Jelaskan penerapan prinsip ekonomi yang seharusnya dilakukan oleh konsumen brainly

FEB UMSU I Konsep ekonomi konvensional yang memiliki berbagai sistem sudah diterapkan sejak lama di Indonesia dengan berbagai dampak positif dan negatif yang muncul. Konsep ini menganut sistem kapitalis, sosialis, komunis, serta fasisme tergantung kebijakan dari masing masing negara. Di indonesia sendiri menganut sistem ekonomi campuran, bisa disebut juga sistem ekonomi pancasila. Menurut Emil Salim, dalam perkembangannya sejak 1945, sistem ekonomi Indonesia bergerak dari kiri dan ke kanan mengikuti gerak bandul jam. Pada awalnya mengarah pada haluan sosialis, tetapi setelah itu berbalik arah ke haluan liberal. Dengan diberlakukannya sistem ekonomi pancasila, diharapkan bisa mengatasi permasalahan ekonomi di Indonesia itu sendiri dan bisa menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Namun pada tahun 1990-an muncul konsep ekonomi islam yang kemudian menjadi populer di kalangan tertentu. Sebenarnya secara garis besar kegiatan di dalamnya hampir sama, yang membedakan adalah niai-nilai islam menjadi landasan dan pedoman pada setiap aktivitasnya. Perkembangan ekonomi islam untuk mewujudkan visi islam yang rahmatan lil alamin, agar semua makhluk menjadi sejahtera.

Penerapan ekonomi konvensional dirasa kurang bisa untuk menyejahterakan masyarakat. Dan malah membuat ketimpangan sosial semakin nyata, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Dengan adanya ekonomi islam diharapkan bisa segera mengatasi masalah yang ada.

Dengan menghilangkan penindasan antara petinggi dengan pekerja, tidak mengeksploitasi alam dengan semena mena, dan masih banyak lagi. Serta bisa menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia dengan menerapkan kegiatan ekonomi yang saling menguntungkan satu sama lain.

Ekonomi islam didefinisikan oleh para ahli menjadi suatu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan secara syariah . Ilmu ini merupakan ilmu sosial yang didalamnya juga terkandung nilai-nilai moral. Ilmu ini tidak hanya mempelajari individu sosial saja, namun mempelajari manusia yang memiliki sifat religius didalam dirinya. Ilmu ini juga mempelajari manusia secara aktual dan empirikal, dalam 3 sektor ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi berdasarkan Quran dan Sunnah untuk mencapai kebahagiaan dunia serta akhirat.

Aktivitas ekonomi islam juga terdapat perjanjian, dimana perjanjian itu adalah pengikat antar individu agar terjamin hak dan kewajiban masing-masing. Ketika mengatur perjanjian dalam waktu yang cukup lama diwajibkan untuk menulis pernyataan yang disebut akad. Dalam ekonomi islam ada beberapa hukum yang mejadi landasan pemikiran dan konsep ekonomi ini. Beberapa dasar hukum islam tersebut adalah Quran dan hadits. Quran dan hadits telah banyak membahas bagaimana produsen dan konsumen harus berperilaku, tapi hanya sedikit sistem ekonomi . Ekonomi syariah menekankan 4 sifat yang ada, sebagai berikut:

* Kesatuan

* Keseimbangan

* Kebebasan

* Tanggung Jawab

Quran mendukung umat muslim untuk menguasai dan memanfaatkan sektor serta kegiatan ekonomi dalam skala yang lebih besar seperti jasa, perdagangan, industri, peternakan, jasa keuangan, dan lain sebagainya yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas

Di dalam ekonomi islam terdapat larangan melakukan riba karena hal tersebut merupakan praktik perampasan kekayaan terhadap mereka yang berhutang. Serta ada juga larangan untuk melakukan hal-hal buruk seperti melakukan penipuan, mempermainkan ukuran, melakukan suap menyuap, berjudi dan cara-cara bathil lainnya. Karena kegiatan tersebut bisa merugikan hak orang lain dan tentunya diri kita sendiri. Serta hal tersebut juga tidak di ridhoi Allah SWT.

