Batasan orang tua kepada anak perempuan yang sudah menikah

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap anak pasca menikah Menurut Hukum Islam Studi Kasus di Desa Tanjung Tani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk

Jannah, Nurrohmatul (2016) Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap anak pasca menikah Menurut Hukum Islam Studi Kasus di Desa Tanjung Tani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

Text
halaman depan NOER T.JWAB.pdf

Download (673kB)
Text
BAB I T.JAWAB.pdf

Download (274kB)
Text
BAB II T.Jwab tambahan.pdf

Download (702kB)
Text
BAB III T.JWAB.pdf

Download (103kB)
Text
BAB IV T.JWAB.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
Text
BAB V T.JWAB.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB)
Text
BAB VI T.JWAB.pdf

Download (10kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA T.JWAB.pdf

Download (206kB)

Abstract

Setelah adanya perkawinan, maka akan lahir status penerimaan baru dengan sederetan hak dan kewajiban yang baru, serta pengakuan yang baru oleh orang lain. Seorang laki-laki yang menjadi suami memperoleh hak suami dalam keluarga tersebut. Begitupun seorang wanita yang mengikatkan diri sebagai istri dalam suatu perkawinan mendapatkan hak pula. Namun dalam praktiknya, prinsip untuk membentuk keluarga kecil yang terlepas dari segala bentuk tanggung jawab orang tua yang tidak semestinya tidak dapat dilakukan secara menyeluruh oleh masyarakat Tanjung Tani. Adanya campur tangan dari orang tua terhadap rumah tangga anak akan menimbulkan ketidak harmonisan bagi keluarga anak dan keluarga orang tua. Sehingga perlu dijelaskan mengenai bagaimana tanggung jawab orang tua terhadap anak pasca anak tersebut menikah. Bagaimana MENURUT hukum islam dalam menyikapi tanggung jawab orang tua terhadap anak yang sudah menikah atau berkeluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif sosiologis. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Tanggung jawab orang tua terhadap anak yang dilakukan masyarakat Tanjung Tani, terbagi dalam dua bagian, yaitu secara materiil dalam hal ini bentuk bantuan nafkah dan immateri, diwujudkan dengan pengasuhan cucu dan nasehat bagi keluarga anak. Kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak berbatas hingga menikahkan anak mereka bila sudah cukup umur. Tetapi, dalam hal ini hak orang tua terhadap anak yang sudah menikah berbeda. Jika anak perempuan telah menikah maka ia akan menjadi hak suaminya, orang tua sudah tidak lagi memiliki hak atas anak perempuan yang telah menikah. Tetapi, anak laki-laki meskipun ia sudah menikah tetap menjadi hak ibunya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim, bahwa seorang yang paling berhak atas seorang istri adalah suaminya, sedangkan yang paling berhak atas laki-laki adalah ibunya. Seorang anak laki-laki harus mentaati ibunya didalam kebaikan dan ketaatan selama tidak memerintahkannya berbuat maksiat kepada Allah SWT. Sedangkan tanggung jawab orang tua terhadap anak yang telah menikah ialah dalam segi moral yang artinya sebagai penasehat dan menjadi pembimbing dalam keluarga anaknya, agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Item Type:Thesis (Undergraduate (S1))Subjects:18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012810 Hadhanah (Child Custody, Guardianship, Paternity)Divisions:Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga IslamDepositing User:Muh HamimDate Deposited:28 Jun 2019 00:37Last Modified:28 Jun 2019 00:37URI:http://etheses.iainkediri.ac.id/id/eprint/476

Actions (login required)

View Item