Jelaskan lima bagian latihan olah tubuh dalam pantomim

Pengertian Pantomim

Pantomim adalah pertunjukan teater tanpa kata-kata (dialog/monolog) yang dimainkan sepenuhnya dengan menggunakan gerak dan ekspresi wajah yang biasanya diiringi musik (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 100). Pantomim berasal dari bahasa Latin, yakni pantomimus yang artinya meniru segala sesuatu. Artinya segala sesuatu (dialog, makna, kata-kata) ditirukan oleh gerakan dan ekspresi wajah saja.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pantomim adalah suatu pertunjukan teater yang menggunakan tubuh, dalam bentuk ekspresi wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog atau penyampaian makna/ceritanya. Pertunjukkan pantomim memang sepenuhnya mengandalkan gerak tubuh dan ekspresi wajah aktor yang disokong oleh iringan musik yang sesuai.

Kekuatan utama dari gerak-gerak pantomim adalah gerakan imajinatif atau gerak peniruan (pantomimus). Aktor akan berakting seolah-olah sedang memegang benda meskipun bendanya tidak ada, seolah-olah ada di suatu tempat yang ramai meskipun sedang sendiri. Gerakan-gerakan yang menggambarkan suatu peristiwa harus diyakini benar seolah-olah peristiwanya nyata.

Dari sisi cerita, pertunjukan pantomim biasanya bersifat lucu, bertema humor, dan membuat penontonnya tertawa. Gaya gerak tubuhnya pun komikal, yaitu gerakan-gerakan tubuh yang lucu. Gerakan-gerakan yang ditampilkan merupakan hasil dari pengolahan gerak yang distilir atau digayakan.

Sejarah Singkat Pantomim

Tokoh terkemuka dari pantomim adalah Charles Spencer Chaplin atau biasa dikenal dengan nama panggung Charlie Chaplin (1889-1977). Chaplin adalah tokoh pantomim yang terkenal dari Amerika yang mempopulerkan pantomim lewat film bisunya. Dengan gerak-gerik, riasan wajah, kostum dan karakter lucu tokoh Chaplin menjadi inspirasi dan acuan para pemain pantomim dalam melakukan penampilan pantomim.

Pada tahun 1880-an, rekaman video memang belum mampu menyimpan suara, sehingga cerita yang ingin disampaikan harus sepenuhnya mengandalkan gerak dan ekspresi saja (terkadang dibantu oleh teks pula). Sementara itu iringan musik biasanya akan dimainkan secara langsung berbarengan dengan pemutaran video. Sehingga pantomim pada masa itu mampu menjadi media film atau teater yang mainstream. Dari sini pula pantomim mulai terus digencarkan oleh para seniman.

Teknik Dasar Bermain Pantomim

Perpaduan antara gerak-gerik tubuh yang menarik juga ekspresi wajah yang yang berkarakter adalah kunci utama yang membuat pantomim menjadi sajian tontonan yang menarik. Oleh karena itu, untuk menampilkan pertunjukan pantomim yang baik, kita harus menguasai teknik pengolahan tubuh dan ekspresi terlebih dahulu.

Banyak teknik dan metode latihan yang bisa menjadikan seseorang menjadi pemain pantomim yang baik. Namun demikian, secara umum ada dua latihan utama yang harus dijalani hingga dikuasai untuk dapat berpantomim dengan baik, yaitu latihan olah tubuh dan latihan ekspresi wajah. Kedua latihan ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan menggunakan imajinasi secara kreatif (bukan melamun).

Latihan Olah Tubuh Pantomim

Beberapa tahapan yang dapat dilakukan dalam olah tubuh untuk pantomim adalah pelenturan tubuh atau stretching, pemanasan dan pendinginan. Tahap pelenturan dilakukan dengan melenturkan seluruh persendian tubuh dan peregangan urat-urat sendi dari mulai kaki, pinggang, pinggul tangan, bahu, dan sekitar kepala.

Bagian Kepala

Lakukanlah gerakan kepala ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang secara teratur pelan-pelan dan berulang. Setelah itu, lakukan gerakan memutar kepala secara penuh, kemudian berganti arah sebaliknya. Lakukan secara berulang sampai dirasakan cukup. Efek yang akan terasa adalah otot bagian kepala akan terasa lebih ringan (dapat bergerak lebih luwes).

Bagian Tangan

Kekuatan tangan pada pantomim sangat penting dalam melakukan gerakan-gerakan imajinatif. Tangan juga adalah salah satu bagian tubuh yang dapat mengembang dengan besar menjadi seukuran wajah kita. Oleh sebab itu, tangan juga merupakan bagian tubuh kita yang paling mencolok.

