3 Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi kematangan emosi pada anak remaja?

faktor yang mempengaruhi kematangan emosi adalah usia, perubahan fisik dan kelenjar, cara orangtua memperlakukan anak-anaknya, lingkungan, dan jenis kelamin. Hadits tersebut di atas menjelaskan bahwa seseorang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai amarahnya.

3 Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi kematangan emosi pada anak remaja?

  • Kedekatan yang dijalin antara orangtua dan anak.
  • 2. Sikap empati yang dimiliki oleh anak.
  • 3. Proses adaptasi anak yang dilakukan di dalam sebuah kelompok.
  • 4. Seringnya anak tampil di depan umum untuk mengasah kemampuan dan kematangan emosi.

Faktor apa saja yang mempengaruhi emosional?

  • Jenis kelamin.
  • Perubahan fisik, misal pada saat masa pube.
  • Perubahan hubungan keluarga, terutama kedua orang tua.
  • Perubahan hubungan dengan teman.
  • Perubahan hubungan dengan lingkungan sekitar.
  • Perkembangan Usia.
  • Sifat tempramen.

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan personal sosial dan emosional?

  • Faktor hereditas. Biasanya ada yang menyebut faktor hereditas ini sebagai istilah nature.
  • Faktor lingkungan. Faktor lingkungan sering disebut dengan istilah nurture.

Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak?

  • Sikap dan Temperamen. Foto: Orami Photo Stock.
  • 2. Tingkat Aktivitas Sosial. Foto: Orami Photo Stock.
  • 3. Contoh dan Panutan. Foto: Orami Photo Stock.
  • 4. Faktor Keluarga. Foto: Orami Photo Stock.
  • Pengaruh Lingkungan Sekitar. Foto: Orami Photo Stock.
  • 6. Kondisi Dalam Diri Anak.

Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan sosial?

  • Kematangan Pribadi.
  • Status Sosial Ekonomi.
  • Pendidikan.
  • Kapasitas Mental: Emosi dan Intelegensi.

1 faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan emosi siswa jelaskan?

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kematangan emosi adalah usia, temperamen, pengalaman traumatik, jenis kelamin, cara orangtua memperlakukan anak-anaknya, kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta suasana lingkungan sosial.

Agar buah hati bisa tumbuh menjadi pribadi yang menyeluruh, perkembangan sosial emosional anak juga penting untuk terus diperhatikan lho, Moms. Mari pahami beberapa faktor yang mempengaruhi emosi anak.

Meski sebenarnya aspek ini tidak mudah diukur dan dilihat seperti perkembangan fisik dan kecerdasan, tetapi baik atau buruknya perkembangan sosial emosional anak juga dapat dipengaruhi oleh berbagai hal.

Demi membangun kepribadian dan karakter baik hingga anak dewasa nanti, coba lihat dulu beberapa faktor yang mempengaruhi emosi anak berikut ini, Moms.

Baca Juga: Anak Suka Berbohong, Jangan Marah dan Terbawa Emosi Dulu Moms!

Faktor yang Mempengaruhi Emosi Anak

Apa saja ya faktor yang mempengaruhi emosi anak? Simak selengkapnya.

1. Sikap dan Temperamen

Foto: Orami Photo Stock

Para pakar sepakat bahwa sikap dan temperamen yang ditunjukkan anak sebenarnya adalah wujud dari ekspresi dirinya.

ADVERTISEMENT

Apa yang dimaksud dengan sikap disini adalah hasil evaluasi anak terhadap orang, objek, atau peristiwa yang sedang, sudah, atau akan terjadi.

Walaupun anak masih kecil, dia bisa saja bersikap seperti orang dewasa saat dihadapkan pada suatu masalah. Biasakan anak merasakan emosinya.

Menurut Malti dari UTM's Laboratory for Social-Emotional Development, rasa kecewa atau emosi akan membantu anak menahan diri dari agresi dan perilaku antisosial lainnya.

Penerimaan pada rasa kecewa adalah emosi yang penting untuk dimiliki, karena akan bikin anak berpikir tindakan selanjutnya.

Sedangkan temperamen adalah gaya dan cara khas seorang anak dalam berperilaku dan menanggapi suatu hal. Temperamen setiap anak juga berbeda, ada yang pasif, aktif, bahkan agresif.

Nah, sudah menjadi tugas bagi orang tua dalam perkembangan anak untuk menuntun pembentukan sikap dan temperamennya, agar berkembang menjadi karakter dan kepribadian yang positif.

Jadi, mumpung masih dalam masa perkembangan karakter, jangan segan menasihati serta meluruskan sifat dan temperamen anak yang kurang pantas ya, Moms.

Baca Juga: Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Sosial Emosional Anak Sesuai Usianya

2. Tingkat Aktivitas Sosial

Foto: Orami Photo Stock

Faktor yang mempengaruhi emosi anak berikutnya ialah tingkat aktivitas sosial Si Kecil.

Anak yang jarang bersosialisasi cenderung memiliki sifat pendiam, sedangkan anak yang tingkat aktivitas sosialnya tinggi biasanya memiliki karakter supel dan aktif.

Tinggi atau rendahnya tingkat aktivitas sosial anak sebenarnya bukan masalah, selama tidak mencapai titik ekstrem seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit bersosialisasi.

Alasannya adalah karena aktivitas sosial yang terlalu tinggi akan membuat mental anak cepat lelah, sedangkan aktivitas sosial yang terlalu rendah akan membuatnya merasa kesepian dan tidak penting bagi orang lain.

