Makan Bakso Larasati di Besuki

July 11, 2019

Bagi aku Besuki juga merupakan kota penuh kenangan, salah satu alasannya ; dulu ketika aku masih kecil, almarhum eyang uti dan eyang kung tinggal di kota Besuki, rumahnya luas dilengkapi dengan kebun berisi jeruk Bali, kalau udah kesana rasanya sayang kalau gak petikkin jeruk balinya dulu hehe, sambil duduk – duduk dibawah pohon jeruk Bali dan ngerujak hmmm…

Seiring waktu, rumah eyang sekarang hanya tinggal sejarah, bangunannya masih ada tapi sekarang entahlah jadi tempat apa. Sekarang kalau ke Besuki alasannya karena ada abang – abangnya papa yang tinggal di kota tersebut, kami kunjungi minimal dua tahun sekali ketika lebaran.

Bedanya kota Besuki yang dulu dan yang sekarang adalah :

kalau dulu, gak ada kuliner yang bikin kangen dengan kota yang dulu sempat dikenal dengan nama Keta ini. Kalau sekarang, malah gak bisa dengar nama Besuki, pasti langsung inget kuliner Bakso Larasati, sumpah… bakso Larasati ini bikin aku sakaw hahahaha.. enaknya pakai banget!. Karena kalau kesana sempatnya pas lebaran, jadi ga bisa langsung makan karena masih libur, untungnya si abang tukang baksonya update juga di ig, jadi tau deh kapan jadwal buka warungnya, dimana masih suasana lebaran.

Foto : Instagram Bakso Larasati

Di Jawa Timur makan bakso dengan lontong adalah hal yang biasa, tapi karena aku jarang – jarang makan bakso disini, jadi perpaduan lontong dan bakso ditambah kuah dengan kaldu murni tanpa micin ini bikin hmmmm… yum.. yum.. deh pokoknya! Speechless! sangking menikmati kuah hangat bercampur bakso dan lontong ini, makan semangkok rasanya gak puas, pengen dibawa pulang gak mungkin, takut cepat basi hahaha..

Bihunnya yang khas… lembu dan warnanya hijau kebiruan, tapi ini alami yaa… bukan karena pewarna 😀

Yang jadi pertanyaannya adalah, kenapa sih bakso Larasati ini gak buka cabang aja di daerah Bekasi? Soalnya kalau kangen, terbang dulu ke Besuki… ulala.. lumayan juga ya ongkirnya hahaha… ternyata yang bikin beda adalah cara pemilihan daging untuk baksonya. Mungkin karena ini di kota kecil, jadi untuk pemeliharaan ternak sapi masih lebih mumpuni, bahan baku untuk sapi masih lebih fresh dibandingkan di kota besar, ini sih perkiraan aku aja ya.. mungkin ada yang bisa kasih info lebih silahkan komen di ruang komen hehe.

with Marcha makanan favoritnya bakso, jadi nagih deh makan disini hahaha..

Jadi kalau ada yang mau ke Jawa Timur, atau ada yang mau mengarah ke Bali, coba sempatkan makan bakso di daerah Besuki ini dulu, ga rugi deh.. soalnya memang enak banget! Tempatnya juga bersih kok, aku sempat juga ke toiletnya, bersih… dapurnya juga bersih, malah dapurnya tu di ruang belakang tapi terbuka jadi berasa dapur di rumah :D.

Jadi gimana, ada yang udah pernah mampir makan disini? siapkan aja perut kosong biar puas makannya hihihi..

Keta : Keta merupakan nama suatu daerah vazal yang terkenal pada zaman Majapahit yang melakukan pemberontakan, bersama-sama dengan daerah Sadeng pada tahun 1331. Pemberontakan berhasil dipadamkan oleh pasukan Majapahit di bawah pimpinan patih Kadiri saat itu, Gajah Mada. Keberhasilan Gajah Mada inilah yang mengantarkannya pada jabatan patih Majapahit sehingga Gajah Mada berkesempatan untuk mewujudkan cita-citanya yang tercantum di Sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara.

Nama Keta saat ini sudah tidak bisa ditemukan lagi di peta Indonesia karena Keta saat ini dikenal dengan nama Besuki yang terletak di Kabupaten Situbondo dan berlokasi di pantai utara Jawa. Nama Keta telah digunakan oleh daerah yang mana lokasinya tidaklah jauh dari Besuki. Keta telah berubah nama menjadi Ketah, nama satu desa yang berlokasi disebelah timur Demung yaitu perbatasan Kec. Besuki (Demung) dan Kec. Suboh (Ketah). (copas Wikipedia)

4 People reacted on this

Leave a Reply