Diantara hewan hewan berikut yang memiliki bentuk tubuh mirip dengan keadaannya saat dewasa adalah

Lihat Foto

PIXABAY/SMARKO

Ilustrasi kupu-kupu, hewan yang mengalami metamorfosis sempurna

KOMPAS.com – Metamorfosis merupakan transformasi atau perubahan bentuk yang terjadi pada beberapa jenis hewan.

Salah satu hewan yang melalui proses metamorfosis adalah kupu-kupu. Serangga dengan sayap berwarna-warni ini melalui empat tahapan metamorfosis.

Adapun tahapan metamorfosis yang dilalui kupu-kupu adalah telur, larva, pupa, dan kupu-kupu dewasa.

Metamorfosis tidak hanya terjadi pada serangga. Beberapa hewan lain, seperti katak, juga mengalami proses metamorfosis.

Jenis metamorfosis

Terdapat dua jenis metamorfosis, yakni metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Baca juga: Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Metamorfosis sempurna merupakan proses transformasi yang melalui empat tahap, seperti metamorfosis yang dialami kupu-kupu.

Dilansir dari National Geographic, 11 Agustus 2020, hal lain yang menonjol dari metamorfosis sempurna adalah perbedaan penampilan dan perilaku larva dan hewan dewasa.

Kemudian, metamorfosis tidak sempurna atau metamorfosis sederhana adalah proses transformasi yang hanya melalui tiga tahap, yakni telur, larva atau nimfa, dan dewasa atau imago.

Dilansir dari Ask Biologist Arizona State University, berikut adalah daftar hewan yang mengalami metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Baca juga: Serangga Bantu Penyerbukan Sejak 47 Juta Tahun Lalu, Ini Buktinya

Metamorfosis sempurna

1. Kumbang

2. Lalat

3. Semut

Metamorfosis adalah perubahan ukuran, bentuk, dan bagian- bagian tubuh hewan dari satu stadium ke stadium berikutnya. Metamorfosis merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan hewan, khususnya pada serangga dan amfibi. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah kupu-kupu, katak, kecoa, nyamuk, dan capung.

Saat hewan mengalami metamorfosis, terjadi perubahan penampilan fisik dan struktur setelah kelahiran atau penetasan. Ini berarti bentuk tubuh hewan pada saat dewasa sangat berbeda dari bentuk tubuhnya saat lahir.

Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan diferensiasi sel atau proses yang terlihat dalam organisme multisel yang secara radikal berbeda. Metamorfosis dibedakan menjadi metamorfosis sempurna dan metamorfosis tak sempurna.

Metamorfosis Sempurna (Holometabola)

Metamorfosis sempurna adalah pertumbuhan hewan yang melewati tahap telur, larva, pupa, dan dewasa. Secara umum (kecuali pada katak), tahapan dari daur hidup hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur, larva, pupa, dan imago.

Tahapan metamorfosis sempurna dijelaskan sebagai berikut.

  1. Telur, yaitu bagian awal kehidupan dan akan terus tumbuh melalui suatu proses tertentu yang mengubahnya menjadi makhluk hidup.
  2. Larva adalah Hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa.
  3. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan. Pada fase pupa terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ.
  4. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Baca Juga

Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Alam, telur menetas menjadi larva. Pada bentuk larva, hewan tidak memiliki sayap dan tanda-tanda sayap belum tampak. Ketika berupa larva, serangga sangat aktif makan.

Advertising

Advertising

Larva kemudian mengalami perubahan menjadi pupa. Larva biasanya langsung menjadi pupa, tetapi ada beberapa hewan yang lebih dulu membuat perlindungan dari daun yang dilipat, tanah atau pasir yang halus, sayatan kayu, dan bahan lainnya.

Tempat pelindung pupa dinamakan kepompong. Pada tahap pupa, hewan tidak aktif makan meski proses metabolisme tetap berlangsung. Setelah melewati tahap pupa, hewan akan menjadi dewasa atau imago.

Contoh serangga yang memiliki daur hidup dengan cara metamorfosis sempurna adalah nyamuk dan kupu-kupu. Contoh amfibi yang mengalami metamorfosis sempurna adalah katak, salamander, dan sesilia yang merupakan hewan dari kelompok amfibi.

Sedangkan metamorfosis sempurna dari kelompok ikan adalah ikan agnatha, salem, dan belut lamprey.

Baca Juga

Metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk tubuh hewan tapi tidak terlalu jauh berbeda antara yang baru menetas dengan dewasa. Ciri-ciri serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk tubuh antara fase nimfa dan fase imago tidak mencolok

Pada metamorfosis tidak sempurna hewan tidak mengalami fase pupa (kepompong). Tahapan metamorfosis tidak sempurna dijelaskan sebagai berikut.

