Mengapa perlu PEMBELAJARAN inovatif

Siapapun tidak akan menyangkal adanya fakta pesatnya kemajuan yang dicapai oleh manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Seandainya ada seorang yang tertidur pada tahun 90-an dan terbangun ditahun 2016 pasti akan terkaget-kaget dengan perbedaan teknologi yang ada di tahun ini, padahal rentang waktunya tidaklah terpaut sangat jauh. Mengapa IPTEK berkembang sedemikian pesat? Hal ini tentu erat hubungannya dengan pola hidup manusia, yang ingin lebih praktis, lebih mudah ataupun lebih cepat di segala aspek kehidupannya, termasuk dalam dunia pendidikan ataupun pelatihan.

Dalam pendidikan maupun pelatihan, dapat kita jumpai media pembelajaran yang inovatif sebagai hasil dari kemajuan IPTEK mulai dari yang paling sederhana sampai kepada yang canggih. Dan hasil penelitian memang secara nyata telah membuktikan bahwa penggunaan alat bantu inovatif itu sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar di kelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa/peserta kita.

Menurut kamus Bahasa Indonesia kata inovasi mengandung arti pengenalan hal-hal yang baru atau pembaharuan. Inovasi juga berarti penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). Jadi bukan hanya alat bantu pembelajaran saja yang bisa dikemas secara inovatif tetapi juga proses pembelajarannya, misalnya menggunakan strategi/metode baru yang dihasilkan dari penemuannya sendiri atau menerapkan metode baru yang ditemukan oleh para pakar dan didesain sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kondusif.

Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh instruktur/pengajar atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi peserta didik untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar.

Dalam konsep kekinian dapat dijumpai bahwa pembelajaran yang dikemas inovatif lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran ini mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik.

Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru. Bukan hanya menyampaikan dan menuangkan ilmu ataupun teori saja.

  • Tujuan Inovasi Pembelajaran

Tujuan utama dari inovasi pembelajaran adalah berusaha meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga, uang, sarana dan prasarana temasuk struktur dan prosedur organisasi agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai secara optimal.

  • Manfaat Inovasi Pembelajaran

Manfaat diadakannya inovasi diantaranya dapat memperbaiki keadaan sebelumnya ke arah yang lebih baik, memberikan gambaran pada pihak lain tentang pelaksanaan inovasi sehingga orang lain dapat mengujicobakan inovasi yang kita laksanakan, mendorong untuk terus mengembangkan pengetahuan dan wawasan, menumbuhkembangkan semangat dalam bekerja.

Untuk tulisan berikutnya silahkan cek link berikut:

Pembelajaran Berbasis Komputer: Karakteristik Media, Keunggulan dan Tahapan Desain

Share this:

  • Share
  • Facebook
  • Email
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Print

Like this:

Like Loading...