Kenapa bayi 3 bulan tidurnya sebentar sebentar?

Ilustrasi Bayi Susah Tidur (Foto: Tim Bish/Unsplash)

Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibanding orang dewasa. Setidaknya 14 hingga 18 jam sehari dibutuhkan bayi untuk tidur dan terbagi pada saat malam dan siang hari.

Kebiasaan tidur siang membuat bayi lebih sehat, Moms, selain itu juga dapat menunjang perkembangannya baik secara mental maupun fisik. Bayi yang baru lahir akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Seiring bertambah usia, waktu tidurnya akan berkurang, dan si kecil akan mulai memperlihatkan pola tidur yang baru dan berkurang drastis dibanding saat ia masih baru lahir.

Kira-kira ia menginjak 3 bulan, mengajak bayi tidur siang memang bukanlah perkara yang mudah. Beberapa hal berikut ini bisa jadi penyebabnya.

Ilustrasi Bayi Tidur Nyenyak (Foto: Tara Raye/Unsplash)

Kondisi kamar tidur yang tidak membuatnya nyaman, seperti suhu ruang yang panas memang bisa membuatnya enggan untuk tidur siang, Moms. Alhasil ia tampak keringatan dan rewel. Untuk itu, atasi dengan mengatur suhu ruang yang pas maupun tidak terlalu dingin, agar ia dapat merasa nyaman.

Faktor lain yang membuatnya tidak merasa nyaman adalah suara berisik, yang mengganggunya untuk tidur. Atau suara berisik ini bisa juga membuat bayi Anda baru tidur sebentar, lalu sudah bangun lagi, dan rewel. Memastikan suara tetap tenang, maka bisa membuat bayi tidur dengan nyenyak, Moms.

Ilustrasi Bayi Bermain (Foto: Pixabay)

Bayi tampak masih ingin bermain, padahal sudah waktunya untuk istirahat. Perlu diketahui, memiliki jadwal rutin tidur siang secara konsisten adalah penting, Moms. Sehingga meski Anda sedang bepergian dengan bayi, maka sebaiknya jadwal tidur bayi tetap diberlakukan. Untuk itu, hindari mengajaknya bermain pada jam tidur siangnya.

Setelah menyusui, umumnya bayi dengan sendirinya akan terlelap. Nah, cek lagi, Moms. Bisa jadi si kecil belum bisa tidur karena ia sebetulnya sedang lapar, meski Anda merasa sudah menyusuinya beberapa waktu sebelumnya.

Masalah umum yang dialami Mama setelah melahirkan adalah bayi yang susah untuk tidur, terutama di malam hari. Sebenarnya, ada beberapa penyebab yang bisa membuat si Kecil sulit tidur di malam hari.

Jangan terlalu cemas dulu ya, dilansir dari raisingchildren.net.au, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab bayi susah tidur di malam hari beserta cara mencegah dan mengatasinya.

Catat baik-baik, Ma!

1. Ada 5 penyebab bayi susah tidur, dari tubuhnya yang belum adaptasi sampai kelelahan

Unsplash/Ciprian Sam

Sejak bayi dilahirkan hingga tumbuh dewasa, tentu dibutuhkan waktu istrahat bagi tubuhnya untuk mengoptimalkan kerja tubuh serta mendapatkan pemulihan.

Namun, tentu terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan tidurnya terganggu hingga membuat si Kecil kurang tidur.

Berikut beberapa penyebabnya:

  • Ritme sikardian bayi belum stabil

Kebanyakan bayi belum memiliki ritme sikardian atau jam biologis tubuh yang benar, karena fungsi tubuhnya masih berkembang.

Kebanyakan bayi sudah mendapatkan jam biologis tubuh yang benar ketika ia berusia 12 minggu, tapi beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama dari itu.

Meski hal ini terkait perkembangan fungsi tubuhnya, Mama tetap bisa membantu si Kecil beradaptasi dan membiasakan dirinya dengan waktu tidur yang baik.

Bantu bayi untuk bangun dan tidurkan ia di waktu yang sama setiap harinya. Hal ini akan membantu anak mama untuk beradaptasi dan menemukan jam biologisnya sendiri.

