Dinosaurus hidup di zaman apa?

HP Bebas Pulsa : 0800 1234 000
Dinosaurus
Rentang hidup: Trias pertengahansekarang, 231.40Ma (termasuk burung)
Koleksi kerangka dinosaurus. Searah jarum jam dari kiri atas: Microraptor gui (theropoda bersayap), Apatosaurus louisae (sauropoda raksasa), Stegosaurus stenops (stegosaurus berpunggung tanduk), Triceratops horridus (ceratopsian bertanduk), Edmontosaurus regalis (ornithopoda berparuh bebek), Gastonia burgei (ankylosaurus berpelindung kulit).Klasifikasi ilmiahKerajaan:AnimaliaPhylum:ChordataClade:DinosauriformesClade:Dinosauria
Owen, 1842Kumpulan utama
  • Ornithischia
    • Stegosauria
    • Ankylosauria
    • Ornithopoda
    • Ceratopsia
  • Saurischia
    • Sauropodomorpha
    • Theropoda

Dinosaurus adalah kumpulan binatang purbakala dari klad Dinosauria. Dinosaurus pertama kali muncul pada periode Trias, sekitar 230 juta tahun yang lalu, dan merupakan vertebrata dominan selama 135 juta tahun, yang dimulai semenjak periode Jura (sekitar 201 juta tahun yang lalu) sampai habisnya periode Kapur (60 juta tahun yang lalu), dan akhir musnah dampak peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen sebelum Era Mesozoikum. Studi terhadap fosil dinosaurus menunjukkan bahwa spesies burung berevolusi dari dinosaurus theropoda selama periode Jura, dan akhir suatu peristiwanya, ribuan jenis burung yang hidup sekarang sudah diklasifikasikan sebagai sub-kelompok dinosaurus oleh para paleontolog.[1] Beberapa burung yang selamat dari kepunahan 66 juta tahun yang lalu beserta keturunannya melanjutkan keberlangsungan hidup dinosaurus sampai sekarang.[2]

Dinosaurus bisa digolongkan ke dalam beragam kumpulan binatang dari sudut pandang taksonomi, morfologi, dan ekologi. Lebih dari 9.000 spesies burung adalah jenis dinosaurus vertebrata yang paling beragam, selain perciform ikan.[3] Dengan memakai bukti fosil, para paleontolog sudah mengidentifikasi lebih dari 5.000 genera dinosaurus yang berbeda,[4] dan lebih dari 1.000 spesies yang tak sama dengan dinosaurus non-unggas.[5] Jenis dinosaurus di setiap benua bisa ditentukan menempuh spesies yang sedang hidup ataupun menempuh sisa-sisa fosil.[6] Kebanyakan di antaranya adalah herbivora, sedangkan yang selebihnya adalah karnivora. Sebagian agung keturunan dinosaurus yang sedang hidup adalah bipedal (berkaki dua), namun kebanyakan jenis dinosaurus yang sudah punah adalah spesies quadrupedal (berkaki empat). Struktur tampilan yang rumit seperti tanduk atau jambul umumnya dimiliki oleh semua kumpulan dinosaurus, dan beberapa kumpulan yang sudah punah juga memiliki struktur tulang yang khas seperti duri dan tulang punggung yang tajam. Penelitian menunjukkan bahwa bertelur dan membangun sarang adalah karakteristik lainnya yang dimiliki oleh semua dinosaurus. Walaupun spesies burung modern pada umumnya ada ukuran kecil karena menyesuaikan dengan kemampuan terbang, sebagian agung dinosaurus pra-sejarah ada ukuran besaryang terbesar adalah Amphicoelias fragilimus dari sauropoda, dengan panjang 62 meter (203+ kaki) dan tinggi 29 meter (95+ kaki).[7] Namun, anggapan bahwa dinosaurus non-unggas pada umumnya ada ukuran raksasa adalah suatu kesalahpahaman; banyak juga dinosaurus yang ada ukuran kecil, misalnya Xixianykus, yang panjangnya hanya 50 cm (20 inci).

