Tanggal 23 April 2016, lagi sempat nonton Superdidi bareng Aya, Fa, dan Papayaza. Ajakan dari Mbak Suzie Icuz gak bisa kutolak, karena sejak awal aku lihat poster film Superdidi ini udah bikin aku penasaran.

Film Superdidi atau dengan kata lain Super Daddy ini adalah gambaran keluarga masa kini, yaitu ayah yang ikut terlibat mengurus anak. Arka yang diperankan Vino G Bastian seorang ayah dari dua anak perempuan yang masih duduk dibangku TK. Arka seorang arsitek sukses ini mendadak harus menjaga dan mengurus kedua anaknya, karena Wina ( diperankan oleh Karina Nadila, sebagai istri Arka) harus ke Hongkong karena khawatir dengan keadaan rumah tangga sahabatnya yang terancam hancur. persahabatan mereka yang amat dekat membuat Arka dan Wina gak tega membiarkan Meisya (Patty Sandya) menghadapi kemelut rumah tangganya. Antara kasihan dan bingung, kepergian Wina membuat Arka khawatir, karena diwaktu yang sama ia ditunjuk sebagai leader pada team kerjanya untuk mengerjakan project sebesar 10 Trilyun.

Film Superdidi ini menginspirasi semua ayah bahwa mengurus anak bukan melulu urusan istri, film ini menggambarkan bahwa pentingnya sosok ayah dalam pengasuhan anak, jangan sampai dampak Fatherless terjadi pada tumbuh kembang anak, karena kekuatan kepribadian anak merupakan hasil pengasuah dan pendidikan dari kedua orang tuanya.

Repotnya Arka mengurus anak dan juga menyelesaikan project yang menentukan masa depan karirnya itu gak membuat kesabaran Arka surut, dari petualangan serunya mengurus anak – anaknya ia berkenalan dengan bapak – bapak lain yang juga mengurus anak – anak mereka. Mereka pun menamakan diri sebagai “Pembajak” yaitu singkatan “Perhimpunan Bapak – Bapak Jaga Anak”, lucu ya namanya.. hahaha..

Apakah Arka bisa menyelesaikan tugasnya sebagai leader di kantornya ditengah – tengah anaknya yang masuk rumah sakit?. Sedangkan Wina membatalkan kepulangannya ke Jakarta karena sakit, apalagi anak – anak ( Anjani dan Velia) sebentar lagi akan tampil pada pentas seni disekolahnya sebagai Timun Mas. Mereka sangat mengharapkan kehadiran ayah dan ibunya.

Film ini banget nunjukkin kekeluargaan yang kental, kekeluargaan dalam keluarga dalam keluarga Arka sendiri, hubungan harmonis dengan Oma (yang mereka sebut Mayang, alias oma sayang),dan Opa, juga kekeluargaan dalam team kerja kantor Arka. Bener – bener bikin nyenengin hati banget.Isi ceritanya sendiri ada beberapa yang sering kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Lebih komplitnya lagi cepetan Cuzz ke Bioskop nonton Superdidi, biar gak penasaran. Nonton bareng anak – anak juga ga apa – apa kok.. karena film ini jelas no kekerasan, aman untuk anak – anak.

nontonSuperdidi

nontonsuperdidi2

Oh ya.. sebagai info aja nih.. sempat sih ditengah – tengah film Fa (4 tahun) bosen, dan tau gak dia ngapain? Fa lompat – lompat dari kursi dibagian belakang ke kursi depan, hahaha.. yang rempong papayaza karena kebetulan papayaza duduk disebelah Fa, Pas banget sama filmnya.. Superdidi. 🙂

10 People reacted on this

    1. Nice to meet you too, darling… ga nyangka ya kita ketemu lg kemarin, semoga next event kita bs ketemuan lg, eh lumayan jg ada teman sesama Bekasi, ada tmn bareng hahaha…

  1. Wah seru nih nonton bareng anak2, aku sampai saat ini belum pernah nonton ke bioskop lagi sejak punya anak, heboh soalnya anakku walaupun ada bapaknya juga, he he he…
    wah bosan banget ya Fa sampai2 Fa bisa lompat2 gitu…enak kalau bioskopnya ga gitu rame ya mba..

    1. Hahaha.. aku jg baru bisa nonton bioskop setelah Fa udah 3,5 tahun ini mbak.. skrg udh 4 tahun, udh lebih ngerti.. tp ya gituu… klo nonton anteng diawal, setelah itu banyak gaya.. hahahaha… tp ni kebetulan bioskopnya gak gtu rame, jadi serasa bioskop pribadi #eh hahahaha…

Leave a Reply