“Ma, kita gak pulang – pulang ya?”

Berawal dari percakapan papa Aya yang menceritakan tentang supir taksi ketika ia pulang dari kampus, aku dan papa Aya jadi teringat supir taksi yang  pernah menolong kami waktu berada di Lombok.  ” Dewa bu.. panggil saja Dewa”, begitu ucap Pak Dewa ketika baru berkenalan di depan hotel Mataram, Lombok.  ( Dewa : baca Dewe, pengucapan khas orang Bali).

Tepat bulan April 2011, hampir satu tahun yang lalu, untuk pertama kalinya bagi Aya melakukan perjalanan keluar Jawa, walau bagai mimpi akan ke pulau impian itu, tapi ini akan menjadi nyata! 🙂

Walau sedikit tak sabar Aya segera di tempat tujuan, tapi syukurlah ia tidak rewel malah selama di perjalanan banyak bercanda dan banyak bertanya tentang apa saja.

Setelah melewati masa penerbangan yang memakan waktu kurang lebih satu setengah jam, papa Aya tidak kebingungan deh kalau udah sampai di Lombok nanti, walaupun tidak ada saudara yang tinggal disana, tapi teman kantor papa Aya ( Pak Lalu ) dengan seorang supir telah menanti kedatangan Aya di Bandara Selaparang – Mataram.    Horrreeeee!!!. 🙂

Welcome To Lombok! 😀

Selama di mobil Aya lebih banyak tidur, tenang deh kalau Aya bisa tidur. Karena sejak jam empat subuh, Aya tidak sedikitpun memejamkan matanya hanya sekedar istirahat, tapi waktu mencari tempat penginapan, ia malah terlelap dalam buaian mobil  hahaha….. :D.

Akhirnya setelah berputar – putar mencari tempat penginapan yang bersih dan murah, kami memutuskan menginap empat malam di Hotel Mataram. Tepat di tengah kota! padahal tadinya mau menginap agak kepinggir kota karena pemandangannya yang  indah, tapi selain harganya juga lumayan lebih mahal, Aya juga pasti sulit menemukan makanan yang cocok di pinggir kota, maklumlah.. ia sangat pemilih dalam soal makanan, sampai kadang – kadang aku mencari yang menjadi makanan kesukaannya supaya ia mau makan… pheeeww!!!.

                                                                Pemandangan di sore hari, di sekitar Hotel Mataram
 
                                                                         tetangganya Hotel Mataram hehe…                                                                   
 

Tidak terasa hari itu sudah menunjukkan pukul 13.00  WIT,  waktunya makan siang. Karena Aya belum makan, ya udah beli makan dulu deh buat isi perut. Makanan di Lombok ini khas dengan rasanya yang pedas luar biasa, Aya gak suka dengan masakkan pedas,  akhirnya KFC lah menjadi pilihannya yang kebetulan  makanan favoritnya.

Setelah makan, Aya minta agar berhenti di hotel, dia pengen tidur. Baiklah… setiba di hotel, Pak Lalu pun pamit pulang, padahal mamanya aya masih pengen muter – muter mengelilingi kota  nih, begini deh… kalau mengajak balita jalan – jalan.. hehe… semua menjadi terbatas, tapi tidak apa.. karena tujuan Aya datang ke kota ini sebenarnya ingin menghadiri pernikahan Pak Lalu, sekaligus menjadi ajang jalan – jalan hehe…

Jam 7.00 malam, perut udah kriuk – kriuk minta diisi, makan malam hari ini cukup mencari di dekat penginapan aja. Makanan khas Lombok sudah membayang – bayang di benak papa dan mama Aya deh, hehehe….

Setelah berputar – putar di sekitar Penginapan, maka pilihan kami jatuh pada warung kecil di depan hotel hehe… karena hanya disanalah menu yang menyediakan makanan khas Lombok, sedangkan warung atau restoran lainnya menyediakan menu seperti baso, ayam goreng, dan restoran – restoran dengan menu yang sering ditemukan di Jakarta. Jadi, menu andalan malam itu adalah  : Ayam Taliwang dan pelecing kangkung!. Yummy banget!!!! hihihihi….

