Tumbuh kembang bayi prematur

September 7, 2012

Agar tumbuh kembangnya tidak mengalami kelambatan, bayi prematur membutuhkan stimulasi yang kontinu dan berkesinambungan. Bayi prematur memerlukan rangsangan yang terus menerus agar keterlambatan serta resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat dicegah. Pada prinsipnya, pemberian stimulasi pada bayi prematur sesuai dengan bayi lainnya, yang perlu diperhatikan adalah pada saat penilaian pemantauan tumbuh kembang harus menggunakan usia koreksi. Begitu pula saat memberikan stimulasi, lakukan sesuai usia koreksinya.

20120908-003023.jpg

Stimulasi bayi prematur

Pertama, stimulasi rangsang taktif dengan memijat ( massage atau sentuhan ). Kedua, stimulasi vestibular kinestetik dengan menimang dan mengayun. Ketiga, stimulasi pendengaran dengan menyanyikan lagu, memperdengarkan musik, rekaman suara ibu, dan irama jantung ibu. Keempat, stimulasi visual dengan gerakan, warna, dan bentuk.

Stimulasi sesuai usia perkembangan

Stimulasi dilakukan teraturndan berkesinambungan dalam aktivitas sehari – hari saat menjelang tidur, memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makan, menggendong, mengajaknya bermain, dan sebagainya.

Bayi 0- 3 bulan : memberi rasa nyaman dan aman, memeluk, menggendong, menatap matanya, mengajaknya senyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggerakkan benda dengan arah horizontal ke kiri dan kanan melewati garis tengah dengan menggunakan benda berwarna mencolok, bunyi, serta merangsang si kecil meraih dan memegang mainan.

Bayi 3 – 6 bulan
Bermain ciluk ba, melihat wajah bayi ddi cermin, bayi dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak balik, dan diajarkan mengucapkan beberapa suku kata seperti “ma…ma…ma..” Atau “pa…pa…pa..” Atau “da..da..da..”

Bayi 6-9 bulan
Panggil namanya, ajak bersalaman, tepuk tangan, bacakan dongeng, duduk sendiri, merangkak, ajari menunjuk, dan mengucapkan kata “mama” dan “papa” sesuai artinya.

Bayi 9 – 12 bulan 

Memanggil mama, papa, dada atau gaga, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, oper bola, dilatih berdiri, merambat, dan berjalan dengan berpegangan (titah).

Bayi 12 – 18 bulan

Mencoret dengan krayon, menyusun balok, puzzle, memasukkan dan mengeluarkan benda kecil dari wadah, permainan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, dan lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, memahami perintah sederhana ( ambil bola, sayang mama), menyebut nama atau menunjukkan benda – benda. Usia 18 bulan anak sudah dapat mengucapkan 6 -10 kata yang benar dan tepat.

Bayi 18 -24 bulan

Mengenal bagian tubuh dengan cara bermain. Melihat gambar benda, menyebutkan nama binatang, dan mengajaknya bicara tentang kegiatan sehari – hari ( makan, minum, mandi, main, cara meminta, dan lain – lain). Melatih keterampilan jarinya dengan menggambarkan pakaian, bermain lempar bola, dan melompat.

Usia 2-3 tahun

Mengenalkan kata sifat ( besar, kecil, panas, dingin, tinggi, rendah, banyak, sedikit). Menyebutkan nama teman, menghitung benda, memakai baju dan mengancingkannya, menyikat gigi, bermain bersama anak lain (boneka, masak – masakkan), menggambar garis, lingkaran, manusia, berdiri disatu kaki, dan toilet training.

Setelah umur 3 tahun

Stimulasi diarahkan untuk persiapan sekolah, misalnya cara memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana ( buang air kecil atau buang air besar di toilet), dan kemandirian ( makan sendiri, membuka celana atau baju, cuci tangan, dan sekolah tanpa ditunggu), berbagi dengan teman, berempati, dan lain – lain.

Sumber : KOMPAS, 2 September 2012

Oleh : Rini Sekartini – Ikatan Dokter Indonesia.

4 People reacted on this

  1. Artikelnya sangat membantu saya.saya mau tanya,anak saya dlu lahir d usia 8 bln lebih 1 hr.bb 2,2 kg.sakit sampai hrus foto terapi,dan tranfusi darah 2 kantong, bbnya turun tinggal 2 kg.sekarang alhmdulilah udah umur 1 thun, jarang sakit anaknya aktif bgt.tpi kadang susah mkan.bbnya susah naik.umur 1 thun cuma 6,6 kg.normal g ya?

    1. Halo mbak fitriah, makasih atas kunjunganya ya.. Salam kenal, wah brarti qta sama2 pny pengalaman dgn baby prematur ya.. Btw baby ku yg kedua jg wkt itu lahir diusia 32-33 minggu, dgn bb 2,3, selama msh di nicu dan perina bb nya naik turun seputar 2,2 -2,3. Dan alhamdulillah perkembangannya baik. Ikut prihatin mengetahui baby mbak sempat ikut terapi dan transfusi darah sampe 2 kantong 🙁 klo boleh tau wkt itu knp ya sampe hrs transfusi darah? Alhamdulillah ya skrg baby-nya sehat. :), semoga tetap sehat selalu. Baby ku jg mbak.. Skrg lg susah mkn, bb nya wkt sebulan setengah yg lalu nimbang kurg lebih 8,7 atau 8,8. Dan skrg blm nimbang bb lg. Wkt konsul sama dokter, normal bb untuk bayi 1 thn minim 10 kg, baby ku msh tertinggal, tp pas tau baby ku lahir prematur dia maklumin, tp aku di push untuk cpt naikkin bb nya, krn sempat 5 bulanan bb nya ga naik tp ga turun jg, alias jln ditempat, sampe hrs cek pipisnya dan cek darah mau liat apa yg sebabkan bb nya susah naik, dan tnyta wkt ituu ya krn lg gampang kena sakit terus. Skrg so far sih motorik dan perkembangan lainny normal, sempat ikut terapi tumbuh kembang tp cuma 2 kali kehadiran aja, crt terapi nya jg ada di tulisanku di blog ini. Sehari2 anakku sampai saat ini msh asi dan mnm susu uht. Untuk makannya kdg2 aku sesuaikan dgn selera dia aja, misal.. Dia suka bgt sama roti… Jd buat penyeimbang kdg2 aku jd bikin roti atau bakpau atau croissant atau makaroni schotel dgn isi daging + wortel, atau roti pizza dgn isi bs variasi sih… Kdg msh kubikinin bubur jg tuh dhn isi variasi daging, sayur, telur. Yg penting banyak dagingnya atau telur buat cpt nambah bb nya, yg penting dia mau mkn. Semoga membantu ya mbak, senang artikel ini ikut membantu mbak jg, artikel ini aku tulis ulang buat catatan ku spy ga ilang, krn pny baby prematur :), lwt media ini smoga qta tetap bs bersilahturahmi yaa… Salam.

Leave a Reply