Latihan olah tubuh pada tangan ditujukan untuk mengolah persendian, kekuatan otot dan kelenturan otot tangan. Pengolahan gerak tangan lebih variasi karena dapat dilakukan ke segala arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke atas, ke samping, ke depan, memutar telapak tangan, melentikkan jari-jari tangan, serta gerakan lainnya.

Bagian Badan

Latihan pada bagian badan meliputi bagian perut, dada, dan punggung. Pengolahan ketiga bagian badan ini memiliki peran penting bagi seorang pemain teater karena merupakan bagian yang memberikan efek pada sikap tubuh peran. Latihan yang dilakukan pada bagian badan ini dapat dilakukan dengan menggerakkan dan melenturkan badan ke depan dengan membungkuk dan ke belakang dengan menekuk pada bagian perut sehingga tubuh melengkung ke belakang.

Bagian Pinggul

Bagian pinggul juga penting untuk diolah agar gerakan tubuh pinggul lebih lentur dan fleksibel. Pada bagian pinggul, latihan gerakan tubuh dapat dilakukan dengan menggerakkan pinggul ke samping, ke depan, dan membungkuk. Dampak yang dirasakan adalah bagian-bagian torso (bagian peurt dekat pinggul) menjadi berat atau menjadi ringan. Rasakan juga pergerakan bagian pinggul dan torsomu menjadi bisa bergerak lebih bebas.

Bagian Kaki

Kaki juga memiliki peran penting karena merupakan bagian penumpu tempat seluruh tubuh kita berdiri. Kekuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak berdiri di atas panggung. Berdiri di atas satu kaki merupakan salah satu latihan keseimbangan tubuh yang dapat dilakukan. Berlatihlah berbagai pose dengan tumpuan pada kaki. Latihan-latihan tumpuan pada kaki tersebut meliputi berpose seperti pohon yang kokoh menjulang tinggi, batu karang yang menahan ombak, dan berbagai pose dengan personifikasi alam.

Tahap Pemanasan

Setelah stretching seluruh bagian tubuh, kita dapat mulai melakukan pemanasan sebelum berpantomim. Tahap pemanasan dilakukan setelah otot-otot dan persendian tubuh lentur dan siap untuk bergerak sebebas mungkin. Latihan gerakan yang dilakukan meliputi latihan gerak-gerak stakato (gerakan patah-patah) dan Legato (gerak mengalir).

  1. Lakukanlah latihan dengan kedua tanganmu seolah-olah menempel di cermin. Geserkan dan pindahkan posisi telapak tanganmu dalam berbagai posisi.
  2. Lakukanlah seolah-olah tubuh kita adalah sebuah rumput alang-alang yang tertiup angin dari berbagai arah. Rasakan tubuh kita bergerak ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang secara lembut.

Pada tahap ini juga bisa kita barengi dengan latihan melemaskan dan membiasakan otot wajah agar dapat berekspresi dengan baik. Latihan ekspresi wajah bisa dilakukan di depan cermin dengan menggambarkan berbagai ekpresi, di antaranya ketika kita dalam kondisi sedih, senang, gembira, kecewa, marah. Ini sebabnya mengapa hampir di seluruh cabang seni gerak tubuh (tari, teater, dsb) selalu memiliki cermin di tempat latihannya.

Bentuk Penampilan Pantomim

Penampilan pantomim dapat disajikan dengan beberapa bentuk. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 105) bentuk penampilan pantomim dapat dikelompokkan sesuai dengan jumlah pemain yang tampil, yaitu Pantomim tunggal, Pantomim berpasangan, dan Pantomim kelompok. Di bawah ini adalah penjelasan dari masing-masing bentuk penampilan pantomim.

Pantomim Tunggal

Pertunjukan pantomim tunggal dimainkan oleh satu orang pemain. Biasanya tema dan adegan yang ditampilkan berupa permasalahan yang dihadapi oleh seseorang dalam berbagai kondisi. Sebagai contoh, tema pantomim tunggal dapat berupa seseorang yang yang sedang berada di jalanan dan bingung mau menyebrang jalan, kemudian datang rintangan seperti turun hujan dan berhembusnya angin kencang. Selain itu, misalnya orang yang sedang kebingungan kehilangan sesuatu. Pada pantomim tunggal dapat mencari tema-tema yang menarik untuk dimainkan sendiri.

Pantomim Berpasangan

Selain dimainkan sendiri pantomim juga menarik kalau dimainkan oleh dua orang atau berpasangan. Tema dan adegan yang bisa ditampilkan tentunya keunikan dari dua orang yang saling merespon gerak-gerak yang lucu. Beberapa contoh adegan yang dapat dilakukan pada pantomim berpasangan meliputi:

  1. Dua orang sedang tarik menarik tambang
  2. Dua orang sedang mendorong roda pasir yang berat dengan jalan menanjak sampai mengeluarkan pasirnya.

Pantomim Kelompok

Pantomim juga bisa dilakukan oleh lebih dari dua orang atau secara kelompok. Gerak-gerak Pantomim secara kelompok dapat dibuat adegan seperti menirukan gerakan sekelompok bebek yang sedang digembala petani, adegan di sebuah pasar yang ramai dengan berbagai macam aktivitas bisa juga mencari aktivitas-aktivitas yang menarik lainnya.

Menyusun Naskah Pantomim

Jika kita ingin menulis atau menyusun maka kita harus memahami dan menguasai konsep, ciri dan keunikan pantomim itu sendiri. Selain itu, peka terhadap berbagai sumber cerita pantomim juga akan sangat membantu kita dalam penulisan kreatif naskah pantomim. Oleh karena itu, berikut adalah berbagai literasi yang dapat membantu kita untuk menyusun naskah pantomim.

Konsep Pantomim

Harus disadari sepenuhnya bahwa pantomim merupakan pertunjukan teater yang menampilkan gambaran suatu objek atau benda tanpa menggunakan kata-kata, tetapi menggunakan gerakan tubuh dan mimik wajah. Gerakan tubuh dan wajah pantomim menggambarkan perasaan dan suasana hati dari pemainnya sehingga dapat dinikmati oleh penontonnya. Istilah pantomim berasal dari bahasa Yunani yang artinya dapat berarti serba isyarat pula. Berarti secara etimologis, pertunjukan pantomim yang dikenal sampai sekarang itu adalah sebuah pertunjukan yang tidak menggunakan bahasa verbal, bahkan bisa sepenuhnya tanpa ujaran atau suara vokal apa pun.

Ciri dan Keunikan Pantomim

Pantomim adalah pertunjukan teatrikal yang diungkapkan melalui ciri-ciri dasarnya, yaitu: ketika seseorang melakukan gerakan-gerakan yang bermakna dan mempunyai arti (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 113). Bahasa gerak seorang pantomer (sebutan buat seorang pemain pantomim) adalah universal; menjalankan ekspresi emosi yang serupa di antara berbagai umat manusia dan dapat dipahami secara umum.

Ciri kuat lainnya adalah bahwa seniman pantomim terkenal dengan riasan putih dan celak hitam mata, serta tampilan wajah lain untuk melebih-lebihkan emosinya. Baju kaos bergaris hitam putih, sarung tangan putih dan topi hitam juga termasuk kelengkapan kostum seniman pantomim.

Selanjutnya riasan putih pada wajah dalam pantomim berasal dari tradisi badut adalah keunikan lain dari pantomim. Riasan tersebut digunakan dalam pertunjukan pantomim untuk menekankan sifat karakter dan ekspresinya sehingga dapat dilihat dengan jelas dari kejauhan. Riasan putih pada awalnya ditujukan untuk membangun karakter yang sederhana dan polos. Bentuk tampilan riasan wajah pantomim pada masa kini lebih berkembang dan bervariasi sesuai dengan gaya dan kreasi masing-masing pantomer, tetapi tetap masih dengan alas bedak dasar putih.

Sumber Cerita Pantomim

Untuk membuat pementasan pantomim yang baik diperlukan penyusunan alur cerita yang baik juga. Cerita-cerita yang menarik untuk dipakai dalam pantomim pada dasarnya sama dengan alur cerita-cerita pendek yang menggambarkan adegan dan situasi yang dialami tokoh utama. Namun demikian, Inti dan maksud cerita harus dapat tersampaikan dengan gerakan-gerakan tubuh dan ekspresi.

Sumber cerita untuk pantomim dapat diambil dari berbagai peristiwa yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari sehingga penonton lebih terasa related atau terhubung, namun tersampaikan lebih menarik karena penyampaiannya dilakukan melalui gerak tubuh dan ekspresi. Contoh-contoh berbagai peristiwa sehari-hari tersebut meliputi beberapa adegan di bawah ini.

