Kitab suci agama Hindu yang berisi tentang syair yang berupa doa-doa adalah

Dalam hubungannya dengan kitab suci Veda, maka diketengahkan pembahasan nama-nama lain kitab suci Veda mengingat dalam membaca kitab suci Veda maupun susastra Hindu yang lain, baik yang berbahasa Sanskerta maupun yang berbahasa Jawa Kuno, dijumpai berbagai nama atau istilah untuk menyebutkan kitab suci umat Hindu ini. Adapun nama-nama lain dari kitab suci Veda itu antara lain:

Kitab Sruti. Kitab Sruti menunjukkan bahwa isi kitab itu merupakan wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para maharsi. Seorang maha resi disebut Mantradrasta yang artinya karena kesucian diri pribadinya mampu merekam sabda Tuhan Yang Maha Esa yang disebut Apauruseya, atau Tuhan Yang Maha Esa yang bukan berwujud manusia dan di dalam susastra berbahasa Jawa Kuno kita sering menemukan istilah Sang Hyang Sruti, yang maksudnya tidak lain adalah untuk memuliakan kitab suci Veda yang merupakan wahyu Tuhan Yang Maha Esa.

Kitab Catur Veda. Nama Catur Veda dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Veda itu merupakan himpunan (Samhita) dari Rgved, YajurVeda, SamaVeda dan AtharvaVeda. Tiga yang pertama diyakini umumya jauh lebih tua. Sesungguhnya Veda dapat dikelompokkan dalam 2 jenis yaitu RgVeda dan AtharvaVeda, karena 2 kitab lainnya (YajurVeda dan SamaVeda) bersumber pada RgVeda. Di dalam susastra Jawa Kuno kita jumpai istilah Sang Hyang Catur Veda.

Kitab Rahasya. Kata Rahasya artinya bahwa Veda mengandung ajaran yang bersifat rahasia, yakni ajaran Moksa atau kalepasan. Ajaran Veda yang meliputi ajaran Ketuhanan serta penciptaan alam semesta yang penuh misteri dan selalu menjadi pertanyaan serta usaha untuk bersatu dengannya merupakan tujuan tertinggi agama Hindu.

Kitab Agama. Kitab Agama menunjukkan bahwa kebenaran Veda adalah mutlak dan harus diyakini kebenarannya. Kata Agama merupakan salah satu istilah Pramana yaitu tiga cara untuk menentukan kebenaran sesuatu, yaitu: Agama Pramana, Aniimana Pramana dan Pratyaksa Pramana yang masing-masing berarti kebenaran yang disampaikan oleh orang¬orang suci yang sangat diyakini kesucian pribadinya, kebenaran yang berdasarkan pertimbangan analisis yang sistematis dan kebenaran berdasarkan pengamatan. Kebenaran Veda yang bersifat mutlak ini karena merupakan wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para maharsi. Tuhan Yang Maha Kuasa disebut Satyasya Satya yaitu kebenaran sejati.

Kitab Mantra. Kitab Mantra adalah riat-riat dari kitab Veda. Nama ini diberikan karena Veda memang berbentuk Mantra atau puisi (syair) yang dapat pula dilagukan. Mantra artinya ucapan yang keluar dari pikiran (manah) dan pikiran merupakan saluran membentuk rupa atau wujud yang dapat dibayangkan. Seluruh kitab Sruti syairnya pada umumnya disebut Mantra meliputi seluruh kitab-kitab Samhitha (Catur Veda), Brahmana, Aranyaka dan kitab-kitab Upanisad di luar kitab tersebut syair¬syairnya disebut Sloka, seperti kitab-kitab Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) termasuk kitab Bhagavadgita dan lain-lain. Di Bali umat Hindu menyebut setiap syair berbahasa Sanskerta disebut mantra sedang doa pujaan yang menggunakan bahasa Bali disebut "Sehe".

Demikian beberapa nama lain kitab suci Veda yang dalam khasanah susastra Jawa Kuno atau Kawi disebut Sang Hyang Veda menunjukkan bahwa kitab suci itu bagi agama Hindu diyakini sebagai ajaran suci yang mendapatkan kedudukan yang sangat terhormat dan tentunya ditempatkan pada tempat yang dipandang layak untuk itu.

Referensi Makalah®

Kepustakaan:

I Made Titib, Pengantar Veda, (Hanuman Sakti, Jakarta, 2001). Zaenal Ariffin Abbas, Perkembangan Pikiran Terhadap Agama, (Pustaka al­Husna, Jakarta, 1984). Abujamin Roham, Agama wahyu dan Kepercayaan, (Media Da’wah, Jakarta, 1992).

Lihat Foto

Wikipedia Commons

Kitab Suci Weda

KOMPAS.com - Weda adalah kitab suci agama Hindu yang berisi kumpulan sastra kuno dari zaman India Kuno.

Umat Hindu percaya bahwa isi Weda merupakan kumpulan wahyu dari Brahman atau penguasa tertinggi dalam konsep ketuhanan Hindu.

