Jelaskan tujuan sosialisasi pemerintah dalam menggunakan

Lihat Foto

shutterstock.com

Ilustrasi sosialisasi

KOMPAS.com - Sosialisasi mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultural sosial dari masyarakat yang bersangkutan.

Sosialisasi mencakup interaksi sosial dan tingkah laku sosial. Sehingga sosialisasi merupakan mata rantai yang penting di antara sistem sosial.

Dalam buku Dasar-Dasar Sosialisasi (2004) karya Sutaryo, sosialisasi merupakan suatu proses bagaimana memperkenalkan sistem pada seseorang. Serta bagaimana orang tersebut menentukan tanggapan serta reaksinya.

Sosialisasi ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi dan kebudayaan di mana individu tersebut berada.

Selain itu, sosialisasi juga ditentukan dari interaksi pengalaman-pengalaman serta kepribadiannya.

Dengan sosialisasi, manusia sebagai makhluk biologis menjadi manusia yang berbudaya, cakap menjalankan fungsinya dengan tepat sebagai individu dan sebagai anggota kelompok.

Baca juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Syarat, Ciri, Jenis, dan Faktornya

Proses sosialisasi

Pembentukan kepribadian manusia melalui proses sosialisasi meliputi:

  • Internalisasi nilai-nilai

Proses penanaman nilai dan norma sosial ke dalam diri seseorang yang berlangsung sejak lahir hingga meninggal.

Proses pengembangan dari nilai-nilai budaya yang sudah tertanam dalam diri seseorang dan diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari.

Proses berlangsungnya internalisasi dan enkulturasi secara terus menerus hingga membentuk suatu kepribadian.

Akhir-akhir ini harga bahan bakar minyak dunia meningkat pesat yang berdampak pada meningkatnya harga jual bahan bakar minyak termasuk Minyak Tanah di Indonesia. Minyak Tanah di Indonesia yang selama ini di subsidi menjadi beban yang sangat berat bagi pemerintah Indonesia karena nilai subsidinya meningkat pesat menjadi lebih dari 49 trilun rupiah per tahun dengan penggunaan lebih kurang 10 juta kilo liter per tahun. Untuk mengurangi beban subsidi tersebut maka pemerintah berusaha mengurangi subsidi yang ada dialihkan menjadi subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Namun untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dalam hal ini Minyak Tanah diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan mudah didapat.

Sampai pertengahan tahun 2007, rata-rata pemakaian minyak tanah di Indonesia sangat dominan, khususnya oleh rumah tangga yaitu sekitar 9.9juta kilo liter atau setara dengan subsidi pemerintah sebesar 4 miliar USD per tahun.

Strategi pemerintah yang dilakukan untuk menanggapi meningkatnya harga minyak dunia ini yaitu dengan menjalankan program konversi minyak tanah ke LPG, yaitu untuk mengurangi beban subsidi pemerintah terhadap minyak tanah, mengalokasikan kembali minyak tanah menjadi produk avtur yang bernilai ekonomis lebih tinggi. LPG dianggap sebagai energy alternative yang aman bagi kesehatan, dan ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya ternyata program ini masih menghadapi banyak kendala di lapangan. Hal-hal yang yang menjadi perhatian masyarakat dalam menggunakan LPG, diantaranya adalah factor harga, factor ketahanan tabung (keamanan), dan factor ketersediaan tabung LPG 3kg di pasaran. Factor harga LPG 3kg di pasaran yang cenderung tidak stabil sangat mempengaruhi perilaku konsumen untuk tetap menggunakan LPG atau beralih kembali ke minyak tanah. Selain itu karena target pasar dari program konversi minyak tanah ke LPG 3kg ini adalah kalangan ekonomi menengah ke bawah, maka factor harga menjadi hal yang sangat sensitive dan berpengaruh. Beberapa kalangan masyarakat menengah ke bawah yang belum memahami tehnik penggunaan LPG 3kg yang benar, beranggapan bahwa penggunaan LPG 3kg lebih berbahaya dibandingkan minyak tanah karena factor ketahanan dan keamanan tabung LPG yang belum baik. Factor ketersediaan LPG 3kg di pasaran sangat mempengaruhi perilaku konsumen dalam proses alih energy tersebut karena ketersediaan LPG 3kg di pasaran sangat mempengaruhi stabilitas harga dan kemudahan konsumen dalam memperoleh LPG 3kg tersebut.

Dalam situasi seperti ini masyarakat masih memiliki alternative penggunaan energy lain yang cukup ekonomis dan mudah diperoleh yakni briket batubara.

Briket Batubara merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari Batubara, bahan bakar padat ini murupakan bahan bakar alternatif atau merupakan pengganti Minyak Tanah yang paling murah dan dimungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif singkat mengingat teknologi dan peralatan yang digunakan relatif sederhana.