Walaupun kata dinosaurus secara harfiah berfaedah "kadal yang mengerikan", namun sebenarnya dinosaurus bukanlah spesies kadal. Sebaliknya, dinosaurus tergolong dalam kumpulan reptil yang terpisah. Bukti menunjukkan bahwa dinosaurus yang sudah punah sama sekali tak mencerminkan karakteristik tradisional reptil, misalnya melakukan usaha melata dan ektoterma. Selain itu, kebanyakan binatang pra-sejarah seperti mosasaurus, ichthyosaurus, pterosaurus, plesiosaurus, dan Dimetrodon, dianggap sebagai jenis dinosaurus, namun sebenarnya hewan-hewan ini bukanlah dinosaurus. Sepanjang paruh pertama masa seratus tahun ke-20, sebelum burung diakui sebagai keturunan dinosaurus, sebagian agung ilmuwan percaya bahwa dinosaurus adalah binatang yang lamban dan berdarah dingin. Namun, penelitian yang dilakukan semenjak 1970-an menunjukkan bahwa dinosaurus adalah binatang yang aktif dengan sistem metabolisme yang tinggi dan menerapkan bermacam adaptasi dalam interaksi sosialnya.

Semenjak fosil dinosaurus ditemukan pertama kali pada awal masa seratus tahun ke-19, rangkaian kerangka dinosaurus sudah menjadi atraksi utama di bermacam museum di seluruh dunia, dan dinosaurus juga sudah menjadi babak yang tak terpisahkan dari kebudayaan dunia. Ukurannya yang agung serta sifatnya yang dianggap buas dan mengerikan sudah mengakibatkan munculnya buku-buku dan film-film laris yang mengisahkan mengenai dinosaurus, misalnya Jurassic Park. Tingginya antusiasme publik terhadap dinosaurus mengakibatkan meningkatnya arus dana untuk membiayai penelitian dinosaurus, dan penemuan-penemuan terbaru secara teratur selalu diliput oleh media.

Etimologi

Takson Dinosauria dinamai secara resmi pada tahun 1842 oleh paleontolog Inggris bernama Sir Richard Owen, yang memakainya untuk merujuk pada "suku atau sub-ordo reptil Sauria yang khas". Nama ini akhir diakui di Inggris dan di seluruh dunia.[8]:103 Nama ini berasal dari kata Yunani δεινός (deinos, yang berfaedah "mengerikan," "kuat," atau "sangat besar") dan σαῦρος (sauros, yang berfaedah "kadal" atau "reptil").[8]:103[9] Walaupun nama taksonomik tersebut sering diartikan sebagai referensi pada gigi, cakar, dan ciri mengerikan lainnya dari dinosaurus, Owen sebenarnya hanya bermaksud untuk mengingatkan tentang ukuran dan keagungan dinosaurus.[10]

Ciri utama

Menurut kajian taksonomi filogenetika, dinosaurus biasanya diartikan sebagai "kelompok yang terdiri dari Triceratops, Neornithes (burung modern), serta semua nenek moyang dan keturunannya".[11] Juga ada pendapat yang menyatakan bahwa Dinosauria berkaitan dengan Megalosaurus dan Iguanodon, karena dua genera inilah yang digunakan oleh Richard Owen sebagai landasan penamaan Dinosauria.[12] Kedua defenisi di atas pada landasannya sama, mendefenisikan bahwa dinosaurus: "Dinosauria = Ornithischia + Saurischia", yang mencakup theropoda (sebagian agung karnivora berkaki dua dan burung), ankylosauria (herbivora kaki empat berpelindung kulit), stegosauria (herbivora kaki empat berpunggung tanduk) ceratopsia (herbivora kaki empat dengan tanduk dan piring leher), ornithopoda (herbivora kaki dua atau kaki empat "berparuh bebek"), dan sauropodomorpha (sebagian agung herbivora berkaki empat dengan leher dan ekor panjang).

Burung gereja rumah (Passer domesticus) dianggap sebagai burung modern yang mewakili kumpulan Dinosauria.

