Bagaimana cara mengetahui ASI cukup atau tidak?

Ketika menyusui si Kecil, Anda sering kali harus menebak-nebak apakah ia telah cukup ASI. Mudah untuk mengetahui bayi lapar atau tidak, tapi tidak dengan kecukupan ASI-nya.

Tenang saja, ada cara-cara untuk mengetahui bayi telah cukup ASI atau tidak.  Berikut adalah lima tanda bayi Anda sudah cukup ASI:

1. Payudara terasa kosong

Payudara ibu terasa kosong dan lebih lembut setelah menyusui. Hal ini karena bayi telah meminum ASI dari payudara ibu. 

2. Bayi tampak menelan

Ketika bayi didekatkan ke payudara ibu, bayi akan menyusu dengan cepat sehingga membantu ASI keluar. Dia akan menarik lebih dalam selagi menelan ASI. Mungkin ibu tidak akan merasakan gerakan ini, tapi akan merasakan rahang bayi bergerak ke bawah dan mendengarnya mengisap serta menelan. Jika bayi tidak mendapatkan cukup ASI, ibu mungkin melihatnya menyusu dengan cepat tetapi tidak menelan secara perlahan dan berirama.

3. Bayi merasa puas

Jika bayi cukup ASI, ia akan merasa puas dan tenang. Sementara bayi yang tampak sangat lesu atau terus-menerus rewel minta makan, mungkin tidak mendapatkan cukup ASI. Jika bayi sudah menyusu lebih dari satu jam dan selalu ingin menyusu dengan jeda kurang dari 1 jam, itu juga pertanda bayi tidak cukup ASI.

4. Popok penuh

Penuh tidaknya popok bayi adalah indikator yang cukup akurat untuk tahu apakah ia mendapatkan cukup ASI. Sebagian besar bayi yang menyusu akan 3-6 kali ganti popok di bulan pertamanya. Warna BAB-nya juga penting. Pada hari pertama biasanya hitam dan lengket, pada hari ketiga atau keempat akan berwarna hijau, dan pada hari keempat atau kelima berwarna kuning. Konsistensi BAB-nya semestinya agak cair.

5. Berat badan bertambah

Berat badan bayi akan berfluktuasi di awal setelah kelahiran. Bayi yang baru lahir mungkin kehilangan sekitar 5-7% berat badan pada hari ketiga atau keempat dan itu hal yang normal. Tetapi jika ia mengalami penurunan berat badan 10% atau lebih, ibu harus memeriksakannya ke dokter. Pada hari ke 10, bayi harus kembali ke berat lahirnya.

Cukup sulit mengukur jumlah takaran ASI yang harus diminum oleh bayi, kecuali bayi menyusu dengan ASI perah (ASIP). Menurut penelitian, bayi membutuhkan ASI sekitar 750 ml/hari. Rata-rata bayi membutuhkan asupan ASI 570-900 ml/hari.

Berikut adalah gambaran kasar rata-rata jumlah ASI yang dibutuhkan oleh seorang bayi setiap kali menyusu.

  • Hari pertama: 7 ml atau 1 sdt lebih
  • Hari kedua: 14 ml atau hampir 3 
  • Hari ketiga: 38 ml
  • Hari keempat: 58 ml
  • Hari ketujuh: 65 ml
  • Frekuensi menyusu ASI pada bulan pertama sekitar 8-12 kali per hari. Setelah berusia 1-2 bulan, frekuensi menyusunya cenderung akan berkurang menjadi 7-9 kali per hari.

Penting untuk mengetahui apakah bayi cukup ASI. Jika ibu curiga bayi tidak mendapatkan cukup ASI atau bayi tidak bertambah gemuk dengan benar, segera konsultasi dengan dokter. Ibu mungkin memiliki masalah seperti disfungsi tiroid atau masalah saluran payudara, atau bisa saja bayi mengalami infeksi atau refleks mengisap yang lemah yang perlu segera ditangani.  

[RS/ RVS]

Kita tidak pernah dapat mengetahui berapa banyak ASI yang diminum bayi, terutama bila ia langsung mengisapnya dari payudara. Ketidaktahuan ini membuat sebagian besar ibu menyusui merasa khawatir dan selalu bertanya-tanya seperti apa tanda bayi cukup ASI atau seperti apa tanda bayi kenyang minum ASI.

Inilah beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk menebak apakah bayi benar-benar meminum ASI atau hanya tampak mengisap padahal tidak ada ASI yang keluar.

Tanda Bayi Cukup Minum ASI

Kenaikan berat badan bayi adalah indikator kecukupan ASI yang baik.

Berikut ini adalah tanda bayi cukup ASI yang perlu Bunda ketahui: 

1. Kenaikan Berat Badan Bayi

Ini adalah cara paling akurat dibandingkan cara lainnya. Sebelum menyusui, timbanglah berat badan bayi dengan timbangan digital. Setelah menyusui 15 menit untuk setiap payudara, timbanglah kembali bayi Anda dengan timbangan yang sama. 

