Daerah Tembagapura di Papua merupakan daerah tambang bijih besi b nikel c belerang d tembaga

Pemanfaatan dan Pendayagunaan Potensi Pertambangan

Sebagaimana lasimnya daerah lain di Propinsi Papua, Wilaya Kabupaten Paniai juga terdapat potensi bahan tambang seperti batu bara, emas, besi, batu kapur dan kualin. Penyebaran potensi bahan galian tambang di Kabupaten Paniai adalah sebagai berikut :

  • Batu bara, endapannya ditemukan di Distrik Paniai Barat, Siriwo dan Distrik lainnya di Kabupaten Paniai.
  • Emas, ditemukan di Distrik Sugapa,Agisipa, Homeyo,Aradide, Mbiandogo, Bogobaida, dan Paniai Barat.
  • Besi, ditemukan di Puncak Cartens, jumblah cadangan besi diperkirakan sebesar 4 % dari tembaga dan perak.
  • Batu kapur, ditemukan di Distrik Paniai Timur Dalam jutaan meter persegi.
  • Pasir Kualin, terdapat di Distrik Paniai Barat.

Namun demikian pemanfatan sumber daya tersebut diatas masih sangat terbatas, kecuali bahan galian golongan C (Batu kapur dan Pasir Kualin) yang biasanya dimanfaatkan baik untuk pembangunan jalan dan jembatan, bangunan, maupun rumah-rumah penduduk. Untuk sumber daya lainnya masih dalam tahap eksplorasi.

Lihat Foto

freepik.com/pch.vector

Ilustrasi bahan tambang

KOMPAS.com - Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai macam sumber daya alam. Dimulai sinar Matahari yang tidak terbatas, kawasan hutan yang menjadi salah satu paru-paru dunia, kekayaan flora dan fauna, serta berbagai jenis barang tambang.

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, Indonesia memiliki cadangan mineral tambang yang sangat besar seperti minyak bumi, gas alam, emas, dan timah.

Hampir semua provinsi memiliki barang tambang dengan berbagai kegunaan. Berikut adalah daftar provinsi di Indonesia beserta hasil tambangnya:

Provinsi Hasil Tambang
Nanggroe Aceh Darussalam Perak, gas alam, minyak bumi, emas, perak, dan batu bara
Sumatera Utara Minyak bumi, mangan, dan gas alam
Sumatera Barat Batu bara, belerang, dan mangan
Riau Platina, timah, bauksit, mangan, granit, dan gas alam
Kepulauan Riau Minyak bumi, timah, dan bauksit
Jambi Belerang, emas, batu bara, dan tembaga
Bengkulu Batu bara, perak, platina dan mangan, dan emas
Sumatera Selatan Batu bara, gas alam, dan minyak bumi
Kepulauan Bangka Belitung Bauksit dan timah
Lampung Bijih besi, granit, batu kapur, gas alam, dan emas
Banten Minyak bumi dan baja
DKI Jakarta  -
Jawa Barat Batu kapur, marmer, emas, perak, mangan, belerang, bijih besi, batu bara, dan gypsum
Jawa Tengah Fosfat, bijih besi, belerang, mangan, tembaga, belerang, gypsum, dan pasir besi
Jawa Timur Fosfat, minyak bumi, marmer, gas alam, batu kapur
DI Yogyakarta Perak, mangan, dan granit
Bali  -
Nusa Tenggara Barat Gypsum, emas, perak, mangan, dan timah hitam
Nusa Tenggara Timur Mangan dan batu kapur
Kalimantan Barat Intan, bauksit, alumunium, nikel, batu bara, bijih besi, emas, dan perak
Kalimantan Selatan Batu bara, bijih besi, mangan, emas, perak, dan intan
Kalimantan Tengah Intan dan minyak bumi
Kalimantan Timur Batu bara, minyak bumi, emas, perak, gas alam, bijih besi, intan, dan timah
Kalimantan Utara Minyak bumi, gas alam, perunggu, nikel, belerang, gypsum, belerang, dan tembaga
Gorontalo Emas, perak, tembaga,granit, dan batu kapur
Sulawesi Barat Timah hitam, gypsum, minyak bumi, emas, bijih besi, nikel, tembaga, dan batu bara
Sulawesi Selatan Batu bara, gypsum, nikel, perak, tembaga, timah hitam, minyak bumi, gypsum, belerang, dan marmer
Sulawesi Tenggara Minyak bumi, nikel, dan batu kapur
Sulawesi Tengah Bijih besi, emas, nikel, dan tembaga
Sulawesi Utara Perak, gypsum, emas, gas alam, bijih besi, minyak bumi, nikel, mangan, emas, dan tembaga, dan perunggu
Maluku Minyak bumi, nikel, mangan, emas, dan tembaga
Maluku Utara Minyak bumi, tembaga, dan nikel
Papua Batu bara, emas, alumunium, minyak bumi, nikel, marmer, dan tembaga
Papua Barat Batu bara, emas, alumunium, minyak bumi, nikel, marmer, dan tembaga