Sebagian agung paleontolog berpendapat bahwa sauropodomorph dan theropoda adalah dua genera yang berbeda, oleh karena itu sauropodomorph tak bisa digolongkan dalam kumpulan saurischia atau dinosaurus. Untuk menghindari ketidakstabilan, maka secara konservatif, Dinosauria bisa didefenisikan sebagai: Triceratops horridus, Saltasaurus loricatus, Passer domesticus, serta semua nenek moyang dan keturunannya. Defenisi yang "lebih aman" dapat dinyatakan dengan: "Dinosauria = Ornithischia + Sauropodomorpha + Theropoda".[13]

Terdapat konsesus umum di kalangan paleontolog yang menyatakan bahwa burung adalah keturunan dari dinosaurus theropoda. Dalam taksonomi tradisional, burung dianggap sebagai "kelas" terpisah yang berevolusi dari dinosaurus. Namun, kebanyakan paleontolog modern menolak pengklasifikasian ini, beralasan bahwa semua keturunan dinosaurus harus digolongkan pula ke dalam kumpulan dinosaurus. Spesies burung dianggap oleh para paleontolog modern sebagai dinosaurus yang tak punah. Menurut sebagian agung paleontolog modern, burung bisa diklasifikasikan sebagai babak dari sub-kelompok Maniraptora, yang tergolong dalam coelurosaurus. Coelurosaurus sendiri adalah babak dari klad theropoda, sedangkan theropoda adalah babak dari ordo saurischia, dan saurischia adalah babak dari kumpulan dinosaurus. Oleh karena itu, burung bisa diklasifikasikan sebagai dinosaurus.[14]

Deskripsi umum

Dengan memakai salah satu defenisi di atas, maka secara umum, dinosaurus dapat diartikan sebagai archosaurus dengan tungkai tegak di bawah tubuh.[15] Banyak hewan-hewan purbakala yang dianggap sebagai dinosaurus, misalnya [ichthyosaurus]], mosasaurus, plesiosaurus, pterosaurus, dan Dimetrodon, walaupun secara ilmiah hewan-hewan tersebut bukanlah dinosaurus, dan tak satupun di antaranya yang berpostur tegak ataupun memiliki karakteristik dinosaurus lainnya.[16] Dinosaurus adalah binatang bertulang belakangan dominan pada Era Mesozoikum, khususnya pada periode Jura dan periode Kapur. Kumpulan binatang lainnya yang hidup pada masa itu jumlah dan ukurannya sangat terbatas; misalnya mamalia, yang agungnya jarang melebihi ukuran kucing, dan umumnya adalah binatang pengerat karnivora.[17]

Kerangka Stegosaurus stenops di Museum Field.

Dinosaurus adalah kumpulan yang terdiri dari beranekaragam hewan; menurut studi pada tahun 2006, lebih dari 500 genera dinosaurus non-unggas sudah berhasil diidentifikasi, dan jumlah genera yang fosilnya sudah diawetkan diperkirakan sekitar 1850, atau hampir 75% dari total dinosaurus yang sedang harus ditemukan.[4] Studi terdahulu memperkirakan bahwa terdapat sekitar 3400 genera dinosaurus di Bumi, termasuk yang fosilnya sudah diawetkan.[18] Sampai 17 September 2008, 1047 spesies dinosaurus yang berbeda sudah diberi nama.[5] Sebagian agung di antaranya adalah herbivora, selebihnya karnivora, termasuk pemakan biji-bijian, pemakan ikan, insektivora, dan omnivora. Kebanyakan dinosaurus berlangsung dengan dua kaki (seperti burung modern), namun beberapa spesies purbakala seperti Ammosaurus dan Iguanodon bisa berlangsung dengan gampang memakai dua atau empat kaki. Modifikasi tengkorak seperti tanduk dan jambul adalah karakteristik umum dinosaurus. Beberapa spesies yang sudah punah juga memiliki pelindung kulit (seperti badak). Walaupun dikenal karena ukurannya yang agung, beberapa dinosaurus juga ada yang ada ukuran kecil, dan burung modern tergolong dalam spesies yang ada ukuran kecil ini. Dinosaurus hidup di semua benua. Penemuan fosil menunjukkan bahwa mereka menyebar secara global pada awal periode Jura.[6] Burung modern hidup hampir di setiap habitat yang tersedia, dari darat sampai ke laut, dan terdapat bukti yang menunjukkan bahwa beberapa dinosaurus non-unggas (seperti Microraptor) bisa terbang, atau setidaknya meluncur.[19]

Karakteristik anatomi

Penemuan baru-baru ini mengakibatkan semakin sulit untuk menentukan karakteristik khas dinosaurus, hampir semua dinosaurus yang sudah ditemukan memiliki modifikasi kerangka tertentu yang berbeda dengan karakteristik nenek moyang archosaurus. Namun, beberapa kumpulan dinosaurus memiliki karakteristik yang dianggap sebagai karakteristik Dinosauria; ciri yang dimiliki oleh semua dinosaurus awal dan akhir diteruskan pada keturunannya. Dalam taksonomi, ini disebut dengan sinapomorfi.

