Ideologi terbuka merupakan pandangan hidup yang memiliki sifat

Suara.com - Beberapa kalangan mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Pancasila sebagai ideologi terbuka. 

Pancasila merupakan pilar ideologis Negara Indonesia. Dalam penerapannya, Pancasila menganut ideologi terbuka. Adapun ideologi terbuka merupakan ideologi yang bisa mengikuti atau dapat menyesuaikan perkembangan zaman. 

Salah satu karakteristik ideologi terbuka adalah hanya berisi pandangan dasar. Sementara itu, pengembangannya disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Nah, biasanya ideologi terbuka hanya bisa digunakan pada sistem Negara yang demokratis, seperti di Indonesia.

Lalu, apa sebenarnya arti pancasila sebagai ideologi terbuka? Berikut Suara.com rangkum ulasan tentang Pancasila sebagai Ideologi Terbuka, mulai dari arti, dimensi, dan nilai-nilainya.

Baca Juga: Pentingnya Pilar Demokrasi Indonesia dalam Melaksanakan Pemilu

Arti Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam penerapannya menganut ideologi terbuka. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki sifat dinamis yang mencerminkan keterbukaan pemikiran sehingga mampu menerima segala iklim perubahan yang terjadi. Namun, dalam mencerminkan keterbukaan ini, Pancasila tidak perlu mengubah nilai-nilai dasarnya untuk mengikuti perkembangan zaman tersebut.

Dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki tiga dimensi penting, yaitu:

  1. Dimensi realitas
    Pada dimensi realitas, Ideologi mampu untuk menyesuaikan nilai-nilai hidup dan berkembang dalam masyarakat.
  2. Dimensi Idealisme
    Pancasila yang memiliki dimensi idealisme merupakan ideologi yang mampu memberikan harapan dan cita-cita masyarakat tentang masa depan yang lebih baik.
  3. Dimensi Pendukung atau Pengembangan
    Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat mempengaruhi dan menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Baca Juga: Siapa Anggota Panitia Sembilan Bentukan BPUPKI? Ini Tugas Mereka

Pancasila sebagai ideologi terbuka harus mencakup beberapa nilai seperti nilai dasar, nilai instrumental, serta nilai praktis.

hari pancasila (Shuttertsock)

Apa arti pancasila sebagai ideologi terbuka?

Suara.com - Beberapa kalangan mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Pancasila sebagai ideologi terbuka. 

Pancasila merupakan pilar ideologis Negara Indonesia. Dalam penerapannya, Pancasila menganut ideologi terbuka. Adapun ideologi terbuka merupakan ideologi yang bisa mengikuti atau dapat menyesuaikan perkembangan zaman. 

Salah satu karakteristik ideologi terbuka adalah hanya berisi pandangan dasar. Sementara itu, pengembangannya disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Nah, biasanya ideologi terbuka hanya bisa digunakan pada sistem Negara yang demokratis, seperti di Indonesia.

Lalu, apa sebenarnya arti pancasila sebagai ideologi terbuka? Berikut Suara.com rangkum ulasan tentang Pancasila sebagai Ideologi Terbuka, mulai dari arti, dimensi, dan nilai-nilainya.

Baca Juga: Pentingnya Pilar Demokrasi Indonesia dalam Melaksanakan Pemilu

Arti Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam penerapannya menganut ideologi terbuka. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki sifat dinamis yang mencerminkan keterbukaan pemikiran sehingga mampu menerima segala iklim perubahan yang terjadi. Namun, dalam mencerminkan keterbukaan ini, Pancasila tidak perlu mengubah nilai-nilai dasarnya untuk mengikuti perkembangan zaman tersebut.

Dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki tiga dimensi penting, yaitu:

  1. Dimensi realitas
    Pada dimensi realitas, Ideologi mampu untuk menyesuaikan nilai-nilai hidup dan berkembang dalam masyarakat.
  2. Dimensi Idealisme
    Pancasila yang memiliki dimensi idealisme merupakan ideologi yang mampu memberikan harapan dan cita-cita masyarakat tentang masa depan yang lebih baik.
  3. Dimensi Pendukung atau Pengembangan
    Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat mempengaruhi dan menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Baca Juga: Siapa Anggota Panitia Sembilan Bentukan BPUPKI? Ini Tugas Mereka

