Jelaskan yang dimaksud dengan ekosistem alami berikan contohnya

Ekosistem alami merupakan eksosistem yang terbentuk secara alamiah tanpa adanya campur tangan manusia. Misalnya savana dan pantai. Sedangkan ekosistem buatan merupakan ekosistem yang dibuat secara sengaja oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan, termasuk faktor abiotik yang ada juga dapat dimanipulasi sesuai kebutuhan. Misalnya waduk, sawah, dan kebun.   

Ekosistem adalah suatu interaksi antara komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik merupakan organisme hidup, contohnya tumbuhan, hewan, jamur, dan mikroorganisme. Sedangkan komponen abiotik merupakan organisme tidak hidup, contohnya tanah, air, udara, cahaya, pH, kelembapan, nutrisi, dan salinitas. Dalam suatu ekosistem terjadi interaksi antara komponen-komponen tersebut agar dapat kehidupan dapat tetap berlangsung.  

Hai adik-adik kelas 5 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi Berilah Masing-Masing 3 Contoh Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan! Kelas 5 SD.

Semua makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup. Ekosistem tersusun atas individu, populasi, dan komunitas. Pada dasarnya, ekosistem yang ada di dunia dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan.

Ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat. Ekosistem air terdiri atas ekosistem air tawar dan ekosistem air asin. Ekosistem darat terdiri atas ekosistem hutan, padang rumput, padang pasir, tundra, dan taiga.

Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sawah dan bendungan merupakan contoh ekosistem buatan. Mari kita simak video pada tautan berikut ini untuk lebih jelasnya!

Tugas Ananda hari ini adalah menjawab pertanyaan berikut!

1. Berilah masing-masing 3 contoh ekosistem alami dan ekosistem buatan!

Pembahasan:Contoh ekosistem alamiA. Ekosistem air(1) Ekosistem air tawar(2) Ekosistem air lautB. Ekosistem darat(1) Ekosistem hutan(2) Ekosistem padang rumput(3) Ekosistem padang pasir(4) Ekosistem tundra(5) Ekosistem taigaContoh ekosistem buatan(1) Bendungan(2) Sawah(3) Perkebunan(4) Tambak(5) Kolam

(6) Pemukiman atau perumahan

2. Mengapa manusia perlu menjaga keseimbangan ekosistem?

Pembahasan:Manusia perlu menjaga keseimbangan ekosistem karena(1) Manusia memiliki kewajiban untuk menjaga keseimbangan ekosistem(2) Karena manusia adalah makhluk hidup yang memiliki akal dan budi sehingga mampu menjaga, mengolah sumber daya yang ada di alam.

(3) Jika ekosistem tidak seimbang maka kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya akan terganggu karena oksigen berkurang, tidak ada air bersih, terjadinya pemanasan global, beberapa tumbuhan dan hewan akan punah.

Demikian pembahasan mengenai Berilah Masing-Masing 3 Contoh Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan! Kelas 5 SD.

Tyas Wening Rabu, 25 November 2020 | 07:04 WIB

Hutan adalah jenis ekosistem alami (Image by Free-Photos from Pixabay )

Bobo.id - Seluruh makhluk hidup yang ada di Bumi tinggal di permukaan Bumi dengan habitat yang berbeda-beda.

Habitat yang berbeda-beda ini disebabkan karena setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan tertentu, yang berperan dalam memenuhi kebutuhannya.

Lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup ini terdiri dari bagian yang hidup atau biotik dan bagian yang tidka hidup atau abiotik.

Semua bagian biotik dan abiotik ini saling berinteraksi di ekosistem Bumi.

Baca Juga: Apa yang Bisa Kita Lakukan Agar Bisa Ikut Melindungi Bumi Kita dari Bahaya Polusi Plastik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, ekosistem adalah komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan dan hewan, bersama habitatnya.

Nah, ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan.

Apa perbedaan keduanya dan apa saja jenis-jenis ekosistem alami maupun ekosistem buatan, ya?


Page 2


Page 3

Image by Free-Photos from Pixabay

Hutan adalah jenis ekosistem alami

Bobo.id - Seluruh makhluk hidup yang ada di Bumi tinggal di permukaan Bumi dengan habitat yang berbeda-beda.

Habitat yang berbeda-beda ini disebabkan karena setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan tertentu, yang berperan dalam memenuhi kebutuhannya.

Lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup ini terdiri dari bagian yang hidup atau biotik dan bagian yang tidka hidup atau abiotik.

Semua bagian biotik dan abiotik ini saling berinteraksi di ekosistem Bumi.

Baca Juga: Apa yang Bisa Kita Lakukan Agar Bisa Ikut Melindungi Bumi Kita dari Bahaya Polusi Plastik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, ekosistem adalah komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan dan hewan, bersama habitatnya.

Nah, ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan.

Apa perbedaan keduanya dan apa saja jenis-jenis ekosistem alami maupun ekosistem buatan, ya?

Oleh Husnul Abdi pada 23 Mar 2021, 12:50 WIB

Diperbarui 23 Mar 2021, 12:50 WIB

Perbesar

Macam-Macam Ekosistem (Image by Amritendu Mukhopadhyay from Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Macam-macam ekosistem bisa kamu kenali berdasarkan proses terjadinya, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem sendiri merupakan kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik.

Ekosistem disebut juga dengan sistem lingkungan. Misalnya komunitas ikan air tawar selalu berhubungan dengan kolam ikan, air, udara, tanah dan sinar matahari. Ekosistem mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ekosistem yang kecil akan membentuk ekosistem yang lebih besar.