S. Nesbitt mengemukakan temuannya mengenai keterkaitan antara sinapomorfi archosaurus dengan dinosaurus:[20]

  • Pada tengkorak, fossa supratemporal pada archosaurus menjadi fenestra supratemporal pada dinosaurus
  • Epipophyses menjadi tulang leher anterior (kecuali atlas dan axis)
  • Jambul deltopektoral (proyeksi lokasi melekatnya otot deltopektoral) terletak di bawah humerus (tulang lengan atas)
  • Radius 80% lebih pendek daripada panjang humerus
  • Trokanter keempat (proyeksi lokasi melekatnya otot kaudofemoralis) pada femur (tulang paha) berwujud flens tajam
  • Pada trokanter asimetris keempat, marjin distal membentuk sudut yang lebih curam ke arah poros
  • Pada astragalus dan calcaneum, fibula ada ukuran 30% lebih kecil
  • Eksosiptial (tulang di belakangan tengkorak) tak memenuhi garis tengah rongga endokranial
  • Permukaan proksimal artikular iskium dengan ilium dan pubis dipisahkan oleh cekungan agung
  • Crest cnemial pada tibia (tulang kering) melengkung secara anterolateral

Nesbitt juga menemukan sebanyak sinapomorfi lainnya antara archosaurus dengan dinosaurus, di antaranya juga terdapat pada silesaurids, yang menurut Nesbitt mirip dengan Dinosauria, termasuk trokanter anterior yang agung, metatarsal II dan IV dengan panjang yang sama, kurangnya kontak antara iskium dengan pubis, terdapatnya cnemial crest pada tibia, proses menaik pada astragalus,[11] dan sebagainya.

Diagram tengkorak diapsida.

Postur tungkai reptil biasa (kiri), dinosaurus dan mamalia (tengah), dan rauisuchia (kanan).

Bermacam karakteristik kerangka lainnya juga dimiliki oleh dinosaurus. Namun, karena karakteristik tersebut hanya dimiliki oleh kumpulan archosaurus atau tak terdapat pada semua spesies awal dinosaurus, karakteristik tersebut tak dianggap sebagai sinapomorfi. Misalnya, sebagai bagian diapsida reptil, keturunan dinosaurus memiliki dua pasang fenestra sementara (pada tengkorak di belakangan mata), sedangkan sebagai bagian diapsida archosauria, dinosaurus memiliki fenestra tambahan pada moncong dan rahang bawah.[21] Selain itu, beberapa karakteristik yang sebelumnya dianggap sebagai sinapomorfi dikenal sudah muncul sebelum keberadaan dinosaurus, atau tak terdapat pada dinosaurus awal dan baru berevolusi pada kumpulan dinosaurus yang berbeda. Ini termasuk skapula yang memanjang, atau tulang belikat; sacrum yang terdiri dari tiga ruas atau lebih yang menyatu dengan tulang punggung (tiga pada archosaurus, namun hanya dua pada Herrerasaurus);[11] dan sebuah acetabulum berongga, atau sendi panggul, dengan sebuah lubang di tengah permukaan babak dalamnya (menutup pada Saturnalia).[22][23] Kesukaran lainnya untuk menentukan karakteristik Dinosaurian terletak pada fakta bahwa kumpulan dinosaurus awal dan archosaurus lainnya yang berasal dari periode Triassic Akhir kurang dikenal dan serupa dalam banyak hal, sehingga hewan-hewan ini terkadang salah diidentifikasi dalam bermacam literatur.[24]