Supaya perkembangan sosial emosional anak tetap optimal, Moms perlu terus memantau tingkat aktivitas sosial anak dan melakukan intervensi jika perlu.

3. Contoh dan Panutan

ADVERTISEMENT

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai bagian dari perkembangan emosi anak, dia akan banyak meniru dan bereksperimen dengan berbagai perilaku untuk tahu mana yang dapat diterima dengan baik secara sosial.

Ini juga yang menjadi faktor yang mempengaruhi emosi anak.

Karena itulah, bagi anak yang masih banyak melakukan imitasi dalam proses pembentukan karakter dan pencarian jati diri, pengaruh orang tua serta orang lain yang ada di sekitarnya sangatlah besar.

Anak akan melihat contoh dan panutan dari setiap individu yang ada di sekitarnya, untuk belajar cara bersosialisasi, membuat keputusan, berperilaku, dan masih banyak lagi.

Untuk membentuk perilaku, pola pikir, dan karakter yang positif, Moms dan semua orang yang ada di sekitar anak perlu terus memberikan contoh sikap dan perilaku yang positif untuk dijadikan panutan.

Jadi, jangan hanya fokus pada perkembangan fisik dan kecerdasan saja ya, Moms.

Karena bagaimanapun juga, perkembangan sosial emosional anak di masa sekolah akan ikut menentukan kesuksesan dan kebahagiaan anak di masa depan.

Baca Juga: Dampak Ibu Bekerja Pada Perkembangan Sosial dan Emosional Anak

4. Faktor Keluarga

Foto: Orami Photo Stock

Faktor yang mempengaruhi emosi anak lainnya tentu saja berasal dari keluarga. Menurut jurnal International Seminar of Islamic Studies, keluarga adalah lingkungan pertama yang akan dikenali anak.

Melalui keluarga, anak harus belajar tentang cara menyesuaikan diri dengan orang lain. Inilah kemampuan yang diperoleh anak melalui kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang di lingkungan mereka.

Baik orang tua, saudara kandung, teman sebaya atau orang dewasa lainnya.

Namun, beberapa kondisi yang kurang baik, seperi adanya orang tua yang mengalami gangguan mental, penyalahgunaan zat oleh orang tua, penahanan orang tua, pengangguran orang tua, kekerasan keluarga dan kemiskinan, bisa mempengaruhi cara anak dalam berinteraksi maupun bereaksi.

Misalnya, jika orang tua melakukan kekerasan, anak-anak juga akan mengadopsi hal yang sama.

Sementara bila Moms dan Dads terlalu memanjakan anak-anak, ada kemungkinan mereka menjadi tidak disiplin dan keras kepala.

Sebaliknya, jika orang tua cenderung tidak menunjukkan kasih sayang, mereka dapat tumbuh menjadi sosok yang introvert [tertutup] dan penurut.

Intinya, hubungan dalam keluarga dan cara mereka mengekspresikan emosi akan mempengaruhi perkembangan emosional seorang anak.

Jika orang tua memiliki stabilitas dalam perilaku dan mengekspresikan perasaan secara seimbang, anak-anak juga akan mengikutinya.

5. Pengaruh Lingkungan Sekitar

Foto: Orami Photo Stock

Seperti halnya keluarga, masyarakat juga menjadi faktor yang mempengaruhi emosi anak.

Ketika anak tinggal di komunitas yang tidak aman atau tidak sehat, seperti kualitas udara yang buruk dan polutan lingkungan lainnya.

Atau ketika Si Kecil menerima pengasuhan anak berkualitas rendah, kurangnya sumber daya yang tersedia di masyarakat, kurangnya kebijakan yang mendukung anak-anak dan keluarga, hal ini dapat mempengaruhi perkembangan sosial serta emosional mereka.

Keadaan lingkungan yang tidak baik cenderung membuat anak memiliki perkembangan emosional buruk.

Misalnya, jika suatu lingkungan memiliki kondisi emosional yang naik-turun, anak juga cenderung menjadi tidak stabil secara emosional. Sementara apabila orang stabil dan memiliki kendali atas emosi mereka, anak pun tetap demikian.

Perlu Moms ketahui bahwa, anak-anak akan belajar mengendalikan emosi mereka dan mencoba menyesuaikan diri dengan perilaku yang dapat diterima secara sosial.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anak Nakal dan Manja, Hindari Memarahinya!

6. Kondisi Dalam Diri Anak

Foto: Orami Photo Stock

Selain faktor dari luar, seperti keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal, kondisi dalam diri Si Kecil juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi emosi anak.

Dalam hal ini yang dimaksud adalah tempramen anak, keterlambatan perkembangan, dan masalah kesehatan yang serius.

Dikutip dari Mom Junction, anak-anak yang memiliki kesehatan yang baik dapat mengontrol emosi mereka dengan lebih baik, sedangkan mereka yang mengalami masalah kesehatan biasanya banyak menunjukkan sifat lekas marah, kegembiraan, dan emosi lain yang tidak stabil.

Itu dia penjelasan mengenai hal-hal yang bisa mempengaruhi emosi Si Kecil.

Apakah Moms tahu, faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi anak lainnya? Bagikan dengan sesama Moms di kolom komentar, yuk!

Sumber

  • //jurnal.umsu.ac.id/index.php/insis/article/view/6436/pdf_232
  • //www.momjunction.com/articles/factors-that-influence-childrens-social-and-emotional-development_0077207/
  • //www.kidsmentalhealthinfo.com/providers/early-care-and-education-providers/concerns-about-a-child-2/consider-factors-that-influence-childrens-social-and-emotional-development/

Video yang berhubungan

Bài mới nhất

Chủ Đề