Pada masa awal turunnya wahyu, Weda diajarkan dengan sistem lisan atau pengajaran dari mulut ke mulut, karena belum mengenal sistem penulisan.

Oleh karena itu, Weda diyakini sebagai sastra tertua dalam peradaban manusia yang masih ada hingga saat ini.

Baca juga: Empat Fase Perkembangan Agama Hindu di India

Turunnya Weda

Turunnya Weda berkaitan dengan zaman Weda dalam fase perkembangan agama Hindu.

Weda diturunkan oleh Ida Sang Hyang Widhi kepada Maha Sri dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Kata "Weda" berasal dari akar kata bahasa Sanskerta, yaitu "Vid", yang maknanya adalah mengetahui.

Secara keseluruhan, Weda dapat diartikan sebagai pengetahuan suci dari Sang Hyang Widhi Wasa.

Zaman Weda dimulai saat datangnya bangsa Arya, yang berasal dari Austria, Hungaria, dan Babylonia, ke India, tepatnya di Lembah Sungai Indus.

Namun, sebelum sampai di India, tepatnya di Selat Bosporus, mereka terpisah. Bangsa Arya yang membawa kebudayaan Weda melanjutkan perjalanan ke arah India.

Kitab Weda adalah kitab suci agama Hindu. Kitab Weda terdiri dari empat bagian, yaitu:

  1. rigweda, yaitu berupa syair-syair pujian terhadap dewa,
  2. yajurweda, yang berisi doa untuk mengantar sesaji para dewa,
  3. samaweda, yaitu berisi syair dan nyanyian dalam upacara, dan
  4. atharwaweda, yaitu berisi mantra atau jampi-jampi untuk ilmu sihir dan ilmu ghaib.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.  

Sumber ajaran agama Hindu adalah Kitab Weda. Weda mencakup berbagai aspek kehidupan yang diperlukan oleh manusia. Berdasarkan isinya, Weda dibagi menjadi empat, yaitu:

  1. regweda, yaitu berupa syair-syair pujian terhadap dewa,
  2. yajurweda, yang berisi doa untuk mengantar sesaji para dewa,
  3. samaweda, yaitu syair dan nyanyian dalam upacara, dan
  4. atharwaweda, yaitu mantra atau jampi-jampi untuk ilmu sihir dan ilmu ghaib.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.

Q. (sejarah) _____________Jabarkan fungsi dolmen dalam bangunan pada masa Megalitikum!​

Apa yang kalian ketahui mengenai makna kebudayaan abris sous roche? ___________________​

Menjelaskan komponen lingkungan (mikro dan makro) yang penting untuk dianalisis agar dapat mempertahankan kinerja penjualannya.​

Sebutkan sumber kehidupan ekonomi dari Kerajaan Kediri! ​

apa yang terjadi jika indonesia di jajah oleh negara italia?

Kegiatan ekonomi dalam perekonomian tertutup akan melibatkan 3 pelaku ekonomi baik produsen, konsumen, maupun pemerintah seperti yang tergambar sebaga … i berikut. Setiap pelaku memiliki peran masing – masing dalam kegiatan ekonomi. Berdasarkan gambar tersebut, kaitkanlah hubungan antara rumah tangga konsumsi, rumah tangga produksi dan pemerintah dalam kegiatan ekonomi! 25 2 Teori perilaku konsumen mempelajari tentang bagaimana seorang konsumen menentukan pilihan terhadap barang/jasa yang dibeli. Terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan dalam teori perilaku konsumen, yaitu pendekatan marginal utility dan indifference curve. Analisislah tingkat kepuasan konsumen berdasarkan pendekatan marginal utility serta jelaskan asumsi-asumsi yang digunakan dalam pendekatan tersebut! 25 3 Elastisitas produksi adalah sebuah koefisien yang menunjukkan besarnya perubahan dari produk yang dihasilkan sebagai akibat dari perubahan besarnya faktor produksi yang digunakan. Jika diketahui fungsi produksi untuk barang Z adalah P = f (x) di mana P = 2X3 – 2X2 , maka analisislah bagaimana daerah produksi untuk barang Z berdasarkan nilai elastisitasnya jika X=3 dan dapatkah perusahaan mencapai pendapatan yang maksimum? 25 4 Pasar diistilahkan sebagai tempat bertemunya permintaan dan penawaran. Dalam perekonomian, terdapat dua bentuk ekstrim untuk situasi pasar. Analisislah perbedaan antara kedua bentuk ekstrim pasar tersebut!

Pewarnaan iklan yang biasa disisipkan pada film dibuat dengan high saturation dengan tujuan…

Serikat islam asal mulanya adalah dari serikat dagang islam, yang didirikan oleh pedagang batik di solo yang bernama ...

26. Perang yang dikobarkan Pangeran Nuku dari Tidore pada akhir abad ke-18 berusaha melawan dominasi Belanda di kawasan Maluku dan Papua Barat. SEBAB … Nuku berusaha menjalin aliansi dengan penguasa lokal di Halmahera, Seram, dan Raja Ampat.

berikan contoh perubahan pada masa reformasi dengan masa sebelumnya​