Hasil tes swab antigen berapa lama

Lihat Foto

Kompas.COM/MUHAMMAD NAUFAL

Salah satu orang yang melakukan rapid test antigen yang disediakan oleh Polres Metro Tangerang Kota di KM 13,5 Jalan Tol Jakarta - Merak, Tangerang, Rabu (23/12/2020) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mewajibkan penumpang kereta api jarak jauh dan pesawat untuk memiliki surat keterangan hasil negatif rapid test antigen apabila ingin bepergian pada libur Natal dan Tahun Baru.

Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 23 Tahun 2020 yang berlaku sejak 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Kebijakan tersebut berdampak terhadap tingginya permintaan rapid test antigen di bandara maupun stasiun.

Baca juga: Ada Rapid Test Antigen Gratis untuk Pengemudi di Pos Operasi Lilin Tangerang

Bahkan sempat terjadi antrean calon penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen di Shelter Kalayang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (20/12/2020) hingga Selasa (22/12/2020).

Sementara itu, sejumlah penumpang di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen juga harus antre selama tiga jam untuk melakukanrapid test antigen.

Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk rapid test antigen di bandara dan stasiun?

Rapid Test Antigen di Stasiun Hanya 15 Menit

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, rapid test antigen di stasiun hanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit saat kondisi normal.

Namun, penumpukan calon penumpang yang ingin melakukan tes menyebabkan proses rapid test berjalan lebih lama dibanding hari-hari normal.

"Kalau normal misalnya saya datang langsung proses bayar ke kasir, ambil alat tes, saya dites, saya nunggu hasil, itu hanya 15 sampai 20 menitan," kata Eva saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/12/2020).

Antigen

 Abbot

Merek Antigen rekomendasi WHO dan memiliki ijin edar Kemenkes, tingkat akurasi cukup tinggi.

Antigen

 Abbot Nasal

Lebih nyaman untuk bayi 0-5 tahun, lansia dan pemilik riwayat sinusitis serta hidung sensitif. Pengambilan sampel hanya 2cm dari permukaan lubang hidung.

Antigen Regular Rp 99.000 Nett

Swab kit memiliki izin resmi dan lulus uji validasi oleh Kemenkes, tingkat akurasi diakui oleh Litbangkes.

Rapid
Antibody
Rp 99.000 Nett

Swab kit memiliki izin resmi dan lulus uji validasi oleh Kemenkes, tingkat akurasi diakui oleh Litbangkes.

Hasil

Tingkat
Akurasi

Kegunaan Terbaik

Target
Deteksi

Keunggulan

PCR Swab Test
6, 12 & 24 Jam
Rekomendasi dan standar emas WHO, dengan tingkat akurasi sangat tinggi.
Diagnosis awal hingga akhir masa inkubasi, baik ketika bergejala & tanpa gejala.
Materi genetik virus SARS-CoV-2 berupa RNA & dikonversi menjadi DNA pada orang yang terinfeksi.
Lebih akurat pada tahap awal infeksi & bisa mendeteksi keberadaan virus dengan jumlah yang sangat rendah.

Swab Antigen
± 30 menit
Tingkat akurasi tinggi, namun terkadang tidak mendeteksi keberadaan virus dalam jumlah rendah.
Diagnosis awal gejala infeksi Covid-19, kurang dari 5-7 hari.
Mendeteksi protein spesifik dari virus SARS-CoV-2.
Hasil tes lebih cepat dan dengan harga yang terjangkau.

Temukan pertanyaan terkait dengan hasil tes, layanan, paket dan lainnya disini. Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, kontak kami sekarang juga!

Untuk jam operasional bisa dilihat disini.

Jakarta -

Traveler yang hendak pergi ke luar kota harus melakukan tes swab antigen sebagai salah satu syarat perjalanan. Masa berlakunya berapa lama ya? Mari simak ketentuannya!

Kementerian Perhubungan menegaskan syarat perjalanan untuk ke luar kota akan tetap diberlakukan. Syarat perjalanan yang berlaku akan mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Syarat ini berlaku untuk semua calon penumpang yang akan melakukan perjalanan udara (penerbangan) selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), periode: 1 Juni 2021-hingga pemberitahuan lebih lanjut.

