Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendidikan islam?

Ilustrasi belajar. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/donatas1205

JATIM | 12 Mei 2020 11:50 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Pendidikan merupakan suatu sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan sistem yang ada lainnya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek.

Pendidikan Islam adalah upaya rencana dalam menyiapkan manusia untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mempercayai ajaran agama Islam dengan dibarengi tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan antarumat beragama untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Tujuan pendidikan Islam yang hendak dibidik dewasa ini adalah untuk membimbing, mengarahkan, dan mendidik seseorang untuk memahami dan mempelajari ajaran agama Islam. Diharapkan mereka memiliki kecerdasan berpikir (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan memiliki kecerdasan Spiritual (SQ) untuk bekal hidup menuju kesuksesan dunia dan akherat.

Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai pengertian dan tujuan pendidikan Islam secara mendetail, dihimpun dari berbagai sumber.

2 dari 7 halaman

Dari Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 9, No.I/2018, disebutkan bahwa para pakar pendidikan telah berusaha merumuskan tujuan pendidikan Islam sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing terhadap berbagai ayat al-Qur’an. Abd. Fatah Jalal misalnya, merumuskan tujuan Pendidikan Islam dengan mendasarkan pada ayat al-Qur’an agar manusia beribadah hanya kepada Allah. (QS. alDzariyat : 56; al-Baqarah : 21; al-Anbiya : 25; al-Nahl : 36)

Ibadah menurutnya adalah mencakup semua akal pikiran yang disandarkan kepada Allah. Ibadah adalah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta semua yang dilakukan manusia berwujud perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang dikaitkan dengan Allah.

Rumusan tujuan akhir Pendidikan Islam, juga telah berusaha dirumuskan oleh pakar Pendidikan Islam dari berbagai aliran ketika mengadakan Konferensi Pendidikan Islam: tujuan Pendidikan Islam adalah menumbuhkan pada kepribadian Islam secara utuh melalui latihan kejiwaan, kecerdasan, penalaran, perasaan dan indera.

Pendidikan Islam harus menfasilitasi pertumbuhan dalam semua aspeknya, baik aspek spiritual, intelektual, imajinasi, jasmaniah, ilmiah maupun bahasanya baik secara perorangan maupun kelompok yang lebih luas.

3 dari 7 halaman

Dalam diskursus ilmu sosial yang cenderung fluktuatif, tujuan pendidikan Islam perlu direformasi cakupannya dan tidak hanya berorientasi kognitif semata. Hal ini mengingat komposisi penduduk Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis, agama, dan budaya. Jika merujuk pada diskursus tersebut, maka tujuan pendidikan Islam hendaknya mengacu pada nilai-nilai sosial-kultural yang menjadi pijakannya selain dari al-Quran dan al-Hadis tentunya.

Betapa pentingnya sebuah pendidikan yang melihat proses kebudayaan. Pendidikan dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang sangat erat, di mana pendidikan dan kebudayaan berbicara pada tataran yang sama, yaitu nilai-nilai. Perspektif sosiokultural menggambarkan keadaan individu dan bagaimana perilaku mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor khusus di lingkungan sekitar dengan sosial budayanya.

4 dari 7 halaman

Pada dasarnya konsep pendidikan Islam mencakup seluruh tujuan pendidikan yang dewasa ini diserukan oleh barat bahkan diserukan oleh negara-negara di dunia. Karena Islamlah, pendidikan memiliki misi sebagai pelayan kemanusiaan dalam mewujudkan kebahagiaan individu dan masyarakat. Artinya Islam akan berhasil mewujudkan tujuan pendidikan yang selama ini menjadi obsesi tokoh pendidikan barat.

Secara universal Allah swt menyerukan kepada seluruh umat manusia agar masuk ke dalam Islam secarah kaffah (menyeluruh). Itu berarti bahwa ajaran Islam bukan hanya mencakup satu aspek saja, akan tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang intinya adalah mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Berikut adalah 2 konsep yang terdapat dalam pendidikan Islam.

1. Konsep Pendidikan Islam tentang Aktualisasi Diri

Ketika Allah memerintahkan kepada manusia untuk menyembah-Nya, Allah memberi bekal kemampuan kepada manusia untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. Artinya, Allah memberi kebebasan memilih kepada manusia serta menjelaskan konsekuensi pilihannya yang akan dirasakan manusia di akhirat kelak. Allah membiarkan ajang kompetensi dalam kebaikan tetap terbuka bagi manusia. 

Allah menjadikan penghambaan dan ketaatan manusia kepada-Nya sebagai tujuan tertinggi. Hanya itulah yang menjadi tolak ukur aktualisasi diri dalam Islam. Beberapa ayat menjelaskan pentingnya manusia beraktifitas atau bekerja sesuai dengan kesiapan dirinya.