Sslluuuurrppp…. pedasssssss…. !!! tapi mantap banget rasanya! :D.   ( oya, Aya tetap setia memilih makan KFC lagi sebagai makan malamnya.

Perut udah kenyang sekarang giliran harus menghubungi paman yang pernah tinggal di Lombok, ia banyak kenalan di Lombok, pasti gak sulit nih minta tolong dicarikan supir dan mobil sewaan buat besok hehe..  Syukurlah… setelah telpon – telponan.. dan supir yang akan membawa jalan – jalan besok juga sudah setuju, jadi besok pagi jam 7.00 WIT supir dan mobil sewaan sudah berada di Hotel Mataram, sip !!!udah gak sabar jalan – jalan mengelilingi Pulau Lombok dari pagi sampai capek! hehe…

Good Morning !!!!

Hoaaammhhhh… Rasanya kantuk masih terasa, tapi karena teringat sudah janji jam 7 pagi akan pergi, maka sejak jam 5.00 WIT aku, papa Aya, Aya, sudah merapikan diri dan sarapan. Tapi apa yang terjadi setelah penantian yang sedemikian tidak menentu ????

menunggu konfirmasi dari pihak agen sewa mobil sekaligus supir ?  tidak ada konfirmasi!

telepon berkali – kali?  tidak ada yang menjawab dan tidak ada jawaban!

Mobil? Tentu aja … belum ada…!

Janji macam apa ini??? apakah satu hari ini hanya dihabiskan di hotel saja? NO WAY! gak seru banget deh! Karena udah entah yang keberapa kalinya  menelepon supir yang udah janji datang tapi gak jelas datangnya kapan, tidak ada jawaban!. Ok deh! cukup!  udah satu jam lewat menunggu, agen sewa mobil gak profesional! udah janji tapi gak ditepati!!!  >.< .

Akhirnya dengan hati penuh kekecewaan, harus keluar dari hotel! entah bagaimana caranya hari ini harus tetap sesuai dengan jadwal yang udah ditetapkan, jalan – jalan yang terdekat dulu. Gak tau mau  kemana, gak tahu mau naik apa… benar – benar gak tahu harus gimana. Tiba – tiba supir taksi tersenyum sambil mengangguk ramah, aku dan papa Aya saling menoleh, kayaknyaaa…. ini deh jalannya??? hahahaha….akhirnya gak mau membuang waktu lagi, langsung naik taksi tersebut dan berangkat ke Pantai Kuta – Lombok, hahahaha.. lumayanlah.. setidaknya gak perlu bengong di hotel heehe…

Di dalam taksi baru lah pak supir memperkenalkan diri,  dan ia bersedia mengantar jalan – jalan selama di Lombok, wah! asik bener yaa… ada yang bersedia menawarkan jasanya untuk berkeliling Lombok. Kebetulan juga besok ia sedang off sebagai supir taksi. Asik! berarti tinggal mencari mobil yang bisa disewakan 🙂

Senggigi

Perjalanan dari hotel ke Senggigi gak jauh, kira – kira cuma butuh dua puluh menit aja udah bisa menikmati keindahan pantai di Senggigi. Berhubung waktu itu bukan hari libur dan bukan libur nasional juga, jadi Senggigi serasa pantai pribadi hahaha… sepiiiiiiiiiii bangetttttt…. !!!! matahari paginya juga masih bersinar hangat… hihihihihihi….. Tapi dampak dari sepinya pantai ini adalah semua penjual berbondong – bondong menjajakan jualannya, mulai dari yang jualan kalung dari mutiara, gelang, makanan, sampai penjual jasa yang menawarkan body painting. 

  Serasa pantai pribadi hehe..

