Rekomendasi menjelang akhir tahun ~ Goodbye Christopher Robin

December 24, 2018

Dapat info review film Goodbye Christopher Robin dari teman di Facebook, ini kisah nyata lhoo..
Film yang berdasarkan kisah nyata, bagi aku semacam ada magnetnya, jadi tertarik pengen nonton, apalagi ini cerita dibalik kesuksesan film kartun anak – anak ‘Winnie The Pooh’. Pasti semua udah tau lah yaa.. film kartun legendaris ini.. karakter beruang dengan teman – temannya yang bernama Piglet, Tiger, Rabbit, Kanga, Eeyore, dan Christoper Robin.

Pinterest

Kisah persahabatan mereka yang tulus ini sangking terkenalnya sampai dijadikan Duta Persahabatan oleh PBB tahun 1997. Cerita Pooh ini sendiri sebenarnya diambil dari imaginasi seorang anak yang bernama Christhopher Robin. Jadi gini deh kira – kira urutan ceritanya, biar lebih ‘ngena’ ya ceritanya hihihi…

Dikisahkan seorang prajurit perang di Inggris bernama A.A Milne pulang ke rumah keluarganya setelah melewati masa pasca perang dunia pertama. Efek perang ternyata bikin Milne trauma. Milne mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)* yang juga banyak dialami prajurit – prajurit setelah perang. Gara – gara traumanya ini, lumayan bikin menganggu kehidupan sehari -harinya, misalnya ada lampu sorot yang terang banget, bikin dia ketakutan, didalam pikiran Milne sorot lampu tersebut adalah bom atom yang meledak ketika perang, atau suara lebah dianggap adalah kumpulan lalat yang mengitari mayat – mayat prajurit yang sudah tiada.

Milne berniat akan menerbitkan buku yang bercerita pengalamannya selama perang. Bukannya hasil yang ia dapatkan, yang ada malah tambah stress.. mana ditambah desakan istrinya (Daphne) supaya Milne bisa cepat menyelesaikan tulisan karyanya. Supaya fokus, sampai Billie Moon (panggilan Christopher Robin) gak boleh ganggu ayahnya kalau lagi nulis, syukurlah Billie Moon ini punya teman, yaitu pengasuhnya yang dipanggil Nou. Bersama Nou, Billie Moon merasa gak kesepian, Nou adalah nanny sekaligus teman bermain Billie Moon, dan udah dianggap seperti ibu kandung Billie Moon sendiri. Sedangkan Daphne, ibu kandung Billie, lebih memilih kehidupan sosialitanya yang kadang gak peka dengan perasaan Billie Moon.

Puncak ceritanya ketika Billie Moon hanya tinggal berdua aja dengan ayahnya (Milne), Daphne pergi meninggalkan Milne dan Billie Moon, karena gak sabar dengan Milne yang tak kunjung selesai menulis dan menerbitkan buku. Sedangkan Nou, terpaksa pulang kampung karena ibunya sakit keras. Billie merasa tertekan karena kepergian Nou (bukan kepergian Daphne) == Alamaakk… kalau aku cemburu berat deh.. kalau anak malah lebih nyariin nanny-nya daripada emaknya sendiri=== Bagusnya Milne ini masih sabar hadapin anaknya yang udah mulai emosi karena Nou gak di rumah, diajaklah Billie main ke hutan, berkeliling hutan, mengitari sungai, sambil berimajinasi dengan boneka beruangnya. Disinilah Milne punya ide untuk menulis semua kisah imajinasi Billie, semua perilaku Billie selama bermain dituangkan kedalam gambar dan cerita, kemudian kisah Billie Moon dan Winnie si beruang beredar dan menjadi buku “Best Seller”!.

