Bagaimana kondisi kualitas penduduk di Indonesia

Jika bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini yaa..

Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan yang menambah dan kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk, yakni kelahiran, kematian, dan migrasi. Kelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedangkan migrasi disebut faktor nonalami. Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Migrasi yang bersifat menambah disebut migrasi masuk (imigrasi), sedangkan migrasi yang bersifat mengurangi disebut migrasi keluar (emigrasi).

Wawasan

Angka kelahiran penduduk paling rendah terdapat di negara Monaco (6 kelahiran tiap 1000 penduduk). Angka kelahiran tertinggi terdapat di negara Niger (50 kelahiran tiap 1000 penduduk). Angka kematian terendah terdapat di Negara Qatar, dan United Arab Emirates (1 orang tiap 1000 penduduk), sedangkan angka kematian tertinggi terdapat di Negara Lesotho (20 orang tiap 1000 penduduk). Sumber: WPDS, 2015

Pertumbuhan dan Kualitas penduduk di negara kita termasuk kategori sedang. Pada periode 2010-2014, angka pertumbuhannya mencapai 1,40% per tahun. Untuk menurunkan tingkat pertumbuhan yang tinggi ini, pemerintah Indonesia melaksanakan program Keluarga Berencana. Dengan program Keluarga Berencana, penduduk Indonesia telah mengalami penurunan dari yang awalnya 2,31% pada periode 1971-1980 menjadi 1,49% pada periode 1990-2000.

Struktur penduduk Indonesia lebih banyak pada penduduk usia muda, hal ini sebagai akibat dari masih tingginya tingkat kelahiran. Persentase penduduk 0 – 14 tahun pada tahun 1980 mencapai 40,3% dan pada tahun 1985 sedikit turun menjadi 39,%. Penduduk usia muda ini pada tahun 2000 diperkirakan turun lagi menjadi 37,7% dan 34,%. Pertumbuhan penduduk sangat banyak, yaitu nomor empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan beberapa hal berikut ini.

  1. Pertumbuhan penduduk usia muda yang cepat menyebabkan tingginya angka pengangguran.
  2. Persebaran penduduk tidak merata.
  3. Komposisi penduduk kurang menguntungkan karena banyaknya penduduk usia muda yang belum produktif sehingga beban ketergantungan tinggi.
  4. Arus urbanisasi tinggi, sebab kota lebih banyak menyediakan lapangan kerja.
  5. Menurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk.

Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah dalam kemampuan sumber daya manusianya. Di Indonesia, masalah kualitas penduduk yang terjadi dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya tingkat kesejahteraan yang kemudian dapat berpengaruh pada pendapatan per kapita masyarakat tersebut. Rendahnya pendapatan perkapita dapat menyebabkan orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya, sehingga banyak anak yang putus sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.

Pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan mutu pendidikan penduduk melalui berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, seperti program beasiswa, adanya bantuan operasional sekolah (BOS), program wajib belajar, dan sebagainya. Walaupun demikian, karena

Kualitas penduduk Indonesia dapat dilihat dari seberapa baik pendidikan penduduknya. Selain itu, kondisi kesehatan penduduknya juga menjadi indikator penting kualitas penduduk. Semakin baik kondisi pendidikan dan kesehatannya, maka semakin baik pula kualitas penduduknya.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C. 

Kualitas penduduk adalah tingkat kemampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi kualitas penduduk di suatu wilayah adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan pendapatan. Kuantitas penduduk adalah jumlah penduduk yang menempati wilayah tertentu. Kuantitas penduduk dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi (perpindahan penduduk).

Dari segi kuantitas penduduk Indonesia memiliki jumlah yang sangat banyak, pertumbuhan penduduk di Indonesia juga termasuk dalam angka yang tinggi. Namun, dari segi kualitas penduduk Indonesia masih memerlukan peningkatan yang dapat mendorong kualitas penduduknya dengan memajukan bidang pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan bagi penduduknya. 

JAKARTA- Fakta mengapa hasil pembangunan tidak dapat meningkatkan kualitas penduduk ini menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah.

Adapun, kualitas penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan nonfisik yang meliputi derajat kesehatan, pendidikan, pekerjaan, produktivitas, tingkat sosial, ketahanan, kemandirian, kecerdasan, sebagai ukuran dasar untuk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang bertakwa, berbudaya, berkepribadian, berkebangsaan dan hidup layak.

Saat ini, pembangunan nasional mencakup semua dimensi dan aspek kehidupan termasuk perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Saat ini dalam mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan keluarga berkualitas dilakukan upaya pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian, pengarahan mobilitas penduduk. Sayangnya, hal itu belum bisa terjadi yang menyebabkan kualitas penduduk masih kecil.

Alasan, mengapa hasil pembangunan tidak dapat meningkatkan kualitas penduduk karena tidak bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga, penyiapan dan pengaturan perkawinan serta kehamilan. Sehingga belum  mampu bersaing dengan bangsa lain dan dapat menikmati hasil pembangunan secara adil dan merata

Selain itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) menyarankan agar meningkatkan langkah kebijakan guna memperbaiki kualitas pendidikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan meningkatkan kualitas penduduk di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia.

Lanjut mengapa hasil pembangunan tidak dapat meningkatkan kualitas penduduk yakni pendapatan per kapita yang masih rendah. Pasalnya, pendapatan atau gaji  yang rendah   belum bisa mensejahterahkan diri sendiri maupun keluarga. 

Hitungan pendapatan perkapita juga diperoleh dari besarnya pendapatan nasional secara keseluruhan dibagi dengan jumlah penduduk. Semakin tinggi pendapatan per kapita, maka akan semakin tinggi tingkat kesejahteraan penduduknya. Pendapatan per kapita Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain pendidikan masyarakat yang masih rendah, jumlah penduduk terlalu banyak, minimnya lapangan pekerjan, kurangnya tenaga ahli, dan sebagainya.