  1. Telur, yaitu bagian awal kehidupan dan akan terus tumbuh melalui suatu proses tertentu yang mengubahnya menjadi makhluk hidup.
  2. Nimfa adalah bentuk tubuh hewan muda dari kelompok hewan yang bermetamorfosis tidak sempurna. Saat telur menetas, bentuk nimfa serupa dengan individu dewasa, tetapi ukuran tubuhnya kecil dan belum bersayap.
  3. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Pada fase nimfa, hewan memiliki kemiripan dengan bentuk dewasa (imago), kecuali organ reproduksi dan sayap. Organ reproduksi dan sayap baru berkembang setelah berubah menjadi imago.

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah capung, belalang, kecoa, dan jangkrik.

Baca Juga

Kupu-kupu mengalami metamorfosis sempurna. Tahap pertama, kupu-kupu akan bertelur. Telur kupu-kupu akan menetas dalam waktu enam hingga 12 hari lalu menjadi larva atau ulat. Ulat akan berubah menjadi kepompong dalam waktu tiga sampai empat minggu. Ketika kepompong menetas, maka ulat telah berubah menjadi kupu-kupu.

Metamorfosis Katak

Katak termasuk hewan amfibi karena hidup di darat dan air. Katak mengalami metamorfosis sempurna. Merujuk buku IPA Terpadu, pertumbuhan dan perkembangan katak diawali dengan pembuahan sel telur oleh sperma.

Sel telur yang dibuahi oleh sperma akan membentuk zigot. Pembuahan ini terjadi di luar tubuh betina (fertilisasi eksternal), yaitu di air. Zigot berkembang menjadi embrio dalam beberapa tahap, yaitu:

  • Morula: Terbentuk tiga hingga 7 jam setelah pembuahan.
  • Blastula: Terbentuk 18 jam setelah pembuahan.
  • Gastrula: Terbentuk 34 jam setelah pembuahan.

Baca Juga

Sekitar 84 jam setelah pembuahan, ekor mulai dapat terlihat. Sekitar enam hari kemudian, embrio akan menetas menjadi larva yang disebut berudu atau kecebong. Setelah berumur dua hari, berudu mempunyai tiga pasang insang luar berbulu untuk bernapas.

Dalam perkembangan selanjutnya, insang luar berganti dengan insang dalam setelah sembilan hari. Sekitar 12 hari kemudian, terbentuk tutup insang. Berudu hidup di air dan bersifat herbivora.

Pada umur 12 minggu, kaki depan berudu mulai terbentuk dan ekornya menjadi pendek serta bernapas menggunakan paru-paru. Usus menjadi lebih pendek, insang mengalami kemunduran lalu berudu berkembang menjadi katak.

Setelah berumur satu tahun, katak berkembang menjadi dewasa dan bernapas menggunakan paru-paru dan kulit.

Kita sudah cukup mengenal hewan yang mengalami metamorfosis seperti kupu-kupu. Namun ternyata selain hewan yang mengalami metamorfosis, ada juga kelompok hewan yang tidak mengalami metamorfosis.

Sebelum mengenal hewan yang tidak bermetamorfosis, tak ada salahnya jika kita mengetahui terlebih dahulu definisi metamorfosis. Menurut penjelasan Jurnal Realtech 16(1), metamorfosis adalah perputaran waktu untuk makhluk hidup yang terdiri dari berbagai tahap atau proses.

Metamorfosis menjadi bagian dari siklus hidup. Dalam buku “Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Paket A setara SD/MI Tingkatan II”, siklus hidup terbagi menjadi dua jenis. Yakni siklus hidup tanpa metamorfosis dan siklus hidup dengan metamorfosis.

Dalam proses metamorfosis juga akhirnya terbagi lagi menjadi dua macam yakni metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.

Namun pada kesempatan kali ini kita hanya akan mengulas tentang kelompok hewan yang tidak mengalami metamorfosis dan kelompok hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Penasaran hewan apa saja yang masuk dalam kelompok tersebut? Berikut penjelasannya.

Baca Juga

Siklus hidup hewan yang mengalami metamorofis sempurna atau tidak sempurna ditandai dengan perubahan bentuk tubuh. Misalnya pada metamorfosis sempurna yang terjadi di kupu-kupu, maka akan terjadi empat fase hidup hewan tersebut. Mulai dari telur – larva – pupa – nimfa – imago.

Advertising

Advertising

Hal serupa juga dialami oleh hewan dengan metamorfosis tidak sempurna. Kelompok ini akan mengalami tiga fase. Yaitu telur – nimfa – imago.

Sementara itu, ciri hewan yang tidak mengalami metamorfosis adalah tidak mengalami perubahan bentuk. Jadi saat anak hewan tersebut mentas atau lahir, ia tidak mengalami perubahan bentuk sampai akhirnya menjadi individu dewasa. Perubahan yang terjadi umumnya hanya dari segi ukuran saja.

Contoh Hewan yang Tidak Mengalami Metamorfosis

Untuk lebih memahami tentang ciri hewan yang tidak mengalami metamorfosis, berikut beberapa contoh hewan yang masuk kelompok tersebut lengkap.

Baca Juga

Hewan ovipar atau yang berkembang biak dengan cara bertelur ini ternyata tidak mengalami metamorfosis selama masa hidupnya. Mengutip dari buku “Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Paket A setara SD/MI Tingkatan II”, siklus hidup ayam diawali dari telur.

Induk ayam akan mengerami telurnya selama kurang lebih 21 hari. Di dalam telur ada calon anak ayam yang terus tumbuh dan berkembang. Setelah petumbuhannya maksimal, maka telur akan menetas.

Anak ayam yang sudah menetas, seiring berjalannya waktu akan tumbuh dan berubah menjadi ayam dewasa. Penampilan anak ayam yang sudah dewasa akan menyerupai induknya.

Ayam yang sudah dewasa ini nantinya akan berkembang biak dan menghasilkan telur. Inilah siklus hidup dari ayam dan akan terus berlanjut menghasilkan generasi baru.

2. Kucing

Contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis lainnya yaitu kucing. Berbeda dengan ayam yang berkembang biak dengan cara bertelur, kucing melakukan proses berkembang biak dengan cara beranak. Sehingga kucing termasuk hewan vivipar.

Baca Juga

Setelah terjadi perkawinan. Kucing betina akan mengandung anaknya kurang lebih 3 bulan. Setelah itu, anak kucing akan lahir. Kucing yang baru lahir tidak bisa bergerak lincah dan belum bisa mencari makan sendiri, sehingga masih sangat bergantung pada induknya.

Seiring berkembangnya waktu, bayi kucing akan tumbuh dan menjadi kucing dewasa. Dari baru lahir hingga dewasa, kucing tidak mengalami perubahan bentuk. Hanya ukuran tubuhnya saja yang berubah dari kecil menjadi lebih besar.

3. Lumba-lumba

Lumba-lumba merupakan hewan mamalia laut yang juga tidak mengalami metamorfosis. Sama seperti ayam dan kucing, bentuk tubuh lumba-lumba saat baru lahir hingga menjadi lumba-lumba dewasa juga tidak berubah. Hanya ukurannya saja yang berubah menjadi lebih besar.

Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Tidak Sempurna

Selain kelompok hewan yang tidak mengalami metamorfosis, ada juga hewan yang melakukan metamorfosis tidak sempurna. Kelompok hewan ini hanya mengalami tiga fase perubahan dalam hidupnya, yakni dari telur – nimfa – imago.

Mengutip dari buku “Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Paket A setara SD/MI Tingkatan II”, berikut beberapa contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Baca Juga

Kecoa merupakan serangga yang biasanya ditemukan di tempat lembap. Hewan ini mengalami siklus hidup dari telur, kemudian bayi kecoa, lalu terakhir menjadi kecoa dewasa.

Telur kecoa membutuhkan waktu 30 – 40 hari untuk berubah menajdi nimfa atau bayi kecoa. Selanjutnya nimfa akan terus tumbuh dan berkembang, hingga akhirnya berubah bentuk menjadi kecoa dewasa. Kemudian siklus tersebut akan berlanjut terus menerus.

2. Belalang

Kelompok serangga lainnya yang juga mengalami metamorfosis tidak sempurna yaitu belalang. Hewan ini mengalami siklus hidup mulai dari telur, kemudian nimfa, dan terakhir menjadi belalang dewasa.

Belalang termasuk hewan yang cukup produktif. Dalam sekali berproduksi, belalang betina bisa menghasilkan 10 – 300 butir telur. Kemudian telur tersebut akan menetas menjadi nimfa atau bayi belalang yang warnanya putih.

Baca Juga

Nimfa belalang belum memiliki sayap. Namun seiiring berjalannya wkatu akan mengalami pergantian kulit hingga empat kali sampai menjadi belalang muda dan akhrinya menjadi belalang dewasa. Siklus tersebut akan berulang terus menerus untuk menghasilkan individu baru.