Selisih berat badannya, menunjukkan jumlah ASI yang ia minum selama 30 menit tersebut. Cara ini hanya dapat dilakukan bila tersedia timbangan digital.

Berat badan bayi yang baru lahir cenderung turun pada beberapa hari pertama. Namun, pantaulah agar penurunannya tidak lebih dari 10%. Bila sudah lebih dari 10%, kemungkinan karena ia tidak mendapatkan cukup ASI.

Setiap bulannya, periksalah berat badan bayi. Tanda bayi cukup ASI adalah kenaikan 500 gram hingga 1 kg setiap bulannya. Gunakan Kartu Menuju Sehat untuk memantau pertumbuhan bayi Anda.

Artikel Terkait: Apakah Berat Bayi Anda Ideal?

2. Jumlah Diaper Basah

Salah satu tanda bayi cukup ASI adalah banyaknya air seni yang ia keluarkan setiap hari. Jumlah diaper atau popok basah untuk bayi baru lahir minimal 6 diaper per hari.

Walaupun bayi Anda buang air kecil lebih dari 6 kali per hari, tetap pantau juga kecukupan ASI nya dengan cara-cara lainnya karena jumlah air seni yang membahasi diaper relatif dan tidak dapat diukur.

3. Warna Urine Jernih

Bayi terkadang memiliki bintik-bintik merah muda di urine dalam beberapa hari pertama. Susui bayi lebih sering jika ada bintik-bintik merah muda di urine atau urine berwarna kuning tua. Pada bayi yang cukup minum ASI, urine akan berwarna jernih. 

4. Jumlah dan Warna Pup

Bayi yang meminum ASI eksklusif memiliki pup berwarna kuning cerah dan lebih encer, sedangkan bayi yang meminum susu formula pupnya hijau karena sufor banyak mengandung zat besi.

Untuk bayi yang meminum ASI dan sufor, kita dapat melihat kedua warna tersebut pada pupnya. ASI lebih mudah diserap tubuh, sehingga tidak banyak yang dibuang menjadi pup.

Tanda bayi cukup ASI adalah pup minimal 1 kali dalam sehari. Bila ia tidak pup dalam beberapa hari, Anda perlu curiga bahwa ia kurang ASI.

Bayi baru lahir pupnya berwarna hitam pada 1-2 hari pertama.

Artikel Terkait: Panduan Lengkap Kotoran Bayi: Frekuensi, Tekstur dan Warna

5. Perhatikan Gerakan Dagu Bayi

Ini adalah salah satu cara instan untuk mengetahui apakah si bayi meminum ASI atau hanya melakukan gerakan mengisap tanpa mendapatkan ASI.

Ketika ia menyusu, lihatlah bagian di antara leher dengan dagu. Ketika ia mengisap, dagunya akan bergerak turun naik. Setelah beberapa kali turun naik, dagu akan terlihat turun lebih jauh ke bawah beberapa saat sebelum kembali lagi ke posisi semula. Jeda inilah yang menandakan bahwa ia menegak ASI.

Mengapa ada jeda tersebut? Gerakan naik turunnya dagu terjadi ketika si bayi sedang menstimulasi payudara dengan isapannya, sedangkan ketika dagu turun ke bawah dan berhenti beberapa saat, saat itulah ASI mengisi rongga mulutnya. Jadi, bila dagu bayi Anda hanya turun naik terus tanpa ada jeda yang diikuti dengan dagu, berarti ia tidak menegak ASI.

6. Bunyi Ketika Mengisap Payudara

Tidak semua bayi mengeluarkan bunyi ketika ia menegak ASI, namun sebagian bayi memberikan bunyi misalnya “He, he, he…”, “Glek, glek, glek…” atau “Slurp, slurp…..”.

7. Tekan Payudara Ketika Bayi Menyusu

Hal ini dilakukan untuk mengetes apakah ASI kita keluar ketika si bayi sedang menyusu. Caranya, ketika ia sedang menyusu, peraslah perlahan payudara Anda ke arah puting.

ASI akan menyembur dan mengganggu kenyamanan si bayi yang sedang menyusu. Bila ia tidak terlihat terganggu, berarti tidak ada semburan ASI. Cara ini juga dapat dilakukan untuk membangunkan bayi yang sering tertidur ketika menyusu.

8. ASI Terlihat di Sekitar Bibir Bayi

Tidak semua ibu menyusui memiliki aliran ASI yang deras, sehingga cara ini tidak tentu berlaku untuk semua orang. Terkadang, kita dapat melihat ASI pada sudut bibir bayi ketika ia sedang menyusu. Itulah tandanya ASI kita keluar saat ia mengisapnya.

9. Payudara yang Melunak

Bila Anda mulai menyusui saat payudara terasa penuh, Anda akan merasakan payudara Anda kosong, lunak, dan kempis setelah menyusui. Bila payudara tetap saja penuh, berarti si bayi tidak meminum ASI Anda.