Untuk itu, Allah swt berfirman dalam QS Al-A’la/87: 1-3;

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi. Yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk."

Kemudian dalam QS at-Taubah /9: 105 Allah swt berfirman;

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

2. Konsep Pendidikan Islam tentang Perkembangan Pendidikan

Islam meletakkan segala perkara dalam posisi yang alamiah dan memandang seluruh aspek perkembangan sebagai sarana mewujudkan penghambaan dan ketaatan kepada Allah swt serta apliksai keadilan dan syariat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan Islam itu mencakup pemeliharaan seluruh aspek perkembangan, baik itu aspek material, spiritual, intelektual, perilaku sosial, dan apresiasi.

5 dari 7 halaman

Ada beberapa pendapat para ahli mengenai tujuan pendidikan Islam. Pertama, Ibnu Khaldun berpendapat tujuan pendidikan Islam berorientasi ukhrawi dan duniawi. Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan dunia.

Kedua, al-Ghazali merumuskan tujuan pendidikan Islam kedalam dua segi, yaitu membentuk insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah dan menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan melalui ilmu untuk memberi kebahagiaan di dunia dan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Menelaah dua formula tersebut, tujuan pendidikan Islam mencakup dua aspek utama, yakni mewujudkan kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Hal ini menggambarkan bahwa pendidikan Islam merupakan pendidikan yang bersifat komplet. 

Namun perlu dicatat, perkembangan perilaku sosial memerlukan reinterpretasi tujuan pendidikan Islam yang bersifat khusus dan aplikatif. Al-Quran dan Hadis yang menjadi pijakan utama dapat diinterpretasi ulang dengan memadukan nilai-nilai sosio-kultural.

6 dari 7 halaman

Tujuan-tujuan pendidikan dalam Al-Quran dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Mengenalkan manusia akan perannya di antara sesama titah (makhluk) dan tanggungjawab pribadinya dalam hidup ini. 
  2. Mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggungjawabnya dalam tata hidup bermasyarakat. 
  3. Mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajak mereka untuk mengetahui hikmah diciptakannya serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam tersebut. 
  4. Mengenalkan manusia akan pencipta alam ini (Allah) dan memerintahkan beribadah kepada-Nya.

Dapat kita pahami bahwa tiga tujuan pertama merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang terakhir, dengan demikian jelas bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah ma’rifatullah dan bertaqwa kepadaNya, sedangkan ma’rifat (mengetahui) diri, masyarakat, dan aturan alam ini tiada lain hanyalah merupakan sarana yang mengantarkan kita ke ma’rifatullah.

7 dari 7 halaman

Tujuan pendidikan Islam dapat diklasifikasikan menjadi empat macam:

  1. Tujuan Pendidikan Jasmani (al-Ahdaf al-Jismiyah), dalam sebagian aspeknya, pendidikan Islam bertujuan untuk mempersiapkan manusia sebagai pengemban tugas khalifah di bumi melalui keterampilan fisik.
  2. Tujuan Pendidikan Rohani (al-Ahdaf ar-Ruhaniyah), dalam sebagian aspeknya, pendidikan Islam bertujuan untuk meningkatkan jiwa dan kesetiaan yang hanya kepada Allah semata dan melaksanakan moralitas Islami yang diteladani oleh Nabi saw dengan berdasarkan pada cita-cita idela dalam al-Quran. 
  3. Tujuan Pendidikan Akal (al-Ahdaf al-Aqliyah), pada sebagian aspeknya, pendidikan Islam bertujuan mengarahkan intelegensi supaya menemukan kebenaran dan sebab-sebabnya dengan telaah terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah. Tahap pendidikan akal ini adalah pencapaian kebenaran ilmiah, kebenaran empiris,dan kebenaran metaempiris atau filosofis. 
  4. Tujuan Pendidikan Sosial (al-Ahdaf al-Ijtima’iyyah), dalam sebagian aspeknya, pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk kepribadian yang utuh baik roh, tubuh dan akal.

Tujuan pendidikan Islam adalah penggambaran nilai-nilai Islami yang hendak diwujudkan dalam pribadi manusia didik. Istilah lainnya, tujuan pendidikan Islam adalah perwujudan nilai-nilai Islami dalam pribadi manusia didik yang diikhtiarkan oleh pendidik muslim melalui proses yang bermuara pada hasil (produk); berkepribadian Islam yang beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan yang sanggup mengembangkan dirinya menjadi hamba Allah yang taat.

(mdk/edl)