Home Credit Indonesia meningkatkan pelayanan dengan Aplikasi My Home Credit (Lomba Blog #LiveDigital Home Credit)

Beberapa kali sempat ke toko furniture seperti Ace Hardware, Informa, Ikea, (tapi Ikea baru sekali kesana, jauhnya itu gak nahan hahaha..). Demi apa coba kesana? Ya tentu aja ada yang pengen dibeli, misalnya beli meja makan, jam dinding, lampu hias, hiasan dinding, daaaannn…. Udah gak banyak lagi hahaha.. tentu aja belinya dibatasin padahal masih perlu beli lemari dan tempat tidur untuk kakak Aya, tapi harganya itu kaan.. wajib kumpulin dulu uangnya, terus kendalanya kalau udah kumpulin duit, seringnya duitnya kepake untuk kebutuhan lainnya, alhasil lemari dan tempat tidur impian gak kebeli – beli hahaha..

Sampai akhirnya aku menemukan solusi yang bagus untuk bisa punya lemari dan tempat tidur impiannya si kakak, yaitu belinya nyicil di Home Credit. Kenapa Home Credit? Ada ceritanya nih dibalik ini semua, penasaran kan??? yakin! Pasti kamu penasaran.. hahaha.. pede tingkat dewa lah pokoknya :p.

Tanggal 9 Agustus 2017 yang lalu aku diundang untuk menghadiri acara Home Credit’s Media Update Livedigital di Kempinski Grand Ballroom, Level 11 Grand Indonesia. Kesimpulan dari acara tersebut bikinku baru “ngeh” kalau Home Credit udah ada di Indonesia sejak tahun 2013 dan udah tersebar di 48 kota besar di Indonesia, dan 11 negara.

Beginilah kira – kira suasana pagi ketika acara belum berlangsung sambil ber selfie –
selfie dulu
Sebelum acara dimulai dipersilahkan sarapan dulu
Giliran narsis sendiri hehehe…
Gak ketinggalan narsis lagi bareng teman Blogger :p
Ada Photo Booth, sebelum pulang narsis lagiii.. *heeellppp… please jangan dilempar sandal ya… hahaha…

Kalau kita sedang berada di titik – titik penjualan yang bekerja sama dengan Home Credit ini banyak gambar logo Home credit berseliweran, tapi selama ini aku malah gak tau, maklum.. soalnya selama ini kalau mau beli furniture atau barang elektronik nunggu duit terkumpul dulu nabung di celengan ayam 😛 hehe, kalau terkumpul baru deh beli, tapi pada kenyataannya barang/bendanya kebanyakan gak kebeli hahaha.. alasannya macam – macam, selain uangnya terpakai, benda idaman itu udah terlanjur ‘sold out’ alias udah laku, kalah cepat kita pak bro sisambil kanebo buat lap air mata*LoL.

Jadi apa mau nyerah gitu aja? Gak dong… hari gini semua udah dibikin gampang kok, kehidupan di dunia digital bener – bener semua bisa jadi simple. Caranya : ajukan pinjeman ke Home Credit, bayarnya bisa nyicil, terus ada lagi kunci sukses lainnya supaya bisa cepat peluk – peluk benda impian kita, yaitu download di Google Play, aplikasi My Home Credit. Kalau udah muncul aplikasi My Home Credit, kita jadi gampang untuk akses informasi – informasi terbaru dari layanan Home Credit dimana dan kapan aja, termasuk periksa status pembiayaan, lokasi titik penjualan terdekat, promo, lokasi pembayaran, simulasi pembayaran, dan lain – lain.

Ibu Patricia Sefrida, Sales Training Manager menjelaskan bahwa My Home Credit sudah bisa diunduh dari Google Play
Silahkan buka Google Play, lalu buka aplikasi My Home Credit
Masukkan nomor ponsel pada menu ini
Cara Pengajuan pinjaman tertulis jelas keterangannya pada aplikasi My Home Credit
Proses pengajuan pinjaman hanya butuh waktu 30 menit.
Lokasi pembayaran cicilan bisa kita atur sendiri

Pada dasarnya Home Credit ini fokus pada layanan pinjaman, membiayai biaya untuk barang – barang konsumsi yang tahan lama, contohnya gadget, electronic, furniture. Konsumsi terbesar dari total pembiayaan sebesar 76% adalah gadget, kemudian 14% dari elektronik, dan 10% dari furniture. Kemudahan pada My Home Credit memungkinkan kita pilih – pilih barang yang kita butuhkan, bisa cek di situs online resmi yang bekerja sama dengan Home Credit. Mitra yang bekerja sama diantaranya Electronic Solution, Laku6, Sunda Motor, TokoPDA.com, dan Arjuna Elektronik.

Pak Jaroslav Gaisler, Chief Executive Officer PT. Home Credit Indonesia, tanggal 9 Agustus 2017 lalu memberikan beberapa presentasi yang cukup jelas, yaitu Home Credit berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasi keuangan dan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam waktu 4 tahun Home Credit beroperasi di Indonesia berhasil menjadi perusahaan pembiayaan nomor satu di Indonesia untuk kategori pembiayaan consumer durables, dengan menyediakan form online dan proses persetujuan yang cepat, sekitar 30 menit. Bahkan di bulan Juni 2017 nilai pembukuan telah mencapai 500 milyard (hanya di bulan Juni saja), nilai pembukuannya sama seperti di tahun 2015. Prestasi yang sebenarnya gak mudah menurut aku, tapi Home Credit bisa mencapai itu semua dengan menjalankan beberapa strategis, salah satunya menambah titik penjualan, dan menjaga hubungan baik dengan customer tetap.

Jaroslav Gaisler
Akhirnya resmi aplikasi My Home credit ini diluncurkan.

Untuk Customer tetap ( minimal udah 3 bulan jadi konsumen Home Credit, dan selalu bayar cicilan tepat waktu) mendapatkan fasilitas pembiayaan multiguna, yaitu boleh memiliki maksimum dua pembiayaan aktif pada waktu yang bersamaan, konsumen bisa mengajukan pembiayaan berikutnya, dengan syarat pembayaran/cicilan sudah lunas diantara keduanya, tentunya ini supaya gak memberatkan konsumenlah ya… Selain itu sebagai customer tetap, Home Credit membantu pembiayaan kebutuhan konsumen, diantaranya renovasi rumah, biaya sekolah, perjalanan, biaya kesehatan, biaya nikah atau acara special lainnya, dan masih banyak lagi.

Kalau menurut Ir. Maruli A Hasoloan, Direktur Jendral Pembinaan Penempatan tenaga kerja & Perluasan Kesempatan, mengatakan di era digital ini udah memanjakan masyarakat saat ini, tentunya ini ada kesempatan dalam dunia tenaga kerja di Indonesia. Dari ketenagakerjaan dengan Home Credit saling bersinergi. Yaitu sebagai networking, saling support khususnya generasi muda bisa lebih berkreasi dalam consumer finance.

Ibu Maruli A Hasoloan

Jadi gimana udah download aplikasi My Home Credit belum?, kalau mau ajukan pinjaman udah gampang banget kan?, dengan adanya aplikasi digital Home Credit semua jadi serba paperless pokoknya, tergoda gak mau nyicil/beli barang impian? Kalau aku sendiri, tergoda juga sih.. Wajar aja dong, namanya juga makhluk venus yang tak tahan dengan godaan shopping #eh. Kalau tergoda dengan godaan shopping, bisa aja jadi belinya nyicil dan itungannya jadi berhutang ya kan?. Jadi gimana dong kalau udah berhutang? boleh – boleh aja kok… tapi ada perilaku dalam berhutang yang tetap harus diperhatikan, kira – kira apa aja itu?

Hmm.. boleh dong ya aku sok – sok’an kasih tips dan trik ala diriku :p supaya jangan sampe kena godaan berhutang tanpa perhitungan :

1. Tetaplah jadi konsumen yang punya prinsip good money habbit, artinya sebelum mengajukan cicilan
prioritaskan dulu kebutuhan yang diperlukan, setiap keluarga itu kan prioritasnya berbeda – beda. Dengan
kemudahan adanya aplikasi My Home Credit ini, jangan sampai kebablasan perilaku dalam berhutang. ( hutangnya gak
pernah salah, seringnya yang salah itu perilaku kita dalam berhutang. Naah lhoo…!).

2. Memilah terlebih dahulu mana hutang produktif dan mana hutang konsumtif, kalau bisa berhutangnya yang bisa
menghasilkan produktivitas, contohnya : hutang untuk memulai usaha, hutang untuk menambah asset, misalnya :
rumah. Harga rumah setiap tahun nilainya semakin naik, apalagi rumah jelas – jelas dibutuhkan untuk kita sebagai
tempat tinggal.

Teknologi digital udah dekat banget di dalam kehidupan kita sehari – hari, seharusnya bisa dimanfaatkan secara positif. Kemajuan teknologi juga dapat memberikan kesempatan bagi perilaku industri dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Aplikasi My Home Credit salah satu komitmen Home Credit dalam mengembangkan inklusi keuangan dan inovasi teknologi (Fintech).

2 comments / Add your comment below

Leave a Reply

error: Content is protected !!