Apa itu lemparan melambung?

186 Buku Guru Kelas V SDMI 1. Teknik Dasar Permainan Rounders Terdapat beberapa teknik dasar dalam permainan rounders, di antaranya melempar, menangkap, memukul, dan lari. A. Cara melempar bola Cara melempar bola pada permainan rounders ada teknik-tekniknya. Teknik ini perlu dikuasai dengan baik dan benar agar mendapatkan lemparan yang sempurna. Adapun jenis lemparan itu dapat dibagi menjadi tiga, sebagai berikut. 1. Lemparan melambung Lemparan melambung biasanya digunakan untuk lemparan yang berjarak jauh. Lemparan ini memerlukan tenaga yang cukup besar karena bola harus jauh dan tinggi. Cara melakukan lemparan melambung, yaitu sebagai berikut. a. Bola dipegang dengan posisi tangan atau jari-jari dengan benar. b. Ayunkan tangan yang memegang bola sambil kaki melangkah secara bersamaan. c. Berat badan bertumpu pada kaki depan. d. Saat mengambil awalan melempar, badan sedikit condong ke belakang.

2. Lemparan mendatar

Lemparan bola mendatar adalah lemparan bola yang arah bolanya mendatar dan cepat. Lemparan ini dilakukan dengan mengayunkan tangan dari belakang ke depan sejajar dengan bahu. Gerakan melempar ini disertai dengan lecutan pergelangan tangan.

