Bagan pernapasan ular

KOMPAS.com - Ada hewan yang memiliki sistem pernapasan sama dengan manusia. Ada juga yang memiliki sistem pernapasan yang khusus.

Tahukah kamu macam-macam alat pernapasan hewan? Simak macam-macam sistem pernapasan hewan seperti dilansir dari Encylopaedia Britannica (2015)!

Mamalia

Mamalia adalah hewan menyusui. Contohnya sapi, kambing, kelinci, kucing, dan anjing.

Di air, ada juga mamalia. Contohnya paus, dugong, singa laut, dan anjing laut.

Manusia, dan hewan mamalia bernapas dengan paru-paru. Udara masuk ke lubang hidung, tenggorokan, kemudian paru-paru.

Baca juga: Paru-paru: Kapasitas, Proses, dan Jenis Pernapasan

Lihat Foto Pernapasan burung Burung

Seperti mamalia, burung juga bernapas dengan pari-paru. Paru-paru burung tak seperti mamalia yang mengembang dan mengempis.

Paru-paru burung berukuran tetap ketika bernapas. Paru-paru digunakan ketika burung tidak terbang.

Burung juga bernapas dengan pundi-pundi udara.

Pundi-pundi udara adalah kantung tempat menyimpan udara. Alat ini digunakan burung untuk bernapas ketika terbang.

Ini karena burung membutuhkan udara yang sangat banyak ketika terbang, bahkan melebihi mamalia.

Karena paru-parunya kecil, burung membutuhkan alat pernapasan tambahan. Kurang lebih, tiap burung memiliki sembilan kantong udara.

Baca juga: Saluran Pernapasan dan Bagiannya

Lihat Foto Pernapasan ikan air tawar dan ikan laut Reptil

Reptil disebut juga sebagai hewan melata atau hewan yang merayap. Contoh reptil yakni kadal, buaya, ular, komodo, dan cicak.

Reptil bernapas dengan paru-paru seperti mamalia.

Amfibi

Lihat Foto
Pernapasan katak

Amfibi adalah hewan yang hidup di dua alam. Mereka bisa hidup di air dan di darat.

Contoh hewan amfibi yakni kodok, salamander, sesilia, dan katak.

Sebelum menjadi katak, kecebong bernapas dengan insang. Setelah menjadi katak dewasa, bernapas menggunakan paru-paru.

Berbeda lagi dengan salamander, setelah dewasa, salamander tidak tumbuh paru-paru.

Salamander menggunakan kulitnya untuk bernapas. Hampir seluruh hewan amfibi memiliki kulit yang juga berfungsi sebagai organ pernapasan.

Baca juga: Gangguan Sistem Pernapasan Manusia

Ikan

Ikan bernapas menggunakan insang. Insang terletak di sisi kanan dan kiri kepala ikan.

Bentuknya seperti lembaran-lembaran tipis. Warnanya merah karena mengandung pembuluh darah.

Untuk menarik napas, ikan membuka mulut dan menutup insang. Oksigen kemudian masuk lewat mulut menuju insang.

Oksigen diserap oleh pembuluh darah pada insang. Kemudian, katup insang terbuka, mengeluarkan karbon dioksida dan air. Mulut ikan tertutup.

Baca juga: Mekanisme Pernapasan Manusia

Lihat Foto Pernapasan cacing Cacing

Pernapasan cacing mirip seperti amfibi. Cacing bernapas menggunakan seluruh permukaan kulitnya.

Ini dikarenakan cacing hidup di dalam tanah. Permukaan kulit yang basah menyerap oksigen.

Oksigen kemudian langsung menyatu dengan darah.

Baca juga: Sistem Pernapasan Manusia

Serangga

Lihat Foto
Sistem pernapasan serangga. Serangga bernapas menggunakan trakea. Udara masuk melalui stigma atau spiracles yang ada di samping tubuhnya.
Lihat Foto
Sistem pernapasan serangga. Serangga bernapas menggunakan trakea. Udara masuk melalui stigma atau spiracles.
Contoh hewan serangga yakni semut, nyamuk, lalat, belalang, lebah capung, dan jangkrik.

Serangga bernapas menggunakan trakea.

Udara masuk melalui lubang-lubang yang sangat kecil yang berada di sisi samping serangga. Lubang ini disebut dengan stigma.

Stigma berfungsi sama seperti hidung, sebagai tempat keluar masuknya udara.

Udara dari stigma dialirkan oleh pembuluh-pembuluh yang tersambung ke trakea. Udara ini disebarkan ke seluruh tubuh serangga.

Baca juga: Hewan Langka dan Terancam Punah di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.