Cara menjaga amanah sebagai orang tua adalah


Anak bagi orang tua adalah sebuah anugerah. Adalah salah satu amanah yang dikaruniakan oleh Sang Khalik agar ia dijaga, di didik dan dirawat sebaik-baiknya. Anak dikatakan sebagai amanah orang tua karena anak kelak akan menjadi investasi pahala bagi orang tuanya.

Anak merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Kehadiran anak pun dapat menguji orang tua apakah mereka dapat melaksanakan amanah tersebut atau tidak. Betapa banyak orang tua diluar sana mendambakan memiliki keturunan namun ada pula yang tak ingin menerima kehadirannya. Ada yang terpaksa mengaborsi ada pula yang terang-terangan mengeksploitasi mereka.

Tidak mudah memang berperan sebagai orang tua dalam mendidik anak. Orang tua memiliki kewajiban besar dalam mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan taat kepada Allah SWT. Namun, kegagalan orang tua  biasanya ketika tidak mampu mendidik  sang anak fatalnya bisa berakhir si anak terjerumus dalam kemaksiatan.

Didalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." ( Surah: At-Tahrim:6)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar menjauhkan dirinya, istri-istrinya, dan anak-anaknya dari api neraka dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi kemaksiatan. Dengan kata lain, peran orang tua dalam hal ini seorang suami yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keluarganya yaitu istri dan anak-anaknya dari api neraka.

Lantas bagaimana seharusnya peran orang tua memelihara anak dan menjaga amanah tersebut agar tidak terjerumus dalam kubangan kemaksiatan?

Kita tak bisa pungkiri bahwa arus modernisasi saat ini mampu membius setiap orang apalagi yang berambisi mengikuti perkembangan zaman. Walhasil gaya hidup yang tak selaras dengan kondisi perekonomian menjadikan seseorang bertindak diluar jalur nilai-nilai moralitas. Hal tersebut pun berpengaruh pada anak remaja di era modernisasi saat ini. Akibatnya, banyak anak remaja yang terjerumus dalam seks bebas, menggunakan narkoba dan mengonsumsi miras.

Hal ini pun tak terlepas dari bagaimana didikan orang tua kepada anaknya. Apalagi jika orang tua terlalu mengeluh dan membentak anak ketika menghadapinya masalah. Karenanya perlunya didikan yang pas yang sesuai dengan ajaran Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Berikut 4 tahapan didikan anak seperti yang dicontoh oleh  Baginda Rasulullah saw yakni:

1). Tahapan pertama umur 0-6 tahun (mumayyiz)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh para orangtua untuk memanjakan, menyayangi dan mengasihi anak-anak di usia ini tanpa batas. Berikan mereka kasih sayang dengan adil tanpa ada rasa pilih kasih. Jangan sampai memukul atau melukai anak ketika mereka melakukan kesalahan. Didiklah mereka dengan baik di masa kecil dan jadilah orangtua yang dapat menjadi panutan bagi mereka kelak.


Page 2


Anak bagi orang tua adalah sebuah anugerah. Adalah salah satu amanah yang dikaruniakan oleh Sang Khalik agar ia dijaga, di didik dan dirawat sebaik-baiknya. Anak dikatakan sebagai amanah orang tua karena anak kelak akan menjadi investasi pahala bagi orang tuanya.

Anak merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Kehadiran anak pun dapat menguji orang tua apakah mereka dapat melaksanakan amanah tersebut atau tidak. Betapa banyak orang tua diluar sana mendambakan memiliki keturunan namun ada pula yang tak ingin menerima kehadirannya. Ada yang terpaksa mengaborsi ada pula yang terang-terangan mengeksploitasi mereka.

Tidak mudah memang berperan sebagai orang tua dalam mendidik anak. Orang tua memiliki kewajiban besar dalam mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan taat kepada Allah SWT. Namun, kegagalan orang tua  biasanya ketika tidak mampu mendidik  sang anak fatalnya bisa berakhir si anak terjerumus dalam kemaksiatan.

Didalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." ( Surah: At-Tahrim:6)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar menjauhkan dirinya, istri-istrinya, dan anak-anaknya dari api neraka dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi kemaksiatan. Dengan kata lain, peran orang tua dalam hal ini seorang suami yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keluarganya yaitu istri dan anak-anaknya dari api neraka.

Lantas bagaimana seharusnya peran orang tua memelihara anak dan menjaga amanah tersebut agar tidak terjerumus dalam kubangan kemaksiatan?

Kita tak bisa pungkiri bahwa arus modernisasi saat ini mampu membius setiap orang apalagi yang berambisi mengikuti perkembangan zaman. Walhasil gaya hidup yang tak selaras dengan kondisi perekonomian menjadikan seseorang bertindak diluar jalur nilai-nilai moralitas. Hal tersebut pun berpengaruh pada anak remaja di era modernisasi saat ini. Akibatnya, banyak anak remaja yang terjerumus dalam seks bebas, menggunakan narkoba dan mengonsumsi miras.

Hal ini pun tak terlepas dari bagaimana didikan orang tua kepada anaknya. Apalagi jika orang tua terlalu mengeluh dan membentak anak ketika menghadapinya masalah. Karenanya perlunya didikan yang pas yang sesuai dengan ajaran Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Berikut 4 tahapan didikan anak seperti yang dicontoh oleh  Baginda Rasulullah saw yakni:

1). Tahapan pertama umur 0-6 tahun (mumayyiz)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh para orangtua untuk memanjakan, menyayangi dan mengasihi anak-anak di usia ini tanpa batas. Berikan mereka kasih sayang dengan adil tanpa ada rasa pilih kasih. Jangan sampai memukul atau melukai anak ketika mereka melakukan kesalahan. Didiklah mereka dengan baik di masa kecil dan jadilah orangtua yang dapat menjadi panutan bagi mereka kelak.


Lihat Pendidikan Selengkapnya


Page 3


Anak bagi orang tua adalah sebuah anugerah. Adalah salah satu amanah yang dikaruniakan oleh Sang Khalik agar ia dijaga, di didik dan dirawat sebaik-baiknya. Anak dikatakan sebagai amanah orang tua karena anak kelak akan menjadi investasi pahala bagi orang tuanya.

Anak merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Kehadiran anak pun dapat menguji orang tua apakah mereka dapat melaksanakan amanah tersebut atau tidak. Betapa banyak orang tua diluar sana mendambakan memiliki keturunan namun ada pula yang tak ingin menerima kehadirannya. Ada yang terpaksa mengaborsi ada pula yang terang-terangan mengeksploitasi mereka.

Tidak mudah memang berperan sebagai orang tua dalam mendidik anak. Orang tua memiliki kewajiban besar dalam mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan taat kepada Allah SWT. Namun, kegagalan orang tua  biasanya ketika tidak mampu mendidik  sang anak fatalnya bisa berakhir si anak terjerumus dalam kemaksiatan.

Didalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." ( Surah: At-Tahrim:6)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar menjauhkan dirinya, istri-istrinya, dan anak-anaknya dari api neraka dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi kemaksiatan. Dengan kata lain, peran orang tua dalam hal ini seorang suami yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keluarganya yaitu istri dan anak-anaknya dari api neraka.

Lantas bagaimana seharusnya peran orang tua memelihara anak dan menjaga amanah tersebut agar tidak terjerumus dalam kubangan kemaksiatan?

Kita tak bisa pungkiri bahwa arus modernisasi saat ini mampu membius setiap orang apalagi yang berambisi mengikuti perkembangan zaman. Walhasil gaya hidup yang tak selaras dengan kondisi perekonomian menjadikan seseorang bertindak diluar jalur nilai-nilai moralitas. Hal tersebut pun berpengaruh pada anak remaja di era modernisasi saat ini. Akibatnya, banyak anak remaja yang terjerumus dalam seks bebas, menggunakan narkoba dan mengonsumsi miras.

