Jelaskan manfaat penerapan rangkaian paralel pada lampu lalu lintas

Sebelumnya kita telah belajar tentang manfaat dari penemuan lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas (menurut UU no. 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Apakah kamu masih ingat?Tentu, aku masih ingat. Apakah kamu tahu cara kerja lampu lalu lintas? Ayo, kita membuat lampu lalu lintas sederhana secara berkelompok.

Ayo Amati
Amati bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat lampu lalu lintas sederhana dan bacalah dengan teliti petunjuk pembuatannya.

Peralatan:
  1. Kardus bekas
  2. 3 buah bola lampu kecil
  3. 3 buah baterai besar
  4. Saklar bel ukuran kecil 3 buah
  5. 3 buah tempat bola lampu
  6. Kabel berwarna hitam dan merah
  7. Kantong plastik atau kertas tipis berwarna merah, kuning dan hijau.
Cara membuat:

  1. Siswa diminta memotong kertas kardus dan merakit sehingga membentuk balok seperti di bawah ini dan guru menyampaikan kepada siswa untuk membiarkan bagian belakang balok terbuka.
  2. Siswa membua 3 lubang berbentuk lingkaran pada balok tersebut dan memotong di sekeliling garis lingkaran.
  3. Siswa menempel kertas warna merah, kuning, dan hijau pada lingkaran.
  4. Siswa membuat rangkaian listrik paralel dengan menggunakan 3 bola lampu dan sambungkan pada saklar.
  5. Setelah rangkaian selesai, siswa menempelkan dudukan lampu pada setiap lingkaran melalui bagian belakang balok.
  6. Siswa mencoba lampu lalu lintas yang mereka buat.
Ayo Bertanya
Berdasarkan pengamatanmu, tulislah hal-hal yang kamu ingin ketahui lebih lanjut dalam bentuk pertanyaan.
  1. Apa manfaat lampu lalu lintas di jalan raya?
  2. Apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan lampu lalu lintas?
  3. Bagaiman cara membuat lampu lalu lintas sederhana?
Ayo Diskusikan
Sebelumnya kamu telah belajar tentang rangkaian listrik. Diskusikan apa yang telah kamu ketahui tentang rangkaian listrik dengan melengkapi bagan berikut.

Ayo Membuat Laporan
Buatlah laporan tertulis mengenai proses pembuatan lampu lalu lintas dengan rangkaian paralel dalam bentuk teks eksplanasi ilmiah.
Struktur teksKalimatPernyataan UmumPembuatan lampu lalu lintas sederhana merupakan salah satu contoh penerapan rangkaian listrik paralel. Rangkaian paralel adalah salah satu model rangkaian listrik yang semua bagian-bagiannya dihubungkan secara berderet. Pada rangkaian listrik paralel semua input komponen berasal dari sumber yang sama.Deretan PenjelasSusunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Namun, susunan paralel memiliki kelebihan dibandingkan susunan seri. Kelebihan rangkaian paralel adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Alat dan Bahan
Untuk mengetahui cara kerja lampu lalu lintas dapat menggunakan karya lampu lalu lintas sederhana. Dalam proses pembuatan lampu lalu lintas sederhana dibutuhkan beberapa alat dan bahan yang dapat kita temukan. Alat-alat yang digunakan dalam membuat lampu lalu lintas sederhana antara lain sebagai berikut.
  1. Kardus Bekas
  2. 3 buah bola lampu kecil
  3. 3 buah baterai besar
  4. 3 Buahs saklar bel ukuran kecih
  5. 3 buah tempat b sla lampu
  6. Kabel berwarna hitam dan merah
  7. Kantong plastik atau kertas tipis berwarna merah, kuning dan hijau.
  8. Gunting atau cutter untuk membuat lubang.
  9. Solasi atau lakban untuk menempelkan lampu pada kotak kardus. lampu lalu lintas
Cara Membuat:
Proses pembuatan lampu lalu lintas sederhana sangat mudah dan membutuhkan waktu yang tidak lama. Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam membuat lampu lalu lintas sederhana.
  1. Potonglah kertas kardus membentuk jaring-jaring balok kemudian kardus dirakit sehingga membentuk balok seperti pada gambar. Pada bagian belakang balok dibiarkan tetap terbuka yang nantinya digunakan untuk memasukan lampu ke dalam kotak kardus.
  2. Setelah kotak kardus siap, buatlah 3 buah lingkaran pada balok tersebut dan potonglah menggunakan gunting/cutter di sekeliling garis lingkaran.
  3. Setelah lubang dibuat potonglah kertas tipis berwarna atau tas kresek berbentuk lingkaran sebanyak tiga buah dengan warna yang berbeda.
  4. Tempelkan kertas tipis tersebut pada lobang kotak kardus dengan urutan warna merah, kuning, dan hijau.
  5. Buatlah rangkaian listrik paralel dengan menggunakan 3 bola lampu dan sambungkan pada saklar. Susunlah rangkaian seperti pada gambar di atas. Lampu disusun dengan urutan dari atas ke bawah yaitu merah, kuning, dan hujau. Ujilah rangkaian listrik buatanmu berulang kali agar benar-benar dapat berfungsi dengan baik. Apabila masih belum bisa menyala periksalah kabel atau saklar, mungkin ada yang tidak tersambung dengan baik.
  6. Setelah rangkaian selesai, tempelkan dudukan lampu pada setiap lingkaran melalui bagian belakang balok. Agar melekat pada kardus gunakan lakban
  7. Cobalah lampu lalu lintas yang telah dibuat dengan cara menyalakan lampu secara bergantian.
InterpretasiDari percobaan pembuatan lampu lalu lintas sederhana, dapat kita lihat bahwa lampu akan menyala apabila rangkaian berada dalam kondisi tertutup (tersambung dengan saklar). Lampu menyala karena dalam rangkaian terdapat aliran arus listrik. Dalam rangkaian paralel arus listrik mengalir sehingga lampu dapat menyala.Apakah kamu pernah menggunakan stopwatch? Ternyata sebagian stopwatch juga menggunakan tenaga listrik. Apa saja manfaat dari penemuan stopwatch? Apa kaitan stopwatch dengan Tes Kesegaran Jasmani? Ayo, kita cari tahu.

