai tindakan sederhana ini agar bumi semakin nyaman dihuni.

1.Merawat dan menjaga spesies – spesies / binatang / tumbuhan agar tidak punah
Gak usahlah ya mikir yang ribet – ribet, bagi yang punya pekarangan, bisa kita tanamin beberapa jenis tumbuhan. Tumbuhan yang kita tanam bukan cuma untuk hiasan aja, tapi bisa juga untuk bahan makanan, apotik hidup, dan lainnya. Nah.. untuk merawat satwa disekitar rumah kita?? Jaga aja supaya gak rampas hak kehidupan mereka, misalnya gak merusak tanaman hingga binatang disekitarnya tetap terjaga.

2.Bijak menggunakan air.
Kalau ada kran air yang udah mulai rusak, hingga air netes gak berenti, segera deh perbaiki krannya. Terus.. hemat gunakan air pada saat mandi, kalau bisa sih.. lebih baik mandi pake air pancuran aja ketimbang di bath tub. Tau gak? Penggunaan air dengan bath tub bisa terpakai hingga 70 galon pertahun, dibandingkan dengan pancuran yang hanya menghabiskan 10 – 25 galon aja pertahun. Banyak banget ya perbedaannya.. Selain itu, sebisa mungkin gunakan sabun yang tidak mengandung triclosan, karena ternyata yaa buibu.. triclosan itu merupakan racun bagi kehidupan di air.

3.Drive Less, Drive Smart
Saran yang ini sih sebenarnya menyarankan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Tapi kebayang gak? Di Jakarta kalau gak pake kendaraan pribadi? Ya sudahlah.. pasti udah banyak yang tau jawabannya. Tapi saran disini sih.. setidaknya mengurangi naik kendaraan pribadi setiap weekdays, contohnya tiga kali seminggu. Tapi kalau papayaza sih udah jalanin ini.. dia malah sekarang kalau pulang pergi kantor – rumah udah commuter sejati.. naik bis umum, kecuali kalau weekend, kita gunakan mobil, dan kalau ada kondangan hehe.. Ya repot aja kaleee.. ke kondangan udah wangi rapi – rapi naik bis terus sampe di acara kondangan kita tampil dekil karena keringat hahahaha..

4.Membuat Kompos / Composting
Udah ada yang pernah lakukan ini? Kalau aku sih jujur.. belum… hehe.. Jadi bagi yang pinter bikin biopori, coba ilmunya dibagi – bagi ya, supaya bisa dilakukan untuk dirumah kita aja dulu. Eh bisa juga jadi salah satu pelajaran dari sekolah. Wah.. keren nih, kalau ada sekolah yang udah ada pelajaran bikin Biopori ini. Kalau Composting bisa berasal dari sampah organic, bayangin aja di Bekasi sendiri aja sampah organiknya berapa?? Itung sendiri deh secara aku gak tau hihihihi… Tapi kira – kira bisa kebantu kan pengolahan sampah dengan dijadikan composting ini.

5.Consume Less, Save More
Ini Maksudnya supaya gak boros, budget belanja jadi digunakan secara cerdas. Selain itu juga mengurangi jumlah kemasan yang digunakan untuk bungkus – bungkus suatu produk hasil belanja.

6.Give more
Tanamkan sifat saling berbagi, dengan berbagi justru membuat kita juga semakin bahagia

7.Daur ulang
Ini semacam kayak bikin prakarya. Misalnya kaleng bekas biscuit dijadikan tempat pensil atau celengan, gelas bekas selai dijadikan vas bunga, kotak sepatu bisa dijadikan tempat organize stationary, dan lainnya. Selain hemat, menjaga lingkungan, anak juga lebih kreatif.

8.Tanam pohon
Ini bisa dilakukan seperti ini misalnya, satu rumah ada 5 orang anggota ( Ayah, ibu, kakak, adik, adik). Tanam satu pohon dimana aja disekitar rumah minimal 5 pohon. Bayangin kalau banyak keluarga yang melakukan itu? Banyak pohon di sekitar rumah, bikin tambah adem dan kicauan burung yang datang menghampiri pepohonan tersebut, nyaman banget… 🙂

9.Hemat Listrik
Semua udah taulah yaa.. gunakan listrik seperlunya aja, bikin hemat juga bayar listrik

10.Kenalkan anak tentang hutan, air, hewan, ramah lingkungan melalui buku
Buku adalah jendela dunia. Melalui buku anak pasti tertarik, apalagi dengan gambar – gambar yang lucu, dongeng yang menarik, secara tidak langsung belajar mengenalkan tentang lingkungan.

Ada banyak lagi tindakan kecil yang dapat menyelamatkan bumi. Salah satunya membuat komunitas Green Parents agar tercipta Children Green. Melalui komunitas biasanya akan banyak hal yang dapat dilakukan secara bersama dan suka cita. Mulai dari orang – orang terdekat, misalnya tetangga. Semakin banyak yang kerja sama, semakin berdampak baik pula bagi perawatan lingkungan dan kesehatan

Sumber informasi dan sumber ide :
Noor – Vol II TH.XI/2013.

4 comments / Add your comment below

Leave a Reply

error: Content is protected !!