Persahabatan

pixabay

Satu musuh itu terlalu banyak, seratus teman itu terlalu sedikit

Jadi lebih baik menciptakan teman sebanyak – banyaknya kan..? 😀

Ngomong – ngomong tentang pertemanan ada tahap – tahap yang jadi perhatianku dari mulai teman baru kenal, ketemu sekedar basa – basi, sampai teman jadi sahabat yang bener – bener merasa udah klop. Kalau udah cocok, ada masa percobaan lagi tuh, yaitu ada sahabat yang sabar dan setia dengan pertemanan yang udah ada, atau sahabat sesaat yang tiba – tiba putus karena masalah tertentu yang biasanya udah diluar batas toleransi. Persahabatan itu menurut aku bukan cuma tentang hubungan baik antar ‘saya’ dan teman aja, tapi persahabatan bisa juga terbentuk dengan anak sendiri, ibu sendiri, kakak/adik ipar, sodara kandung ataupun bukan kandung, rekan kerja, tetangga, dan bisa siapa aja dalam kehidupan kita sehari – hari. Jadi ada semacam ‘kilk’ di hati, saling pengertian, saling menghormati, udah nyaman aja satu sama lain, semacam ‘soulmate’ dalam dunia pertemanan. Oya ini maksudnya beda ya dengan konteks ‘soulmate’ beneran.. catat : beda dengan soulmate beneran, hahaha.. kecuali kalau ada yang jadi soulmate beneran, sahabat jadi jodoh.. nah itu beda lagi ceritanya.. pokoknya ini bukan tentang sahabat jadi jodoh ya hahaha… (*penting gitu ditekankan sis… * iyaaa… hahaha…

Beberapa bulan yang lalu aku sempat dengerin temen sendiri yang curcol karena merasa pertemanan dia dengan beberapa grup pertemanannya gak sehat, ada aja yang bikin dia kesel, dia sih merasa udah toleran dan gak ikut – ikutan lagi, alasannya karena ada beberapa hal yang jadi prioritas dia dicampuradukkan dan diremehkan, alhasil ada aja perkataan yang bikin sakit hati, kesel??? iyalah.. temenku ini jadi nangis kakak.. Hubungan persahabatan mereka jadi gak sehat kan kalau begini?. Aku bisa apa kalau gini??? paling – paling nenangin hatinya. Dari sini aku jadi merhatiin persahabatan itu sulit didapat, karena pertemanan belum tentu lulus jadi sahabat. Ada banyak hal – hal yang harus kita lewati dan cermati pertemanan kita itu bisa jadi persahabatan yang sehat apa gak.

Memangnya persahabatan yang sehat dan gak sehat itu yang gimana??? Walaupun aku sendiri bukan dokter khusus dalam dunia percintaan eh.. persahabatan, tapi boleh dongs ya cek n ricek (versi diriku) gimana dunia persahabatan yang bikin hati adem itu :

1. Persahabatan yang saling membahagiakan.

Persahabatan biasanya udah melalui proses waktu yang cukup lama. Bisa aja persahabatan udah kebentuk sejak masa anak – anak atau remaja. Nah.. kalau persahabatan itu tetap terbina sampai dewasa dan menikah, udah waktunya lah ya mengerti satu sama lain, kapan harus memberikan ruang privasi bagi sahabat, kapan waktu bersama untuk saling bertukar pikiran atau sekedar kumpul melepas kangen. Kalau dalam hubungan itu mulai ada bibit – bibit ‘gak enakkan’ terus jadi merasa ada hutang budi, saling terikat ( dan udah gak bisa bedakan mana yang benar, mana yang salah) tanpa melihat prioritas lagi, otomatis ada yang timpang.. salah satu pihak merasa gak happy. Ini butuh penjelasan dan pengertian satu sama lain, kalau gak.. bisa bubar deh..

2. Persahabatan yang saling jujur dan terbuka

Udah jelas disini dibutuhkan kejujuran, sakit hati aja rasanya kalau ketauan salah satu teman yang berbohong. Udah merupakan harga mati hubungan apapun kalau ada unsur bohongnya pasti jadinya gak enak, hubungannya jadi gak sehat, gak nyaman kan kalau hubungan KW alias palsu? Hihihi… Jadi menerima sahabat apa adanya dan kita juga merasa diterima apa adanya itu bikin kita juga nyaman, gak perlu hidup penuh kepalsuan.