Stopwatch adalah suatu alat ukur yang dugunakan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan yang memiliki ketelitian sampai tingkat detik. Stopwatch ada dua jenis yaitu stopwatch analog dan stopwatch digital. Kedua stopwatch tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk mengukur lama waktu. Perbedaannya hanya terletak pada komponen penyusunnya dan tampilan pembacaannya.

Penciptaan stopwatch membutuhkan beberapa penemu yang berkontribusi pada penciptaan alat ini. Stopwatch dirancang oleh orang Perancis yang bernama Jean-Moyes Pouzai, yang pada saat itu direncanakan dengan nama 'Chronograph' dimana alat tersebut menunjukkan penambahan fitur stopwatch pada rencana mekanik tradisional jam biasa. Dari metodenya berhasil menampilkan sistem tersebut, namun sangat jauh berbeda dibandingkan dengan stopwatch moderen.

Penemu stopwatch pertama yang lain adalah George Graham yang berasal dari Inggris, dimana dia berhasil menciptakan perangkat yang dapat diseting dengan keadaan mulai dan berhenti pada saat yang tepat yaitu (secepat 1/16 detik). Namun penemuannya itu tidak pernah dipatenkan dan terlupakan hingga saat ini.

Pameran publik besar pertama sebuah chronograph terjadi hampir 50 tahun kemudian, setelah Raja Louis XVII ingin mengetahui seberapa cepat seekor kuda ketika berlari di pacuan kuda. Setelah bekerja cukup keras, seorang penemu Nicolas Mathieu Riussec menyelesaikan pekerjaannya dan menggunakan chronograph hingga terkenal pada acara pacuan kuda Champ de Mars. Hingga memungkinkan pejabat, masyarakat dan tamu kerajaan dapat melihatnya setiap terdapat perlombaan pacuan kuda.

Dengan kesuksesan membuat stopwatch yang dipatenkan ini, akhirnya Nicolas Mathieu Riussec dinobatkan sebagai "bapak dari chronograph". Hingga sejak hari itu banyak di kantong baju setiap orang, meja, liontin dan pergelangan tangan atau jam tangan ditambahkan fitur stopwatch, yang berfungsi untuk mengukur efektifitas kebiasaan orang-orang pada saat itu.

Stopwatch dirancang untuk memulainya dengan menekan tombol diatas dan berhenti sehingga suatu waktu detik ditampilkan sebagai waktu yang berlalu. Kemudian dengan menekan tombol yang sama untuk yang kedua kali kemudian memasang lagi stopwatch pada nol. Salah satu manfaat stopwatch adalah untuk mengukur lama waktu yang dibutuhkan pada beberapa kegiatan seperti lari jarak pendek dan lari jarak menengah.


Tes Kesegaran Jasmani Indonesia
Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) telah disepakati dan ditetapkan menjadi instrumen/alat tes yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia karena TKJI disusun dan disesuaikan dengan kondisi anak Indonesia. TKJI dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu: 6-9 tahun, 10-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. Kita akan membahas TKJI pada kelompok usia 10-12 tahun.

Ayo Cari Tahu
Hari ini kamu akan mempraktikkan Tes Kesegaran Jasmani, yaitu Pull-Up Selamat mencoba.

5 TES KEBUGARAN JASMANI UNTUK SEKOLAH DASAR
  1. Lari Cepat (Sprint) Sprint atau lari cepat bertujuan untuk mengukur kecepatan. Kategori jarak yang harus ditempuh oleh masing-masing kelompok umur berbeda.
  2. Gantung Siku Tekuk (Pull-Up) Pull-Up bertujuan untuk mengukur kekuatan otot lengan dan bahu.
  3. Baring Duduk (Sit-Up) Sit-up bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut.
  4. Loncat Tegak (Vertical jump) Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak otot tungkai.
  5. Lari Jarak Sedang Lari jarak sedang dilakukan untuk mengukur daya tahan paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.