1. Negatif Antigen (2x24 Jam sebelum keberangkatan) 2. Negatif GeNose C-19 (1x24 Jam sebelum keberangkatan)

3. Negatif Swab/PCR Test dengan waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan)

Dokumen negatif swab antigen COVID-19 ini hanya berlaku 2x24 jam. Artinya, tes Swab Antigen harus dilakukan 2 hari sebelum keberangkatan.

Syarat tersebut berlaku untuk pelaku perjalanan udara, laut, kereta api dan penyeberangan. Traveler diwajibkan menunjukkan dokumen negatif COVID-19. Baik berupa rapid test antigen, swab PCR, maupun GeNose.

Saat Uji Kesehatan, calon penumpang akan dikelompokkan menjadi dua guna mempermudah verifikasi. Pengelompokan itu berdasarkan usia:

1. Kategori dewasa: tetap menunjukkan identitas resmi dan masih berlaku seperti KTP, Passport, SIM atau lainnya.

2. Kategori anak-anak dan balita: bagi yang belum memiliki identitas resmi, wajib menunjukkan surat keterangan seperti akte kelahiran, surat lahir, kartu keluarga atau lainnya.

Selain dokumen hasil tes Swab Antigen negatif, jangan lupa juga untuk mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (e-Hac) sebelum dan setelah penerbangan, ya traveler!

Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Kegiatan-Perjalanan"



(wsw/ddn)

Rapid test masih menjadi metode screening awal yang dipakai di Indonesia untuk menekan penyebaran COVID-19. Selain rapid antibodi yang sebelumnya dipakai, kini rapid test antigen menjadi salah satu persyaratan melakukan perjalanan yang ditetapkan beberapa daerah.

Untuk memudahkan masyarakat yang ingin bepergian, pemerintah telah menetapkan harga rapid test antigen maksimum untuk wilaya Pulau Jawa dan luar Jawa dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/1/4611/2020 tentang batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antigen, yaitu maksimal Rp250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp275.000 untuk luar Jawa.

Lalu berapa lama masa berlaku surat keterangan hasil rapid test antigen tersebut bisa digunakan sebagai salah satu dokumen perjalanan?

Mengutip dari situs covid19.go.id, lama masa berlaku hasil rapid test antigen masih mengacu pada Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang menyebutkan jika hasil dari rapid test antigen, rapid test antibodi, dan tes PCR berlaku selama 14 hari.

Baca Juga:

  • Yuk Cek Kalori Makanan dan Kue Kering Lebaran
  • Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari
  • Big Sibling Blues: Cara Bantu Anak Menjadi Kakak Berdasarkan Usia

Jadi surat keterangan non reaktif rapid antigen tetap berlaku 14 hari sejak diterbitkan. Peraturan ini dapat berubah jika terbit revisi aturan baru oleh Satgas Penanganan COVID-19.

Rapid test antigen memang menjadi persyaratan baru bagi orang-orang yang ingin melakukan perjalanan ke kota tertentu. Rapid test ini dipilih karena disebut-sebut lebih akurat dalam mendeteksi kasus infeksi aktif COVID-19 dibandingkan rapid test antibodi karena dapat mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan.

Sedangkan rapid antibodi bertujuan untuk mencari antibodi terhadap virus corona. Sebagai informasi, tubuh akan menghasilkan antibodi sebagai respon terhadap infeksi virus yang umumnya muncul 4-7 hari setelah infeksi.  

Meski demikian, baik rapid test antigen maupun antibodi masih dipakai di Indonesia untuk berbagai keperluan. Jadi, bagi kamu yang ingin bepergian ke daerah-daerah yang mensyaratkan melampirkan surat rapid test, jangan lupa siapkan diri untuk mengikuti tes ini ya.

Kamu juga bisa mencari rumah sakit atau klinik terdekat yang menyediakan https://www.okadoc.com/id-id/campaign/doctor/26/free-rapid-testrapid test maupun PCR melalui Okadoc lho!