Sepi yaa ??? 🙂

 
                                                                         Hasil Body Painting – Aya-
 

   Hmm… karena sepi banget, Aya menikmati bermain pasir dan bermain air di tepi pantai, walaupun semakin lama matahari menyengat panas menusuk tulang, tapi tetep Aya semangat menikmati suasana pantai. 🙂

 

Wah.. rasanya waktu jalannya cepat banget, kayaknya masih sebentar menikmati indahnya pantai Senggigi ini, tiba – tiba udah jam 14.00 siang, pantas juga nih perut udah minta makan, hahaha… Ditengah – tengah mencari makan siang, seorang ibu menawarkan sate bulayak, wah.. karena penasaran pengen tahu juga.. kayak apa sate bulayak itu ya?

Sate Bulayak rasa pedasnya enak banget! bumbu kacangnya… hmmm… banyak deh!  lontongnya aja dililit dengan daun pisang yang sudah dikeringkan ( bener gak ya dari daun pisang hehe), seperti ketupat yang dibungkus lurus, lumayan kenyang untuk makan siang, hehe… Abis makan dan main, Aya udah lelah dan pengen  kembali ke hotel.

Singkat cerita, aku dan papa Aya mengalah untuk kepentingan Aya.  setelah tiba di hotel yang masih diantar – jemput pak Dewa, siang itu hanya dihotel beristirahat. 🙂

Hari ketiga

Rencana hari ketiga di Lombok adalah Ke Kuta, dan Segar Beach, dan Sukarara wah seru nih! walaupun Pak Dewa telat sekitar 15 menit tapi mobil yang akan mengantar Aya jalan – jalan udah tersedia! hihihi… ternyata diam – diam papa Aya minta disediakan mobil yang bisa disewa dari pihak hotel, baguslah dengan begitu acara ke pernikahan hari ini pun mudah – mudahan lancar. Amin.

Berhubung acara pernikahan Pak Lalu masih diadakan sekitar jam dua siang, maka pagi – pagi mobil udah  melesat ke Kuta dulu, yup! pantai yang tak kalah indah dengan Senggigi, hmm… tidak banyak sih yang dilihat di pantai ini, maksudnya… sama aja… pantai dengan keindahannya.

Setelah itu meluncur ke Segar Beach yang katanya pasirnya seperti merica, penasaran juga ya seperti apa pasir seperti merica itu?

Nah ini dia… pasir seperti merica itu, kira – kira kelihatan gak dari jauh? kalau dilihat dari foto ini sih.. sepertinya gak berbeda dengan pasir lainnya ya? tapi kalau disimak benar – benar ternyata memang ada lho bulatan – bulatan kecil persis seperti merica yang belum dihaluskan.

Gak banyak yang di lakukan ketika di Senggigi karena banyak anjing yang lalu lalang dan para penjual yang rebutan menawarkan jualannya, hahaha.. sedikit kesal sih karena cara mereka berjualan memaksa orang lain untuk beli dagangannya. Tapi ya udah deh.. akhirnya aku menyumbangkan sedikit uang aja sebagai pengganti gak  beli dagangan mereka. Dengar – dengar dari Pak Dewa, daerah ini memang masih banyak orang – orang yang berada di bawah garis kemiskinan, semoga saja mereka semua bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik di hari kedepan ya… Amin.

  Setelah mengabadikan beberapa pemandangan yang menakjubkan itu, kini bersiap berangkat ke Sukarara, masih lama waktu jam pernikahan Pak Lalu, oke lah kalau gitu kita tancap gas ke Sukarara. 😀

Di Sukarara Pak Dewa memberitahukan bahwa kita bisa beli hasil kain tenun khas Lombok, selain kita bisa belanja, kita juga bisa melihat bagaimana proses pembuatan kain tenun itu dibuat, wah.. jadi kebayang deh pengen beliin buat eyang -eyang dan kakek neneknya Aya… oleh – oleh kain tenun yang cantik 😉