Briket Batubara adalah bahan bakar padat yang terbuat dari Batubara dengan sedikit campuran seperti tanah liat dan tapioka. Briket Batubara mampu menggantikan sebagian dari kegunaan Minyak Tanah sepeti untuk : Pengolahan Makanan, Pengeringan, Pembakaran dan Pemanasan. Bahan baku utama Briket Batubara adalah Batubara yang sumbernya berlimpah di Indonesia dan mempunyai cadangan untuk selama lebih kurang 150 tahun. Teknologi pembuatan Briket tidaklah terlalu rumit dan dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun pihak swasta dalam waktu singkat. Sebetulnya di Indonesia telah mengembangkan Briket Batubara sejak tahun 1994 namun tidak dapat berkembang dengan baik mengingat Minyak Tanah masih disubsidi sehingga harganya masih sangat murah, sehingga masyarakat lebih memilih Minyak Tanah untuk bahan bakar sehari-hari. Namun dengan kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005, mau tidak mau masyarakat harus berpaling pada bahan bakar alternatif yang lebih murah seperti Briket Batubara.

Batubara yang merupakan bahan baku pembuatan briket batubara ini banyak ditemukan di cekungan tersier yang terletak di Paparan Sunda. Potensi endapan batubara di pulau jawa tersebar secara luas di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi potensi cadangan yang cukup besar hanya terdapat di kabupaten Lebak dengan cadangan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar industry menengah dan industry kecil di dalam negeri.

Potensi sumber daya batu bara di Banten sekitar 13,3 juta ton, dalam bentuk sumber daya tersebar di Kabupaten Lebak, wilayah Banten bagian selatan. Class Sub Bituminous Coal dengan hasil analisa nilai kalori berkisar 4500 s/d 5800 cal/gr (adb) terdapat di Kec. Bojongmanik, Leuwidamar, Muncang, Sajira dan Cipanas. Sedangkan Class Bituminus – Semiantrasit dengan hasil analisa nilai kalori berkisar antara 5500 s/d 7000 cal/gram tersebar di Kec. Bayah, Panggarangan, Cihara & Cilograng [Data Distamben lebak, 2008]. Secara umum Bayah memiliki cadangan pertambangan berkapasitas 10,975,000 ton. Cadangan ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini penggunaan hanya sebatas penjualan bahan mentah ke konsumen.

Mengingat cadangan sumber energy fosil (minyak dan gas bumi) di dunia semakin menipis, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan  Energi Nasional (KEN) maka pemerintah mencanangkan sampai akhir tahun 2025 pemanfaatan batubara sebagai sumber energy akan meningkat sampai 33%.

Walaupun cadangan batubara di Indonesia relatif besar, sebagian besar sumber daya batubara tersebut merupakan batubara berperingkat rendah yang berkadar air tinggi. Batubara berperingkat rendah akan cocok untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan industri kecil, misalnya memasak. Oleh karena itu, bentuk briket merupakan bentuk paling cocok sebagai sumber energi alternatif memasak di kegiatan rumah tangga.

Briket perlu mendapat perhatian cukup serius dalam  pengembangan verifikasi energy di provinsi Banten karena makin menipisnya cadangan minyak bumi, potensi dan kualitas batubaranya cukup tersedia dan dapat menghasilkan briket yang memenuhi persyaratan , tersedianya teknologi sederhana yang memungkinkan batubara dapat dibentuk menjadi briket, dapat menggantikan penggunaan kayu bakar yang sangat meningkat konsumsinya dan berpotensi merusak ekologi hutan. Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten telah berupaya dalam melakukan kajian dna pembinaan kepada masyarakat terutama pengusaha kecil guna pembuatan dan penggunaan briket dari batubara ini, sehingga diharapkan dapat dijadikan bahan bakar atau energy alternative yang dimungkinkan dapat dikembangkan secara massal, aman dan murah.

Sumber :


Ilustrasi mengobrol santai. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Dragon Images

JATIM | 8 Desember 2020 17:14 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya pasti membutuhkan interaksi dengan sesama manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia sejak lahir sudah mempunyai hasrat atau keinginan pokok untuk menjadi satu dengan manusia lain serta dengan suasana alam yang ada di sekelilingnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosialisasi berarti upaya memasyarakatkan sesuatu sehingga menjadi dikenal, dipahami, dihayati oleh masyarakat atau pemasyarakatan. Sosialisasi merupakan proses belajar, karena pada dasarnya sifat manusia adalah tidak akan pernah puas untuk belajar sesuatu hal yang belum diketahuinya.

Sosialisasi adalah satu konsep umum yang bisa dimaknai sebagai sebuah proses di mana manusia belajar melalui interaksi dengan manusia lainnya, tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, di mana semuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif.

Sosialisasi merupakan proses yang terus terjadi selama hidup manusia. Untuk itu penting bagi Anda untuk memahami apa dan bagaimana cara sosialisasi bekerja. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai sosialisasi, tujuan sosialisasi dan hal-hal yang berkaitan dengannya yang perlu Anda ketahui.