Hindari juga memasang lampu yang sangat terang di kamar ketika waktu tidur malam datang. Pasalnya, cahaya yang terlalu terang dapat menghalangi tubuh menghasilkan hormon melatonin, yaitu hormon yang merangsang rasa kantuk.

  • Bayi lapar

Bayi lapar adalah alasan paling umum bayi susah tidur atau terbangun di malam hari. Bayi baru lahir membutuhkan makanan lebih sering.

Umumnya bayi hingga usia 18 bulan, diberi makan setiap empat jam atau sesuai permintaan si Kecil dan tidak menutup kemungkinan merasakan kelaparan pada malam hari atau tepat sebelum ia tidur.

Apalagi jika pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya cukup pesat terjadi, ia akan merasa lebih sering lapar dibandingkan biasanya.

Oleh karena itu, sebaiknya siapkanlah ASI untuk anak mama agar kebutuhannya terpenuhi. Mama juga mungkin perlu menyusui setiap 2-3 jam sekali.

  • Mengajak bayi main sesaat sebelum waktu tidurnya

Tanpa disadari, Mama juga bisa menjadi penyebab bayi susah tidur di malam hari. Dengan mengajaknya main, maka Mama bisa saja membuat si Kecil larut dalam kegembiraan sehingga sulit untuk tidur.

Bayi adalah pemerhati yang baik dan sangat muda teralihkan dengan suara atau gerakan yang menarik perhatiannya.

Jadi jika Mama ingin si Kecil tidur di waktu yang tepat atau kembali tidur setelah sempat terbangun, hindari mengajaknya bermain sesaat sebelum ia tidur.

Selain diri Mama sendiri yang menjadi penyebab bayi sulit tidur, telepon genggam juga bisa menstimulasi bayi untuk terus terbangun.

Survey dari 715 orangtua di negara barat disimpulkan bahwa bayi yang diberi permainan di telepon genggam akan lebih sulit tidur di malam hari.

Hal ini diduga karena telepon genggam memancarkan cahaya warna biru yang bisa mengganggu produksi hormon melatonin.
Jika bayi terbangun di malam hari, sebaiknya jangan terlalu cepat menenangkannya. Hal ini justru akan membuat si Kecil semakin susah tidur, karena Mama seperti mengganggu bayi yang mengantuk akan tertidur.

Untuk menghindarinya, jangan langsung bergerak atau mengambil tindakan pada tanda-tanda pertama gerakan dan suara dari bayi mama saat sedang tidur.

  • Bayi terlalu lelah atau sebaliknya

Saat bayi kelelahan, bayi akan mengalami susah tidur atau membuatnya kurang tidur. Selain itu, bayi juga akan lebih sering bangun dan jadi rewel.

Lingkungan sekitar bayi yang terlalu berisik juga bisa membuat bayi susah tidur atau tenang. Inilah mengapa sebaiknya bayi menghindari kebisingan sebelum waktu tidur.

untuk menciptakan lingkungan yang tenang agar bayi mudah tidur.

2. Cara mengatasi bayi sulit tidur

Pixabay/angel4leon

Mengatasi bayi yang sulit tidur memang susah-susah gampang.

Maka dari itu, untuk mempermudah Mama, berikut beberapa penanganan yang dapat dilakukan:

  • Berikan sesuatu untuk diisap

Mengisap dapat menenangkan detak jantung bayi, melemaskan perutnya, dan menenangkan tangan-kaki yang berontak menggapai-gapai.

Tawarkan dot atau ibu jarinya untuk diisap dan biarkan ia ngempeng sampai kembali tenang. Jika ia menangis saat Mama sedang menyusui, biarkan ia ‘menggigiti’ puting mama.

Jika ia menggunakan susu botolan, berikan ia mainan lembut. Untuk menghindari kerusakan gigi, jangan celupkan dot atau mainan toothing ke dalam sesuatu yang manis.

  • Bedong si Kecil

Bayi membutuhkan banyak kenyamanan dan kehangatan seperti yang mereka rasakan saat di dalam kandungan. Oleh karena itu, bungkuslah bayi mama dalam selimut hangat atau kain bedong, sehingga ia merasa aman.

Dengan tenang, dekap si Kecil dekat dada mama. Beberapa bayi merasa bedongan atau gendongan terlalu konstriktif dan merespon lebih baik untuk bentuk lain, seperti mengisap dot atau gerakan berirama.

Goyangkan tubuh ke kanan-kiri dengan perlahan, coba ajak ia ngobrol atau nyanyikan lagu pengantar tidur. Saat menggendong, coba belai punggungnya dengan tegas dan berirama.

Tepukan lembut juga bekerja sama baiknya untuk tenangkan bayi yang terus menangis. Selain itu, Mama juga bisa tempatkan ia di kereta dorong bayi, dan goyang-goyangkan dengan lembut.

  • Baringkan menyamping

Saat menggendong atau menempatkan ia di kereta dorong bayi, posisikan tubuhnya dalam keadaan berbaring miring atau tengkurap untuk menciptakan kembali suasana seperti di dalam kandungan.

Ingat, selalu kembalikan posisinya jadi telentang saat ia akhirnya benar-benar terlelap. Ajak ia bicara dengan nada menenangkan dan jaga agar suhu kamar cukup hangat.

  • Ciptakan “white noise”

Dalam kandungan, bayi dapat mendengar detak jantung mama. Hal ini mungkin sebabnya mengapa bayi suka digendong, karena detak jantung mama yang familiar dengannya.

Ciptakan “white noise” yang dapat menenggelamkan suara-suara lainnya. Mama bisa gunakan suara statis radio, mainan, atau menyalakan vacuum cleaner, kipas angin, atau pengering rambut.

Dengungan dari mesin-mesin elektronik ini mungkin terdengar kurang nyaman bagi orang dewasa, namun, banyak bayi menangis yang akhirnya bisa kembali tenang setelah mendengarkan “white noise”.

Suara tersebut sama seperti deru konstan dalam tubuh yang ia dengarkan setiap saat selama dalam kandungan. Mama juga dapat mengunduh file “white noise” dari internet atau mengunduh aplikasi “white noise” yang bisa membantu tidur pulas, atau beli CD “white noise” yang khusus diciptakan untuk bayi.

  • Udara segar

Kadang, hanya dengan membuka pintu atau jendela sedikit lebih lebar, atau bawa ia jalan-jalan sebentar ke luar rumah dapat menghentikan tangisan dengan cepat.

Jika berhasil, nikmatilah momen berharga ini!

  • Pijat

Kebanyakan bayi senang disentuh, sehingga mungkin pijatan adalah jalan keluar terbaik untuk mengatasi tangisannya. Lakukan pijat dengan teratur dapat mengurangi frekuensi tangisan dan rewelan si Kecil.

Namun, waktu terbaik untuk memijat bayi adalah saat ia sedang terjaga. Jangan terlalu khawatir tentang tidak mengetahui gerakan pijat yang sempurna.

Asalkan gerakannya lembut dan lambat, pijatan dapat memberikan kenyamanan. Tanggalkan pakaian bayi dan pijat dengan lembut dan tegas. Mama bisa menggunakan minyak atau krim pijat, asalkan setidaknya ia berusia satu bulan.

Sambil memijat, ajak si Kecil berbicara seperti biasa dan jaga agar suhu kamar tetap hangat. Jika ia menangis selama dipijat, hentikanlah segera.

Menangis saat dipijat menandakan overstimulasi, yakni rasa yang membuatnya sudah cukup nyaman dan tidak ingin lagi dipijat.

3. Tips mencegah bayi susah tidur

Freepik

Sebelum terjadi, ingat-ingatlah 3 prinsip waktu tidur berikut ini agar bayi mama terhindar dari kelelahan yang mengakibatkan si Kecil sulit tidur.

Berikut 3 poin pentingnya:

  • Bayi usia 0-6 bulan harus tidur setidaknya selama 45 menit tiap 1 jam sekali. Jika dalam 1 jam tidurnya terlalu sebentar dan terjaga hingga berjam-jam, maka ia akan jadi kelelahan.
  • Bayi usia 6 bulan bisa terjaga sepenuhnya hingga 2 jam lamanya.
  • Balita bisa bertahan tanpa tidur selama 4-5 jam. Lebih dari itu, ia akan lelah, tantrum, dan rewel.