Pancasila sebagai ideologi terbuka harus mencakup beberapa nilai seperti nilai dasar, nilai instrumental, serta nilai praktis.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

sebutkan keragaman watak yang kamu ketahui!​

energi panas bumi di kaki gunung berapi jika dimanfaatkan dengan baik dapat membantu manusia terutama di bidang kesehatan salah satunya adalaha. peman … dian air hangat b. mengairi sawah dan kebun c. menumbuhkan jenis tumbuhan tertentu d. membantu memasak makanan ​

tlng kk ini yg mn yg benar yg C atau D​

tolong ya kk kasih tau, karena saya bingung yg C atau D....​

sifat air yang dimanfaatkan dalam penggunaan energi air bagi masyarakat dengan membangun mikro di sungai adalah a memiliki berat dengan volume tetap b … memiliki daya kapilaritas C mengalami perubahan wujud benda D Mengalir dari tempat tinggal ke rendah​

tolong di bantu ya please​

tolong di bantu ya please​

tolong di bantu ya please​

dijawab ya please,please​

sifat air yang dimanfaatkan dalam penggunaan energi air bagi masyarakat dengan membangun mikrohidro di sungai adalah a.memiliki berat yang volume teta … p b.memiliki daya ke c.mengalami perubahan wujud bendad. Mengalir dari tempat tinggal ke rendah ​

Dimensi Pancasila dalam Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka – Pancasila adalah bentuk ideologi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila terwujud bukan hanya dari hasil perenungan seseorang atau sekelompok orang saja, melainkan Pancasila terwujud dari nilai-nilai kebudayaan, adat istiadat dan juga nilai religius yang hadir dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Maka dari itu, ideologi sebuah negara sangat menentukan pribadi dari suatu bangsa atau negara tersebut. Ideologi sebuah negara digunakan sebagai pedoman dan sumber semangat untuk membimbing sebuah bangsa dalam pembangunannya. Ideologi sebuah negara harus bersifat dinamis dan reformatif supaya bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan dari negara tersebut.

Ideologi negara yang terbuka merupakan sebuah kebutuhan dalam dunia modern saat ini yang memiliki perubahan sangat cepat dan dinamis. Pancasila sebagai ideologi terbuka sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan seiring zaman. Untuk memahami lebih lanjut apa itu Pancasila sebagai ideologi terbuka, simak tulisan di bawah ini.

Pengertian Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Ideologi adalah istilah dari bahasa Yunani. Ideologi terdiri dari dua kata yaitu idea dan logos. Idea memiliki arti melihat dan logos memiliki arti teori atau pengetahuan. Secara bahasa, ideologi adalah hasil penemuan atau hasil pemikiran yang berupa ilmu pengetahuan tentang ide-ide.

Menurut Karl Marx, ideologi adalah pandangan hidup yang dikembangkan dengan mengikuti kepentingan golongan tertentu dalam sosial politik. Menurut Carl J. Friedrich, ideologi adalah suatu sistem pemikiran yang berkaitan dengan sebuah tindakan. Sedangkan menurut C.C Rodee, ideologi adalah sebuah gagasan yang berkaitan dengan nilai-nilai dan secara logis memberi keabsahan untuk institusi politik.

Ideologi dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup. Ideologi tertutup adalah pandangan hidup yang bersifat mutlak. Ideologi tertutup merupakan falsafah yang menentukan tujuan dan norma politik sosial yang harus diterima sebagai suatu pemahaman dan juga harus dipatuhi. Ideologi tertutup bukanlah cita-cita yang ada dalam kehidupan masyarakat negara tersebut.

Ideologi tertutup adalah cita-cita dari sebuah kelompok yang digunakan sebagai pedoman untuk mengubah masyarakat di negara tersebut. Dalam negara yang memiliki ideologi tertutup, nilai-nilai, norma yang suda ada di kehidupan masyarakat akan diubah sesuai dengan ideologi dari kelompok yang menguasai negara tersebut. Ideologi tertutup bersifat totaliter, hal ini berarti ideologi tertutup mengatur semua bidang kehidupan bernegara.

Negara yang menganut ideologi tertutup akan meniadakan pandangan dan kebudayaan dan juga menyampingkan hak asasi. Negara dengan ideologi tertutup menuntut masyarakatnya untuk selalu setia pada ideologi tersebut. Beberapa negara yang menganut ideologi tertutup adalah Korea Utara, China, Kuba, Rusia dan Arab Saudi.