2 dari 5 halaman

Sosialisasi adalah pemeriksaan mengenai lingkungan kultural lingkungan sosial dari masyarakat yang bersangkutan, interaksi sosial dan tingkah laku sosial. Berdasarkan hal tersebut, sosialisasi merupakan mata rantai paling penting di antara sistem-sistem sosial lainnya. Karena, dalam sosialisasi terdapat keterlibatan individu-individu sampai dengan kelompok-kelompok dalam satu sistem untuk berpartisipasi bersama.

Menurut Charlotte Buhler (1978:55), pengertian sosialisasi adalah suatu proses yang membantu anggota masyarakat untuk belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.

Sementara, pengertian sosialisasi menurut Charles R Wright adalah proses ketika individu mendapatkan kebudayaan kelompoknya dan menginternalisasikan sampai tingkat tertentu norma-norma sosialnya, sehingga membimbing orang tersebut untuk memperhitungkan harapan-harapan orang lain.

Hal ini membawa pada pengertian sosialisasi dalam arti luas, yakni suatu proses interaksi dan pembelajaran yang dilakukan seseorang sejak ia lahir hingga akhir hayatnya di dalam suatu budaya masyarakat, mengutip dari publikasi oleh umm.ac.id.

Melalui proses dan tujuan sosialisasi, seseorang dapat memahami dan menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan peran dan status masing-masing sesuai budaya masyarakat.

Dengan kata lain, individu mempelajari dan mengembangkan pola-pola perilaku sosial dalam proses pendewasaan diri. Dengan begitu, nilai, norma, dan kepercayaan tersebut dapat dijaga oleh semua anggota masyarakat.

3 dari 5 halaman

Terdapat beberapa tahapan dalam sosialisasi menurut Robert MZ Lawang (2013:107) dalam masyarakat, yakni:

Sosialisasi primer merupakan proses sosialisasi yang pertama kali dilakukan oleh individu sejak masih anak-anak. Ini merupakan awal bagi semua anggota masyarakat dalam memasuki keanggotaan mereka pada suatu kelompok masyarakat.

Sosialisasi primer ini dimulai dari keluarga, di mana individu mulai belajar membedakan dirinya dengan orang lain di sekitarnya. Pada tahap ini anggota keluarga punya peranan penting bagi masing-masing individu. Di sinilah pertama kali seseorang mendapatkan pelajaran mengenai budaya keluarga, baik itu agama, aturan, dan lain-lain.

Sosialisasi sekunder merupakan pelajaran berikutnya yang dilakukan oleh individu. Pada tahap ini seseorang belajar mengenali lingkungannya di luar keluarga, baik itu nilai-nilai, norma, yang ada di lingkungan masyarakat.

Tujuan sosialisasi sekunder ini adalah agar individu dapat menerima nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku. Pada umumnya, sosialisasi sekunder ini menjadi penentu sikap seseorang karena telah beradaptasi dengan berbagai lingkungan masyarakat.

4 dari 5 halaman

Tujuan sosialisasi di masyarakat secara rinci adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan sosialisasi adalah agar setiap anggota masyarakat mengetahui nilai-nilai dan norma yang ada pada suatu kelompok masyarakat.
  2. Tujuan sosialisasi adalah agar individu dapat mengendalikan fungsi organik melalui proses latihan mawas diri yang tepat.
  3. Tujuan sosialisasi adalah agar setiap anggota masyarakat memahami suatu lingkungan sosial dan budaya, baik lingkungan tempat tinggal seseorang maupun lingkungan baru.
  4. Tujuan sosialisasi adalah agar individu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, misalnya kemampuan membaca, menulis, dan lain-lain.
  5. Tujuan sosialisasi adalah untuk melatih keterampilan dan pengetahuan individu dalam melangsungkan hidup bermasyarakat.
  6. Tujuan sosialisasi adalah agar di dalam individu tertanam nilai-nilai dan kepercayaan yang ada di masyarakat.

5 dari 5 halaman

Sosialisasi merupakan sistem dalam kehidupan bermasyarakat yang sangat penting. Berdasarkan hal tersebut sosialisasi memberikan dua kontribusi fundamental bagi kehidupan masyarakat yaitu:

  1. Memberikan dasar atau kondisi kepada individu bagi terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat.
  2. Memungkinkan lestarinya suatu masyarakat, karena tanpa sosialisasi akan hanya ada satu generasi saja hingga kelestarian masyarakat akan sangat terganggu.

Melalui sosialisasi, masyarakat dapat berpartisipasi untuk kepentingan hidupnya dan menciptakan generasi untuk kelestarian kehidupan selanjutnya. Selain itu, dapat faktor lain yang menunjang proses sosialisasi yaitu faktor lingkungan, di mana di dalamnya interaksi sosial.

(mdk/edl)