Mengapa celana dalam yang kotor harus segera diganti apakah hubungan dengan menjaga kebersihan alat reproduksi?

Halodoc, Jakarta - Kebersihan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan setiap orang. Tanpa terkecuali, kebersihan celana dalam yang harus kamu ganti setiap harinya. Meski terkesan sepele, jarang mengganti celana dalam meningkatkan pertumbuhan berbagai bakteri, lho. Salah satu bakteri tersebut adalah bakteri Escherichia coli (E.Coli).  Bakteri E.Coli tentunya berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai penyakit dan kondisi medis lainnya. 

Selain risiko paparan bakteri yang berlebihan, tentu ada berbagai bahaya lainnya bagi tubuh. Lantas, apa saja bahayanya jika kamu jarang ganti celana dalam? Yuk simak penjelasannya di sini!

Baca juga: Inilah 6 Cara yang Tepat Jaga Kebersihan Miss V

Salah satu bahaya dari malas mengganti celana dalam adalah timbulnya rasa gatal di area genital. Rasa gatal ini disebabkan oleh penumpukan bakteri pada celana dalam yang pindah ke kulit Miss V kamu. Kondisi ini memang bukan sesuatu yang fatal akibatnya tetapi jika dibiarkan, dapat menimbulkan iritasi yang serius pada kulitmu. Jika kamu merasakan gatal di sekitar area genitalmu, lebih baik kamu menaburkan bedak. 

Jarang mengganti celana dalam juga dapat menimbulkan ruam, kemerahan, hingga benjolan di area genital. Kondisi ini disebabkan oleh kelembaban dan minyak yang berlebih. Akibatnya, kuman dan kotoran masuk ke dalam pori-pori kulit dan menimbulkan gejala tersebut. Kulit di area sekitar genital sama halnya dengan kulit wajah kamu yang harus dijaga kebersihannya. Maka, pastikan kamu mengganti celana dalam secara rutin agar terhindar dari berbagai kondisi tersebut. 

Jarang mengganti celana dalam juga meningkatkan risiko terhadap infeksi jamur. Risiko ini disebabkan karena organ intim kamu lembab. Tingkat kelembaban tersebut juga sangat berpengaruh terhadap aktivitas kamu. Semakin banyak kamu berkeringat maka kelembaban di sekitar area organ intim juga meningkat. Hal ini memancing kuman dan kotoran untuk hinggap sehingga mendukung pertumbuhan jamur. 

Baca juga: Biar Enggak Parno, Cegah Kontaminasi Bakteri E. Coli dengan 7 Cara Ini

Malas mengganti celana dalam juga dapat menimbulkan bau di area sekitar kelamin. Kondisi ini dapat terjadi pada area sekitar Miss V yang dapat membuat kamu risih. Penyebabnya adalah menumpuknya kuman dan bakteri, sehingga menyebabkan bau tidak sedap. Kondisi ini juga dapat menjadi semakin parah jika kamu sedang mengalami keputihan.

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu penyakit yang sering menyerang wanita. Penyebabnya beragam tetapi jarang mengganti celana dalam juga dapat meningkatkan risikonya. Alasannya, kuman yang menumpuk pada celana dalam dapat pindah ke dalam saluran kemih. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko wanita untuk terserang infeksi saluran kemih. Infeksi ini ditandai dengan gejala nyeri saat kencing, urine keruh dan berbau. 

Menjalani hidup sehat dapat kamu lakukan dari cara yang sederhana, yaitu menjaga kebersihan. Terutama organ intim, karena kebersihannya akan berdampak baik pada kesuburan kamu. Selain itu, kamu juga dapat terhindar dari berbagai risiko penyakit dan infeksi pada kulitmu. Jadi jangan malas lagi untuk tidak rutin mengganti celana dalam dan membersihkan area Miss V, ya. 

Baca juga: Kecil tetapi Berbahaya, Inilah 5 Penyakit yang Disebabkan Bakteri 

Jika kamu merasakan gatal di area sekitar Miss V yang tak kunjung hilang, ada baiknya kamu mengunjungi rumah sakit terdekat. Kamu dapat buat janji dengan dokter sebelum ke rumah sakit dengan aplikasi Halodoc. Selain dapat menimbulkan iritasi pada kulit, bisa jadi rasa gatal tersebut adalah gejala dari sebuah penyakit. 