Sedangkan ideologi terbuka adalah ideologi yang memiliki nilai dan cita-citanya tidak dimutlakkan dan tidak dipaksakan. Ideologi terbuka dibentuk berdasarkan kekayaan budaya dan nilai-nilai dari masyarakat negara itu sendiri. Ideologi terbuka bersifat dinamis sehingga bisa mudah berinteraksi dengan seiring perkembangan zaman. Ideologi terbuka bukanlah berdasarkan dari pemikiran suatu kelompok saja.

Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut adalah milik rakyat dari negara tersebut. Masyarakat di negara dengan ideologi terbuka, bisa menggali kembali falsafah dari ideologi tersebut. Negara dengan ideologi terbuka tidak akan meraup kebebasan dalam kehidupan masyarakat, melainkan ideologi tersebut menjadi inspirasi atau pedoman untuk bertanggung jawab dalam bermasyarakat.

Ideologi terbuka sangat menghargai kemajemukan yang ada di masyarakat, sehingga semua lapisan masyarakat bisa menerima ideologi tersebut. Negara yang menganut ideologi terbuka adalah Indonesia, Korea Selatan, Perancis, Amerika Serikat dan Filipina.

Pada buku Pancasila Ideologi Dunia: Sintesis Kapitalisme, Sosialisme yang ada di bawah ini dibahas mengenai bagaimana Pancasila sebagai produk dari sintesis kreatif para perumusnya akan mampu menjadi solusi di tengah krisis yang melanda ideologi politik dunia hari ini.

Baca juga : Makna Pancasila sebagai Sumber Nilai

Ciri-Ciri Ideologi Terbuka

Indonesia yang termasuk negara yang menerapkan ideologi terbuka juga memiliki ciri-ciri. Adapun ciri-ciri ideologi terbuka sebagai berikut

1. Bersumber dari Masyarakat atau Rakyat

Ideologi terbuka ini sumbernya berasal dari masyarakat yang di mana di dalamnya terdapat beberapa kelompok. Oleh karena itu, akan muncul berbagai macam pendapat. Meskipun begitu, setiap pendapat atau gagasan akan menciptakan ideologi negara yang terbuka, sehingga sistem kemasyarakatan dan hubungan antar anggota masyarakat dapat berjalan dengan optimal.

2. Terdapat Kebebasan Berpendapat

Ciri berikutnya dari ideologi terbuka adalah kebebasan berpendapat. Dalam hal ini, kebebasan berpendapat dapat diartikan sebagai bebas mengekspresikan hal-hal apa saja termasuk mengkritik suatu hal yang tidak baik. Namun, meskipun bebas berpendapat, tetapi ketika mengeluarkan pendapat tidak boleh menghina orang lain. Dengan kata lain, harus tetap memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

3. Sifatnya Dinamis

Ideologi terbuka memiliki ciri berupa sifatnya dinamis, hal ini senada dengan namanya yang terbuka terhadap berbagai perkembangan zaman. Dengan menerima perkembangan zaman, maka pemikiran masyarakat bisa terbuka juga, sehingga rasa saling menghargai walaupun berbeda pandangan atau pendapat dapat muncul.

4. Sama dengan Kebudayaan Masyarakat

Indonesia sudah dikenal oleh banyak orang bahwa mempunyai berbagai macam kebudayaan karena masyarakatnya tersebar di banyak pulau. Dengan ideologi terbuka Pancasila, maka kebergaman di Indonesia bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia, sehingga satu kesatuan pun dapat tumbuh dengan baik. Dengan begitu, risiko terjadinya konflik karena keberagaman budaya bisa berkurang.

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

5. Sistem Pemerintahan Terbuka

Dalam ideologi terbuka, maka sistem pemerintahannya harus tebruka juga. Dalam hal ini, sistem pemerintahannya yang terbuka dapat diartikan sebagai adanya transparansi dalam membuat kebijakan publik. Dengan adanya transparansi itu, maka masyarakat bisa mengawasi setiap kebijakannya atau bahkan bisa memberi kritik terhadap kebijakan yang telah dibuat.

