Berdasarkan kutipan resensi di atas konjungsi penegas terdapat pada paragraf kedua kalimat

You're Reading a Free Preview
Pages 5 to 8 are not shown in this preview.

KOMPAS.com - Konjungsi sering disebut pula sebagai kata penghubung antarkalimat. Namun, konjungsi juga bisa digunakan sebagai penghubung antarkata.

Dalam penggunaannya, konjungsi tidak mengandung suatu makna atau tujuan tertentu. Karena konjungsi memang hanya berperan sebagai kata penghubung atau kata sambung saja.

Pengertian konjungsi

Menurut Taufiqur Rahman dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2018), konjungsi atau kata penghubung merupakan kata yang digunakan untuk menghubungkan antarkalimat, antarklausa serta antarparagraf.

Pada umumnya, konjungsi antarklausa terletak di bagian tengah kalimat. Konjungsi antarkalimat terletak di awal kalimat atau setelah tanda baca. Konjungsi antar paragraf terletak di awal paragraf.

Agar bisa mengetahui perbedaanya, berikut penjelasan tentang pengertian klausa, kalimat serta paragraf:

  1. Klausa: terdiri atas beberapa kelompok kata. Minimal ada satu subjek dan satu predikat. Contohnya saya sudah sampai.
  2. Kalimat: terdiri atas klausa. Contohnya kemarin malam saya membeli martabak manis di depan toko swalayan.
  3. Paragraf: terdiri atas berbagai kalimat sehingga membentuk paragraf.

Macam-macam konjungsi

Konjungsi selalu digunakan dalam penyusunan kebahasaan. Selain itu, dalam penggunaannya juga harus disesuaikan dengan fungsi dari konjungsi atau kata penghubung tersebut.

Apa sajakah macam-macam konjungsi berdasarkan fungsinya?

  • Konjungsi aditif atau gabungan

Konjungsi aditif digunakan untuk menghubungkan dua klausa dan kalimat yang memiliki kedudukan sederajat atau setara. Contoh konjungsinya: dan, lagi pula, serta.
Contoh kalimatnya: mereka sedang memasak dan menyiapkan hidangan pembukanya.

Konjungsi pertentangan digunakan untuk menghubungkan dua kalimat yang sederajat, tetapi mempertentangkan kedua bagiannya. Contoh konjungsinya: tetapi, melainkan, padahal, namun, akan tetapi.
Contoh kalimatnya: Saya suka sekali memakan buah, tetapi saya tidak suka buah duku.

  • Konjungsi disjungtif atau pilihan

Konjungsi disjungtif digunakan untuk menghubungkan dua unsur yang sederajat, dengan memilih salah satu hal dari dua hal tersebut. Contoh konjungsinya: atau, maupun, baik, entah.
Contoh kalimatnya: Saat berbelanja, Rina bingung untuk membeli tempat pensil atau buku terlebih dahulu.

  • Konjungsi sebab atau kausal

Konjungsi sebab atau kausal digunakan untuk menghubungkan peristiwa yang terjadi atas tindakan tertentu. Ciri-ciri penggunaan konjungsi penyebab, yaitu hubungan antar klausa dalam kalimat yang digunakan. Contoh konjungsinya: sebab, karena, oleh karena itu, sebab itu.
Contoh kalimatnya: Ani jatuh pingsan karena tidak sarapan sebelum berangkat sekolah.

  • Konjungsi akibat atau konsekutif

Konjungsi akibat atau konsekutif digunakan untuk mengubungkan suatu peristiwa yang terjadi atas sebab tertentu. Contoh konjungsinya: sehingga, sampai, akibatnya.
Contoh kalimatnya: Ani tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah, akibatnya ia jatuh pingsan.

  • Konjungsi temporal atau waktu

Konjungsi temporal digunakan untuk menghubungkan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa yang terjadi. Contoh konjungsinya: apabila, bilamana, demi, hingga, ketika, sebelum, sampai, sejak, sementara, setelah, sesudah, tatkala.
Contoh kalimatnya: Sebelum tidur malam, jangan lupa menggosok gigi.

  • Konjungsi final atau tujuan

Konjungsi final digunakan untuk menghubungkan dan menjelaskan makna serta tujuan dari sebuah tindakan. Contoh konjungsinya: supaya, untuk, agar, guna.
Contoh kalimatnya: Kita harus senantiasa menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

  • Konjungsi syarat atau kondisional

Konjungsi syarat atau kondisional digunakan untuk menghubungkan atau menjelaskan jika hal terjadi karena adanya suatu syarat. Contoh konjungsinya: jika, jikalau, asalkan, bilama, apabila.
Contoh kalimatnya: Kamu bisa menjadi pebulu tangkis yang handal, asalkan kamu rutin berlatih. 

Konjungsi tak bersyarat digunakan untuk menghubungkan atau menjelaskan jika suatu hal bisa terjadi, tanpa syarat. Contoh konjungsinya: walaupun, meskipun, biarpun.
Contoh kalimatnya: Ia sangat rajin mengerjakan PR, meskipun tidak ada yang memintanya. 

Konjungsi perbandingan digunakan menghubungkan dua hal dengan cara membandingkannya. Contoh konjungsinya: sebagai, sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan, umpama, daripada, ibarat, seakan-akan.
Contoh kalimatnya: Suaranya saat menyanyi sangatlah merdu, seperti Ariana Grande. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Lihat Foto

KOMPAS.com/Vanya Karunia Mulia Putri

Konjungsi penegas dipakai untuk menegaskan suatu hal atau meringkas kalimat sebelumnya.

KOMPAS.com - Dalam bahasa Indonesia, konjungsi dipakai untuk menghubungkan kalimat atau paragraf.

Konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan satuan bahasa yang sederajat, seperti kata, frasa, dan klausa.

Menurut Ahmad Fadly dalam buku Bahasa Indonesia Akademis (Buku Ajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia) (2021), konjungsi bisa dikelompokkan berdasarkan satuan kebahasaan, perilaku semantis, atau fungsinya pada makna.

Salah satu jenis konjungsi dalam bahasa Indonesia adalah konjungsi penegas atau yang dikenal dengan intensifikasi.

Pengertian konjungsi penegas

Dilansir dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2018) karangan Taufiqur Rahman, konjungsi penegas adalah kata hubung yang berfungsi sebagai penegas.

Kata hubung ini juga bisa berfungsi untuk meringkas suatu hal atau kalimat yang telah disebutkan sebelumnya.

Baca juga: Konjungsi Korelatif: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Contoh kalimat konjungsi penegas

Contoh konjungsi penegas adalah apalagi, yaitu yakni, umpama, misalnya, ringkasnya, serta akhirnya.

Agar lebih memahaminya, berikut 10 contoh kalimat konjungsi penegas:

  1. Aku sangat menyukai makanan Korea, apalagi tteokbokki.
  2. Rapat hari ini membahas beberapa hal, yaitu anggaran study tour, penentuan destinasi wisata, serta agen perjalanan yang akan dipilih.
  3. Hari ini, Andri membeli banyak barang, yakni tas kuliah, sepatu, tiga baju, tiga celana panjang, serta peralatan tulis.
  4. Umpamanya malam ini cerah, kita bisa menyaksikan bintang di langit.
  5. Ayah suka menanam tumbuhan, misalnya anggrek.
  6. Ringkasnya, kita harus segera mengembalikan buku itu kalau tidak mau kena denda.
  7. Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, akhirnya ibu tiba di rumah dengan selamat.
  8. Kakak tidak suka berbelanja, apalagi membeli barang yang tidak diperlukannya.
  9. Adik memiliki beberapa hobi, yaitu membaca buku, mendengarkan musik, bermain sepeda, dan berenang.
  10. Beza pulang kampung dengan membawa banyak oleh-oleh, yakni bakpia, bolu, salak, pisang, geplak, dan dodol. 

Baca juga: Jenis-jenis Kata Hubung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya

Jakarta -

Konjungsi atau disebut juga sebagai kata penghubung adalah kata yang berfungsi menghubungkan dua kata, frasa, kalimat, maupun paragraf.


