Apa yang dimaksud bayangan semu

Cermin datar

Permukaan cermin datar sangat halus dan memiliki permukaan yang datar pada bagian pemantulannya, biasanya terbuat dari kaca. Di belakang kaca dilapisi logam tipis mengilap sehingga tidak tembus cahaya. Ketika kamubercermin, bayangan wajahmu ada di belakang cermin tersebut berhadap-hadapan denganmu seakan kembaran yang persis sama. Akan tetapi, posisimu menjadi berubah,tangan kanan menjadi tangan kiri, telinga kirimu menjadi telingan kanan, begitu juga seluruh anggota badanmu.Mengapa demikian?

Ketika kamu bercermin, bayanganmu tidak pernahdapat dipegang atau ditangkap dengan layar. Bayangan seperti itu disebut bayangan maya atau bayangan semu. Bayangan maya selalu terletak di belakang cermin. Bayangan ini terbentuk karena sinar-sinar pantul yang teratur pada cermin. Sifat-sifat bayangan cermin datar adalah :

  1. Bayangannya maya.
  2. Bayangannya sama tegak dengan bendanya.
  3. Bayangannya sama besar dengan bendanya.
  4. Bayangannya sama tinggi dengan bendanya.

Pada saat menentukan bayangan pada cermin datar melalui diagram sinar, titik bayangan adalah titik potong berkas sinar-sinar pantul. Bayangan bersifat nyata apabila titik potongnya diperoleh dari perpotongan sinar-sinar pantul yang konvergen (mengumpul). Sebaliknya, bayangan bersifat maya apabila titik potongnya merupakan hasil perpanjangan sinar-sinar pantul yang divergen (menyebar).

Perhatikan video di bawah ini

Cermin Cekung

Cermin cekung memiliki permukaan pemantul yang bentuknya melengkung atau membentuk cekungan. Garis normal pada cermin cekung adalah garis yang melalui pusat kelengkungan, yaitu di titik  M atau 2F. Sinar yang melalui titik ini akan dipantulkan ke titik itu juga.

Sinar-sinar Istimewa pada Cermin Cekung

  1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
  2. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.
  3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui titik pusat kelengkungan cermin pula.

Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar pantul atau konvergen. Ketika sinar-sinar sejajar dikenakan pada cermin cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik.

Perhatikan video tentang pembentukan bayangan pada cermin cekung berikut!

Cermin cembung

Pada cermin cembung juga berlaku hukum-hukum pemantulan, yaitu besarnya sudut datang sama dengan besarnya sudut pantul. Selain itu, pada cermin cembung juga berlaku sinar-sinar istimewa yaitu:

1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik fokus (F).

2. Sinar yang datang menuju titik fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama.

3. Sinar yang datang menuju titik pusat kelengkungan cermin seolah-olah berasal dari titik pusat kelengkungan tersebut.

Perhatikan video tentang cermin cembung di bawah ini

Untuk lebih materi lebih lanjut kunjungi halaman ini

kalimat utama pasti mengandung gagasan utama. kemudian kalimat selanjutnya diikuti dengan kalimatbutuh orang baik! yang bantu jawab saya doakan apa ya … ng diinginkan jadi kenyataan aminn ​

1.Sesuatu yang kita dapatkan setelah melaksanakan kewajiban disebut? 2.Radiasi adalah........3.Apa yang di maksud dengan bahan konduktor?4.Apa yang di … maksud dengan perpindahan kalor secara konduksi! 5.Sebutkan contoh pengembangan dari pola lantai garis melengkung? 6.Sebutkan hak sebagai warga negara!7.Sebutkan kewajiban sebagai seorang warga negara!8.Sebutkan contoh pengembangan dari pola lantai garis lurus!9.Tari saman aceh menggunakan pola lantai.........10.Jelaskan apa itu bahan isolator! Sebutkan contohnya!!tolong jawab nanti aku floww semua beneran gak boong! ​

mengurutkan langkah langkah membuat karya seni kolase​

Berikut ini yang termasuk alat transportasi tradisional adalah... A. Pesawat terbang B. Kereta api C. Kapal laut D. Dokar?

45. karya seni yang dibuat dengan menyusun gambar-gambar objek menjadi gambar baru disebut....​

44. gerakan tangan membuang selendang pada saat menari dinamakan.....​

penerapan teknologi harus diringi dengan sikap tanggung jawab agar..?