Di dalam ideologi terbuka, Hak Asasi Manusi (HAM) sangat dijunjung tinggi, sehingga kesetaraan antar warga negara dapat terjaga dengan baik. Selain itu, dengan menjunjung HAM, keamanan dan ketentraman warga negara dapat terlindungi dengan maksimal. Dengan begitu, warga negara pun dapat menjalankan ideologi terbuka yang sudah dianut oleh suatu negara.

7. Mendukung Keberagaman

Tingkat solidaritas dalam ideologi terbuka cukup tinggi karena sesama warga negara saling mendukung keberagaman. Berkat kehadiran perilaku solidaritas, maka hubungan persatuan dan kesatuan dapat tumbuh dengan optimal dan masyarakat pun bisa menjalani kehidupan dengan tentram.

8. Memiliki Sistem Hukum yang Sudah Adil

Ciri kedelapan dari ideologi terbuka adalah sistem hukum yang sudah adil. Dengan kata lain, hukum tidak tebang pilih atau tidak satu warga negara pun yang kebal terhadap hukum.

Nilai Dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat dinamis, reformatif, tidak kaku dan tidak tertutup. Hal ini berarti Pancasila mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, teknologi, ilmu pengetahuan yang berkembang di kehidupan masyarakat. Ideologi terbuka yang ada di dalam Pancasila bukan berarti nilai-nilai yang ada bisa diubah, namun wawasan yang ada bisa dibuat menjadi lebih konkrit.

Itulah sebabnya sebuah ideologi bisa memecahkan masalah-masalah yang senantiasa berkembang sesuai dengan pedoman dan idealisme yang dipercaya. Ada nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi pancasila sebagai ideologi terbuka sebagai berikut ini:

1. Nilai Dasar

Nilai dasar yang dimaksud adalah nilai-nilai dasar yang ada di dalam ideologi tidak berubah. Nilai-nilai tersebut adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut merupakan inti dari sila-sila Pancasila. Pancasila yang memiliki sifat universal mengandung cita-cita yang baik dan benar. Nilai dasar ideologi Pancasila terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 adalah norma dasar yang merupakan hukum tertinggi sebagai sumber hukum negara Indonesia.

2. Nilai Instrumental

Nilai instrumental adalah sebuah arahan, kebijakan, sasaran dan lembaga-lembaga pelaksanaanya. Nilai instrumental dalam ideologi pancasila merupakan penjabaran lebih dari nilai-nilai dasar. Penjabaran nilai pancasila ini dimasukan ke dalam UUD 1945, Ketetapan MPR dan peraturan perundang-undangan. Penjabaran ini merupakan penyesuaian dalam pelaksanaan ideologi Pancasila. Contohnya, GBHN yang selalu disesuaikan dalam rentang lima tahun sekali. Begitu juga aspirasi masyarakat, undang-undang dan lembaga-lembaga pelaksana.

3. Nilai Praksis

Nilai praksis adalah sebuah bentuk realisasi dari nilai-nilai instrumental dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam realisasi nilai praksis ini, penjabaran nilai-nilai Pancasila akan selalu berkembang dan bisa dilakukan untuk perubahan bahkan perbaikan sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tumbuh dalam masyarakat.

Sebagai pribadi bangsa, Pancasila menjadi cerminan mental serta perilaku anak bangsa serta para pemimpin dan negarawan Indonesia. Buku Memahami dan Memaknai Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara ini menjelaskan bagaimana memahami serta memaknai kembali dimensi Pancasila sebagai ideologi serta dasar negara.

Dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka mempunyai dimensi. Dimensi yang ada di dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka menandakan bahwa ideologi Pancasila bukan lah sistem ide belaka yang tidak pernah ada di kehidupan sehari-hari. Dimensi Pancasila membuat Ideologi pancasila itu sendiri bukan hanya doktrin yang tertutup, dan juga bukan norma-norma yang kaku. Pancasila bersifat nyata dan dapat melakukan perubahan. Berikut adalah penjelasan dimensi Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu:

1. Dimensi Pancasila Yang Idealistas

Dimensi idealitas memiliki maksud bahwa di dalam Pancasila ada nilai-nilai dasar sebagai pedoman hidup dan cita-cita. Cita-cita tersebut diwujudkan untuk mencapai masa depan negara yang lebih baik. Nilai-nilai dasar dimensi pancasila  tersebut bersifat sistematis, menyeluruh dan juga rasional. Nilai-nilai dasar tersebut yang terkandung dalam Pancasila adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

Idealisme yang ada dalam dimensi Pancasila bisa memberikan harapan, semangat dan motivasi untuk masyarakat sehingga bisa mewujudkan cita-cita bersama. Dimensi pancasila yang idealis membuat ideologi sebuah bangsa menjadi kuat dan tangguh dalam perannya sebagai bentuk negara.