Setelah dijelaskan bagaimana kain tenun itu di proses, sekarang diajak ke butiknya.. lumayan ramai wisatawan yang datang hari itu. Setelah mencari – cari oleh – oleh yang pantas untuk eyang kakung dan abahnya Aya, akhirnya dua sarung tenun sudah dibawa Aya, hahaha… berhubung waktunya udah makin sempit, harus sekarang juga ke  pernikahan Pak Lalu, cepat – cepat Pak Dewa mengemudikan mobilnya. Eh tapi… sempat – sempatnya nih.. sebelum ke tempat pernikahan kita mampir dulu ke Taman Ramada.. waduuhh… gak mau ketinggalan banget yaaa.. mau foto – foto di tempat yang bagus hahahaha… :p

Di Taman Ramada hanya tiga puluh menit, sayang banget yaa.. padahal kalau masih jalan lagi ke dalam masih banyak yang bisa di eksplor, mulai dari kolam – kolam tempat persinggahan raja – raja tempo dulu.  Ups…  hujan deras tiba – tiba datang, lengkaplah sudah tidak bisa mengelilingi keindahan taman Ramada ini.

Acara Pernikahan

Udah pukul 12.00 siang! gak bisa tunda lagi, cepat – cepat harus ke tempat acara pernikahan berlangsung, tapi… Aya, papa Aya, dan aku belum ganti pakaian yang pantas untuk pesta, gimana ini? akhirnya Pak Dewa sedikit ngebut ke rumah Pak Lalu dulu untuk numpang ganti baju, hehe.. jadi kita tahu deh.. kayak gimana isinya kamar pengantin, abis gimana yaa?? waktu kita izin ganti baju disuruh masuk ke kamar pengantin, tapi gak sempat foto – foto lagi yaa.. karena waktu udah gak mencukupi ( lagian ngapain juga mau foto – foto lagi di kamar pengantin?? hahahaa… narsisnya gak abis – abis!! ) hihihi…

Aya udah cantik dengan gaunnya :). Sekarang ‘ready to go’ ke acara akad nikah berlangsung, yaitu di mesjid yang cukup jauh dari rumah pengantin. Tiba – tiba salah satu saudara Pak Lalu minta bantuan, yaitu menumpang  karena beberapa saudaranya ada yang gak kebagian kendaraan menuju tempat pernikahan berlangsung. Silahkaaaannnnn…. malah asyik di mobil lebih ramai dengan saudara – saudara Pak Lalu, hihihi… walau di mobil jadi sempit tapi aku kok jadi ngerasa kayak pulang kampung di hari lebaran ya?? haahahha… abisnya rame banget! udah gitu mereka ramah semua :). Syukurlah… ikut senang kijang sewaan ini ada gunanya buat orang banyak hehe…

Alhamdulillah.. acara akad nikah berjalan dengan lancar, para tamu dan saudara mengucapkan selamat yang tak habis-habisnya pada pengantin, segera setelah itu bersiap menuju rumah Pak Lalu, dan beberapa Om dan tante dari Pak Lalu ikut lagi menumpang si kijang sewaan .. hahaha.. kali ini lebih ramai karena ada anak berusia dua tahun yang ikut menumpang, ia anak dari salah satu tante yang menumpang. Aya senang banget ada anak kecil disebelahnya, akupun mengajak ngobrol tante tersebut. Dari obrolan antara aku dan tantenya Pak Lalu,  ternyata masih banyak tempat wisata yang belum dikunjungi… menyeeeesssaaaallllllll !!!  gak bisa mengunjungi semua tempat… 🙁 tapi gimana lagi? ya udah..gak apa deh… begini saja juga udah senang, karena bukan jalan – jalan aja yang aku dan Papa Aya dapat, tapi juga teman dan saudara.