Bila payudara terlalu keras si bayi tidak dapat mengisapnya. Kompreslah payudara dengan handuk hangat lalu perahlah dengan jari-jari Anda. Setelah ASI keluar dan payudara agak lunak, bayi dapat mengisapnya.

10. Bayi Akan Tertidur Pulas

Bayi yang kenyang akan tertidur pulas

Khusus bayi baru lahir, ia akan tertidur pulas seperti ‘drunken master’ ketika kenyang menyusu. Lehernya langsung lunglai ke bahu Anda bila Anda menggendongnya secara tegak. Ia akan bangun kembali dan menangis 2-3 jam kemudian setelah meminum ASI, begitu seterusnya hingga berusia beberapa bulan.

11. Bayi Lebih Tenang dan Santai

Mendapatkan cukup banyak ASI, artinya bayi akan mengalami kenyang. Anak yang kekenyangan dinilai akan lebih tenang dan santai. Mereka tidak akan rewel karena perutnya sudah terisi penuh.

12. Bayi Aktif dan Ceria Ketika Bangun Tidur

Tanda bayi cukup ASI lainnya adalah mereka akan terlihat aktif dan ceria saat bangun tidur. Rasa kenyang tidak hanya membuatnya tenang dan santai, namun itu akan menjadi roda pembakar kalori sehingga anak semakin aktif bermain.

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI

Membuat semburan ASI adalah cara membangunkan bayi yang tertidur sambil menyusu.

Dikutip dari laman La Leche League International, inilah ciri-ciri bayi kurang minum ASI.

Bayi Tampak Sangat Mengantuk atau Lesu

Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI akan memiliki energi yang rendah. Bayi secara teratur akan tidur 4 jam atau lebih pada suatu waktu.

Bayi Membutuhkan Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak Waktu di Payudara

Bayi yang tidak menyusu dengan baik mungkin tertidur segera setelah mulai menyusu, atau mungkin membutuhkan waktu lebih dari 30-40 menit per menyusu. 

Pelekatan Terasa Menyakitkan atau Tampak Dangkal

Pelekatan yang buruk dapat mencegah bayi mendapatkan cukup ASI.

Tidak Ada Peningkatan Berat Badan

Bayi belum mendapatkan kembali berat lahirnya pada usia 10-14 hari atau penambahan berat badan lebih lambat dari yang diharapkan. Penambahan berat badan bayi normal per minggu adalah 155-240 gram atau 5,5-8,5 ons.

Bayi Tidak Sering Buang Air Besar

Seharusnya, mereka harus buang air besar 3-4 kali sehari pada usia empat hari. Bahkan, intensitasnya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Urine Berwarna Keruh

Urine bayi tidak pucat, atau bahkan melihat “debu bata” berwarna coklat kemerahan di popoknya. Jika noda coklat kemerahan terus menerus terlihat di popok bayi, segera periksakan ke dokter anak.

Terlepas dari itu, jika khawatir bayi tidak mendapatkan cukup ASI, pertimbangkan untuk memerah ASI dengan tangan. Bunda dapat memberi makan susu yang diperah dengan sendok teh, cangkir atau langsung ke mulutnya. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari konselor laktasi dan juga penyedia layanan kesehatan bayi. 

Bagaimana Bun, sudahkah Anda mengenali tanda bayi cukup ASI di atas? Semoga informasi ini bermanfaat ya.

***

Artikel telah diupdate oleh: Nikita Ferdiaz

Baca Juga:

Durasi Ideal Bayi Menyusu Setelah Lahir dan Tanda Mendapat Cukup ASI

Ketika ASI justru meningkatkan jumlah bilirubin pada bayi, apa yang harus Bunda lakukan?

Tipe bayi menyusui berdasarkan zodiak, sesuaikah dengan karakter bayi Bunda?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Apa tanda bayi cukup ASI?

Tanda-tanda Si Kecil Sudah Cukup Minum ASI Bayi terlihat kenyang setelah minum ASI. Berat badannya bertambah setelah dua minggu pertama. Payudara dan puting Ibu tidak terasa terlalu nyeri. Payudara Ibu kosong dan terasa lebih lembek setelah menyusui.

Bagaimana kalau ASI tidak cukup?

Ada beberapa penyebab ASI sedikit, mulai dari teknik menyusui yang salah hingga stres. Kurangnya ASI kerap membuat para ibu merasa khawatir tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Namun, Bunda tidak perlu cemas, karena ada cara untuk mengatasi ASI sedikit.

Apakah bayi kurang ASI bisa tidur?

Bayi yang kurang ASI dan dehidrasi akan mengalami waktu tidur yang lebih panjang dan terlihat lesu. Umumnya, bayi baru lahir akan tidur selama 4 jam. Jika Ibu mendapati gejala dehidrasi pada bayi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya agar dapat segera diatasi.