2. Dimensi Pancasila Yang Normatif

Dimensi normatif memiliki maksud bahwa nilai-nilai dasar di dalam Pancasila diajarkan dalam norma yang merupakan norma dari kenegaraan. Pancasila ada di dalam pembukaan UUD 1945, hal ini merupakan norma tertib hukum yang paling tinggi di negara Indonesia. Pancasila dan UUD 1945 juga merupakan pokok kaidah negara fundamental. Hal ini berarti bahwa ideologi Pancasila bisa dijabarkan dalam langkah-langkah operasional.

Dimensi realitas memiliki maksud bahwa nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila berakar dari masyarakat dan juga hidup di dalam masyarakat itu sendiri. Selain dimensi-dimensi yang ada di atas, Pancasila harus bisa dijabarkan dalam masyarakat secara konkrit atau nyata. Pancasila harus dijabarkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Nah, itulah penjelasan tentang dimensi pancasila sebagai ideologi terbuka bagi bangsa Indonesia. Apakah Grameds sudah bisa memahami makna dimensi pancasila tersebut ideologi bangsa? Sebagai generasi bangsa, mengenali dimensi pancasila menjadi hal yang sangat penting. Jika Grameds perlu banyak referensi tentang dimensi pancasila dan ilmu tentang ideologi maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di http://www.gramedia.com

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Jika Anda ingin menggali lebih tentang Pancasila secara lebih komprehensif, miliki segera buku di www.gramedia.com.

1. Pendidikan Pancasila

2. Falsafah Pancasila Epistemologi Keislaman Kebangsaan

3. Pancasila Rumah Bersama

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa itu dimensi realitas Pancasila?” img_alt=”” css_class=””] Dimensi realitas memiliki maksud bahwa nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila berakar dari masyarakat dan juga hidup di dalam masyarakat itu sendiri. Selain dimensi-dimensi yang ada di atas, Pancasila harus bisa dijabarkan dalam masyarakat secara konkrit atau nyata. Pancasila harus dijabarkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. [/sc_fs_faq]

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Pancasila mengandung 3 dimensi apa saja dan jelaskan?” img_alt=”” css_class=””] 1. Dimensi Pancasila Yang Idealistas. Dimensi idealitas memiliki maksud bahwa di dalam Pancasila ada nilai-nilai dasar sebagai pedoman hidup dan cita-cita. Cita-cita tersebut diwujudkan untuk mencapai masa depan negara yang lebih baik. 2. Dimensi Pancasila Yang Normatif. Dimensi normatif memiliki maksud bahwa nilai-nilai dasar di dalam Pancasila diajarkan dalam norma yang merupakan norma dari kenegaraan. 3. Dimensi Pancasila Yang Realitas. Dimensi realitas memiliki maksud bahwa nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila berakar dari masyarakat dan juga hidup di dalam masyarakat itu sendiri. Selain dimensi-dimensi yang ada di atas, Pancasila harus bisa dijabarkan dalam masyarakat secara konkrit atau nyata. Pancasila harus dijabarkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. [/sc_fs_faq]

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa itu dimensi idealitas?” img_alt=”” css_class=””] Dimensi idealitas memiliki maksud bahwa di dalam Pancasila ada nilai-nilai dasar sebagai pedoman hidup dan cita-cita. Cita-cita tersebut diwujudkan untuk mencapai masa depan negara yang lebih baik. Nilai-nilai dasar dimensi pancasila tersebut bersifat sistematis, menyeluruh dan juga rasional. Nilai-nilai dasar tersebut yang terkandung dalam Pancasila adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. [/sc_fs_faq]

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa yang dimaksud dengan dimensi normalitas?” img_alt=”” css_class=””] Dimensi normatif memiliki maksud bahwa nilai-nilai dasar di dalam Pancasila diajarkan dalam norma yang merupakan norma dari kenegaraan. Pancasila ada di dalam pembukaan UUD 1945, hal ini merupakan norma tertib hukum yang paling tinggi di negara Indonesia. [/sc_fs_faq]

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien