Our Recent Special Day in Blooming October

Udah di penghujung Oktober, buka lembaran baru lagi di November. Seperti biasanya, November aku cerita Aya yang akan ulang tahun, tapi untuk sekarang belum bisalah yaa cerita ulang tahunnya, karena ulang tahunnya aja tanggal 30 November, hahaha kode keras banget ini :p. Jadi karena Oktober ini masih ada sodaraan sama september jugaa.. Jadilah aku mau cerita juga ada apa kami di September ceria.. Random gitulah ya ceritanya..

Jadi mau makan dimana?

Kira – kira tanggal 9 September yang lalu, aku diajak adekku dan tante ( bagi aku ini mendadak) ke Cilacap, sebenarnya rencana ke Cilacap ini untuk acara tunangan sepupu, semua keluarga inti ikut acara tersebut, tapi aku, adekku gak diajak, jadi tenang – tenang aja ga ikut, tapi ternyata… saat itu juga aku harus packing dan ikut ke Cilacap, padahal udah malam, Faeyza udah tidur.. Ya ampun.. Aku gak biasa pergi mendadak gini.. Hahaha..

Singkat cerita, besoknya pagi – pagi baru deh kami melakukan perjalanan ke Cilacap. Sarapan juga belum sempat, makan ceplok telur aja hahaha.. Jadi selama menuju perjalanan ke Cilacap, kami sempatkan mampir dulu di Nasi Jamblang ibu Nur, lumayan enak – enak makanan disini, harganya juga masih ramah di kantong, tapi berhubung semua ditanggung tanteku, jadilah kami ini makan dan jalan – jalan gratisan hahaha..

Banyak Menu Nusantara ala Sunda, dan jujur aku suka semuanya.. lupaaa menu – menunya apa aja waktu itu, tapi sarapan waktu itu aku pilih menu seperti di foto ini.
Udah kenyaang.. Alhamdulillah.. lanjut perjalanan lagi ^ ^

Selama di Cilacap, aku malah ngerasa ga ada makanan enak, maaf yaa.. Maaf kalau dibilang ga enak hahaha.. karena kami saat itu muter – muter sana sini gak ada tempat yg nyaman untuk makan padahal udah browsing, waktu itu karena kami berpikiran Cilacap dekat dengan laut, jadi udah membayangkan makan sea food yang segar dan enak. Tetep aja udah browsing muter sana sini.. Penemuan kami gak memuaskan, sampai akhirnya kami makan di resto yang kira – kira tempatnya nyaman, ada lesehan juga.. Udah lapar ya bro.. Udah bayangin sea food dengan nasi panas , hmm.. Siap – siap sea food jadi santapan kami.. Hihi.. Tapiii bayangan ga sesuai kenyataan, tetap aja gak memuaskan >.<, nasinya bukan nasi baru, seperti nasi bekas angetan (udah matang, tapi karena udah dingin, dihangatkan lagi, jadi aroma nasinya juga udah gak enak). Gaya makannya sih kekinian, sea food diletakkan diatas kertas, semacam kertas roti yang diletakkan berlapis - lapis, tapi sayang sea foodnya gak segar dan gak enak, kecewaaaa.. hiks..

Horror Time : Ketika Benteng tempat pertemuan dua dunia

Setelah makan, langsung capcuz aja ke hotel, karena acara tunangan berlangsung di malam hari, sempatkan deh sore – sore ngajak Aya, Fa, dan Ibra jalan – jalan dulu, lumayan kan cuci mata ke tempat wisata Cilacap walau cuma sebentar dan gak banyak..(maklum niat ke Cilacap untuk acara tunangan sebenarnya) hehe.. Jadi kalaupun mau jalan – jalan gak bisa ke banyak tempat, paling – paling juga ke tempat wisata yang dekat dengan hotel.

Pilihan kami waktu itu jatuh pada Benteng Pendem, dan pantai Cilacap yang lokasinya berdekatan (bersebrangan). Benteng bekas peninggalan Hindia Belanda ini dibangun tahun 1861, lokasinya gak jauh dari pulau Nusa Kambangan, bersebelahan dengan area benteng pada lahan milik pertamina (ada tempat penyimpanan minyak raksasa). Tapi yang namanya benteng, jelas fungsinya sebagai tempat pengintaian dan pertahanan akan ancaman musuh pada masa penjajahan waktu itu. Beberapa ruangan yang aku temui misalnya ruang tahanan, ruang akomodasi, gudang, dan ada beberapa ruang lainnya secara keseluruhan terasa suram dan daya magis yang kuat, jadi kami gak mau menjelajah lebih jauh karena waktu juga udah menjelang magrib, makin malam dan gak ada guide, bikin kami makin gak nyaman dilingkungan benteng ini.

Sepanjang mata memandang dikawasan yang dulunya merupakan markas pertahanan Belanda ini, yang kutemukan hanya peninggalan bangunan – bangunan tua yang kusam, tak terawat, gelap, aku kok jadi ngerasa kalau dulunya disini banyak orang – orang yang disiksa atau luka – luka, entahlah.. Ini hanya perasaanku aja.. Sayangnya karena gak ada guide yang mengantarkan kami dan menjelaskan apa dibalik cerita benteng pendem ini, jadi nebak – nebak sendiri apa aja yang kami temui saat itu, padahal sebelum masuk harus bayar Rp.5000/orang, baiklah.. mungkin terlalu murah untuk biaya perawatan kawasan wisata Benteng Pendem ini. Menurut aku Benteng peninggalan zaman Belanda ini berpotensi menjadi daya tarik pesona wisata di Cilacap, tapi kenyataan yang aku temui gak seindah bayanganku, rumput liar dimana – mana, tanaman kering, bangunan tua yang menghitam, sungai yang kotor, gak terawat banget deh..