  1. Aktivitas manusia dari mulai bangun pagi, mandi, sarapan, kegiatan di dapur, di sekolah, di jalan raya, sampai kegiatan makan malam, tidur, dan menjelang pagi.
  2. Aktivitas berpetualang ke hutan, pantai, gunung atau lautan, dengan seolah-olah membawa banyak peralatan.
  3. Berbagai aktivitas yang berhubungan dengan situasi alam seperti hujan, badai, panas, dan menggigil.
  4. Aktivitas manusia berurusan dengan perabotan dan peralatan mesin, misalnya mengendarai kendaraan bermotor, mesin pemotong rumput, mesin jahit, pisau, dan gunting (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 114).

Pada akhirnya, hal terpenting dalam pengembangan cerita pantomim adalah mengembangkan ilusi dan imajinasi dari hal sederhana sekali pun. Ilusi artinya meyakini apa yang kita lakukan itu seperti sebenarnya dan benda yang kita pegang atau mainkan seolah-olah benar-benar ada.

Contoh Naskah Pantomim

Berikut adalah beberapa contoh naskah pantomim yang dapat digiunakan sebagai acuan dalam menyusun naskah pantomim.

BOLA BASKET

Oleh: Septian Dwi Cahyo

Seorang pemain basket sedang bersiap-siap menuju lapangan basket, dengan memainkan bola basket (imajiner) ditangannya seperti pemain basket profesional. Imajinasikan bola dipantulkan ke tanah berulang ulang sampai diputar di ujung jari telunjuknya dan bola berputar. Kemudian, bola diputar terus sehingga bola tetap bertahan di jari telunjuk lalu tersenyum kepada penonton sedikit sombong. Ada orang (imajiner) yang mengajak salaman, si olahragawan memindahkan bola dari telunjuk tangan kanan ke tangan kiri lalu bersalaman dengan orang tadi, bahkan ngobrol tetap saja bola berputar di telunjuknya. Setelah itu, orang tadi pergi lalu si olahragawan meneruskan menuju lapangan basket bola tetap berputar di telunjuknya. Dia naik ojek, bayar ojek sampai beli makanan tetap bola berputar. Sampai dilapangan basket dia bertemu teman-temannya dan begitu mau mulai pertandingan si olahragawan akan mengambil bola basket dari telunjuknya. Ternyata, bola tidak ada atau hilang. Dia cari di sekelilingnya tidak ada. Kemudian, dia mencoba untuk mengingat sambil mengulang kembali kejadian yang tadi dia lewati, beli makanan, naik ojek lagi sampai keluar panggung. Selesai.

KISAH PENJUAL BALON

Oleh: Septian Dwi Cahyo

Seorang penjual balon masuk ke dalam panggung sambil naik sepeda. Si penjual melambaikan tangan ke arah penonton. Setelah itu sampailah pada sudut jalan. Si penjual balon sambil menunggu pembeli dia meniup balon-balon itu satu persatu untuk dijual. Setelah membereskan balon dagangannya dia lalu menjajakan balonnya. Waktu berlalu, tetapi tidak satu pun ada yang membeli, penjual balon sedih hatinya. Dia lalu berdoa memohon supaya ada pembeli. Tidak berapa lama datang pembeli, penjual balon senang melayani dengan gembira. Semakin lama semakin banyak pembelinya, sang penjual mulai kewalahan dengan permintaan yang aneh-aneh dari para pembeli: ada yang minta balonnya ditiup lebih besar, ada yang minta balonnya ditukar, ada yang minta talinya dipanjangkan. Si penjual balon mulai marah dan mengusir para pembelinya. Begitu sadar dia menyesal, bahwa dia telah berbuat tidak baik terhadap orang lain yang telah memberinya rezeki. Dengan wajah sedih dan kecewa dia berdoa mohon ampun kepada Tuhan, lalu meniup kembali balon-balon itu hingga banyak sekali. Tanpa sadar, balon yang tertiup sudah banyak hingga membuat si penjual balon terbawa oleh balon-balon dan terbang tinggi melayang hingga silam di balik panggung. Selesai

Referensi

  1. Tim Kemdikbud. (2017). Seni Budaya VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Artikel Terkait

  • Seni Teater: Pengertian, Sejarah, Unsur & Jenis
  • 04-Oktober-2019
  • Gerak Dasar Tari: Konsep, Teknik, Prosedur, Nilai Estetis, dsb
  • 09-Juli-2021
  • Membuat Naskah Fragmen & Meragakannya (Pengertian, Teknik, dsb)
  • 05-Juli-2021