Dinosaurus berdiri tegak seperti sebagian agung mamalia modern, namun berbeda dari kebanyakan reptil, yang melakukan usaha melata atau merayap.[25] Hal ini disebabkan oleh mengembangnya reses lateral di babak panggul (biasanya berupa sendi terbuka) yang terhubung ke tulang paha.[26] Postur tegak ini memungkinkan dinosaurus purba untuk bernafas dengan gampang sambil melakukan usaha, yang tingkat stamina dan kegiatannya jauh lebih agung bila dibandingkan dengan reptil melata lainnya.[27] Tungkai tegak ini probabilitas juga membantu mendukung evolusi dinosaurus yang ada ukuran agung dengan mengurangi kelenturan pada bagian badan.[28] Beberapa achosaurus non-dinosaurus, termasuk rauisuchia, juga bertungkai tegak, namun tegaknya tak sempurna (tegak semi atau tegak pilar); tulang panggul babak atas diputar sehingga kaki depan menggantung.[28]

Sejarah evolusi

Asal dan evolusi awal

Kerangka Marasuchus lilloensis, spesies ornithodiran yang mirip dinosaurus.

Kerangka Herrerasaurus (besar), Eoraptor (kecil) dan tengkorak Plateosaurus.

Dinosaurus mengembang menjadi spesies sendiri dan berpisah dari nenek moyang mereka, archosaurus, sekitar 230 juta tahun yang lalu, pada periode Trias Tengah sampai Trias Akhir, aturan 20 juta tahun setelah peristiwa kepunahan Permian-Trias yang memunahkan hampir 95% kehidupan di Bumi.[29][30] Penanggalan radiometrik dari formasi batuan yang mengandung fosil dinosaurus awal seperti genus Eoraptor membuktikan bahwa binatang tersebut adalah dinosaurus tertua di Bumi. Para paleontolog berpendapat bahwa Eoraptor probabilitas adalah nenek moyang dari semua dinosaurus;[31] bila hal ini ada, maka bisa disimpulkan bahwa pada awalnya, karakteristik dinosaurus adalah bertubuh kecil, dan predator berkaki dua.[32] Penemuan binatang purbakala ornithodiran yang mirip dinosaurus seperti Marasuchus dan Lagerpeton di Argentina ikut mendukung pendapat ini.[33]

Ciri-ciri Dinosaurus

Untuk bisa diklasifikasikan sebagai dinosaurus,fosil atau dugaan dari seekor makhluk hidup,terutama hewan,harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki jenis tulang panggul Saurischia atau Ornithschia
  2. Hidup pada Masa Mesozoikum
  3. Memiliki kaki tegak langsung di bawah tubuh seperti Mamalia dan Aves modern
  4. Tak memiliki sayap atau sirip ada ukuran agung yang difungsikan untuk terbang atau berenang
  5. Bereproduksi secara ovipar
  6. Memiliki ekor sekurang-kurangnya seperlima panjang tubuhnya

Spesies

Seperti nama makhluk hidup pada umumnya, dinosaurus memiliki setidaknya lebih dari 1.500 spesies dan sejauh ini yang berhasil ditemukan dan diketahui para berbakat Paleontologi baru sekitar 500 jenis. Ini karena sama seperti pada masa waktu seratus tahun sekarang, fosil dinosaurus sesuai dengan keadaan binatang itu saat sedang bernyawa. Bila saat sedang hidup spesies dinosaurus tertentu sudah langka, maka fosilnya akan lebih langka lagi. Salah satu contohnya adalah fosil Iguanodon,Megalosaurus,atau Allosaurus, yang memiliki persebaran yang amat luas sampai terdapat di beberapa benua yang berbeda. Sebaliknya, fosil semacam Argentinosaurus, Therizinosaurus, atau Deinocheirus penyebarannya amat sempit dan sangat langka.

Dinosaurus juga memakai sistem nama binominal nomenklatur, seperti yang dicetuskan oleh biologis Carolus Linnaeus. Setiap dinosaurus memiliki dua nama, satu nama depan sebagai nama genus dan satu nama belakangan sebagai nama spesies. Misalnya Tyrannosaurus rex, Brachiosaurus altithorax, Triceratops horridus, atau Stegosaurus armatus. Biasanya, di luar babak yang terkait ilmu pengetahuan, yang digunakan hanya nama genusnya. Namun nama lengkapnya ternyata menarik perhatian banyak orang sehingga sering diikutsertakan, yang berfaedah juga menambah guna dinosaurus itu. Misalnya Triceratops berfaedah "wajah bertanduk tiga", namun bila nama spesiesnya dipakai juga (horridus)berarti "wajah bertanduk tiga yang menakutkan".

