Apabila PESERTA GAGAL MELOMPATI karet maka DIA harus

Assalamu'alaikum



Seperti kondisi saya yang sangat bersemangat hari ini, semoga kondisi teman-teman juga sama ya, aamiin.

Mengapa saya sangat bersemangat? Karena saya akan berbagi cerita tentang masa kecil kembali, cerita indah yang terjadi lebih dari tigapuluh tahun yang lalu.

Saya selalu merasa senang apabila mengenang kembali perjalanan hidup ditahun delapan puluhan. Masa kanak-kanak, masih duduk di sekolah dasar. Masa paling indah dan tidak mungkin bisa dilupakan oleh siapa saja, termasuk saya.

Cerita saya kali ini tentang permainan masa kecil dulu. Ada banyak permainan yang biasa kami, saya dan teman-teman kecil saya lakukan saat itu, antara lain : bola bekel, dakon, petak umpet, seledur, benthik, gobak sodor, main karet dan masih banyak yang lainnya.

Dan yang akan saya ceritakan kali ini adalah permainan lompat karet. Karena permainan ini sangat mudah, murah, bisa dimainkan sendiri atau bersama teman-teman.

Permainan lompat karet dulu sering kami mainkan setiap jam istirahat sekolah, atau kalau main di rumah saat sore hari setelah pulang sekolah dan pada hari Minggu.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan meskipun tidak menutup kemungkinan ada anak laki-laki juga yang suka memainkannya.

Meskipun permainan ini sudah cukup terkenal dan hampir setiap orang pernah memainkannya termasuk teman-teman juga, tapi tidak ada salahnya kalau saya ceritakan kembali ya.

Ayo ikuti bagaimana saya membuat dan memainkan permainan lompat karet ini.

Alat permainan.
Namanya juga main karet jadi yang kita butuhkan tentu saja karet gelang ya teman. Berapa banyak? Sebanyak-banyaknya karena karet ini akan kita rangkai menjadi jalinan panjang. Seberapa panjangnya sih tergantung selera masing-masing, tapi biasanya antara 2 sampai 2.5 meter.

Harga karet gelang sangat murah, kalau beli di pasar tradisional dengan hanya Rp.2.000,- kita dapat karet sebanyak 0.5 ons dan itu sudah bisa untuk membuat jalinan karet sepanjang kurang lebih dua meter.

Cara membuat jalinan karet :
1. Siapkan karet gelang banyak-banyak.
2. Pertama ambil dua buah karet, masukkan salah satu karet ke karet yang lain dan lipat jadi dua.
3. Masukkan lagi sebuah karet ke dalam lipatan karet tadi, begitu seterusnyasampai karet gelang habis ya.

jalinan karet gelang
4. Terakhir, kunci jalinan karet supaya tidak lepas. Caranya, ambil dua sisi karet kemudian masukkan salah satu ujung karet keujung yang lain dan tarik kuat-kuat. Selesai.

Kunci jalinan karet supaya tidak lepas

Apabila kita ingin jalinan karet lebih kuat karetnyà bisa dirangkap.

Kita bisa mengajarkan ini kepada anak kita. Berhubung anak saya sudah besar dan tidak memainkan permainan ini lagi, jadi saya mengajarkan kepada keponakan saya yang masih kelas satu SD.


Cara memainkan permainan lompat karet.
Sekarang jalinan panjang karet gelang sudah siap untuk digunakan bermain, jadi tunggu apalagi? Ayo kita mainkan.

Ada tiga jenis permainan lompat karet yang kami mainkan waktu itu yaitu :

1. Suprentul.
Kami menyebutnya demikian, kalau di daerah lain belum tahu apakah ada sebutan lain atau sama saja. Permainan ini bisa dimainkan sendiri atau bersama teman secara bergantian. Bisa dimainkan di teras rumah atau di halaman.

Cara bermain suprentul : Pegang kedua ujung karet dengan kedua tangan, kemudian ayunkan karet dari belakang kearah atas melewati kepala dan ketika akan menyentuh kaki, kita melompat sehingga karet tersebut melewati kaki kita dan berayun kembali dari belakang ke depan. Kita melompat lagi setiap karet melewati kaki kita. Begitu seterusnya.

Keponakan saya bermain suprentul
Permainan suprentul ini sangat terkenal terutama di dunia olah raga, yang disebut skipping. Hanya yang membedakan antara suprentul dan skipping (lompat tali) adalah dari jenis alat yang digunakan dan kecepatan melompat tentunya ya.

2. Suprentul bersama.
Sebenarnya saya tidak tahu persis atau lupa, apa sebutan khusus untuk permainan lompat karet ini, jadi istilahnya saya buat sendiri :). Permainan ini harus dimainkan oleh tiga orang anak tapi berempat juga bisa. Bisa dimainkan di teras rumah atau di halaman.

