Jika expansion valve tersumbat maka akibat yang terjadi adalah

Expansion valve merupakan salah satu komponen yang ada pada sistem AC di dalam mobil. Komponen yang satu ini mempunyai peranan penting untuk membantu kinerja AC dalam membuat udara pada mobil menjadi dingin, yaitu dengan cara menurunkan tekanan freon.

Komponen ini sering disebut sebagai katup ekspansi yang harus dijaga kondisinya agar kinerja AC mobil bisa tetap dalam kondisi prima.

Lalu, sebenarnya apa komponen katup ekspansi ini beserta penyusunnya? Simak ulasan mengenai katup ekspansi pada AC mobil secara lengkap berikut ini.

Fungsi Expansion Valve

Baca Juga : Tidak Sulit, Ini Cara Membuka Baut yang Sudah Dol

Ada beberapa fungsi dari expansion valve selain menyalurkan freon yang akan dikeluarkan pada evaporator AC mobil. Komponen yang satu ini memegang kendali penting dalam proses pergerakan freon pada AC. Berikut adalah ulasan seputar fungsi dari katup ekspansi pada AC mobil.

  • Mendinginkan Temperatur Freon atau Refrigerant

Fungsi Expansion Valve pada AC mobil yang pertama adalah berperan dalam proses pendinginan temperatur refrigerant atau freon. Komponen ini akan membuat freon mengalami penurunan suhu, sehingga bisa disalurkan dan menyebar yang akan membuat udara di mobil terasa dingin.

Katup ekspansi ini mampu menurunkan tekanan freon AC mobil hingga suhu -30 derajat Celcius. Hal ini berfungsi untuk mempersiapkan udara dingin sesuai dengan suhu yang disetel pada AC. Proses pendinginan freon pada AC mobil tergantung pada cara kerja dari katup ekspansi ini.

  • Mengatur Banyaknya Freon yang Disalurkan ke Evaporator

Baca Juga : Bahaya Paksakan Pakai Minyak Rem Motor di Luar Spesifikasi

Mengatur banyaknya freon yang akan disalurkan menuju Evaporator merupakan fungsi berikutnya dari katup ekspansi. Jumlah freon yang akan disalurkan ke evaporator ini akan disesuaikan dengan beban pendinginan AC.

Katup ekspansi akan mengabutkan freon dalam jumlah yang bergantung pada sensor panas dalam komponen sensing tube. Apabila sensor panas ini derajatnya semakin tinggi, maka freon yang harus disalurkan oleh katup ekspansi ini harus semakin banyak jumlahnya.

Fungsi terakhir dari katup ekspansi ini adalah menurunkan tekanan yang ada pada freon. Proses produksi freon pada mulanya adalah berasal dari kompresor. Selanjutnya, komponen katup ekspansi ini bertugas untuk membantu dalam mengabutkan freon agar tekanan menurun.

Baca Juga : Fungsi Kunci Pas Ring : Cara Penggunaan & Perbedaannya

Pengabutan tekanan freon pada katup ekspansi ini bertujuan untuk membuat proses pendinginan yang akan dilakukan di evaporator menjadi lebih efektif. Selanjutnya, AC bisa menyebabkan udara dingin sesuai permintaan dan menyalurkan ke dalam ruangan.

Gejala Kerusakan Expansion Valve

Expansion valve juga merupakan salah satu komponen yang rawan mengalami kerusakan, terutama jika Anda tidak mampu untuk menjaga kondisi AC agar tetap prima. Biasanya akan ada gejala khusus yang ditunjukkan apabila komponen AC satu ini mulai mengalami kerusakan.

Salah satu gejala yang akan ditunjukkan apabila katup ekspansi mengalami kerusakan adalah ruang kabin terlalu lama untuk menjadi dingin. Hal ini diakibatkan adanya proses penurunan freon yang tidak bisa dilakukan dengan cepat dan maksimal, sebab katup ekspansi mulai menunjukkan kerusakan.

Apabila ruang kabin ini tidak cepat dingin, meskipun suhu yang dinyalakan dalam suhu rendah, maka berarti ada masalah dalam komponen katup ekspansinya. Permasalahan ini pada umumnya disebabkan oleh komponen katup ekspansi yang tidak bisa terbuka secara sempurna.

Pada saat komponen katup ekspansi ini mengalami kerusakan, maka kompresor AC tidak bisa memutarkan refrigerant secara sempurna. Pilihan yang bisa dilakukan untuk permasalahan ini adalah melakukan perbaikan atau menggantinya apabila kerusakannya sudah termasuk parah.

Komponen-Komponen Expansion Valve

Expansion valve ini ternyata juga mempunyai beberapa komponen yang akan mendukung kinerjanya. Setiap komponen yang ada di katup ekspansi ini saling berhubungan untuk mendukung kinerja AC. Berikut adalah beberapa komponen yang ada di dalam katup ekspansi pada AC.

Komponen pertama yang ada di dalam katup ekspansi adalah saluran outlet. Fungsi dari komponen ini adalah menyalurkan freon untuk keluar dari katup ekspansi. Selanjutnya, freon yang dikeluarkan ini akan disalurkan untuk menuju ke evaporator.

Saluran inlet merupakan komponen berikutnya pada katup ekspansi yang berfungsi untuk menghubungkan dengan receiver dryer. Inlet ini akan berfungsi sebagai saluran masuknya freon dari receiver dryer menuju katup ekspansi agar nantinya mengalami proses penekanan.

Katup ekspansi ternyata juga mempunyai diafragma, yaitu komponen yang berfungsi untuk menjadi penerus panas. Saat panas sudah terdeteksi sensing tube, diafragma ini akan meneruskan panas dan membuat katup terbuka sesuai dengan kebutuhan.

Cara kerja dari komponen ini adalah membuka pegas dan jarum dengan cara mendorongnya. Diafragma akan melengkung lebih dalam jika beban AC semakin besar, sehingga katup ekspansi ini bisa terbuka lebar dan maksimal.

Jarum dan katup adalah komponen dari ekspansi yang tidak bisa dipisahkan. Fungsi dari kedua komponen ini adalah mengatur jumlah freon yang akan disalurkan ke evaporator. Apabila katup semakin terbuka lebar, maka jumlah freon yang akan disalurkan oleh komponen ini semakin banyak.

Cara kerjanya dalam mengatur jumlah freon yang akan disalurkan ke evaporator ini bergantung pada lebarnya katup pada saat itu. Lebarnya katup yang terbuka ini disesuaikan dengan permintaan pendinginan AC.

Komponen heat sensing tube pada katup ekspansi ini adalah sebagai sensor temperatur pada saluran keluar evaporator. Heat sensing tube akan meneruskan panas untuk membuka membran sesuai dengan suhu yang diterima.

Fungsi dari komponen pegas yang ada pada katup ekspansi adalah untuk mengembalikan posisi diafragma. Komponen yang satu ini akan membantu diafragma agar katup ekspansi bisa menutup dengan sempurna apabila dalam kondisi tidak bekerja.

Bagian dari katup ekspansi berikutnya adalah bodi yang berfungsi sebagai wadah dari komponen lainnya. Bodi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi komponen yang ada di dalam katup ekspansi, melainkan juga berperan untuk melindunginya.

Komponen terakhir pada katup ekspansi adalah pipa kapiler yang berfungsi untuk menyalurkan panas dari heat sensing tube ke membran. Besarnya panas yang disalurkan melalui pipa kapiler ini bergantung pada tekanan pada heat sensing tube.

Cara Kerja Expansion Valve

Cara kerja dari katup ekspansi diawali dengan adanya freon yang mengalir pada receiver dryer ke komponen tersebut. Selanjutnya, heat sensing tube ini akan mendeteksi panas dari freon yang keluar melalui saluran outlet evaporator.

Panas yang diterima oleh heat sensing tube ini akan disalurkan oleh pipa kapiler ke membran di dalam katup ekspansi. Membran ini akan melengkung dan mendorong jarum untuk melawan pegas guna membuka katup ekspansi berdasarkan pada tekanan dari panas yang disalurkan.

Apabila expansion valve terbuka dalam kondisi yang lebar, maka dapat menyalurkan freon berjumlah banyak. Namun, apabila katup ekspansi ini hanya terbuka sedikit, maka freon yang disalurkan juga terbatas. Besarnya freon yang disalurkan ini bergantung pada beban AC.

Selain itu apabila salah satu komponen expansion valve mengalami kerusakan dan bermasalah, maka ada baiknya segera bawa kendaraan Anda ke bengkel resmi Suzuki terdekat.

 3. Kompresor AC Mengalami Kerusakan

Semua AC memiliki kompresor yang akan memompa freon agar bisa disalurkan ke seluruh sistem. Kompresor yang rusak menjadi penyebab AC mobil tidak dingin hanya keluar angin yang perlu dikhawatirkan. 

Ciri kompresor rusak adalah muncul bunyi gesekan saat terjadi tekanan yang tidak normal. Dampaknya sight glass menjadi hitam yang artinya expansion valve and receiver drier tersumbat kotoran. 

    4. Puli Kompresor Tidak Berputar 

Jika mesin kompresor tidak ada masalah, mungkin saja kerusakan terdapat pada bagian puli. Komponen puli ini memiliki fungsi untuk menggerakkan pompa air, kipas pendingin, power steering dan juga alternator. 