Prinsip-prinsip ekonomi Islam yang merupakan bangunan ekonomi Islam didasarkan pada lima nilai universal yaitu tauhid (keimanan), ‘adl (keadilan), nubuwwah (kenabian), khilafah (pemerintah) dan ma’ad (hasil). Kelima nilai ini dijadikan pedoman untuk menyusun teori-teori ekonomi Islam . Teori ini harus diterapkan menjadi sistem yang baik dan kuat, agar ekonomi islam bisa memberi dampak pada perputaran roda ekonomi. Karenanya dari kelima nilai itu, dibuatlah tiga prinsip derivatif yang menjadi ciri-ciri sistem ekonomi islam. Ketiga prinsip derivatif yaitu, kepemilikan multijenis, kebebasan bertindak, serta keadilan sosial.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama islam terbanyak di dunia. Menurut data Global Religious Futures pada tahun 2020 pemeluk islam di Indonesia mencapai 229,6 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk Indonesia dan 13 persen dari populasi muslim dunia. Di indonesia sendiri pemerataan distribusi kekayaannya masih perlu diadakan perbaikan dalam kebijakan menanggulangi kemiskinan. Belum adanya kerja sama terpadu antar masyarakat yang menyebabkan masih adanya ketimpangan ekonomi.

Untungnya masih banyak para cendekiawan islam yang mencoba untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan menggunakan prinsip ekonomi islam. Pengentasan masalah-masalah ekonomi memakai ilmu ekonomi islam haruslah bertujuan untuk menggapai falah . Falah sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki arti kemenangan.

Ekonomi islam bertujuan untuk memungkinkan manusia memenuhi kehidupan sehari hari . Dalam perspektif islam harta hanya dapat dikembangkan hanya dengan bekerja. Hal ini bisa terwujud apabila manusia bekerja secara maksimal untuk meningkatkan kapabilitasnya dan untuk memperluas usaha yang dimiliki agar bisa tercipta pertumbuhan ekonomi.

Dalam agama yang kita yakini kebenarannya ini melalui kitab suci Al-Quran terdapat beberapa kata yang menggambarkan kemiskinan, diantaranya adalah faqiir, miskiin, al-sa’iil, dan al-mahruum.

Tetapi kata yang paling sering disebut di dalam Al-Quran yaitu fakir dan miskin. Makna dari kedua kata tersebut adalah pihak yang memerlukan bantuan untuk mengentaskan diri dari kepapaan . Pengentasan kemiskinan dapat dilakukan melalui 3 hal pokok yaitu penguatan institusi keluarga, menegakkan daulat masyarakat, dan merevitalisasi peran negara. Negara harus menegakkan keadilan dalam sektor ekonomi melalui kerja sama dengan lapisan masyarakat.

Setelah itu menegakkan kedaulatan masyarakat melalui jalur ekonomi, politik, dan kebudayaan. Dan yang tak kalah penting yaitu penguatan institusi keluarga dengan menanamkan nilai islami. Tapi dari diri sendiri juga harus ada kesadaran untuk merubah nasib, dengan berusaha maksimal dan berdoa sebanyak mungkin serta berpikir positif. Karena Allah pasti akan merubah nasib bila ada usaha yang dilakukan terlebih dahulu.

Sumber : Kompasiana.com

Penulis: Addi M Idhom
tirto.id - 6 Sep 2021 23:50 WIB

View non-AMP version at tirto.id

Apa yang dimaksud dengan prinsip ekonomi? Lalu, apa saja contoh penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi dan konsumsi?

tirto.id - Ilmu ekonomi berfokus mengkaji tindakan ekonomi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok dalam masyarakat. Sementara tindakan ekonomi merupakan istilah yang merujuk pada bagaimana individu/kelompok menerapkan beragam cara dalam memenuhi kebutuhannya untuk meraih hasil terbaik

Untuk memperoleh hasil terbaik itu individu maupun kelompok harus menerapkan prinsip ekonomi. Terdapat 2 unsur penting dalam prinsip ekonomi.

Advertising

Advertising

Mengutip Modul Konsep-konsep Dasar Ilmu Ekonomi terbitan UT, unsur pertama ialah memperoleh hasil tertentu dengan biaya yang sekecil mungkin.

Prinsip di atas jelas sudah populer bagi khalayak umum dan semestinya dipahami oleh kebanyakan orang. Ia berarti bahwa dalam kegiatan untuk memenuhi kebutuhan, individu atau kelompok perlu mencari cara yang membutuhkan biaya sekecil dan seefisien mungkin.

Baca juga: Apa Itu Ekonomi Islam dan Tujuannya: Pengertian Menurut para Ahli

Sementara unsur kedua ialah prinsip bahwa dengan jumlah biaya tertentu harus memberikan hasil semaksimal mungkin. Jika prinsip pertama berfokus ke efisiensi maka yang kedua menitikberatkan pada aspek produktivitas. Karena itu, setiap kegiatan ekonomi harus menerapkan prinsip efisiensi dan produktivitas supaya bisa memberikan hasil terbaik.

Bisa disimpulkan, menukil Modul Ekonomi terbitan Kemdikbud (2020), pengertian prinsip ekonomi adalah melakukan usaha dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau mengorbankan hal-hal tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Penerapan prinsip ekonomi bisa dilihat dari sejumlah ciri. Merujuk penjelasan dalam Modul Belajar Mandiri Bagi Calon Guru PPPK, setidaknya terdapat 3 ciri penerapan prinsip ekonomi selain adanya pertimbangan untung-rugi.