Untuk itu, keberhasilan dalam mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan mengembangkan kualitas  penduduk serta keluarga akan memperbaiki segala aspek dan dimensi pembangunan dan kehidupan masyarakat untuk lebih maju, mandiri, dan dapat berdampingan dengan bangsa lain dan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan. (RIN)

  • #pendapatan
  • #Pembangunan
  • #kualitas penduduk
  • #gaji
  • #Ekonomi

Kualitas penduduk Indonesia

Keterangan gambar,

56% angkatan kerja hanya lulusan SD sehingga nilai tambahnya kecil

Enam anak perempuan, yang bekerja sebagai pengasuh anak di sebuah kompleks perumahan Kecamatan Cibiru, Bandung, Jawa Barat , mengaku terpaksa bekerja begitu lulus SD atau SMP karena tidak mampu melanjutkan sekolah.

"Saya lulusan SD...setelah keluar sekolah satu bulan saya langsung kerja dari umur 13 tahun," kisah Risa, seorang pengasuh anak dari Pengalengan, Jawa Barat.

Dua tahun lebih muda dari Risa adalah Jeje Cahyati berusia 17 tahun. Dengan modal ijazah SMP tidak banyak pilihan pekerjaan yang tersedia baginya. Oleh karena itu, dia mengaku puas menjalankan tugas mengasuh dua anak, mencuci dan membersihkan lantai majikan setiap hari.

Enam pekerja hanya tamat SD dan SMP tersebut ternyata merupakan mayoritas angkatan kerja di Indonesia. Kondisi ini, kata Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Sonny Harry Harmadi, menunjukkan bahwa kualitas penduduk Indonesia masih rendah.

"Bisa dibayangkan 56% angkatan kerja kita hanya lulusan SD ke bawah. Ini menandakan bahwa akses masyarakat terhadap pendidikan tidak membaik juga. Memang dulu ada SD Inpres tetapi ya cukup sampai SD saja," jelas Sonny.

Nilai tambah

Keterangan gambar,

Sebagian besar warga terjebak pada pekerjaan-pekerjaan kasar

Indikator lain untuk mengukur kualitas penduduk adalah kesehatan dan menurut Sonny kondisi kesehatan belum mengalami perbaikan berarti. Dia mengambil contoh ketersediaan air bersih.

"Ketika air bersih sulit didapat biaya untuk memperoleh air sangat mahal. Jadi itu bisa memiskinkan orang. Di beberapa daerah yang pernah kami kunjungi (membor) lebih dari 50 meter pun belum tentu dapat air dan membor tanah sampai kedalaman tertentu biayanya luar biasa mahal," tambah Sonny.

Air bersih seperti dikatakan oleh Sonny Harry Harmadi adalah sebuah kemewahan bagi sebagian penduduk. Air yang kotor menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya penyakit kulit, diare, dan infeksi.

Memang indikator pendidikan dan kesehatan acapkali digunakan untuk mengukur kualitas penduduk suatu negara seperti digunakan oleh lembaga PBB untuk menangani masalah pembangunan, UNDP.

Indonesia saat ini berada di peringkat 111 dari 182 negara di seluruh dunia, jauh di bawah Singapura (23), Malaysia (66) dan Thailand (87).

Lingkaran setan

Tentu penduduk kualitas rendah berdampak besar terhadap kemampuan untuk menciptakan nilai tambah.

"Penduduk yang bertambah itu kualitasnya rendah. Kalau kualitasnya rendah kemudian daya saing terhadap bangsa-bangsa lain tidak memadai dan kita akan terjebak pada ... pekerjaan-pekerjaan kasar yang tentu saja income-nya menjadi rendah," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief.

Akan tetapi, menurut mantan Menko Kesra Orde Baru Haryono Suyono, kualitas penduduk sekarang cukup bagus hanya saja tidak sesuai dengan tuntutan jaman.

Keterangan gambar,

Keuntungan ekonomi akan banyak tersedot untuk biaya kesehatan

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca

Podcast

Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

"Jadi sekarang ini diperlukan tenaga-tenaga ahli dengan industri yang sophisticated. Tenaga-tenaga ahli itu belum diproduksi karena sekolahnya masih sekolah umum seperti SMA dan sebagainya. Dikejar dengan SMK tetapi kecepatannya relatif rendah dibanding Malaysia," katanya.

Daya saing generasi sekarang jauh lebih bagus dibanding lulusan tahun 1970-an atau 1980-an tetapi pada waktu itu lapangan pekerjaan yang tersedia tergolong masih sederhana, kata Haryono. Sedangkan sekarang kesempatan yang ada lebih maju tetapi tenaga kerja yang tersedia tidak siap mengambil peluang.

Dengan demikian tanpa ledakan penduduk pun, sebenarnya kualitas sumber daya manusia memang rendah dan tanpa memutus lingkaran setan maka akan lahir lagi generasi kualitas rendah.

Oleh karena itu, kata Direktur Kependudukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Subandi Sardjoko, pemerintah akan meningkatkan indeks pembangunan manusia dan membangun penduduk yang tumbuh seimbang.

"Satu orang perempuan digantikan oleh rata-rata satu orang anak perempuan sehingga satu orang idealnya punya dua anak," jelas Subandi.

Dari rangkuman para nara sumber, jelas bahwa pertumbuhan penduduk pesat dengan kualitas rendah menimbulkan masalah dalam pembangunan.

Sebab, keuntungan ekonomi dari pembangunan habis tersedot untuk mengatasi kemiskinan dan membiayai kesehatan, misalnya pasien-pasien yang datang ke puskemas ini akan lebih banyak.