Kenapa aku bilang saudara? Kenapa enggak? Sesampainya di rumah Pak Lalu, setelah mengucapkan selamat pada sang pengantin, aku dan papa Aya pamit untuk kembali ke hotel, tapi ibu dari Pak Lalu melarang aku dan papa Aya pulang lebih cepat, ia malah menarik tanganku ke salah satu ruangan. Di dalam ruangan tersebut banyak terhidangkan makanan khas Lombok yang aku sendiripun tidak hapal apa saja nama – nama lauknya yang pasti menunya banyak dan enak!  hehehe… Ketika aku, papa Aya, dan Aya masih menyantap makan, tiba – tiba muncul ayah dari Pak Lalu… ow… ternyata satu ruangan itu khusus untuk keluarga, sedangkan tamu disediakan tempat di ruangan yang berbeda, senangnyaaa.. dianggap keluarga oleh mereka :), tapi jadi nyesel nih.. karena gak bawa oleh – oleh untuk Pak Lalu dan keluarga,  semoga aja kalau ada rezeki aku dan Papa Aya bisa kembali bermain ke Lombok dan singgah ke rumah ini yaaa… 🙂

Hari ke empat

Sepertinya di hari ke empat ini Aya udah kangen rumahnya, bolak – balik  ia tanya

” mama kapan kita pulang?”….. atau… ” Ma, kita gak pulang – pulang ya?”

hehe.. Aya kangen yaaa…. pastinya pulang kok sayang… :). Di hari terakhir di Lombok,  aku dan Papa Aya meluangkan waktu ke Gili Trawangan, maka dari pagi Aya ikut semangat mau naik kapal kecil menyebrang ke pulau Gili Trawangan. Ini adalah pengalaman pertama bagi Aya naik kapal kecil, ia sedikit ketakutan melewati air, tapi ketakutannya gak lama. 🙂

Di Gili Trawangan, kebanyakan wisatawan yang datang para bule(s), ada sih.. beberapa dari Jepang atau Korea, selebihnya para bule – bule. Sedangkan pribuminya? hanya aku, papa Aya, dan Aya yang juga turis waktu itu hehehe… wew… kenapa tiba – tiba serasa bukan di negeri sendiri ya? hehe… tapi cuek aja deh.. walaupun kadang – kadang ada beberapa mata yang memandang penuh keheranan ( kenapa mandang heran ya? apa karena kaget tiba – tiba ngeliat makhluk pribumi hitam dan mungil ini? haahahahaha…)  tapi banyak juga kok yang memberi senyum ramah :).

Sesudah makan siang, rencananya Aya mau ikut papa mamanya bersepeda, kayaknya seru juga yaa bisa berputar Gili trawangan ini sambil berolah raga.  Muter – muter sambil bingung cari dimana letak tempat penyewaan sepeda, akhirnya ketemu juga!.  Sip.. harga sewanya per jam tidak mahal      ( lupa berapa harganya) jadi papa Aya sewa dua sepeda aja. Aya ikut mama, okeeeee.. hati – hati ya sayang.. pegangan yang erat.. kita bersepeda. Jujur Aya seperti ketakutan bonceng sepeda yang baginya agak tinggi itu, dan cerobohnya aku adalah….. aku tidak memberitahu Aya dimana ia seharusnya meletakkan kakinya selama sepeda berjalan.

Dan bener aja.. baru dua kali mengayuh sepeda, tiba – tiba  Aya nangis teriak – teriak… Ya Tuhan… kenapa? pikirku dalam hati bercampur panik. ” Mama sakit… sakit…” Aya mengerang-erang kesakitan. ” Ada apa Aya?” aku tanya pelan dan wajahku rasanya panas banget karena mendadak jadi pusat perhatian. ” kaki Aya mama….” tangis Aya sambil meluk. Pikiranku udah kalut aja deh.. apalagi pas ngelihat goresan luka pada tumit Aya, begitu juga dengan sandal Aya ada goresan cukup gede juga. Ternyata Aya meletakkan kakinya diantara jari – jari roda sepeda.. Oh Aya sayang… maafkan mama… mama lupa kalau Aya masih umur 4 tahun dan ini adalah pertama kalinya ia membonceng sepeda besar.