Gambar dari Google

Caranya bermain : Dua anak memegangi masing-masing ujung karet dengan jarak tidak terlalu jauh dan karet dikendorkan sampai menyentuh tanah atau lantai. Seorang anak berdiri ditengah diantara dua anak yang memegang karet tadi. Kemudian dua orang anak yang jaga mengayun karet secara bersamaan dari bawah keatas melewati pemain yang ditengah tadi, dan ketika karet melewati pemain maka pemain akan melompat. Bisa juga ketika terjadi lompatan-lompatan ada pemain keempat yang masuk dan bergabung dengan pemain, sehingga ada dua pemain yang melompat bersamaan ditengah.

Begitu seterusnya sampai pemain gagal melompat maka dia harus menggantikan temannya untuk jaga.


3. Lompat tinggi.
Permainan ini harus dimainkan minimal tiga orang anak. Dua orang anak menjadi pemegang karet dan satu anak menjadi pemain. Semakin banyak peserta semakin seru tentunya ya. Dimainkan di tempat yang agak luas karena memerlukan ancang-ancang untuk melompat, misalnya di halaman atau di tanah lapang.

Cara bermain lompat tinggi : Karet direntangkan secara horisontal dan harus ada dua anak yang jaga atau memegang kedua ujung karet tersebut. Karet dipegang erat-erat supaya lurus dan tidak menyentuh tanah.
Ada beberapa tahapan ketinggian untuk melompati karet yang membentang tersebut.

Pertama, ketinggian dilutut, artinya kedua penjaga harus meletakkan karet dilutut mereka masing-masing kemudian pemain melompati karet.

Kedua, ketinggian dipanggul, artinya kedua penjaga harus meletakkan karet dipanggul mereka masing-masing kemudian pemain melompati karet.

Ketiga dipusar, keempat didada, kelima ditelinga, keenam dikepala dan ketujuh karet dipegang erat ditelunjuk kemudian tangan diangkat tinggi-tinggi menunjuk langit. Kami menyebut posisi ini : Merdeka!

Apabila ada anak yang gagal melompati karet maka dia akan menjadi penjaga menggantikan temannya.

Ini dia : Merdeka! (Gambar dari Google)
Dahulu saya senang sekali apabila menjadi pemain, apalagi kalau tidak pernah gagal saat melompat. Tetapi tentunya sangat sedih ya ketika harus menjadi penjaga dan melihat teman-teman yang lain melompat dengan gembira. Namun biasanya kesedihan saya tidak lama sih, karena sebentar kemudian pasti akan ada teman saya yang gagal melompat jadi saya akan bisa bermain kembali. Yeeaayy!

Bagaimana teman-teman, seru sekali kan permainan ini?


Nilai positif permainan lompat karet.

Apakah hanya bersenang-senang saja yang kami dapatkan dari permainan ini? Tentu saja tidak. Ada banyak nilai positif lain yang bisa kami dapatkan dari ketiga permainan tersebut selain bersenang-senang, antara lain :

1. Secara tidak sadar kami telah menjalin tali silaturahim, bertemu langsung dengan teman-teman kemudian bercanda dan bermain bersama.

2. Melatih kerjasama. Antara dua anak yang sedang berjaga harus ada kerjasama supaya permainan berlangsung lancar. Coba apabila penjaganya tidak kompak, yang satu meletakkan karet di perut dan yang satu lagi meletakkan karet di telinga, yang bingung kan pemainnya ya.

3. Melatih kesabaran. Anak yang sedang berjaga harus sabar menunggu giliran main, sampai ada anak yang gagal melompat.

4. Melatih kebersamaan. Bagaimana apabila tidak ada pemain yang gagal melompat? Saya pernah mengalaminya dulu, menjadi penjaga terus karena tidak ada yang gagal melompat, akhirnya ada juga dua teman yang dengan suka hati menggantikan kami sebagai penjaga. Tidak perlu menunggu pemain gagal dulu untuk kemudian menggantikan jaga, yang penting semua anak bisa bermain bersama bergantian.

5. Melatih fisik menjadi sehat. Permainan ini sangat menguras tenaga karena banyak sekali gerakannya sehingga unsur olah raganya sangat dominan. Otomatis akan semakin menyehatkan badan kita.


Lalu bagaimana dengan anak-anak sekarang. Masih adakah yang bermain lompat karet seperti yang kita lakukan dahulu? Masih ada kok. Anak-anak seumuran Sekolah Dasar dilingkungan tempat tinggal saya saat ini masih banyak yang bermain lompat karet. Biasanya mereka bermain sore hari selepas Asar dan berhenti menjelang Maghrib.

Memang sih ya, dijaman serba canggih ini sudah banyak anak-anak yang meninggalkan permainan tempo dulu yang dahulu sering kita mainkan, meskipun ada juga yang masih memainkannya seperti anak-anak SD dilingkungan tempat tinggal saya.

Sebaiknya memang permainan ini dan permainan-permainan tempo dulu lainnya kita lestarikan dengan cara mengenalkan kepada anak-anak kita, keponakan atau anak-anak dilingkungan tempat tinggal kita, supaya tidak punah tergerus modernisasi begitu saja.

Harapan saya semoga kedepannya masih banyak anak-anak yang masih bisa memainkan permainan-permainan masa kecil orang tua mereka ya, aamiin.

Jadi, permainan seperti apakah yang sering teman-teman mainkan dahulu, sewaktu masih kecil?


Wassalamu'alaikum.


"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa"