Reply 1988 bikin teringat masa kecil

May 6, 2020

Bosen ya beberapa minggu semua media isinya tentang Covid, dari bangun tidur sampe mau tidur coviiiiidddd melulu… aku bosan hahaha… Jadi pengen cari tema lain yang bikin rindu aja deh, tapi kalau rindu itu berat, ya udah cari tema yang ringan aja sambil rebahan di rumah. πŸ˜€

Udah beberapa bulan yang lalu sih sebenarnya nonton drama Korea Reply 1988 ini, cuma pengen nulis disini sering gak ada waktunya, mumpung harus di#rumahaja, ya udah tulis aja, hilangin mumet, hilangin stress… bikin happy, syukur – syukur juga bisa ningkatin imun ya :).

Episode pertama, waktu pertama kali nonton biasa aja, sampe mikir apa istimewanya drama ini?

Setting drama di tahun sekitar 80an akhir – 90an awal, jadi semua yang berhubungan, yang lagi trend di era tahun tersebut muncul semua di drama ini, dari mulai furniture rumah dan berbagai aksesorisnya, radio, televisi, berkirim surat, gaya pakaian, gaya rambut, termasuk mobilnya juga ala 80an banget hihihi…

Pinterest

Aku nonton tadinya gak gitu minat kayak bosenin gitu ya? eh tapi mulai tertarik pada waktu antar tetangga ini saling berbagi dan saling bertukar makanan, sampai tetangga mereka yang bernama Choi Taek yang diperanin Park Bo-Gum ini bisa makan dengan menu beragam, tadinya menu makannya cuma nasi dan sup aja, maklum aja di rumah Choi Taek cuma berdua sama bapaknya, ibunya udah tiada, sebelum makan dimulai, berbagi makanan antar tetangga ini udah jadi kebiasaan mereka, sampe aku mikir β€œwah.. ini mereka hidup bertetangga baik banget, saling tolong menolong”, jadi pengen tetanggaan sama mereka hahahaha…

Isi ceritanya terlalu related sama kehidupan sehari – dihari di zamannya. Nonton Reply 1988 ini kadang jadi bernostalgia, beberapa kali aku jadi teringat masa kecil gara – gara ada aja adegan di drama ini yang mirip – mirip ketika aku masih kecil. Contohnya nih yaa..

~ Karena era tahun 80an-90an ini masa emas belum ada gadget, jadi keakraban dengan tetangga emang lebih terasa, jadi berasa keluarga sendiri, eh tapi beneran lhoo ini.. rasa keakrabannya itu lebih alami, lebih tulus, gak pake pecitraan karena ga perlu susah – susah foto dan update ke sosmed. Waktu masa kecil, beberapa kali aku inget di rumah aman – aman aja walaupun orang tua jarang di rumah karena kerja atau kesibukan lainnya, soal makan kadang main ke rumah tetangga diajak makan, atau sebaliknya, jadi kayak berasa punya rumah banyak, seru banget kan! πŸ˜€

~ Kumpul dan main bareng teman. Yang namanya pulang sekolah zaman aku tu.. udah mulai ada sih les ini itu, tapi gak sepadat anak zaman now.. coba aja kalau anak zaman now rata – rata pulang sekolah sore, setelah pulang sekolah masih di lanjut ikut les yang bisa hampir tiap hari. Nah.. seingat aku, zaman aku masih SD, pulang sekolah jam 12 atau jam 13.00 tu udah siang banget. Sampai di rumah juga cepat karena gak macet, jadi siangnya masih bisa makan siang di rumah, tidur siang, tapi kalau lagi datang isengnya malah gak tidur siang, tapi main! kumpul sama teman – teman tetangga hahaha… permainannya juga di alam terbuka, panas – panasan tanpa khawatir hitam hihihihi.. permainannya juga banyak, jadi rame tawa riang kami waktu itu, wah.. kalau diingat – ingat anak – anak di era 80an-90an ini bersyukur juga masih bisa nikmati permainan traditional tanpa cemas diintai predator anak.

Masih banyak contoh lainnya yang bikin teringat gegara nonton Reply 1988 ini, bisa dikatakan drama ini alur cerita dan kejadian di dalamnya terlalu alami, sampai aku ngerasa yang aku tonton ini kisah nyata bukan drama hahaha.. bener – bener terhanyut :p.

Karena isi ceritanya tentang kehidupan sehari – hari, jadi isinya juga campur – campur, mulai dari cerita persahabatan, percintaan, problem emak – emak, problem suami istri, komunikasi antar anak dan orang tua, keperdulian, susah, sedih, senang, tentang meraih prestasi juga, semua tumplek plek jadi satu! Dan kerennya lagi semua peran yang ada di drama ini punya karakter yang kuat dan punya porsi masing – masing. Tiap episode dikemas komedi, romance juga , bener – bener gak bosenin :).

Apa lagi yaa istimewanya drama ini? Hmmm… oiya lagu – lagunya! Khas banget! Dan salah satunya aku suka banget lagu soundtracknya yang berjudul Hyehwadong. Artinya juga sarat makna banget deh!

Kalau diartiin lagunya ini dia… hasil dari googling hahaha…

Hari ini, saya menerima telepon dari seorang teman lama
Aku sudah kehilangan kontak semenjak lama
Mengatakan kau akan pergi sangat jauh besok
Kamu memberitahuku untuk bertemu di gang
Di mana kita bermain gotong royong ketika kita masih kecil

Kamu berkata kau akan pergi sangat jauh besok
Aku di kereta bawah tanah yang bergoyang untuk pergi ke gang itu
Berapa banyak hal yang terjadi ketika kita telah kehilangan kontak
Ketika kita menjalani hidup kita
Ketika kita masih kecil, gang sempit tampak begitu lebar
Aku melihat teman usang yang anggun tiba berlari ke arahku

Ketika kita masih kecil, kau menyarankan untuk memenuhi dunia dengan impian yang kita impikan
Berkata bahwa kau akan pergi sangat jauh besok
Suatu hari, ketika kau tiba kembali
Mari kita bertemu dengan senyum lebar

Kamu berkata kau akan pergi sangat jauh besok
Aku di kereta bawah tanah yang bergoyang untuk pergi ke gang itu
Berapa banyak hal yang terjadi ketika kita telah kehilangan kontak
Ketika kita menjalani hidup kita
Ketika kita masih kecil, gang sempit tampak begitu lebar
Aku melihat teman usang yang anggun tiba berlari ke arahku

Berapa banyak hal yang terjadi ketika kita telah kehilangan kontak
Ketika kita menjalani hidup kita
Berapa banyak hal yang terjadi ketika kita telah kehilangan kontak
Ketika kita menjalani hidup kita
Berapa banyak hal yang terjadi ketika kita telah kehilangan kontak

Ketika kita menjalani hidup kita

Park Boram – Hyehwadong (Reply 1988 OST)

Reply 1988 juga bikin kita nebak – nebak, kira – kira siapa pilihan Sung Deok Sun? Karena di saat yang sama Deok Sun disukai dua cowok, Choi Taek dan Kim Jung Hwan. Akting mereka tuh dapat banget! Saling suka disaat yang sama tapi gak menunjukkan saling benci, gak saling rebut, terjadi begitu aja tanpa paksaan siapapun, alami banget. Yang nonton juga jadi penasaran, ditambah lagi drama ini dimulai dari seorang wanita yang bercerita masa lalunya dan dia bersama seorang pria, nah siapa kah wanita dan pria ini?
Lama – lama ketauan kalau wanita tersebut adalah Deok Sun, tapi siapa pria disampingnya yang udah jadi suaminya itu? dia jadinya nikah sama siapa? Hahaha.. penasaran kan? Aku juga… tadinya aku kubu Deok Sun dan Kim Jung Hwan, tapi makin lama aku malah milih kubu Deok Sun dan Choi Taek hihihi..

kamu milih kubu siapa??

kalau penasaran mending nonton sendiri aja, soalnya kalau diceritain gak seru, buat yang udah biasa ngikutin drakor, Reply 1988 pasti udah banyak yang nonton, malah bisa jadi drama ini bolak balik ditonton lagi. Buat yang belum pernah sama sekali nonton drama Korea, dan pengen ikutan nge-drakor buat hilangin bosan di zaman WFH gini, pilihan drama perdana aku saranin Reply 1988 aja, maksa hehe, rekomen banget! :D.

Pinterest

Cerita akhir dari Reply 1988 ini para tetangga satu persatu pergi karena pindah rumah, jadi kompleks perumahan mereka itu mulai sepi tanpa penghuni. Serius pas nonton bagian ini sedih banget, kalau bisa mereka gak boleh berpisah, mereka para tetangga yang terlalu manis. Dan buat yang nonton juga pengennya drama ini gak boleh tamat, malah jadi pengen tau dikehidupan mereka dimasa akan datang gimana… duh susah move on lah pokoknya :D. Bagi aku drama ini happy ending, mungkin ada juga yang menganggap gak sesuai expectasi ya? Tapi itulah pelajaran yang bisa dipetik di drama ini kalau hidup ini juga pilihan dan keputusan. Ya sudah lah… aku gak mau terlalu panjang lebar lagi cerita tentang Reply 1988 ini, sebahagia ini aku menulis tentang Reply 1988 sampai sulit untuk berhenti hahaha….

26 People reacted on this

  1. Tahun 80-90anemang jauh berbeda dari sekarang ya mba. Gak ada gadged dsb tapi kehidupan antar personal lebih deket.
    Terutama sih pemainan anak-anak menurutku. Tuh kan aku jadi kangen masa kecil 😁

  2. Tidaaaakkk, jangan sampai saya tergoda hahaha.
    Paling suka nonton, tapi sebisa mungkin skip drakor, bukan karena nggak suka, tapi ngabisin waktu banget saking berepisode-episode, saya lebih suka nonton film cepat selesai πŸ˜€

    1. Sama, aku dulu jg gtu, mau nya sekali nonton selese, tp krn dikelilingi racun pecinta drakor aku gak tahan godaan hahahaha… kalau aku biasanya download dulu, baru nanti nonton klo sempat, tp gtu deh.. nonton jg byk skip nya hahaha…

  3. 1988 itu…aku masih anak sekolah yang imut menggemaskan di Medan πŸ˜€
    Sebelum dan setelah ada gadget sama-sama menyenangkan sih. Tanpa gadget dan internet, mungkin aku belum terhubung lagi sama teman-teman masa imut dulu πŸ˜€

  4. Kayaknya seru ya filmnya. Tapi, sampai detik ini kenapa ya, kok aku belum tertarik buat nonton drakor. Padahal banyak banget postingan teman-teman tentang review drakor, apa karena paksu udah wanti-wanti buat nyari film selain drakor hehehe…

  5. Membaca review ini, aku jadi penasaran dengan drakor reply 1988 ini.
    Nonton drakor ini berarti kita akan teringat akan kenangan pribadi yang dijalani pada tahun itu ya.
    Siip.

  6. Astaga ini nama film toh. Saking aku tuh kudet banget soal film Korea, drakor dan teman-temannya. Taun 1988 kan 30 tahun yl. Sepertinya menarik nih, jadi mengingat masa lalu…wkwkwk

  7. Film Reply 1998 ini pernah ngehits dulu, cuman saya belum nonton. Pas baca review ini bagus juga ya ceritanya. Saya jadi ngebayangin sendiri. Mau juga ah kalau lagi senggang nonton ini. Trims ulasannya. Mengalihkan dunia dari Pandemi itu saat baca ini

    1. Iya sempat ngehits drakor ini, tp aku wkt itu blm tertarik nonton, tertarik nonton beberapa bulan yg lalu, lupa bulan apa hehe.. ternyata seru dramanya, cucok meong lah hahaha…

    1. ya ampun.. kamu masih kecik tahun 98, aku dah ikutan perang reformasi wkt itu di kampus hahaha ( maksudnya aku ada dilokasi waktu tragedy 3sakti itu berawal hehe…) aaiihhh jadi ketauan umur hahahaha…

  8. ya ampun, racuuuunnnnn…..
    Udah lama nih saya bimbang ama reply 1988, nonton jangan, nonton jangan

    wkwkwkwk
    Nampaknya keputusan jadi nontob deh sesudah baca tulisan ini πŸ˜€ πŸ˜€

  9. Benar, mengenang masa tahun 80-an 90-an selalu berhasil menghadirkan romantisme tersendiri dalam hati.
    Jadi pengin kembali ke masa lalu. Nonton film ini aja ya. Tahun 1988 saya masih balita dan belum ada listrik di kampung.

  10. Wahhh aku juga nonton drakor terus nih. Tapi reply 1988 belum pernah nih aku tontonya. Sekatamg aku lagi nonton find me in your memory. Seru juga kok

Leave a Reply