Sebagai kata penghubung, konjungsi memiliki ciri khusus yakni tidak terdapat di akhir kalimat dan tidak selalu diikuti nomina (kata benda).

Pengertian Konjungsi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konjungsi diartikan sebagai kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.


Sementara menurut buku "Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia" karya Moeliono, dkk., konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, yaitu kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa.

Macam-Macam Konjungsi

Secara umum, macam-macam konjungsi yang biasa dikenal ialah konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi temporal, dan konjungsi antarkalimat.


Namun, dikutip dari beberapa buku, konjungsi dibedakan macamnya sesuai dengan perilaku sintaksis, ciri khusus, dan fungsinya.


Dalam bukunya Moeliono, dkk., konjungsi dilihat dari perilaku sintaksisnya dalam kalimat, dan dibagi menjadi empat macam, di antaranya:

1. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya atau memiliki status sintaksis yang sama, contohnya adalah dan, atau, dan tetapi.


Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain karena fungsinya tak hanya menghubungkan klausa, namun konjungsi ini juga dapat menghubungkan kata.

2. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frase atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama.


Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frase atau klausa yang dihubungkan, contohnya adalah baik...maupun..., tidak hanya..., tetapi juga..., demikian...sehingga..., entah...entah..., dan jangankan...,...pun....

3. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan anak kalimat dari induknya.

4. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat itu menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Posisinya selalu memulai suatu kalimat yang baru dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital.


Contohnya konjungsi antarkalimat adalah biarpun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu, kemudian, sesudah itu, selain itu, sebaliknya, sesungguhnya, bahkan, tetapi, kecuali itu, dengan demikian, oleh karena itu, dan sebelum itu.


Kemudian berdasarkan buku "Tata Bahasa Indonesia: Penggolongan Kata" karya Ramlan M, konjungsi sebagai bagian dari partikel mempunyai ciri yaitu tidak terdapat pada akhir kalimat dan tidak selalu diikuti nominal, dibedakan atas:


1. Konjungsi Setara, contohnya dan, tetapi, seperti, kaya, saja, melulu, tanpa, ialah, adalah.


2. Konjungsi Tak Setara, contohnya sambil, seraya, demi, sehingga, sejak, sebab, karena.


3. Konjungsi Korelatif, contohnya kian...kian..., makin...makin...


Sementara dikutip dari buku "Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia" karya Gorys Keraf, konjungsi dibedakan berdasarkan fungsi khususnya. Di antaranya:


- Konjungsi aditif atau adjungtif: dan, lagi, lagipula, dan serta.


- Konjungsi disjungtif: baik..., atau, entah


- Konjungsi temporal (waktu): lalu, selanjutnya, apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selam, semnjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, dan tatkala.


- Konjungsi pertentangan: tetapi, melainkan, sebaliknya, dan namun.


- Konjungsi pembenaran (konsesif): meskipun, walaupun, biar, biarpun, sungguhpun, kendatipun, dan sekalipun.


- Konjungsi pembatasan: kecuali, selain, asal, dan asalkan


- Konjungsi sebab (kausal): sebab dan karena.


- Konjungsi akibat (konsekutif): sehingga, sampai, dan akibatnya.


- Konjungsi perbandingan: sebagai, sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan, dan seakan-akan.


- Konjungsi tujuan (final): supaya, guna, dan agar.


- Konjungsi syarat (kondisional): jika, jikalau, dan kalau.


- Konjungsi korelatif: semakin...semakin..., bertambah...bertambah..., tidak hanya...tetapi juga..., sedemikian rupa...,kian...kian, sehingga..., baik..., maupun.


- Konjungsi penegas atau intensifikasi: yakni, yaitu, umpama, misalnya, ringkasnya, dan akhirnya.


- Konjungsi penjelas: bahwa


- Konjungsi situasi: sedang, sedangkan, sambil, dan padahal.


- Konjungsi pengantar kalimat: maka, adapun, akan, bahwasanya, sebermula.


Itulah pengertian dan macam-macam konjungsi yang dibedakan menurut beberapa ahli.

Simak Video "Apple Bakal Bikin Siri Berbahasa Indonesia "



(lus/lus)