Penyajian sebuah berita harus berdasarkan unsur

Perhatikan puisi berikut! ayah engkaulah motivasikuuntuk menjadi seperti muberbakti pada nusa dan bangsamumenjaga lambang kebanggaanmutapi tekatku tet … ap mengebubelajar ku harus kuduagar cita-cita di raihkupertanyaan!tentukan amanat puisi yang terkandung dalam puisi di atas! bantu ya kakッ​

wakil materi kesehatan wamenkes dan mengungkapkan kebutuhan nasional versi nasi untuk anak-anak usia 6 SD 11 tahun adalah 26 juta anak dengan memperhi … tungkan 2 kali vaksinasi untuk setiap anak maka dibutuhkan sekitar 58 juta Tuliskan semua yang terdapat pada teks nonfiksi di atas​

 Salahsatu fenomena reaksi kesetimbangan yang menarik diamati adalah kesetimbangan kromat-dikromat ion kromat (CrO42-) berwarna kuning; ion ...

Optika geometri adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat cahaya seperti pemantulan, pembiasan dan jalannya sinar-sinar pada alat-alat optik. Pemantulan cahaya adalah peristiwa terpancarnya kembali berkas-berkas sinar datang yang melalui suatu permukaan benda sedangkan pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya karena melalui beberapa medium yang berbeda kerapatan optiknya.


Berbicara mengenai peristiwa pemantulan dan pembiasan, tentunya tidak pernah terlepas dari sifat bayangan yang dihasilkan. Pemantulan dan pembiasan cahaya pada jenis alat optik yang berbeda bisa menghasilkan sifat bayangan yang berbeda. Sifat bayangan tersebut adalah maya (semu) atau nyata. Contohnya, pada peristiwa pemantulan cahaya pada cermin datar atau cermin cembung dan pembiasan cahaya pada lensa cekung, maka sifat bayangan yang dihasilkan adalah maya.

Sedangkan pada peristiwa pemantulan cahaya pada cermin cekung dan pembiasan cahaya pada lensa cembung, maka sifat bayangan yang dihasilkan adalah bisa maya atau nyata. Lalu tahukan kalian apa itu bayangan maya dan nyata? Bagaimana perbedaan kedua jenis bayangan tersebut? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, silahkan kalian simak penjelasan berikut ini.

Perbedaan Bayangan Maya dan Bayangan Nyata

Bayangan maya adalah bayangan yang dihasilkan dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar cahaya. Sedangkan bayangan nyata adalah bayangan yang terbentuk dari perpotongan langsung sinar-sinar cahaya. Sebagai contoh, bayangan yang dihasilkan pada cermin datar merupakan bayangan maya karena bayangan tersebut merupakan perpotongan dari perpanjangan sinar-sinar cahaya. Adapun contoh bayangan nyata terjadi pada bayangan yang dihasilkan oleh proyektor pada layar.

Pengertian bayangan maya dan nyata di atas merupakan definisi bayangan secara umum, kenapa? Karena kita tahu bahwa dalam perambatannya, cahaya dapat dipantulkan (pada cermin) atau juga dapat dibiaskan (pada lensa). Oleh karena itu pada peristiwa pemantulan dan pembiasan, kita perlu mengenal beberapa istilah penting, diantaranya adalah sebagai berikut.

 Sinar datang adalah sinar yang menuju permukaan benda baik itu cermin atau lensa.

 Sinar pantul adalah sinar yang dipantulkan dan berasal dari benda (dalam hal ini cermin).

 Sinar bias adalah sinar yang dibelokkan dan berasal dari benda bening (dalam hal ini lensa).

Dengan demikian, perbedaan antara bayangan maya dan bayangan nyata dapat kita tentukan secara lebih spesifik pada konteks pemantulan dan pembiasan cahaya. Perhatikan tabel perbandingan berikut.

Tabel Perbedaan Bayangan Maya dan Bayangan Nyata

Bayangan Maya

Bayangan Nyata

Pemantulan Cahaya

Bayangan yang terbentuk dari perpotongan perpanjangan sinar pantul.

Bayangan yang terbentuk dari perpotongan langsung sinar pantul.

Pembiasan Cahaya

Bayangan yang terbentuk dari perpotongan perpanjangan sinar bias.

Bayangan yang terbentuk dari perpotongan langsung sinar bias.

Dari semua uraian di atas, maka untuk mempermudah mengingat perbedaan antara bayangan maya dan bayangan nyata, silahkan kalian perhatikan konsep berikut ini.

Bayangan Maya

=

Perpotongan perpanjangan sinar pantul/bias

Bayangan Nyata

=

Perpotongan langsung sinar pantul/bias

Contoh Bayangan Maya dan Bayangan Nyata

Dari penjelasan mengenai perbedaan bayangan maya dan bayangan nyata di atas, kita tahu bahwa baik bayangan maya maupun nyata dapat terbentuk dari peristiwa pemantulan dan juga pembiasan cahaya. Untuk itu, penulis akan memberikan contoh bayangan maya dan nyata pada peristiwa pemantulan dan juga pembiasan cahaya.