Maka dari itu, orangtua perlu menjadwalkan dengan cermat waktu tidur dan makan anak. Mendisiplinkan waktu tidur dan makan juga bermanfaat agar fisiknya jadi lebih kuat dan metabolisme lancar.

4. Kesalahan orangtua yang membuat bayi susah tidur

Pixabay/blankita_ua

Selain penyebab bayi sulit tidur di atas, ada pula beberapa penyebab yang secara tidak disadari sering Mama lakukan.

Berikut beberapa kesalahan orangtua yang membuat bayi susah tidur:

  • Mengabaikan tanda mengantuk dari bayi

Bayi pasti membuat tanda jika ia sangat lelah dan ingin tidur. Menggosok mata, menguap, gerakan lambat, rewel dan tidak ada minat bermain merupakan tanda umum jika si Kecil mulai mengantuk.

Jika Mama mengabaikan tanda ini, tubuh tidak akan memompa melatonin sebuah hormon yang dapat menenangkan tubuh. Sebaliknya kelenjar adrenalnya akan menghasilkan kortisol, hormon yang dapat menghasilkan stres.

Jika ada tanda itu muncul, cobalah membawanya ke ruangan yang tenang dan gelap agar ia dapat tertidur sesuai dengan rasa kantuknya.

  • Menggendong atau mengayun bayi sebelum tidur

Sebenarnya perilaku ini tidak buruk bagi kesehtan bayi. Namun, kebiasaan ini akan membuat bayi tidak bisa tidur tanpa digendong atau diayun.

Hal ini akan membuat bayi tidak memahami tanda mengantuk pada diri mereka. Saat bayi terbangun di malam hari, biarkan si Kecil tertidur lagi.

Mama juga perlu melatihnya tidur sendiri dengan memerhatikan tanda mengantuknya. Jika sudah mengantuk, ia harus segera dibawa tidur.

  • Membuat bayi tidur di mana saja

Saat Mama sedang bepergian, Mama jadi sering membuat bayi tertidur di mana saja. Mulai dari kereta dorong, mobil dan tempat lainnya.

Hal ini akan membuat anak tidak jatuh ke dalam zona tidur nyenyak. Kebiasaan tidur yang baik harus dimulai dengan tidur secara konsisten di tempat tidur yang sama.

Hal ini akan membuat bayi tidak mengalami kesulitan tidur nyenyak karena terbiasa punya kualitas tidur yang baik.

  • Membiarkan bayi tidur larut malam

Penyebab bayi sulit tidur ini akan membuat bayi tidak memahami jadwal tidurnya. Meski ia punya rasa kantuk sendiri, Mama tetap perlu memberikan stimulus pada bayi agar ia memahami bahwa ada waktunya untuk tidur.

Selain itu, membiarkan bayi tidur terlalu larut malam akan mengurangi waktu dan kualitas tidurnya. Hal ini akan membuat anak kelelahan di hari berikutnya dan tidak punya jadwal tidur yang rutin.

5. Dampak bayi yang kurang tidur

Pixabay/Ben_Kerckx

Jika hal tersebut seringkali terjadi pada si Kecil, maka akibatnya ia akan kekurangan waktu tidurnya.

Lalu, apa saja dampak kurang tidur pada bayi?

Dilansir dari babygaga.com, berikut diantaranya:

  • Mengganggu emosi dan kognitif

Salah satu dampak akibat bayi mengalami kekurangan kualitas tidur adalah bayi mengalami gangguan pada perkembangan emosi dan kognitifnya.

Pada saat tidur terdapat aktivitas yang memacu kerja otak tertentu sehingga meningkatkan perkembangan fungsi otak. Hal ini tentu sangat penting dalam menjaga perkembangan fungsi otak bayi.

  • Menghambat pertumbuhan

Akibat bayi mengalami kurang waktu tidur, menyebabkan tubuhnya mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Hal ini berhubungan dengan hormon pertumbuhan pada bayi yang sangat penting bagi tubuhnya.