3. Persahabatan yang saling mengerti cara bertengkar yang sehat.

Kalau lagi bertengkar ya baikkan dong.. ini sih klise ya hihihi.. tapi walaupun klise emang kenyataannya harus berbaikkan lagi. Yang jadi pokok masalahnya adalah yang bikin jadi perdebatan/berantem hebat selama ini tu apa?? Pasti kan ada ujung pangkalnya, menurut aku sih.. sahabat yang udah solid tau cara membenahi lagi hubungan yang kusut. Bahkan seharusnya berantem ini bisa membuat hubungan sahabatan jadi lebih baik. Karena selama berantem kan pasti ada sesuatu yang bikin salah satu pihak merasa dirugikan atau merasa tidak disetujui, sebaiknya sih berantemnya… ; berantem sehat aja, dengan cara sama – sama cari jalan keluar permasalahan, bukan mengabaikan permasalahan yang cuma jadi bom waktu aja.

4. Persahabatan yang saling menerima orang diluar lingkaran persahabatan

Namanya juga manusia hidupnya bersosial, ya pasti aja lingkaran hidupnya gak cuma sahabat yang itu – itu aja kan, perlu juga sahabat atau kita sendiri berteman dengan orang lain. Persahabatan yang exclusive sampai – sampai membuat inner circle (orang lain) gak boleh masuk, bagiku ini merupakan teman atau sahabat yang terlalu mengekang kebebasan bergerak. Kurang olah raga aja gak sehat kan? karena kurang gerak.. nah dalam dunia persahabatan juga gitu deh kira –kira. :p

5. Persahabatan yang saling percaya

Seringnya sih cewek nih… butuh banget yang namanya curhat, hahaha.. dan mau curhat ke siapa??? Biasanya sih ke sahabat, dan sahabat pastinya udah dapat nilai bintang terbaik sebagai orang yang bisa dipercaya, gak gampang ngumbar cerita kemana – mana. Tapi seharusnya siihh… ada batasan aturan jelas yang harus kita pahami satu sama lain, kalau bisa jangan sampai urusan pribadi juga jadi bahan curhatan… yakin gak tuh?? Hmmm…

6. Persahabatan yang saling mengerti

Nyambung yang nomor 5, ada saatnya kita gak perlu kepo semua tentang apa aja dalam kehidupan pribadi sahabat sendiri. Ada batasan kapan privasi sahabat sendiri gak perlu diganggu gugat, begitu juga sebaliknya kan?? ada batas privasi kita sendiri yang gak pengen diganggu orang lain, jadi saling mengerti aja.

7. Persahabatan yang saling menjaga harmonisasi hubungan persahabatan

Kira – kira kalau point satu sampai enam bisa kita jalani dengan baik, besar kemungkinan persahabatan bisa langgeng, kalau perlu langgeng sampai tua. Senangnya masih punya sahabat itu adalah.. perasaan masa muda selalu gentayangan dalam jiwa kita ini, ya kan? apalagi kalau sahabatannya sejak kecil, ceritanya banyaaakk dan perasaan happy terus.. ya jelas aja ceritanya jadi banyak, karena sahabat itu ibarat diary hidup kita, ya gak? Hahaha…

Salam persahabatan.
~ LovelyRistin

Obrolan Tengah Malam – Part II

Kayaknya mulai saat ini aku mau tulis kategori baru tentang tontonan tengah malam, aku beri nama kategorinya ‘Obrolan acara TV tengah malam’. Kategori ini postingannya baru ada dua (yaitu ini dan tulisan ini yang lagi kamyu baca #serasasokbanyakyangbaca hihihi…).

I am a girl dari Channel National Geographic ini udah dua kali aku tonton, dan gak tau sekarang masih ada atau ga?. Semacam documenter gitu ssiihh, jadi isinya tentang pengalaman seseorang. Karena judulnya tentang cewek, ya tentu aja isinya tentang kisah cewek – cewek di beberapa Negara. Sebut aja Breani dari Amerika, Manu dari Papua New Guinea, Katie dari Australia.