Referensi

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama AF02
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama Holtz2008
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama Alfaroetal2009
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama Wang.26Dodson
  5. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama AmosBBC
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama MacLeod
  7. ^ Antara Lain: http://svpow.com/2010/02/19/how-big-was-amphicoelias-fragillimus-i-mean-really/ , http://palaeozoologist.deviantart.com/journal/Amphicoelias-fragillimus-bigger-than-you-think-221544713 mengingat panjang yang 73 meter dari aturan yang 26.25 meter * 2.79!
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama Owen1842
  9. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama LSJ
  10. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama FBS97
  11. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama MJB04dino
  12. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama olshevsky2000
  13. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama Sereno2005
  14. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama KP04
  15. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama DFG97
  16. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama DL90
  17. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama MM97
  18. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama russell1995
  19. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama RMetal10
  20. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama nesbitt2011
  21. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama TRHJ00
  22. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama LARB99
  23. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama NIP07
  24. ^ This was recognized not later than 1909: "Dr. Holland and the Sprawling Sauropods". The arguments and many of the images are also presented in Desmond, A. (1976). Hot Blooded Dinosaurs. DoubleDay. ISBN0-385-27063-1.
  25. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama MJB00
  26. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama RC05
  27. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama TKMB07
  28. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama KPA
  29. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama TannerLucas
  30. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama Sereno1999
  31. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tak sah; tak ditemukan teks untuk ref bernama SFRM93
  32. ^ Nesbitt, S. J., Barrett, P. M., Werning, S., Sidor, C. A., and A. J. Charig. (2012). "The oldest dinosaur? A Middle Triassic dinosauriform from Tanzania." Biology Letters.

Tautan luar

UmumFotoVideoPopuler
  • Dinosaurs & other extinct creatures: From the Natural History Museum, a well illustrated dinosaur directory.
  • Dinosaurnews (www.dinosaurnews.org) The dinosaur-related headlines from around the world. Recent news on dinosaurs, including finds and discoveries, and many links.
  • Dinosauria From UC Berkeley Museum of Paleontology Detailed information scroll down for menu.
  • LiveScience.com All about dinosaurs, with current featured articles.
  • Zoom Dinosaurs (www.enchantedlearning.com) From Enchanted Learning. Kids' site, info pages and stats, theories, history.
  • Dinosaur genus list contains data tables on nearly every published Mesozoic dinosaur genus as of January 2011.
  • LiveScience.com Giant Dinosaurs Get Downsized by LiveScience, June 21, 2009
Teknis
  • Palaeontologia Electronica From Coquina Press. Online technical journal.
  • Dinobase A searchable dinosaur database, from the University of Bristol, with dinosaur lists, classification, pictures, and more.
  • DinoData (www.dinodata.org) Technical site, essays, classification, anatomy.
  • Thescelosaurus! By Justin Tweet. Includes a cladogram and small essays on each relevant genera and species.


Sumber :
wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, perpustakaan.web.id, p2k.program-reguler.co.id, dan sebagainya.
Menu
Cibinong, Bogor Jawa Barat
Lokasi Ruko Dekat CCM (Cibinong City Mall)

Tags (tagged): dinosaurus, unkris, 20 inci meskipun, kata dinosaurus, secara, harfiah berarti, burung, diklasifikasikan sebagai, bagian, dari sub, pubis, terdapatnya cnemial, crest, pada tibia proses, allosaurus memiliki, persebaran, amat luas, pusat, ilmu pengetahuan, dinosaurs, brought to life, and get, experts, interpretations dinosaurus, program, kuliah pegawai, kelas, weekend, pusat ilmu pengetahuan, kelas eksekutif, ensiklopedi, bahasa indonesia, ensiklopedia