3. Lemparan bawah menyusur tanah

Lemparan bawah ini arah atau jalannya bola menyusur tanah. Lemparan jenis ini biasanya dilakukan dalam keadaan darurat dan dilakukan dengan cepat. Cara melakukan lemparan bawah, sebagai berikut. a. Posisi badan sedikit membungkuk dan kedua kaki sedikit ditekuk. b. Ayunan tangan dilakukan dari samping atas ke depan bawah. c. Gerakan melempar bola bawah ini disertai dengan lecutan tangan. B. Cara menangkap bola Cara menangkap bola ada beberapa macam, tergantung dari datangnya bola. Namun, secara garis besar, datangnya bola dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: 1. Bola yang datangnya langsung, cara menangkapnya, yaitu: a. Tangan diluruskan ke depan atau sedikit ditekuk pada pergelangan sikut. b. Sarung tangan glove menghadap ke arah datangnya bola dan tangan yang lain di samping glove. c. Apabila bola telah masuk glove, tangan yang lain segera menutup dan mengambil bola yang ada di dalamnya. 2. Bola yang melambung, cara menangkapnya, yaitu: a. Bola ditangkap setinggi atau melebihi kepala. b. Pada waktu menangkap bola, pandangan harus ke tangan yang sedang menangkap. c. Setelah bola masuk ke glove, tangan yang lain segera menutup agar bola tidak terlepas lagi. d. Gerakan follow through adalah gerakan terakhir. Diunduh dari http:bse.kemdikbud.go.id 187 Tema 4 Subtema 3: Lingkungan Sehat 3. Bola yang datang bergulir di tanah, cara menangkapnya, yaitu: a. Kaki dilangkahkan ke depan. b. Kedua lutut ditekuk dan badan dibungkukkan. c. Tangan kiri di tanah yang memakai glove dan menghadap ke arah datangnya bola. d. Setelah bola masuk ke glove, tangan lain segera menutup dan mengambil bola yang ada di dalamnya. C. Cara memukul bola Teknik memukul bola merupakan keterampilan yang perlu dipelajari dan dikuasai karena dengan pukulan yang baik kita dapat menguasai permainan. Memukul bola terdiri atas dua jenis pukulan, yaitu pukulan dengan ayunan swingdan pukulan tanpa ayunan bunt. Pukulan tanpa ayunan bunt adalah pukulan yang hanya menyentuhkan kayu pemukul dengan bola tanpa mengayunkan kayu pemukul. Pemukul hanya menunggu bola mengenai kayu pemukul sehingga pantulan bola jatuhnya dekat dari pemukul. Pukulan tanpa ayunan bunt merupakan suatu teknik untuk mengelabui regu penjaga. Cara melakukan pukulan, yaitu: 1. Berdiri dengan posisi badan menyamping dari arah datangnya bola. 2. Posisi kedua kaki dibuka selebar bahu. 3. Telapak kaki sejajar dengan lutut sedikit ditekuk. 4. Badan sedikit condong ke depan. 5. Pemukul dipegang dengan erat oleh kedua tangan dan berada di samping telinga kanan. 6. Pandangan mata lurus ke arah datangnya bola atau lemparan. D. Cara lari dalam bermain rounders Pada saat lari menuju base dalam permainan rounders harus disesuaikan dengan situasi permainan, yaitu ada saat-saat tertentu pelari harus lari secepat-cepatnya. Kecepatan berlari dan ketangkasan harus dimiliki oleh setiap pemain. Jarak yang harus ditempuh oleh pelari lebih kurang 75 meter. Latihan lari dalam permainan rounders dapat dilakukan seperti pada latihan lari jarak pendek. Agar pemain rounders dapat meningkatkan teknik permainan yang baik, sebaiknya setiap pemain melakukan latihan-latihan sebagai berikut. 1. Latihan meningkatkan kecepatan berlari dan daya tahan. 2. Latihan berlari secepat-cepatnya dari base yang satu ke base yang lain. 3. Latihan untuk meningkatkan kekuatan otot perut, punggung, kaki, dan lengan. 4. Latihan meluncur untuk menuju tempat hinggap. 5. Latihan menghindarkan diri dari ketikansentuhan bola lawan. 2. Lapangan Rounders Lapangan rounders berbentuk segi lima beraturan dengan panjang tiap-tiap sisinya 15 meter. Di setiap sudut-sudutnya diberi bidai base berbentuk bujur sangkar. Diunduh dari http:bse.kemdikbud.go.id 188 Buku Guru Kelas V SDMI Keterangan: a. Tempat pitcher b. Tempat catcher c. Ruang tunggu d. Tempat memukul I-IV Tiang hinggap base V Home base 15 m 15 m 15 m 15 m 15 m a d b V I II III IV c 3. Bermain Rounders dengan Peraturan yang Dimodifikasi Peraturan yang dimodifikasi artinya peraturan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Modifikasi peraturan yang dilakukan dalam permainan rounders, antara lain pada ukuran lapangan, jumlah pemain, dan lamanya permainan. Modifikasi aturan-aturan tersebut harus disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu regu penjaga dan regu pemukul. 4. Peraturan Permainan Rounders Permainan rounders memiliki peraturan-peraturan yang harus diperhatikan. Berikut beberapa peraturan yang harus dijalankan dalam permainan rounders. Peraturan ini dibuat dengan tujuan agar dalam permainan dapat berjalan dengan baik dan sportif. Peraturan-peraturan tersebut, sebagai berikut. a. Permainan rounders dimainkan oleh dua regu. Setiap regu terdiri atas 12 pemain, dengan pemain cadangan sebanyak 6 orang. b. Sebelum permainan dimulai, diadakan undian. Regu yang memenangkan undian berhak memilih menjadi regu pemukul atau regu jaga. c. Pemukul diberi kesempatan memukul sebanyak 3 kali. Apabila pukulan pertama atau kedua baik, ia harus berlari menuju base. d. Urutan memukul bola sesuai dengan nomor yang telah ditentukan. e. Pemukul yang antre di belakang tidak boleh mendahului pemukul di depannya. f. Setiap base hanya boleh diisi oleh satu orang pemain. g. Setiap pemain regu pemukul berpindah base, regu jaga boleh mematikan dengan cara mengetik atau membakar base. h. Lama permainan rounders ditentukan oleh inning. Satu inning, yaitu satu kali menjadi regu pemukul dan satu kali menjadi regu penjaga. Untuk peraturan resmi permainan dilakukan dalam 7 inning. Diunduh dari http:bse.kemdikbud.go.id 189 Tema 4 Subtema 3: Lingkungan Sehat i. Pertukaran tempat terjadi apabila: 1 Regu penjaga berhasil mematikan regu pemukul sebanyak 6 kali. 2 Regu penjaga berhasil menangkap bola yang dipukul regu pemukul sebanyak 5 kali. j. Kemenangan diraih oleh regu yang berhasil mengumpulkan jumlah poin yang paling banyak. k. Cara menentukan nilai atau angka, sebagai berikut. 