National Portrait Galery
Buku pertamanya Winnie The Pooh ~ natedsanders.com

Semua orang senang dengan kehadiran Christopher Robin, ditengah peperangan kehadiran sosok Christopher Robin dan karakter Pooh dan para sahabatnya bagaikan oase kebahagiaan untuk semua orang, gak kenal usia, dari anak – anak sampai kakek – nenek semua suka dengan kisah Christopher Robin ini. Lalu gimana dampaknya pada Billie Moon???

1. Billie Moon hampir tiap hari harus hadapi pers, wawancara yang gak ada habisnya.

2. Billie Moon merasa gak tenang dalam keseharian, dia merasa gak bebas bermain, gak bebas explore hutan lagi, merasa semua menjadi bencana, dia gak menyangka ayahnya menuliskan semua kegiatan bermainnya diatas kertas hingga semua permainan dia yang tadinya Billie pikir hanya milik dia dan ayahnya, kini milik semua orang.

3. Billie juga gak bebas dalam berpakaian, pakaiannya diatur harus sesuai dengan perannya dalam buku ceritanya Christopher Robin.

4. Ayahnya memanggilnya Christopher, bukan Billie Moon. Billie gak nyaman dengan panggilan tersebut walaupun nama aslinya adalah Christopher.

5. Billie semakin merasa kesepian, karena pada akhirnya Nou keluar dari pekerjaannya sebagai nanny, ditambah orang tuanya yang harus menghadiri acara ini itu – bertubi – tubi, setiap hari…

6. Ketika baru masuk sekolah dan selama di sekolah (asrama), Billie Moon selalu kena bully teman – temannya akibat ketenarannya sebagai Christopher Robin.

Billie gak bahagia walaupun cerita imajinasinya berhasil menghibur anak – anak di seluruh dunia, berhasil membahagiakan semua orang di seluruh dunia. Ketika dewasa, Billie ikut wajib militer dan sempat terdengar kabar dirinya meninggal dunia, penyesalan hanyalah tinggal penyesalan.. ambisi orang tua bukan seharusnya juga menghancurkan impian seorang anak.

Pada akhirnya…

Pada akhirnya gimana? Coba cek dulu deh lewat video ini… bisa nebak gak? :p

Sebenarnya happy ending, syukurlah… hehehe.. aku udah sempat nangis karena Billie Moon meninggal, ternyata Billie kembali pulang ke rumah orang tuanya 😊. Milne udah komit gak meneruskan tulisan tentang Winnie The Pooh lagi, dia merasa karena Pooh, Billie merasa sedih.. Billie dan ayahnya kembali berbincang – bincang lagi ke hutan tempat Billie Moon kecil bermain.

Pinterest

Keluarga A.A Milne sama sekali gak ambil hasil penjualan buku “Best Seller”nya itu, boneka – boneka original Pooh dan sahabatnya disimpan di Perpustakaan umum New York (New York Public Library).

Boneka Pooh & sahabatnya Original… (sumber foto : Pinterest)

Pokoknya penuh haru biru deh nontonnya.. Rekomen buat tontonan akhir tahun buat yang belum nonton. Btw.. seperti biasa.. aku bukan review yaa… gak pinter soalnya kalau pakai bahasa review hihihi… ini sih cuma bagi – bagi cerita aja. :D.

PTSD : Gangguan stres pascatrauma adalah gangguan kecemasan parah yang dapat berkembang setelah terpapar setiap peristiwa yang menghasilkan trauma psikologis. Kejadian ini dapat memicu ancaman kematian diri sendiri maupun orang lain bahkan merusak potensi integritas fisik, seksual, atau psikologis individu.Sebagai efek dari sebuah trauma psikologis, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder/ gangguan stress pasca trauma) biasanya menunjukkan frekuensi gejala yang tidak sering muncul namun berlangsung cukup lama bila dilihat dan dibandingkan gejala pada penderita stress akut. ( Wikipedia )

Sumber :

Wikipedia
Adventuretravel.co.id
Kompasiana
Nypl.org

8 People reacted on this

Leave a Reply