Bagaimana cara kita bersyukur kepada allah

Selama ini mungkina sebagian besar orang akan bersyukur saat dirinya mendapatkan nikmat dari Allah SWT. Sedangkan saat mendapatkan kesusahan, maka akan mengeluh dan bersedih dengan keadaan yang menimpanya itu.

Namun, di saat susah sekali pun kita hendaknya juga bersyukur kepada Allah SWT. Karena Islam mengajarkan agar bersyukur itu dilakukan dalam berbagai kondisi. Termasuk saat sedang susah sekali pun. Nah, berikut adalah cara bersyukur kepada Allah SWT saat sedang susah yang perlu sahabat Dream ketahui:

Selalu Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Cara bersyukur kepada Allah SWT saat susah adalah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tak sedikit orang yang saat sedang senang, justru melupakan Allah SWT dan saat susah barulah ingat pada Allah SWT. Sebagai umat Islam, kita hendaknya selalu ingat kepada Allah SWT dalam segala kondisi.

Saat sedang senang, jangan lupa kepada Allah SWT, begitu pun saat sedang susah juga tetaplah bersama-Nya dan tidak menyalahkan Allah SWT atas kondisi tersebut. Karena Allah SWT lah yang memiliki kuasa akan nasib kehidupanmu hari ini dan masa yang akan datang.

Yakin pada Allah SWT atas Rezeki yang Diberikan

Cara bersyukur kepada Allah SWT saat susah yang kedua adalah yakin kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan. Sahabat Dream harus yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT telah membagi rezeki setiap orang secara adil. Bahkan rezeki seseorang tidaklah akan tertukar dengan rezeki orang lain. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya.

Dengan merasa yakin dengan rezeki yang Allah SWT berikan, hal ini akan menjauhkan kamu dari rasa iri pada orang lain. Akan lebih baik jika sahabat Dream terus berusaha dengan bekerja yang sesuai dengan jalan Allah SWT dan rezeki itu akan datang dari Allah SWT.

Hanya saja, bagaimana aturan yang dibenarkan agama sebagai wujud terima kasih atas segala kurnia yang diterima? 

 

Ketahuilah bersyukur kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ sesungguhnya tidak cukup kalau hanya mengucapkan ‘alhamdulillah’. 

 

Dari sejumlah keterangan yang didapat dari berbagai literatur, setidaknya ada tiga cara mengungkapkan syukur sebagai berikut:  

 

1. Melalui Lisan 
Mengapresiasi syukur lewat lisan yakni dengan ucapan ‘alhamdulillah” adalah hal minimal yang harus dilakukan. Aktivitas lain adalah berkata yang baik-baik. 

 

Orang yang bersyukur kepada Allah akan selalu menjaga lisannya dari ucapan-ucapan yang tidak baik. Mereka akan selalu berhati-hati dan berusaha untuk tidak mengatakan sesuatu yang membuat orang lain tersakiti hatinya. 

 

Orang yang bersyukur tidak berkeberatan untuk meminta maaf atas kesalahannya sendiri kepada orang lain sebagaimana mereka juga tidak berkeberatan memaafkan kesalahan orang lain. 

 

Kepada Allah SWT, mereka senantiasa bersegera memohon ampunan kepada-Nya. Dan hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam surat Ali Imran, ayat 133:


  وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ 

 

Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu 
 

Memohon ampun, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia memang tidak perlu ditunda-tunda. Lebih cepat tentu lebih baik. Betapa banyak kerugian yang timbul akibat macetnya hubungan atau silaturrahim antarsesama saudara, kawan dan relasi, gara-gara persoalan maaf-memaafkan belum terselesaikan.  

 

2. Melalui Hati 
Dalam aktivitas hati ini, bagaimana mengelola hati menjadi hal sangat penting. Aktivitas hati terkait dengan syukur bisa diwujudkan dalam bentuk perasaan senang, ikhlas dan rela dengan apa sudah yang ada. 
Orang-orang bersyukur tentu lebih mudah mencapai bahagia dalam hidupnya terlepas apakah mereka termasuk orang sukses atau belum sukses. Syukur tidak mensyaratkan sukses dalam hidup ini sebab kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada manusia takkan pernah bisa dihitung. 

 

Manusia takkan pernah mampu menghitung seluruh kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Allah dalam surat Ar-Rahman, ayat 13, bertanya kepada manusia:


 فَبِأَيِّ آلاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

 

Artinya: Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? 
 

Ayat tersebut diulang berkali-kali dalam ayat-ayat berikutnya dalam surat yang sama, yakni Ar-Rahman. Dan pengulangan ini tentu bukan tanpa maksud. Allah menantang kepada manusia untuk jujur dalam membaca dang menghitung kenikmatan yang telah Dia berikan. Bagaimana bisa bisa bernapas, melihat dan mendengar, serta bagaimana bisa merasakan dengan panca indera kita? 

 

Dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu saja kita sudah tidak mampu menghitung berapa kenikmatan yang terlibat di dalamnya. Maka barangsiapa tidak bersyukur kepada Allah, sesungguhnya dia telah kufur atau mengingkari kenikmatan-kenikmatan yang telah diterimanya dari Allah  SWT. 

 

Orang-orang yang bersyukur kepada Allah tentu memiliki jiwa yang ikhlas dalam melakukan dan menerima sesuatu. Mereka yang bersyukur tentu tidak suka berkeluh kesah atas aneka kekurangan atau hal-hal tidak menyenangkannya. 

 

Kalangan yang bersyukur tentu lebih sabar daripada mereka yang tidak bersyukur. Memang untuk bisa bersyukur kita perlu kesabaran. Untuk bersabar kita perlu keikhlasan. Dengan kata lain, syukur, sabar dan ikhlas sesungguhnya saling berkaitan. 

 

Maka dalam ilmu tasawuf, syukur adalah suatu maqam atau tingkatan yang sangat tinggi yang hanya bisa dicapai oleh mereka yang telah berhasil mencapai kompetensi tinggi dalam hal spiritualitas. 

 

Dari sinilah kemudian muncul konsep kecerdasan spiritual.  Kecerdasan ini hanya bisa dicapai melalui latihan-latihan yang sering disebut dengan riyadhah. Hal ini berbeda dengan kecerdasan intelektual yang bisa diterima seseorang  secara genetis tanpa melalui latihan-latihan tertentu.  

Bagaimana caranya kita bersyukur kepada Allah SWT?

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut.

Bagaimana cara bersyukur kepada Allah SWT sebutkan 2 saja?

Cara Bersyukur kepada Allah.
Mengucapkan Terima Kasih kepada Orang Lain. Satu di antara cara mensyukuri nikmat Allah adalah selalu berterima kasih kepada orang lain. ... .
Meningkatkan Ketakwaan. Bersyukur tidak hanya dilakukan lewat hati dan lisan saja, namun hendaknya juga diwujudkan lewat perbuatan..

Bagaimana cara bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta ala brainly?

Cara bersyukur kepada allah.
melakukan sujud syukur..
tidak menjadi sombong atau lupa pada Allah atas rahmat yang telah diberikannya..
Menjauhi larangannya..