Baca juga: Manfaat Sumber Daya Alam Tambang

Dilansir dari Royal Society of Chemistry, berikut beberapa produk dari hasil bumi Indonesia:

  • Timah: pelapis berbagai jenis logam untuk mencegah terjadinya korosi, bahan perangkat elektronik, penyambung logam, kaca, dan juga perangkat otomotif.
  • Tembaga: konduktor listrik dan panas, logam anti karat, bahan baku patung, mata uang.
  • Bijih besi: konduktor listrik dan panas, bahan konstruksi, perangkat elektronik, otomotif.
  • Minyak bumi: gas elpiji, bahan kimia, bensin, bahan bakar pesawat, diesel, oli, bahan bakar kapal laut, aspal.
  • Batu bara: bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik tenaga gas. briket, industri baja, industri kertas, dan industri semen.
  • Nikel: baja anti karat, desalinasi air asin, katalis dalam reaksi kimia, baterai, baling-baling kapal, dan juga turbin.
  • Alumunium: konduktor listrik dan panas, badan pesawat, kaleng, bahan konstruksi, dan juga perangkat otomotif.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Daerah Tembagapura di Papua merupakan daerah tambang?

  1. bijih besi
  2. nikel
  3. belerang
  4. tembaga
  5. Semua jawaban benar

Jawaban: D. tembaga

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, daerah tembagapura di papua merupakan daerah tambang tembaga.

Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Grafit Merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.

  1. bijih besi
  2. nikel
  3. belerang
  4. tembaga
  5. Semua jawaban benar

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: D. tembaga.

Dari hasil voting 896 orang setuju jawaban D benar, dan 0 orang setuju jawaban D salah.

Daerah Tembagapura di Papua merupakan daerah tambang tembaga.

Penjelasan dan Pembahasan

Jawaban A. bijih besi menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. nikel menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban C. belerang menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Baca Juga :  Ciri khusus dari "Eceng Gondok" dengan lingkungannya, adalah?

Jawaban D. tembaga menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah D. tembaga

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Distrik Tembagapura adalah sebuah distrik setingkat kecamatan yang terletak di Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia. Distrik Tembagapura dan distrik-distrik dataran tinggi Mimika lainnya secara tradisional termasuk dalam negeri Amungsa, negeri asli masyarakat Amungme. Amungsa, bersama dengan negeri Damal (Puncak), Moni (Intan Jaya), dan Mee (Paniai, Dogiyai, Deiyai) termasuk wilayah adat Papua bernama Mee Pago. Orang Amungme dapat dianggap satu budaya dengan orang Damal. Namun penduduk asli Tembagapura cenderung mengaku diri Amungme, sedangkan yang mengaku Damal biasanya berasal dari luar Mimika. Keduanya penutur satu bahasa yang sama, yang oleh Amungme disebut Amungkal dan oleh Damalme disebut Damalkal.