Baca juga: Apa Saja Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi?

Pertama, adanya tindakan rasional. Setiap tindakan yang dilandasi prinsip ekonomi akan didasari pemikiran rasional, yakni mencapai manfaat maksimal. Hal itu tercermin dari tindakan yang lebih mementingkan manfaat jangka panjang daripada jangka pendek.

Oleh sebab itu, pertimbangan yang mendasari tindakan ekonomi tidak selamanya berfokus pada aspek material atau finansial. Sering kali, ia pun menyangkut faktor risiko, seperti kemanan dan keselamatan.

Kedua, adanya tindakan ekonomis. Individu atau kelompok yang mempraktikkan prinsip ekonomi akan selalu mendasari tindakan untuk memenuhi kebutuhannya dengan menimbang penghasilan dan pengeluaran yang diperoleh. Pertimbangan tersebut dialasi tujuan untuk mencari selisih paling maksimal antara penghasilan dan pengeluaran.

Infografik SC Penerapan Prinsip Ekonomi. tirto.id/Quita

Ketiga, adanya upaya menyusun skala prioritas. Mengingat tidak semua kebutuhan dan keinginan manusia bisa terpenuhi secara maksimal dan terbatasnya sumber daya, maka penyusunan skala prioritas menjadi penting. Kapasitas menyusun skala prioritas itu bisa membuat individu maupun kelompok mampu memenuhi kebutuhannya secara tepat. Kebutuhan pokok yang paling mendasar akan dipenuhi terlebih dahulu sebelum melunasi keinginan yang lebih kurang penting.

Baca juga: Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar, Tradisional, Campuran, Komando

Penerapan prinsip ekonomi merupakan konsekuensi logis yang tidak terelakkan dari kontradiksi di kehidupan manusia, yakni ketimpangan antara ketersediaan sumber daya dan kebutuhan.

Tidak terbatasnya kebutuhan atau keinginan manusia saat sumber daya selalu terbatas melahirkan kelangkaan. Situasi kelangkaan tersebut pada ujungnya menuntut manusia mempraktikkan prinsip ekonomi, baik dalam kegiatan produksi maupun konsumsi.

Penerapan Prinsip Ekonomi di Kegiatan Produksi-Konsumsi

Dengan menerapkan prinsip ekonomi, setiap manusia akan dapat menghitung untung-rugi dalam kegiatan produksi maupun konsumsi. Tujuan utamanya tentu untuk memperoleh hasil maksimal.

Maka, dalam kegiatan jual-beli di pasar barang/jasa akan terjadi tawar-menawar. Para konsumen akan mencari barang dengan harga semurah mungkin dengan kualitas paling bagus.

Sementara di kegiatan produksi, setiap produsen akan berusaha mencari cara paling efisien untuk menghasilkan barang dan jasa semaksimal mungkin. Efisiensi demi menghemat modal. Sedangkan produktivitas berguna untuk mengerek kualitas penjualan barang/jasa.

Bagi konsumen, prinsip ekonomi diterapkan dengan berusaha memenuhi kebutuhan semaksimal mungkin dengan penghasilan yang ada atau dengan biaya serendah-rendahnya. Sedangkan bagi produsen, prinsip ekonomi diterapkan dengan melakukan usaha berbekal kemampuan yang ada untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Dikutip dari Modul Paket Keahlian Pemasaran SMK terbitan Kemdikbud (2016), berikut ini contoh sejumlah penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi dan konsumsi.

1. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi

  • Meningkatkan mutu atau kualitas barang/jasa yang diproduksi
  • Menekan biaya produksi barang/jasa hingga serendah mungkin
  • Menentukan barang atau jasa yang akan dihasilkan sesuai kebutuhan masyarakat
  • Membeli barang yang dapat memberi manfaat maksimal (seperti untuk bahan baku)
  • Menentukan harga jual yang sesuai agar lebih menguntungkan.

2. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi

  • Memilih barang atau jasa dengan tepat sesuai kebutuhan
  • Membuat penawaran serendah mungkin untuk mendapat harga termurah
  • Menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan.

3. Penerapan prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari

  • Pemanfaatan waktu yang tepat (tidak menyia-nyiakan waktu)
  • Hidup hemat atau tidak boros
  • Menerapkan cara kerja yang efektif
  • Membuat skala prioritas kegiatan maupun kebutuhan.

Baca juga artikel terkait ILMU EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - add/add)

Penulis: Addi M Idhom Editor: Yantina Debora

© 2022 tirto.id - All Rights Reserved.