Pada beberapa tahapan fase tidur, terjadi pelepasan hormon pertumbuhan yang juga sangat dibutuhkan selama masa pertumbuhan.

  • Bayi tampak lemas dan tak bersemangat

Biasanya dampak akibat bayi tidak tidur nyenyak semalaman (terlebih lagi beberapa malam berturut-turut), bisa mengakibatkan bayi menjadi tampak lemas dan kurang bersemangat.

Hal ini diakibatkan kurangnya jam istrahat bayi akibat kesulitan tidur. Sehingga tubuh bayi kurang mengalami recovery.

  • Bayi rewel

Bila bayi terus-menerus sulit tidur dalam semalam, biasanya pada siang hari bayi akan menjadi penyebab bayi rewel. Hal ini dikarenakan bayi merasa kurang begitu fit dan merasa tubuhnya kurang nyaman.

Selain itu, pada saat siang juga biasanya kondisi lingkungan membuat bayi sulit beristrahat sehingga bayi dapat menjadi tidak tenang dan pada akhirnya menjadi rewel. 

  • Pola makan terganggu

Akibat tidak tidur dalam waktu yang lama, biasanya hari berikutnya atau esok harinya bayi akan lebih sering tertidur untuk mengistrahatkan tubuhnya setelah sebelumnya mengalami sulit tidur.

Tentu hal ini juga akan membuat durasi tidur bayi menjadi lebih panjang. Akibatnya bayi akan lebih sering tidur, sehingga Mama akan kesulitan memberikan bayi makanan atau susunya walau jadwal makan atau menyusu telah tiba waktunya.

  • Penyakit sulit sembuh

Tubuh yang mengalami kurang istrahat, tentu membuat sistem pemulihan atau recovery tubuh juga melambat. Hal ini memberikan dampak tubuh akan mengalami keterlambatan penyembuhan akibat terlambatnya pemulihan.

Terlebih lagi, jika bayi memang dalam keadaan sakit, sehingga bayi mengalami kurang istrahat.  Hal ini justru bisa berdampak semakin menurunnya daya tahan tubuh bayi.

Nah, itulah beberapa informasi penting mengenai bayi yang susah tidur pada malam hari.

Setelah mengetahui faktanya, mulai sekarang terapkan langkah-langkah mudah untuk mengatasi dan mencegahnya ya, Ma!

Baca juga: 

  • Mama Perlu Tahu, Ini 7 Fakta Pola Tidur Bayi Usia 2 Bulan
  • Mana yang Lebih Baik untuk Bayi, Tidur Pakai Bantal atau Tidak?
  • 5 Hal Penting Mengenai Pola Tidur Bayi yang Wajib Mama Ketahui

Kenapa bayi 3 bulan tidurnya sebentar?

Penyebab bayi tidur sebentar bangun, yaitu karena Si Kecil merasa kelelahan. Oleh karena itu, bayi yang terlalu lelah setelah beraktivitas seharian atau yang terlambat tidur juga dapat menyebabkan gangguan yang membuat bayi mudah bangun saat tidur.

Apakah normal bayi tidur sebentar?

Setiap bayi berbeda, dan rentang waktu tidur "normal" bervariasi antara 30 menit sampai 1,5 jam. Sehingga Moms tak perlu mencemaskan perubahan pola tidurnya yang sangat sebentar.

Apa penyebab tidur hanya sebentar?

Ada banyak masalah yang berkaitan dengan gaya hidup, obat-obatan, alkohol, dan kafein yang dapat membuat tidur menjadi hanya sebentar atau mudah terbangun. Cobalah untuk memulai kebiasaan tidur yang sehat dengan mempertahankan jadwal tidur teratur, tidur dan bangun tidur di waktu yang sama setiap harinya.

Berapa lama waktu tidur bayi 3 bulan?

Bedanya, ada perubahan pada durasi dan pola tidur bayi usia ini. Pada usia 3 bulan, bayi akan tidur lebih lama pada malam hari dibandingkan pada siang hari. Durasi waktu tidur bayi di malam hari sekitar 10–11 jam, sedangkan tidur siangnya sekitar 4–5 jam.