Kugendong Aya dengan penuh kasih, aku lihat tumitnya yang luka.. dan suara tangisannya makin keras… ya ampunnnn… tolonggg… jadi makin grogi aja nih… Papa Aya berusaha menenangkan Aya tapi gak bisa… Aya tetap nangis…. Akhirnya cepat – cepat aku buatkan susu untuk meredam tangisan Aya. Selama lagi bikin susu mungkin ada yang melihatku grogi, salah satu opa – opa datang menghampiri papa Aya, ” Would you like some water?” tawarnya ramah, seorang kakek dengan dengan topi bundar dan kemeja kotak – kotak khawatir melihat Aya. ” No Thank You, we have already” jawab papa Aya yang sepertinya jadi kikuk juga gara – gara Aya yang gak berhenti nangis hehehe….  karena tawaran opa gak mempan, gantian oma yang datang yang sepertinya istri dari si opa tadi,   ” ooo…. look at this…. Finger doll… do you like finger doll? “ ngerayu Aya sambil mainin boneka di jari – jarinya, tiba – tiba Aya terdiam bengong ngelihat boneka jari yang lagi dimainkan si oma. ” do you like them?? These are for you, honey”.  Ajaib! Aya diam dan ia memainkan boneka jari – jari itu sesaat,  phewww… terima kasih oma… sayangnya opa dan oma yang udah nolong Aya dan nolong papa – mama Aya dari kepanikan tadi gak di foto  hehehe… maklum deh.. udah ga keinget lagi sama foto – foto gara – gara panik, hehehe.

Aya masih kesakitan dengan tumitnya yang luka itu, padahal udah di bungkus hansaplast, malah sekarang dia gak mau jalan, duuh.. kasihan papa Aya harus gendong Aya kemana – mana… Tapi jadi mikir juga sih.. ini udah menjelang sore, kalau cuma jalan kaki kapan bisa ngelilingi pulau penuh bule ini?, akhirnya ngerayu Aya deh supaya kita rame – rame naik cidomo ( delman), Aya tetap gak mau… okee deh…. kita nunggu dia sampe tenang kira- kira sepuluh menit, itu pun setelah di rayu beli minuman dan bola mainan. Syukurlah setelah itu ia mau naik cidomo, segera deh manggil cidomo yang lewat. ” Udah gak apa – apa kaki anaknya bu?” jawab si abang pengendara cidomo. ” Udah gak apa – apa” hehehe… kaget juga ternyata berita tangisan Aya ini udah tersebar se Gili Trawangan ya? ( Lebay mode on ) hihihihihi…

Ada hikmahnya juga ternyata dengan teriakkan tangisan Aya tadi, karena pas udah naik cidomo, hujan deras datang dengan suka cita… wah.. baguslah setidaknya masih bisa berputar – putar mengelilingi pulau ini dalam hujan. :D,  ini beberapa pemandangan yang berhasil di tangkap ketika di Gili Trawangan 🙂 :

     

   

Hari kelima

Good Bye Lombok!

Aya udah sering minta pulang kalau udah di hotel, dia udah gak betah.. kadang – kadang rewel.. hehe.. oke.. siang ini sayang… kita pulang yaa…

Banyak kenangan yang tak terlupakan selama di Lombok, bukan hanya sekedar pengalaman jalan – jalannya aja yang aku, papa Aya, dan Aya dapat, tapi juga teman, khususnya Pak Dewa yang udah bersedia anter jemput sekaligus jadi guide tour selama di Lombok, bikin liburan jadi seru deh! dan juga saudara – saudara Pak Lalu yang udah  menganggap kami seperti keluarga sendiri, luar biasa!!  :). Semoga Tuhan masih memberikan kesehatan dan rezeki pada kita semua yaaa… biar kita bisa ketemu lagi…..  Salam 🙂

Have a Nice Day! 🙂

error: Content is protected !!