Tembagapura

Distrik

Negara IndonesiaProvinsiPapuaKabupatenMimikaPemerintahan

 • Kepala distrikSlamet SutejoPopulasi

 • Total20,697 jiwa (2.010) jiwaKode Kemendagri91.09.10
Kampung/kelurahan1 kelurahan 6 kampung

Tambang Ertsberg (aktif hingga awal 1990an) dan Tambang Grasberg (1988-kini) terdapat di Distrik Tembagapura. Tambang Grasberg di Gunung Zaagkam merupakan tambang dengan cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia dan cadangan emas terbesar di dunia. Kedua tambang ini dioperasikan oleh PT. Freeport Indonesia. Ertsberg dalam bahasa Amungkal disebut Yelsegel-Ongopsegel (terkadang dieja Jeltsengel-Ongoptengel), dan Grasberg aslinya bernama Wangmabuk, yang dalam bahasa Amungkal berarti bukit rumput (Muller & Omabak, 2014). Marga-marga Amungme yang secara langsung memiliki hak tanah adat atas kedua tambang ini antara lain Omabak, Natkime, Beanal, Jamang dan Magal. Dulu, di kaki gunung Yelsegel-Ongopsengel pernah ada pemukiman Amungme bernama Tenggogoma, tetapi penduduknya dimukimkan kembali ke Kwamki Lama oleh pemerintah Indonesia pada awal 1970an untuk menghindarkan mereka dari berbagai marabahaya terkait kegiatan pertambangan.

Gunung Puncak Jaya (Amungkal: Nemangkawi Ninggok, "gunung suci panah putih") merupakan batas utara Amungsa dan Distrik Tembagapura/ Kabupaten Mimika. Gunung yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Carstensz Pyramid ini merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Dunia sebagai gunung tertinggi di kawasan kepulauan Pasifik. Menurut kepercayaan masyarakat Amungme, gunung-gunung seperti Nemangkawi, Yelsegel-Ongopsegel dan Wangmabuk adalah tempat peristirahatan arwah leluhur yang dikeramatkan. Namun dahulu masyarakat Amungme dengan senang hati memandu orang asing yang ingin mengenal tempat-tempat ini dengan itikad baik. Ketika masyarakat Amungme mengetahui maksud memulai tambang Ertsberg pada tahun 1960an, mereka langsung memalang jalan ke sana dengan palang-palang larangan. Namun pada akhirnya alat berat PTFI dan dukungan militer maju terus, dan masyarakat Amungme tidak berdaya melawannya.

Pemukiman PT Freeport di kelurahan Tembagapura disebut juga MP68, yaitu lokasi pal mil ke-68 dari Pelabuhan Amamapare di pantai Mimika Timur Jauh. MP68 terletak di lembah Mulkini di kaki gunung Zaagkam, dan merupakan tanah asli marga Natkime. Sebelum kedatangan PT Freeport Indonesia, lembah Mulkini adalah tanah perang dan lahan tani masyarakat Amungme dari Waa, dan dihuni beberapa ratus warga marga Natkime. Tuarek Natkime adalah kepala suku besar yang dahulu menyambut kedatangan Freeport di Mulkini. Ketika itu, Natkime menaruh kepercayaan atas itikad baik orang kulit putih, yang sebelumnya datang menyebarkan agama Kristen di Amungsa pada tahun 1950an dengan ajaran-ajaran seperti welas asih dan perdamaian.