Macam-macam ekosistem dibagi menjadi ekosistem alami dan buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk karena pengaruh alam sekitar dan bukan karena campur tangan manusia, contohnya, sungai, laut, dan gunung.

Sementara itu, ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk oleh manusia, contohnya, kolam ikan, akuarium, waduk, dan sawah. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (23/3/2021) tentang macam-macam ekosistem.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Ekosistem Image by (Bhargava Marripati from Pixabay)

Menurut KBBI, ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam. Ekologi sendiri merupakan ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan (kondisi) alam sekitarnya (lingkungannya).

Menurut Soemarwoto (1983), ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Tingkatan organisasi ini dapat dikatakan sebagai sebuah sistem karena memiliki komponen-komponen dengan fungsi yang berbeda-beda.

Ada berbagai komponen yang membentuk suatu ekosistem ini. komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah komponen tak hidup atau abiotik, dan komponen hidup atau biotik.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komponen abiotik adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, seperti suhu, air, cahaya matahari, tanah, hingga iklim.

Sementara itu, komponen biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu, Heterotrof (manusia, hewan, jamur, dsb) dan Pengurai (bakteri dan jamur). Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut biosfer.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada dua macam-macam ekosistem di bumi. Macam-macam ekosistem tersebut adalah ekosistem alami dan ekosistem buatan. Macam-macam ekosistem alami dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem darat dan perairan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Hutan Hujan Tropis (Sumber: Pixabay)

Macam-macam ekosistem yang pertama adalah ekosistem alami. Ekosistem alami ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu ekosistem darat dan ekosistem air. Berikut penjelasan macam-macam ekosistem alami di darat:

Ekosistem Darat

Ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam. Oleh karena itu, ekosistem darat ini adalah keanekaragaman yang ada pada alam darat. Ekosistem ini biasanya dipengaruhi oleh suhu dan curah hujan.

Contohnya seperti hutan hujan tropis, hutan sabana, pegunungan, hingga gurun. Dilintasi garis khatulistiwa membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang dianugerahi hutan hujan tropis yang subur. Bukan sebatas flora, faunanya pun juga beragam. Itulah sebabnya Indonesia kerap menjadi sentra biodiversitas dunia. Hutan hujan banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Hutan sabana terletak pada daerah yang beriklim tropis. Di Indonesia hutan sabana terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ekosistem ini didominasi oleh rumput dengan semak-semak akasia. Curah hujan yang ada di sabana berkisar antara 95 hingga 150 cm per tahun. Jenis hewan yang hidup di sabana antara lain gajah, kuda, macan tutul, singa, atau jenis- jenis hewan pengerat.

Ekosistem pegunungan di Indonesia merupakan kawasan yang memiliki karakteristik yang khas, ditandai oleh ketinggian dari permukaan laut (dpl) yang besar, memberikan suhu yang sejuk, lereng yang curam, curah hujan yang relatif tinggi, dan rawan bencana terutama longsor dan letusan gunungapi.

Sebagian besar kawasan pegunungan memiliki ekosistem yang khas dan kemudian dikonservasikan dalam berbagai bentuk kawasan lindung seperti Taman Nasional, Hutan Lindung, dan Kawasan Rawan Bencana serta kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Ekosistem (Photo by Hung Tran from Pexels)

Selain darat, ada pula ekosistem alami di perairan. Berikut penjelasan macam-macam ekosistem alami di air:

Ekosistem Perairan

Ekosistem perairan tentunya merupakan lingkungan yang didominasi oleh perairan. Cahaya matahari yang masuk dapat memengaruhi ekosistem ini. Ekosistem perairan ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem perairan tawar dan laut.

Air tawar merupakan perairan yang memiliki konsentrasi garam yang rendah atau kurang dari 1%. Ekosistem air tawar meliputi danau, sungai, dan rawa-rawa. Danau atau kolam merupakan perairan tawar yang memiliki luasan tertentu. Sementara sungai adalah badan air yang mengalir dari hulu ke hilir. Kemudian, rawa-rawa sendiri merupakan genangan air yang mendukung kehidupan tanaman-tanaman air.  

Air laut mendominasi permukaan bumi hingga 75%. Sumber air yang ada di bumi 97% berasal dari laut. Ekosistem laut terdiri dari lautan dan estuari. Lautan adalah ekosistem terbesar yang ada dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Bioma estuari merupakan perairan payau yang terbentuk akibat percampuran air laut dan air tawar.   

Garis pantai di Indonesia yang begitu panjang membutuhkan perhatian khusus demi kelangsungan ekosistem laut dan pantai. Ancaman pada ekosistem laut, pesisir dan pulau-pulau kecil dalam wilayah segitiga karang dunia tentu harus diperhatikan oleh negara. Ekosistem laut di dekat pantai contohnya adalah terumbu karang, plankton, tanaman pinggir pantai, kepiting.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Subak menjadi salah satu metode irigasi atau pengairan sawah di Bali.

Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Selain ekosistem alami, macam-macam ekosistem selanjutnya adalah ekosistem buatan.

Berbeda dengan ekosistem alami, ekosistem buatan merupakan suatu ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar.

Contoh ekosistem buatan yaitu, bendungan, hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus, sawah tadah hujan, sawah irigasi, perkebunan sawit, ekosistem pemukiman seperti kota dan desa, serta ekosistem ruang angkasa.

Lanjutkan Membaca ↓