Hal ini pun tak terlepas dari bagaimana didikan orang tua kepada anaknya. Apalagi jika orang tua terlalu mengeluh dan membentak anak ketika menghadapinya masalah. Karenanya perlunya didikan yang pas yang sesuai dengan ajaran Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Berikut 4 tahapan didikan anak seperti yang dicontoh oleh  Baginda Rasulullah saw yakni:

1). Tahapan pertama umur 0-6 tahun (mumayyiz)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh para orangtua untuk memanjakan, menyayangi dan mengasihi anak-anak di usia ini tanpa batas. Berikan mereka kasih sayang dengan adil tanpa ada rasa pilih kasih. Jangan sampai memukul atau melukai anak ketika mereka melakukan kesalahan. Didiklah mereka dengan baik di masa kecil dan jadilah orangtua yang dapat menjadi panutan bagi mereka kelak.


Lihat Pendidikan Selengkapnya


Page 4


Anak bagi orang tua adalah sebuah anugerah. Adalah salah satu amanah yang dikaruniakan oleh Sang Khalik agar ia dijaga, di didik dan dirawat sebaik-baiknya. Anak dikatakan sebagai amanah orang tua karena anak kelak akan menjadi investasi pahala bagi orang tuanya.

Anak merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Kehadiran anak pun dapat menguji orang tua apakah mereka dapat melaksanakan amanah tersebut atau tidak. Betapa banyak orang tua diluar sana mendambakan memiliki keturunan namun ada pula yang tak ingin menerima kehadirannya. Ada yang terpaksa mengaborsi ada pula yang terang-terangan mengeksploitasi mereka.

Tidak mudah memang berperan sebagai orang tua dalam mendidik anak. Orang tua memiliki kewajiban besar dalam mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan taat kepada Allah SWT. Namun, kegagalan orang tua  biasanya ketika tidak mampu mendidik  sang anak fatalnya bisa berakhir si anak terjerumus dalam kemaksiatan.

Didalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." ( Surah: At-Tahrim:6)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar menjauhkan dirinya, istri-istrinya, dan anak-anaknya dari api neraka dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi kemaksiatan. Dengan kata lain, peran orang tua dalam hal ini seorang suami yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keluarganya yaitu istri dan anak-anaknya dari api neraka.

Lantas bagaimana seharusnya peran orang tua memelihara anak dan menjaga amanah tersebut agar tidak terjerumus dalam kubangan kemaksiatan?

Kita tak bisa pungkiri bahwa arus modernisasi saat ini mampu membius setiap orang apalagi yang berambisi mengikuti perkembangan zaman. Walhasil gaya hidup yang tak selaras dengan kondisi perekonomian menjadikan seseorang bertindak diluar jalur nilai-nilai moralitas. Hal tersebut pun berpengaruh pada anak remaja di era modernisasi saat ini. Akibatnya, banyak anak remaja yang terjerumus dalam seks bebas, menggunakan narkoba dan mengonsumsi miras.

Hal ini pun tak terlepas dari bagaimana didikan orang tua kepada anaknya. Apalagi jika orang tua terlalu mengeluh dan membentak anak ketika menghadapinya masalah. Karenanya perlunya didikan yang pas yang sesuai dengan ajaran Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Berikut 4 tahapan didikan anak seperti yang dicontoh oleh  Baginda Rasulullah saw yakni:

1). Tahapan pertama umur 0-6 tahun (mumayyiz)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh para orangtua untuk memanjakan, menyayangi dan mengasihi anak-anak di usia ini tanpa batas. Berikan mereka kasih sayang dengan adil tanpa ada rasa pilih kasih. Jangan sampai memukul atau melukai anak ketika mereka melakukan kesalahan. Didiklah mereka dengan baik di masa kecil dan jadilah orangtua yang dapat menjadi panutan bagi mereka kelak.


Lihat Pendidikan Selengkapnya