Breani (Amerika) punya hobi mengunggah foto – foto dirinya di Instagram, facebook, penampilannya di Instagram dinilai cukup berani. Karena Breani yang berani ini udah punya cowok, jadi cowoknya keberatanlah ya dengan foto – fotonya Breani ini, pasti dilarang berpose dengan gaya menantang lagi, lucunya, mereka berantem di Facebook, bisa dikatakan Facebook jadi penentu hubungan mereka, putus atau gak? Coba tebak aja sendiri, karena setelah itu aku gak tau lagi cerita mereka gimana hihihi.. Tapi yang pasti Breani punya impian, ia ingin diterima banyak orang, ingin sukses dibidangnya dalam kesenian.

Di negaranya, Afganistan, Aziza kesulitan ingin meneruskan sekolahnya, hal ini dikarenakan kondisi negaranya yang tidak aman, apalagi Taliban menganggap bahwa wanita yang sekolah akan dirajam. Tapi halangan ini tidak menyurutkan impian Aziza untuk terus sekolah, ia punya cita – cita menjadi lawyer di kementrian Afganistan.

Di Papua New Guinea, wanita muda bernama Manu ini melahirkan bayi laki – laki, dan ia mengakui bahwa anak yang baru saja ia lahirkan itu akibat pergaulan bebas. Di negaranya jika udah melahirkan sebelum nikah tidak ada mahar lagi, Manu sendiri pun sebenarnya mencemaskan bayi laki – lakinya.

Beda lagi dengan Habiba, wanita dari Kamerun, ia telah melangsungkan pernikahan dengan pria pilihannya sendiri, ia merasa lebih beruntung karena menikah dengan pria yang ia cintai. Di Kamerun masih banyak kawin paksa, dan ia melihat dampak yang kurang baik dari hasil kawin paksa tersebut. Habiba mempunyai cita – cita luhur yaitu membesarkan dan mendidik anak – anaknya.

Australia, Wanita yang bernama Katie ini memiliki depresi yang cukup parah, salah satu tempat curhatnya adalah ibunya, tapi terkadang ia masih tetap minum pil anti depresi untuk melupakan sejenak masalah yang dihadapinya.

Kimsey, wanita muda berasal dari Kamboja. Awalnya pas aku nonton dia teriak – teriak sambil marah pada ibunya, gak jarang keluar kata – kata kasar, ternyata dibalik kekasarannya ada sejenis sakit hati yang mendalam, ia kehilangan bayinya karena dijual secara diam – diam oleh ibu dan suaminya. Jelas aja yaa… Kimsey marah, seorang suami dan nenek mana yang tega berbuat seperti itu, menjual bayi, darah dagingnya sendiri.

Aku di Bekasi (gak boleh protes) hahaha… udah lama nulis tentang I am a girl ini, tapi kelamaan jadi draft, dikarenakan jadwal Fa yang berubah total.. bangun siang, gak tidur siang, dan tidur malam banget dalam beberapa hari terakhir ini, otomatis aku gak bebas mau ngetik, nulis di buku kecil hanya draft kasar aja, selebihnya ngembangin di leppi.. tapi apa daya.. penuh perjuangan juga mau update tulisan hihihih.. sok sibuk aja :p.

Tapi aku senang dengan semua ocehan Faeyza ( beneran ini Faeyza dari bangun tidur sampe mau tidur ngoceh terus.. gak ada capeknya rasanya), kerusuhannya, dan juga kelembutan dari Aya . Terkadang dua anak ini manjanya minta ampun hihihi.. love them so much pokoknyaa…

Sementara belum ada lagi tontonan tengah malam (sekitar jam 1 malam – 2 malam), pengen aja ditulis disini, bagiku kisah pengalaman beberapa wanita dari berbagai negara tersebut penuh makna, pengalaman, mereka juga bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua. Pada dasarnya kita bersyukur tinggal disini. Sebagai cewek yang tinggal di Indonesia, bebas mau belajar sampe tingkat berapapun juga, bebas berekspresi, dan tentunya masih lebih kental dengan adat dan norma yang berlaku ( walaupun sedikit demi sedikit kok makin terkikis ya? Hiks..).

Salam Persahabatan,
Ristin

Karena wanita itu cantik, jadi inget sama lagu ini :

error: Content is protected !!