Referensi: 

NHS.uk. Diakses pada 2019. Can clothes and towels spread germs?
HumanHealth.com. Diakses pada 2019. This is What Happens if You Don’t Change Your Underwear Every Day

Banyak orang menggunakan celana dalamnya selama seharian penuh tanpa berniat untuk menggantinya dengan alasan tidak kotor. Bahkan saat berlibur, beberapa orang menggunakan celana dalamnya secara bolak balik dengan tujuan menghemat pemakaian. Padahal, para ahli sepakat bahwa celana dalam harus rutin diganti dalam sehari. Sebaiknya, seberapa sering ganti celana dalam sehari?

Philip Tierno, dosen mikrobiologi dan patologi di New York University, Amerika Serikat menyatakan bahwa celana dalam rentan kotor karena dipakai di area kulit yang mengandung bakteri Escherichia coli (E.coli). Meski bakteri ini tidak memberikan efek buruk secara langsung dan cepat, Anda tetap perlu sering-sering menggantinya dalam sehari.

Namun, Tierno menemukan fakta menarik bahwa celana dalam bisa dipakai dua hari berturut-turut tanpa menimbulkan masalah apapun. Akan tetapi, ia tidak menyarankan hal ini untuk dipraktikkan. Pasalnya, seperti kata pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mengganti celana dalam setiap hari. Jika Anda melakukan berbagai aktivitas padat dan mengeluarkan keringat, gantilah celana dalam dua kali sehari. Namun, Anda bisa menggantinya sekali dalam sehari jika tidak melakukan kegiatan yang membuat celana dalam menjadi lembap.

Seorang pakar kesehatan wanita asal Amerika Serikat, dr. Donnica Moore menyatakan bahwa celana dalam yang lembap rentan ditumbuhi jamur. Jamur bisa membuat kulit di sekitar kelamin gatal bahkan ruam. Oleh sebab itu, gantilah celana dalam sesuai dengan kegiatan harian Anda.

Misalnya Anda cenderung berkeringat, ganti celana setidaknya kali sehari. Namun, setiap kali habis berolahraga, sebaiknya langsung ganti meskipun sebelum olahraga Anda baru saja pakai celana dalam baru.

Gantilah celana dalam yang sudah terlalu lama dipakai

Meski terlihat bersih dan dicuci secara teratur, menurut Good Housekeeping Institute pakaian dalam yang bersih mengandung 10.000 bakteri hidup. Hal ini disebabkan karena mesin cuci yang digunakan juga mengandung bakteri. Sehingga, pakaian yang dicuci dan diasumsikan bersih pun sebenarnya mengandung puluhan ribu bakteri.

Bahkan dikutip dari ABC News, Charles Gerba, seorang dosen mikrobiologi di University of Arizona menyatakan jika Anda mencuci banyak pakaian dalam, akan ada sekitar 100 juta bakteri E.coli di air cucian yang akan ditularkan ke cucian berikutnya.

Untuk itu, mengganti celana dalam yang sudah terlalu lama menjadi langkah yang cukup bijak. Anda juga bisa mengganti celana dalam jika karetnya mulai mengendur, warnanya mulai pudar, atau mulai tidak nyaman digunakan. Jika dalam waktu setahun Anda mulai merasakan celana dalam tak lagi nyaman dipakai, segera ganti dengan yang baru.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Di zaman sekarang atau kita menyebutnya sebagai zaman milenial, tentu kita tidak asing lagi mengenai organ reproduksi. Organ reproduksi adalah organ seks dalam tubuh yang bekerja sama untuk tujuan reproduksi seksual. Banyak zat non-hidup seperti cairan, hormon, dan feromon yang juga merupakan aksesoris penting untuk sistem reproduksi. Organ ini juga dibagi menjadi dua, yaitu organ reproduksi wanita dan organ reproduksi pria. Adapun organ reproduksi pada wanita antara lain tuba fallopi, ovarium, vagina, serviks, dan uterus. Adapun organ reproduksi pada pria antara lain penis, skrotum, dan testis.

Oleh karena organ reproduksi merupakan hal yang sangat vital, maka perlu dijaga kesehatannya. Terlebih lagi apabila kita masih di usia remaja, menjaga kesehatan organ reproduksi sangatlah penting. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang. Tak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, informasi yang benar terhadap hal ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal hal yang tidak diinginkan.

Memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan. Pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja. Sebab, anak laki-laki juga harus mengetahui serta mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada remaja laki-laki pula. Seperti memberikan pengenalan terhadap sistem, proses, serta fungsi alat reproduksi dan memberikan info tentang risiko penyakit yang bisa diderita apabila tidak menjaga kesehatan organ reproduksi dengan baik.

Penyakit yang bisa timbul akibat kita tidak menjaga kebersihan organ reproduksi antara lain:

1. Pada wanita

A. Endometriosis (jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di tempat lain di dalam tubuh)

B. Radang panggul (disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi yang merambat masuk ke dalam panggul melalui vagina atau leher rahim)

C. PCOS (menghasilkan hormon seks androgen dalam jumlah yang lebih banyak dan mengakibatkan penderita akan mengalami menstruasi yang tidak teratur, atau bahkan tidak menstruasi sama sekali, serta sulit hamil)

D. Miom (tumor jinak yang tumbuh di rahim)

E. Kanker pada organ reproduksi wanita (tumor jinak yang tumbuh di rahim)

2. Pada pria

A. Epididimitis (terjadi akibat adanya peradangan pada epididimis, yakni saluran di dalam skrotum yang menempel pada testis)

B. Orchitis (peradangan pada testis, yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus)

C. Gangguan prostat (dapat berupa peradangan prostat, pembesaran prostat, atau bahkan kanker prostat)

D. Hipogonadisme (terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan hormon testosteron yang cukup)

E. Masalah pada penis (beberapa penyakit yang bisa menyerang organ reproduksi pria ini adalah disfungsi ereksi, kelainan bentuk penis, misalnya hipospadia atau penis bengkok (penyakit Peyronie), dan kanker penis)

Lantas bagaimana cara menjaga kesehatan organ reproduksi itu, disini saya akan memaparkan 5 cara menjaga kesehatan organ reproduksi:

1. Melakukan sunat bagi laki laki

Laki laki sangat dianjurkan untuk menjalani sunat atau khitan. Dalam hadits agama juga sudah dicantumkan anjuran untuk sunat. Disamping itu, tujuan sunat adalah untuk menghindari risiko infeksi yang disebabkan oleh kotoran menumpuk di bawah kulit kulup (ujung penis).

2. Menghindari rokok dan alkohol

Rokok dan alkohol tidak hanya menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis, tapi juga mempengaruhi tingkat kesuburan pria maupun wanita. Terlalu banyak merokok juga bisa menyebabkan impotensi pada laki-laki.

3. Mengonsumsi makanan yang sehat

Kesehatan reproduksi juga dapat ditunjang dengan mengonsumsi makanan sehat. Nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan organ intim pria dan wanita di antaranya serat, protein, vitamin, antioksidan, serta folat. Kandungan ini bisa diperoleh dari kacang kacangan, daging, ikan, susu, telur, sayur, dan buah-buahan.

4. Sering mengganti celana dalam

Malas mengganti celana dalam juga dapat memicu timbulnya gatal-gatal dan jamur. Segera ganti jika celana dalam terasa lembap atau kotor. Penting juga memilih celana dalam dari bahan yang dapat menyerap keringat dengan baik.

5. Bersihkan organ intim dengan benar

Kebiasaan sepele ini ternyata berdampak besar terhadap kesehatan organ reproduksi. Bersihkan organ intim dari depan ke belakang, bukan sebaliknya, terutama bagi wanita. Membersihkan organ intim dari belakang ke depan akan menyebabkan terbawanya bakteri anus ke vagina/penis yang menjadi pemicu infeksi.

Sebagai kesimpulan, para generasi muda harus mengetahui pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. Sebab, jika tidak dijaga kebersihannya bisa menyebabkan penyakit-penyakit yang membahayakan. Tentunya, edukasi dari orang tua juga sangat penting bagi para generasi muda.

Penulis : Nova Linda D.C

fShare

Tweet