Alat dalam olahraga senam lantai yang digunakan untuk alas

Olahraga senam lantai merupakan kegiatan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Olahraga sendiri ada banyak macamnya. Mulai dari olahraga yang membutuhkan kekuatan nafas dan fisik seperti sepak bola, hingga olahraga yang membutuhkan kelenturan dan keindahan, seperti senam. Senam lantai juga merupakan salah satu olahraga yang cukup menyehatkan.

Senam lantai banyak yang minati dan menjadi salah satu jenis olahraga yang dipertandingkan di event nasional hingga internasional. Disebut senam lantai, karena jenis senam ini dilakukan di atas lantai. Sehingga dalam prakteknya, senam lantai membutuhkan sarana alat yang berguna untuk melindungi bagian tubuh dari cidera yaitu matras.

Mengenal apa itu matras

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan matras? Matras sendiri sebenarnya adalah alat yang digunakan sebagai alas olahraga, seperti senam lantai. Matras biasanya terbuat dari bahan yang empuk dan padat seperti kasur dengan ketebalan tertentu. Bentuk dan macam matras juga bermacam-macam, sesuai dengan kebutuhan dalam olahraga yang dilakukan.

Berwyn Matras Yoga Single Layer Pattern Weave – Biru

Matras sendiri sebenarnya memiliki arti yang luas. Karena secara umum, matras bukan hanya berupa alat sebagai alas untuk sarana olahraga. Akan tetapi matras juga bisa berupa kasur ataupun alas tidur. Di sini, kasur, springbed, baik dari busa, spon ataupun kapuk  yang kita gunakan untuk tidur sehari-hari juga termasuk jenis matras.

Macam-macam jenis matras

Matras sendiri terbagi menjadi beberapa macam dari bahan maupun bentuk serta fungsinya. Ada baiknya Anda mengetahui macam-macam jenis matras yang ada sehingga anda tidak salah dalam memilih. Beberapa jenis matras yang ada sebagai berikut:

1. Matras berbentuk lembaran

Champs Blok Yoga Eva – Biru

Matras ini bentuknya mirip dengan alas tidur atau kasur tetapi dalam ukuran yang tipis. Matras untuk olahraga ini biasanya memiliki ukuran bermacam-macam. Mulai dari ukuran kecil yaitu 65 x 175 cm yang biasa berfungsi untuk olahraga yoga, hingga ukuran besar yaitu 120 x 200 cm, dan 120 x 300 cm. Untuk ketebalan matras, rata-rata sekitar 10-15 cm.

2. Matras berbentuk roda

Champs Roda Yoga 26 Cm – Cokelat

Matras jenis ini biasanya berguna untuk olahraga yoga. Fungsi dari matras bentuk roda ini adalah untuk membantu gerakan yoga, utamanya bagi anda yang masih pemula. Dengan menggunakan matras ini, Anda akan terbantu dalam melakukan gerakan–gerakan dalam yoga dengan benar. Matras ini juga bisa meminimalisir terjadinya salah gerakan yang menyebabkan Anda mengalami cidera.

Fungsi matras bagi olahraga senam lantai

Lalu apa fungsi matras yang sebenarnya? Sesuai dengan artinya, matras adalah benda berbentuk padat dan empuk yang berguna sebagai alas. Dengan demikian, fungsi matras adalah sebagai alas khususnya dalam berolahraga. Jenis olahraga yang biasa menggunakan matras sebagai alas adalah senam lantai dan yoga. Selain sebagai alat bantu, matras dalam berolahraga juga memiliki fungsi sebagai alat pelindung keselamatan Anda dalam berolahraga.

Dalam olahraga senam lantai, matras memiliki fungsi yang sangat vital. Olahraga di atas lantai ini membutuhkan alat untuk melindungi bagian-bagian tubuh dari risiko cidera akibat gerakan saat senam. Karenanya, matras ini merupakan properti atau alat yang mutlak harus ada dalam olahraga senam lantai.