Booo… hati – hati kalau kesini harus rame – rame yaa.. jangan sendirian. Fotonya iseng sekalian aku edit begini, hahaha..
kalau terawat tempat ini indah banget..

Berjalan melalui ruang tahanan, ruang dapur, ruang akomodasi, ruang pengintai, nafasku perlahan terasa sesak, entah kenapa… Tiba – tiba Aya malah pucat dan keringat dingin.

” Aya lihat apa?” aku tanya karena ‘merasa’ juga dan khawatir Aya gak kuat
” Aya lihat ada cewek disamping Aya agak membungkuk sambil pegang perutnya”, tanteku yang punya indra ke langsung nyambung ucapan Aya.
” iya, dia lagi kesakitan”.

Deg!

Mungkin karena menjelang malam juga ya, jadi suasananya makin gak nyaman.

” Ayo pulang!” kata tanteku.
” Aku lihat banyak di ruang tahanan itu”..

wooaahh.. parno…! tanpa basa basi aku setuju langsung pergi aja dari tempat ini (Aya makin pucat, kami pergi bertujuh saat itu, dan diantara kami yang bisa ‘lihat’ cuma dua orang). Kami berjalan pelan pengen cepat dari kawasan benteng ini, hawa panasnya makin gak enak, pas kami mau keluar malah liat seekor kijang gede dan tinggi sedang menatap kami, baru kali ini aku lihat kijang yg gede dan tingginya kira – kira mencapai setinggi 160an cm.

Foto ini masih belum parno, jadi tetep yaa pasang senyum difoto hehe..
Lihat deh bangunan bentengnya, keliatannya kokoh.. tapi sayang gak terawat.

Pada waktu kami mendekati pintu keluar Aya masih keringat dingin, sambil dibantu memperkuat diri dengan bacaan doa – doa, syukurlah semua berjalan baik – baik aja. Setelah keluar dari Benteng Pendem barulah aku browsing, ternyata Benteng ini salah satu lokasi untuk acara uji nyali, aaiiihh.. Aku gak pernah nonton acara tersebut, tapi wajar juga kalau dijadiin lokasi uji nyali, gak usah nunggu malam, sore – sore aja udah terasa banget hawa gak enaknya, kayaknya gak pengen lagi balik kesini kecuali Benteng Pendem ini dirawat jadi menarik dan cantik.

Karena lokasi pantai bersebranga sama lokasi Benteng, jadi tetep narsis dulu walaupun baru melewatkan hal yang ga enak tadi hehe..
Syukurlah semua baik – baik aja ^^

Why a girl get a period ?

Kayaknya sekarang ini udah makin jarang orang cari info/baca buku/majalah/tabloid ya? (tapi mungkin juga aku salah hihihi..), dipastikan lebih banyak baca informasi melalui media online, iya sih.. aku juga gitu berasa sekarang lebih praktis mau cari info lewat media online, termasuk pertanyaan – pertanyaan Aya yang akhir – akhir ini tentang dunia reproduksi. Aku seneng karena aku orang pertama tempatnya bertanya, khususnya mencari informasi tentang reproduksi dan sejenisnya. Pasti kan semua parents pengennya gitu kaan… parent sebagai sumber info utamanya.

Pertanyaan dimulai dari ‘masa periode’nya cewek, sampai mengapa bisa ada bayi di Rahim ibu?? Nah.. nah.. gelagapan awalnya dengan pertanyaan itu, kayaknya kok cepet amat ni anak udah gede, emak baper sih awalnya hahaha.. anggap anaknya masih kecil terus, tapi baiklaah.. karena reproduksi juga bagian dari tubuh kita sendiri, tentu aja aku jelaskan melalui pendekatan agama, kaca mata kesehatan, dan masuk deh ke pelajaran Biologi… dibantu media online tentunya supaya Aya gak bertanya – tanya, kalau ada gambarnya atau videonya kan jelas, (yang penting juga secara penyampaiannya disesuaikan dengan usia dan bahasanya gak diplesetin macam – macam yaa..hahaha..), dan dilalah dapat info juga dari buku import ini, dikasih pinjem dari Om Yuga, buku ensiklopedia. Karena buku pinjeman, jadi soal harga dan beli dimana aku gak tau hahaha.. tapi buku full colour setebal 288 halaman ini emang keren banget, ideal untuk cari jawaban yang kebanyakan ditanya anak, misalnya pertanyaan tentang bumi dan planet, ilmu pengetahuan, tentang alam, dunia kehidupan binatang, tubuh manusia, sejarah.

Dari buku terbitan Chancellor Press ini terlalu berat untuk anak TK apalagi bahasanya berbahasa Inggris, kecuali emang anaknya yang berbakat jago baca dari kecil dan udah terbiasa dengan Bahasa Inggris sih gak masalah yaa… Kalau untuk anak SD ideal banget buat nambah – nambah wawasan, karena isi bukunya memang banyak keterangan melalui gambar, berwarna, dan sampulnya ‘hard cover’. Hmmm… kenapa ini malah review buku yak? Hahaha.. tapi sih sebenarnya mau cerita kalau pertanyaan – pertanyaan anak itu juga bisa jadi bahan belajar untuk orang tuanya. Informasinya sebaiknya sih gak cuma dari online aja, tapi dari offline juga. Jadi gimana? ada yang sama mulai dihujani pertanyaan dari anak tentang dunia reproduksi dan sejenisnya?? kalau ya.. sharing yuk.. 😀

6 comments / Add your comment below

Leave a Reply

error: Content is protected !!