Puli digerakan oleh belt kompresor yang terbuat dari bahan karet. Sayangnya belt ini bisa saja getas karena penggunaan. Puli yang tidak bergerak menjadi penyebab AC mobil tidak dingin hanya keluar angin yang cenderung hangat. 

Belt yang getas nantinya bisa putus, tidak hanya udara yang keluar dari AC saja yang terpengaruh. Mesin mobil juga akan panas karena kipas pendingin radiator serta pompa mesin tidak bekerja. 

    5. Tekanan pada Sistem AC Mobil Berlebihan 

Sistem AC mobil juga bisa mendapatkan tekanan berlebih ketika Anda mengisi oli kompresor berlebihan. Padahal pengisiannya memiliki standar sendiri yang harus dipenuhi. Jika jumlahnya melebihi batas maka akan menciptakan tekanan pada freon yang meningkat. 

Efek yang terjadi adalah kompresor menjadi sangat panas di mana proses kondensasi menjadi terhambat. Padahal proses kondensasi ini sangat penting untuk merubah udara panas menjadi sejuk. 

Oleh karena itulah tekanan berlebih menjadi penyebab AC mobil tidak dingin hanya keluar angin saja. 

    6. Kerusakan pada Ekstra Fan

Proses kondensasi juga akan mengalami masalah ketika motor pada ekstra fan mengalami masalah. Ekstra fan ini letaknya ada di depan kondensor jadi bisa Anda cek apakah masih berputar ketika AC dinyalakan. 

Ketika tidak ada putaran artinya penyebab AC mobil tidak dingin hanya keluar angin adalah motor pada ekstra fan tersebut. Matinya motor ekstra fan membuat proses penurunan suhu di kondensor tidak bekerja, suhu yang keluar pun lebih panas. 

    7. Kerusakan pada Thermistor AC

Disebut dengan terminal resistor, komponen dari sistem AC ini berfungsi untuk mengukur dan mengatur suhu yang berasal dari kompresor. Apa yang terjadi ketika Thermistor AC rusak? Efeknya adalah evaporator menjadi beku karena suhu yang berasal dari kompresor tidak diatur. 

Suhu bisa saja terlalu rendah yang membuat pembekuan, ketika beku maka akan terjadi penyumbatan sehingga sistem AC bermasalah berkelanjutan. Anda mungkin harus mengeluarkan biaya lebih banyak jika hal ini terjadi. 

    8. Korsleting pada Kelistrikan AC

Korsleting juga bisa terjadi pada sistem kelistrikan AC mobil yang ditandai dengan arus pendek. Sekring AC juga dapat putus karena arus pendek tersebut. Efeknya sudah pasti bahwa angin yang keluar tidak sejuk melainkan panas. 

Kerusakan akibat korsleting ini tidak boleh ditangani sendiri karena melibatkan banyak kabel. Anda yang kurang paham harus menyerahkannya pada teknisi profesional agar tidak terjadi masalah berkelanjutan. 

    9. Mesin Mobil Mengalami Overheat

Rusaknya sistem AC juga bisa berasal dari mesin mobil yang overheat. Bukan hanya tidak nyaman berada di dalam kabin, juga sangat berbahaya bagi penumpang dan mesin. Karerna mesin yang overheat menandakan terjadi kerusakan pada komponennya. 

Ketika Anda melakukan perjalanan dan mengalami overheat sebaiknya segera menepi dan matikan mesin. Overheat yang dibiarkan bisa menimbulkan beberapa komponen terbakar. 

    10. Celah Centerpiece yang Terlalu Lebar 

Magnetic clutch atau kopling magnet terdapat pada kompresor AC yang fungsinya adalah menghubungkan putaran mesin melalui puli. Pemeriksaan secara berkala pun seharusnya dilakukan pada komponen ini. 

Apabila magnetic clutch ini tidak dapat menarik armature assembly atau centerpiece dengan baik saat AC hidup, maka akan timbul bunyi dan terjadi selip. Apabila celah centerpiece terbentuk sangat lebar akan mengakibatkan kompresor overheat. 

Seperti penyebab kompresor panas akibat belt yang getas atau putus di atas, dampaknya akan terjadi pada udara yang keluar dari AC ke kabin hanya angin hangat saja. 

Jangan tunggu sampai AC tidak dapat dinyalakan. Apabila sudah tahu penyebab AC mobil tidak dingin hanya keluar angin, segera bawa kendaraan kesayangan ke bengkel resmi Suzuki RMK terdekat.

Mobil kesayangan Anda akan langsung ditangani oleh teknisi profesional yang ahli di sana.