Meskipun lokasinya terpencil, Kelurahan Tembagapura di sekitar MP68 mempunyai fasilitas relatif lengkap seperti kota kecil di Amerika Serikat, misalnya rumah sakit, pasar swalayan modern, pusat perbelanjaan, gelanggang olah raga, perpustakaan, kantor pos, kafe, salon, penerangan jalan dan transportasi umum dalam kota. Karyawan PT Freeport Indonesia dapat bergabung dengan klub pendaki Ndugudugu yang sesekali melakukan ekspedisi ke Nemangkawi dan gunung-gunung lain di dekat Grasberg. Klub ini berlatih dengan standar kebugaran dan keamanan yang ketat, sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan kerja PT Freeport Indonesia.

Di MP68 terdapat Mt Zaagkam International School (MZS), sekolah Internasional paling terpencil di dunia, yang diperuntukkan bagi anak-anak WNA yang bekerja disana. Sedangkan anak-anak WNI bersekolah di SD dan SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Tembagapura di MP68, yang juga dihadiri oleh anak-anak Amungme yang dimukimkan di Asrama Tomawin. Film Denias, Senandung Di Atas Awan ceritanya bersetting di YPJ Tembagapura, tetapi direkam di YPJ Kuala Kencana. Sutradara Ali Sihasale adalah alumni YPJ Tembagapura.

Kampung-kampung lain di distrik Tembagapura gaya hidupnya masih relatif tradisional, namun ratusan pria Amungme bekerja di PT Freeport Indonesia, dan PT Freeport juga banyak membantu membangunkan rumah modern di Waa-Banti, Tsinga dan Arwandop. Departemen Social and Local Development PT Freeport juga memperkenalkan budidaya kopi kepada petani Amungme sejak 1995, dan kini memproduksi Amungme Coffee yang biasa disajikan di acara-acara PT Freeport. Kopi diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan alternatif di Distrik Tembagapura apabila kelak PT Freeport gulung tikar karena Kontrak Karya habis ataupun alasan lainnya.

Masyarakat Amungme, Damal, Moni, Mee dan Nduga dapat berobat secara cuma-cuma di Rumah Sakit Waa-Banti yang dibiayai oleh PT Freeport. Waa-Banti juga merupakan pusat pendulang dataran tinggi yang mencari emas dalam limbah tailing PT Freeport di aliran Sungai Aghawagon. Sebagian besar pendulang di Sungai Aghawagon adalah orang Dani dan Damal, namun ada juga pendatang dari Manggarai, Jawa dan Toraja.

Keberadaan Ertsberg dan Grasberg sebagai aset negara di Distrik Tembagapura membuatnya dijaga ketat oleh aparat keamanan, sehingga menjadi distrik yang paling termiliterisasi di seluruh Indonesia. Militerisasi ini juga dilakukan untuk mengantisipasi serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, seperti penembakan, penculikan, dan sabotase operasional PT Freeport Indonesia.

 

Air terjun Utikini di Tembagapura

Di Distrik Tembagapura ada 1 kelurahan dan 13 kampung yakni:

  1. Kelurahan Tembagapura
  2. Kampung Waa (Banti I)
  3. Kampung Banti II
  4. Kampung Opitawak
  5. Kampung Arwandop (terkadang dieja Aroanop)
  6. Kampung Tsinga
  7. Kampung Jagamin
  8. Kampung Doliningokngin
  9. Kampung Banigogom (terkadang dieja Beanekogom atau Beanegogom)
  10. Kampung Noselanop (terkadang dieja Notelanop)
  11. Kampung Minipogoma
  12. Kampung Jongkogoma
  13. Kampung Ainggogin
  14. Kampung Baluni

 

Tembagapura

Batas-batas Wilayah administrasi distrik ini adalah:

  • Sebelah Utara: Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak
  • Sebelah Barat: Kabupaten Paniai dan Distrik Kuala Kencana
  • Sebelah Selatan: Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika Timur Jauh
  • Sebelah Timur: Distrik Jila dan Kabupaten Puncak
  • Profil di situs resmi pemerintah kab. Mimika[pranala nonaktif permanen]
 

Artikel bertopik distrik di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembagapura,_Mimika&oldid=18912013"