1 Setiap base yang dilewati pemain mendapat angka 1. 2 Jika dibakar atau terkena tik, regu yang bermain tidak mendapat nilai pada base tersebut. 3 Apabila dapat kembali ke ruang tunggu dengan pukulan sendiri dan setiap base selamat maka akan mendapat angka 6. Sumber: http:mi-almustajab.blogspot.com, 19 november 2013 IPA Organ Pernapasan dan Fungsinya Semua hewan dan manusia membutuhkan udara untuk bernapas. Proses pernapasan pada manusia terdiri atas beberapa tahap dengan menggunakan berbagai macam organ. Berikut adalah organ-organ pernapasan pada manusia. 1. Hidung Cavum Nasalis Rongga hidung termasuk alat pernapasan pada manusia paling luar, dan merupakan alat pernapasan paling awal. Udara keluar masuk melalui rongga hidung. Rongga hidung selalu lembap karena adanya selaput lendir. Di dalam rongga hidung juga terdapat rambut-rambut pendek dan halus. Selaput lendir dan rambut-rambut halus ini berfungsi menyaring debu dan kotoran yang masuk bersama udara, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, dan mengenali adanya bau. Di dalam rongga hidung juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Bagian belakang rongga hidung terhubung dengan nasofaring melalui dua lubang yang disebut choanae. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen, tetapi juga gas-gas lain. Misalnya, karbon dioksida CO2, belerang S, dan nitrogen N2. Gas-gas tersebut ikut terhirup, tetapi hanya oksigen yang dapat berikatan dengan darah. Selain sebagai organ pernapasan, hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. Dengan kemampuan tersebut, manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Dari rongga hidung, udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan. 2. Tenggorokan Faring Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan persimpangan antara 2 saluran, yaitu rongga hidung ke tenggorokan saluran pernapasannasofarings pada bagian depan dan rongga mulut ke kerongkongan saluran pencernaanorofarings pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara pita vocalis dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Diunduh dari http:bse.kemdikbud.go.id 190 Buku Guru Kelas V SDMI Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Pada waktu menelan makanan, epiglotis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas, epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan dan mengakibatkan gangguan kesehatan. Fungsi utama faring adalah menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagi jalan makanan dan minuman yang ditelan. Faring juga menyediakan ruang dengung resonansi untuk suara percakapan. 3. Batang Tenggorokan Trakea Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm dan terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada torak . Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia- silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut. 1. Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat. 2. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 1620 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka. 3. Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara. Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut. Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan. Batang tenggorok trakea terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok bronkus . Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus . Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru alveolus. 4. Pangkal Tenggorokan Laring Laring merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh tulang rawan. Laring berada di antara orofaring dan trakea, di depan lariofaring. Salah satu tulang rawan pada laring disebut epiglotis. Epiglotis terletak di ujung bagian pangkal laring. Bagian dalam dindingnya digerakkan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang menghubungkan faring dengan trakea. Laring diselaputi oleh membran mukosa yang terdiri atas epitel berlapis pipih yang cukup tebal sehingga kuat untuk menahan getaran-getaran suara pada laring. Fungsi utama laring adalah menghasilkan suara dan juga sebagai tempat keluar masuknya udara. Diunduh dari http:bse.kemdikbud.go.id 191 Tema 4 Subtema 3: Lingkungan Sehat Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok epiglotis. Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara. 5. Cabang Tenggorokan Bronkus Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, namun tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur. Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bronkus primer bercabang menjadi tiga bronkus lobaris bronkus sekunder. Bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus . Dinding alveolus mengandung kapiler darah. Melalui kapiler-kapiler darah dalam alveolus inilah oksigen dan udara berdifusi ke dalam darah. Fungsi utama bronkus adalah menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus.

6. Bronkiolus Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran