Menghentikan gerakan badan ke depan merupakan tahap pada lempar lembing

Ilustrasi sehat. www.boldsky.com

PENDIDIKAN | 28 Mei 2016 09:00 Reporter : Dewi Ratna

Merdeka.com - Lempar lembing adalah salah satu olahraga yang mulai digemari di Indonesia. Lempar lembing ini dilakukan di lapangan terbuka berukuran sekitar 40 x 70 meter. Jika tidak ada lapangan yang tersedia, lapangan sepak bola juga bisa digunakan untuk melakukan olahraga yang satu ini. Dalam melakukan lempar lembing, ada beberapa sikap yang harus diperhatikan, misalnya saja gerak melempar dan sikap akhir lemparan. Nah, yuk kita bahas itu bersama.

  1. Sikap yang akan digunakan untuk melempar lembing adalah berdiri dengan kaki terbuka ke arah menyamping dengan arah lemparan ke bahu kiri di depan. Tangan yang akan melempar diletakkan di samping dengan sedikit serong ke bawah. berat badan yang ada di kaki kanan akan dibengkokkan ke arah luar. Kaki kiri akan menjadi penopang dan di saat lemparan dimulai. Usahakan untuk terus menahan kaki ini sampai terus lurus sampai ke lemparan terakhir. lengan kiri bisa digunakan untuk penyeimbang.
  2. Gerakan melempar dimulai dengan memutar panggul ke arah lemparan yang diikuti oleh putaran lutut dan kaki. Tidak luupa dengan angkatan lengan ke atas bahu dengan cara membengkokkan siku lengan. Kaki belakang akan meneruskan dorongan badan ke depan saat berat badan ada ditengah. Tangan lempar akan digerakkan ke depan untuk membantu menggerakkan lengan lurus.
  3. Sikap akhir lemparan adalah sikap lanjuran dari gerak melempar dalam lempar lembing. Sikap akhir lemparan dilakukan dengan membengkokkan pergelangan tangan ke bawah secara lebih rendah dari posisi mendatar lengan bahu. Badan masih melanjutkan gerakan ke depan dari tenaga dorongan kaki belakang tadi.

Nah, itu adalah sikap yang digunakan untuk melempar lembing. Menarik untuk dibaca kan?

(mdk/iwe)

Olahraga lembar lembing merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Olahraga ini membutuhkan teknik, kecepatan, dan kekuatan untuk dapat melemparkan lembing sejauh mungkin. Lempar lembing ini berasal dari dua kata, lempar yang berarti membuang jauh, dan lembing yang berarti tongkat berujung runcing.

Melempar adalah proses pemindahan benda dari satu tempat ke tempat lain dengan sekuat tenaga agar benda mencapai jarak maksimal.     Melempar ini adalah unsur terpenting dalam kegiatan olahraga lempar lembing.

Menurut PASI (1988), lempar lembing adalah salah satu olahraga dalam cabang atletik yang menggunakan alat bulat panjang berbentuk tombak dengan melempar sejauh-jauhnya. Sedangkan menurut Jerver (1996), lempar lembing merupakan suatu gerakan sentuhan tangan dengan menggunakan benda berbentuk panjang yang dilempar sejauh mungkin.

Buku tersebut adalah buku pendidikan jasmani dan olahraga untuk SMP atau MTS kelas IX.

Mengetahui olahraga lempar lembing ini tidak akan lengkap jika kita tidak mengetahui bagaimana sejarahnya. Di balik olahraga yang mendunia ini, lempar lembing memiliki sejarah pada zaman kuno. Berikut adalah sejarah olahraga lempar lembing.

Sejarah Olahraga Lempar Lembing

Kegiatan lempar lembing sering kali dilakukan oleh manusia pada zaman kuno untuk berburu binatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia juga menggunakan lembing ini untuk berperang. Sebelum dijadikan sebagai olahraga, kegiatan lempar lembing ini lebih digunakan untuk beraksi dan melindungi diri. Setelah berabad-abad kemudian, lempar lembing dijadikan olahraga seperti sekarang.

Lempar lembing ini sudah diperkenalkan sejak olimpiade pada masa kuno sebagai bagian dari Pentathlon pada 708 SM. Selanjutnya olahraga ini juga muncul di Jerman dan Swedia pada tahun 1870-an. Lalu olahraga lempar lembing ini secara resmi menjadi bagian dari cabang atletik pada olimpiade modern sejak tahun 1908 (pria) dan tahun 1932 (wanita).

Selain itu ada dua perkembangan yang telah memengaruhi perkembangan dari olahraga lempar lembing ini. Yang pertama adalah menggunakan cakram sebagai alat putaran untuk melempar. Metode tersebut menghasilkan jarak yang baik untuk melempar, namun metode tersebut juga sering dilarang. Yang kedua adalah aturan agar atlet tidak membelakangi arah lemparan.

Teknik Olahraga Lempar Lembing

Lempar lembing ini adalah sebuah olahraga cabang atletik yang mengutamakan gerakan lengan dan otot. Oleh karena itu perlu dilakukan latihan dan teknik yang tepat untuk memaksimalkan lemparan dan juga mengurangi cedera pada lengan. Sebelum melakukan latihan teknik lempar lembing ini diharuskan untuk pemanasan agar seluruh badan termasuk lengan sudah renggang dan tidak kaku saat digerakkan.

Dalam tekniknya, lempar lembing sendiri dibagi menjadi empat yaitu, teknik memegang lembing, teknik membawa lembing, teknik berlari, dan teknik melempar lembing.

1. Teknik Memegang Lembing

Memegang lembing dengan baik dan benar merupakan kunci dari lemparan yang bagus. Pada bagian lembing pastinya terdapat lilitan tali yang gunanya sebagai tempat yang dianjurkan untuk memegang lembing. Pada titik itulah tempat yang paling efektif dalam memegang lembing.

Ada tiga gaya untuk memegang lembing yaitu, gaya Amerika, gaya Finlandia, dan gaya penjepit. Berikut gaya-gaya untuk memegang lembing.

a. Gaya Amerika

Gaya Amerika ini adalah gaya yang mudah dilakukan, khususnya untuk pemula yang baru ingin belajar lempar lembing. Selain pemula, masyarakat dan pendidikan juga menggunakan gaya ini untuk memegang lembing karena daya dorong yang dihasilkan oleh ibu jari dan jari telunjuk lebih tinggi.

Cara memegang lembing dengan gaya Amerika adalah dengan memegang lembing pada bagian tali di antara jari telunjuk dan ibu jari, lalu telapak tangan dan jari lainnya menggenggam tongkat seperti biasa.

Gaya pegang ini juga lebih mudah dilakukan daripada gaya Finlandia. Biasanya orang-orang yang  memegang gaya Finlandia adalah atlet elit saja. Secara umum gaya pegang lembing Amerika dan Finlandia masih digunakan sampai sekarang karena memiliki dorongan yang sama kuat, hanya berbeda teknik memegang saja.

b. Gaya Finlandia

Cara memegang lembing dalam gaya Finlandia ini  adalah memegang lembing pada bagian lilitan tali dengan jari tengah dan ibu jari yang bertemu, lalu diikuti oleh sisa jari lainnya yang menggenggam, namun jari telunjuk tetap lurus mengikuti lembing.

Gaya memegang lembing yang satu ini mirip dengan gaya Amerika, namun telunjuk yang lurus harus diulur agak ke belakang untuk mengontrol saat ingin melemparkan lembing.

c. Gaya Penjepit

Gaya penjepit ini caranya dengan memegang lembing pada bagian lilitan tali dengan jari telunjuk dan jari tengah berada di antara lembing dengan posisi menjepit. Gaya memegang lembing ini untuk mencegah terjadinya luka di siku karena salah melempar. Tetapi karena lilitan tali yang tipis tersebut dapat memicu juga masalah saat melempar.