Contoh Bayangan Maya

Pertama kita akan melihat bagaimana terbentuknya bayangan maya pada peristiwa pemantulan cahaya di cermin cembung. Cermin cembung disebut juga cermin konveks. Cermin cembung bersifat divergen, artinya menyebarkan sinar-sinar yang datang. Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung adalah sebagai berikut.

Bagian-bagian dari cermin cembung di atas adalah sebagai berikut.

R = jari-jari kelengkungan cermin

P = titik pusat kelengkungan cermin

F = titik fokus cermin

Mula-mula, sinar 1 datang menuju pusat kelengkungan cermin kemudian sinar 1 akan dipantulkan kembali. Lalu, sinar 2 datang sejajar sumbu utama dan dipantulkan seolah-olah datang dari titik fokus. Apabila kita tarik garis perpanjangan kedua sinar pantul maka kedua garis tersebut akan berpotongan pada satu titik. Nah titik inilah tempat bayangan objek berada. Karena bayangan terbentuk sebagai hasil perpotongan perpanjangan sinar pantul, maka bayangan bersifat maya.

Kedua, kita akan melihat bagaimana proses terbentuknya bayangan maya pada peristiwa pembiasan cahaya di lensa cekung. Lensa cekung disebut juga lensa negatif karena titik fokus utamanya bernilai negatif (terletak dibelakang lensa). Lensa cekung memiliki sifat divergen atau memancarkan sinar. Proses pembentukan bayangan pada lensa cekung adalah sebagai berikut.

Bagian-bagian dari lensa cekung di atas adalah sebagai berikut.

F1 dan F2 = titik fokus

P1 dan P2 = pusat kelengkungan lensa

Mula-mula sinar 1 datang sejajar sumbu utama lalu dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus Flensa. Lalu, sinar 2 datang menuju titik fokus F2 dan dibiaskan sejajar sumbu utama. Dan terakhir, sinar 3 datang melalui pusat optik dan sinar ini tidak dibiaskan melainkan diteruskan. Jika kita tarik garis-garis perpanjangan sinar 1 dan 2 maka sinar-sinar tersebut akan berpotongan pada satu titik. Nah di titik inilah tempat bayangan objek berada. Karena bayangan terbentuk sebagai hasil perpotongan perpanjangan sinar bias, maka bayangan bersifat maya.

Contoh Bayangan Nyata

Pertama, kita akan melihat bagaimana terbentuknya bayangan nyata pada peristiwa pemantulan cahaya di cermin cekung. Cermin cekung disebut juga cermin konkaf. Cermin cekung bersifat konvergen, artinya mengumpulkan sinar-sinar yang datang. Bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung adalah sebagai berikut.

Pada peristiwa pemantulan cahaya pada cermin cekung seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas, mula-mula sinar 1 datang sejajar sumbu utama kemudian dipantulkan menuju titik fokus. Kemudian, sinar 2 datang melalui titik fokus kemudian dipantulkan sejajar sumbu utama. Jika kalian lihat sinar pantul 1 dan 2 berpotongan di satu titik. Nah di titik inilah tempat terbentuknya bayangan benda. Karena bayangan terbentuk dari perpotongan langsung sinar-sinar pantul, maka bayangan bersifat nyata.

Kedua, kita akan melihat bagaimana proses pembentukan bayangan nyata pada pembiasan cahaya di lensa cembung. Lensa cembung merupakan lensa yang permukaan lengkungnya menghadap ke luar. Lensa cembung memiliki sifat konvergen atau mengumpulkan sinar. Pembentukan bayangan pada lensa cembung diperlihatkan pada gambar berikut ini.

Perhatikan gambar di atas. Mula-mula sinar 1 datang sejajar sumbu utama dan dibiaskan menuju titik fokus F2. Kemudian, sinar 2 datang melalui titik pusat lensa cembung sehingga sinar akan diteruskan. Dan terakhir sinar 3 datang melalui titik fokus F2 dan dibiaskan sejajar sumbu utama. Dari gambar nampak bahwa ketiga sinar bias berpotongan pada satu titik dan titik inilah tempat bayangan terbentuk. Karena bayangan dibentuk dari perpotongan langsung sinar-sinar bias, maka bayangan bersifat nyata.

Demikianlah artikel tentang perbedaan bayangan maya dan bayangan nyata beserta contohnya lengkap dengan gambar. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Apabila terdapat kesalahan tanda, simbol, huruf maupun angka dalam penulisan artikel. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel berikutnya.