Iron Gym Matras Olahraga – Hitam

Dalam olahraga senam lantai, matras memiliki fungsi sebagai alas saat melakukan gerakan yang ada dalam olahraga senam lantai. Selain itu, matras di sini berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian tubuh dari kemungkinan cidera akibat gerakan senam. Misalnya terbentur pada lantai atau terpeleset dan jatuh yang menyebabkan benturan dengan lantai.

Sifat matras yang empuk namun padat, mampu melindungi bagian tubuh dari benturan langsung dengan lantai. Dengan memakai matras sebagai alas, maka kekawatiran akan mengalami cidera bisa berkurang. Hal tersebut akan memberikan rasa tenang sehingga Anda bisa fokus dalam melakukan gerakan-gerakan dalam senam lantai tanpa ada rasa takut akan terjadi cidera atau merasakan sakit karena terjadi benturan dengan lantai.

Apabila Anda ingin membeli matras dan masih merasa bingung untuk bisa menentukan jenis matras yang tepat, maka anda bisa mengunjungi ruparupa.com Di sini anda bisa memilih jenis matras yang anda butuhkan dan yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Anda juga bisa mendapatkan pelayanan terbaik dengan berkonsultasi tentang produk-produk berkualiatas yang ada di sini yang sesuai dengan kebutuhan dan juga anggaran yang Anda miliki.

Editor: Sharon Suryaatmadja

tirto.id - Senam lantai adalah olahraga senam yang gerakan dan bentuk latihannya dilakukan di lantai. Manfaat latihan senam lantai adalah untuk menambah daya tahan tubuh, memperbaiki koordinasi dan kelenturan tubuh, serta membentuk tubuh supaya ideal dan terpelihara kesehatannya. Senam lantai bisa dilakukan dengan maupun tanpa alat.

Sejarah senam lantai dapat dilacak dari tulisan atau gambar di Piramida Mesir. Beberapa peneliti menyimpulkan, dari apa yang digambarkan di situs piramida, bahwa Bangsa Mesir Kuno telah mengenal gerakan-gerakan hampir serupa dengan senam lantai. Senam lantai pun dikaitkan dengan sejarah yoga di India. Sebab, salah satu gerakan khas yoga adalah kayang. Kayang termasuk gerakan dalam senam lantai yang menuntut kelenturan tubuh.

Senam lantai membutuhkan keterampilan tubuh dalam menonjolkan keindahan, kerumitan, kekuatan, keluwesan, keseimbangan, sekaligus kelenturan gerak. Sebagaimana namanya, olahraga yang masuk dalam rumpun senam ini dilakukan di atas lantai sebagai alas.

Adapun alas untuk senam lantai dilapisi matras. Dalam perlombaan resmi, senam lantai dilakukan di atas bidang datar (lantai) berlapis matras, yang umumnya, berukuran 12 X 12 meter persegi.

Matras sebagai alas untuk tempat melakukan gerakan senam lantai juga bisa diganti dengan bahan sejenis yang lembut, seperti permadani.

Adapun macam-macam gerakan dasar senam lantai adalah sebagai berikut:

1. Guling Depan

Guling depan (forward roll) adalah gerakan berguling ke depan dengan tumpuan pada bagian atas belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang). Latihan ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni guling ke depan dengan awalan sikap berdiri dan berjongkok.

2. Guling Belakang

Guling Belakang (back roll) yaitu menggulingkan badan ke belakang dengan posisi badan tetap membulat, yakni kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, dan kepala ditundukkan sampai dagu melekat di dada.

3. Gerakan Guling Lenting

Gerakan guling lenting merupakan gerakan melentingkan badan ke atas-depan dengan lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan. Terdapat 2 gerakan guling lenting berdasarkan tumpuannya, yakni bertumpu pada tengkuk dan kepala.

4. Kayang

Sikap kayang sempurna bisa dicapai saat posisi tubuh melengkung, menghadap ke atas, pinggul dan perut juga terangkat, dengan tumpuan pada kedua telapak tangan dan juga kaki (4 titik). Adapun kepala berada di antara kedua tangan, dengan menatap lurus ke depan dalam posisi terbalik.

Kayang dapat dilakukan dengan 2 macam awalan: berdiri dan berbaring. Melakukan kayang dengan awalan berdiri lebih sulit dibandingkan awalan berbaring. Orang yang tak terbiasa dengan sikap kayang kemungkinan juga lebih takut jika memulai dengan awalan berdiri. Meski demikian, kedua awalan ini dapat di lakukan oleh pemula.

5. Berdiri Menggunakan Tangan (hand stand)

Berdiri dengan menggunakan tangan (hand stand) adalah sikap tegak bertumpu pada kedua tangan dengan siku-siku lurus ke atas. Yang perlu diperhatikan yakni hand stand dilakukan di atas alas yang keras, misalnya lantai.

6. Berdiri dengan Menggunakan Kepala (Head Stand)

Berdiri dengan menggunakan kepala (Head Stand) adalah sikap tegak bertumpu pada kepala dengan siku kedua tangan dan telapak dipakai sebagai alas kepala. Head stand bisa dilakukan di atas landasan atau alas yang keras, misalnya lantai agar memudahkan tubuh berdiri lurus secara terbalik dengan seimbang.

7. Lompat Kangkang

Lompat kangkang adalah loncatan yang dilakukan dengan posisi tubuh membuka kedua kaki atau mengangkang di saat melewati peti lompat atau benda lainnya. Lompat kangkang dapat dilakukan di atas lantai atau matras, tanpa harus keluar ruangan.

Gerakan lompat kangkang dan tahapannya adalah sebagai berikut:

  • Posisi awal lompat kangkang berdiri tegak menghadap peti lompat atau teman yang membungkuk.
  • Berlari ke arah peti lompat atau teman yang membungkuk.
  • Tepat satu langkah sebelum peti lompat, tolakkan kaki kiri ke depan atas
  • Bersamaan dengan itu menumpukan kedua telapak tangan di atas peti lompat, dan siku sedikit ditekuk.
  • Ketika tangan menyentuh bagian atas peti lompat atau punggung teman yang membungkuk, kangkangkan kedua kaki selebar mungkin ke samping.
  • Usai melewati peti loncat atau punggung teman yang membungkuk, kedua kaki dirapatkan kembali sebelum penurunan.
  • Pendaratan dilakukan dengan urutan ujung kaki, lalu seluruh kaki, lutut ditekuk, panggul dibungkukkan, dan berdiri tegak.

8. Lompat Jongkok

Teknik dasarnya hampir sama dengan lompat kangkang. Tahap gerakannya terdiri dari awalan, tolakan, melewati peti lompat, dan mendarat.

9. Gerakan Meroda

Gerakan meroda merupakan gerakan memutar badan menyamping, dengan tumpuan berat tubuh ketika berputar di kedua tangan dan kaki.

Gerakan meroda dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Posisi awal berdiri
  • Sikap menyamping arah gerakan
  • Kedua kaki dibuka selebar bahu dan kedua lengan terentang serong atas.
  • Bila gerakan diawali tangan kiri, letakkan tapak tangan kiri di matras diikuti kaki kanan terangkat lurus
  • Saat tangan kanan diletakkan di matras, kaki kiri terangkat lurus ke atas, dan badan berdiri dengan tangan.
  • Cepat turunkan kaki kanan di matras disusul terangkatnya tangan kiri
  • Lalu kaki kiri mendarat di matras.
  • Akhir gerakan ialah berdiri sikap menyamping arah gerakan
  • Di sikap akhir, posisi kedua kaki terbuka selebar bahu, sikap kedua lengan terentang serong atas di samping telinga.

Baca juga artikel terkait SENAM LANTAI atau tulisan menarik lainnya Olivia Rianjani
(tirto.id - olr/add)


Penulis: Olivia Rianjani
Editor: Addi M Idhom
Kontributor: Olivia Rianjani

Subscribe for updates Unsubscribe from updates