2. Teknik Membawa Lembing

Setelah bisa menentukan mana gaya memegang lembing yang cocok untuk kalian, langkah berikutnya adalah teknik membawa lembing dengan benar. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya.

  • Pegang lembing dan posisi kan lembing berada di atas bahu. Dalam hal ini posisi siku harus mengarah ke depan. Lalu arahkan lembing ke depan dengan kemiringan 40 derajat ke area lemparan yang dituju.
  • Pada saat melakukan langkah pertama, usahakan agar pinggul kalian tegak lurus dengan area target. Sebelum melempar, umumnya pemula akan melakukan lari 10 langkah, sedangkan atlet biasanya bisa sampai 13 hingga 18 langkah.
  • Selama berlari, kalian harus memastikan posisi memegang lembing harus sesuai dengan teknik awal.
  • Ketika kamu telah mencapai langkah akhir, putar kaki yang berlawanan dengan tangan kamu yang memegang lembing, lalu arahkan pinggul kalian ke target lempar lembing.
  • Selanjutnya, lakukan gerakan kaki menyilang sambil menarik lembing ke belakang. Dalam hal ini posisi tubuh harus condong ke belakang untuk siap-siap melempar lembing di area target.

3. Teknik Lari Lempar Lembing

Sumber: masterpendidikan.com

Ketika kalian sudah paham bagaimana cara memegang lembing, selanjutnya adalah bagaimana teknik berlari ketika ingin melemparkan lembing. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya.

  • Saat awal berlari, pastikan kalian berlari sambil membawa lembing dengan posisi lembing berada di atas kepala, lengan ditekuk ke depan, dan telapak tangan menghadap ke atas. Seperti pada awal posisi memegang lembing. Yang kalian harus ingat juga adalah posisi lembing harus sejajar di atas garis paralel dengan tanah.
  • Pada bagian akhir dari awal terdiri dari langkah silang yang disebut dengan cross steps. Selain itu ada beberapa cara lainnya seperti, jingkat (hot steps), langkah silang (cross steps), langkah silang belakang (rear cross steps).
  • Pada cara cross step, saat kaki kiri diturunkan, lalu bahu diputar ke arah kanan secara perlahan. Setelah itu lengan kanan bergerak ke belakang. Pada saat yang bersamaan ini titik gravitasi turun selama melakukan awalan lari.
  • Perputaran bahu dan meluruskan lengan ini terus bergerak ke belakang tanpa terputus hingga melewati atas kaki kiri. Hal tersebut menghasilkan tubuh yang condong ke belakang.
  • Pandangan mata kalian harus lurus ke depan. Lalu, saat tungkai kanan mendarat dengan posisi ditekuk lalu diakhiri oleh langkah silang. Setelah itu, angkatlah tumit kanan saat lutut bergerak maju, lalu buka kedua tungkai dengan melangkahkan kaki kiri sejauh mungkin ke depan dan injak ke arah kiri sedikit.
  • Dalam kondisi ini tetap jaga lembing dalam genggaman yang berada pada posisi setinggi bahu. Pergelangan tangan kalian harus terjaga dengan posisi menghadap ke atas agar ekor lembing tidak menyentuh tanah.
  • Lalu pada fase terakhir ini, saat kaki kiri sudah diturunkan dalam akhir lemparan, lalu pinggul berputar ke depan dan ditandai dengan putaran ke dalam kaki kanan dan lutut. Setelah itu segeralah membuka bahu kiri, dan siku kanan di putar ke arah atas, lembing diluruskan di atas lengan dan bahu ke arah target.
  • Lalu tekan kaki kiri seperti melompat dan disusul dengan kaki kanan ke dalam, lalu meluruskannya sambil lutut kanan juga ikut lurus sehingga membentuk posisi membujur dari badan, dan siap untuk melempar.

4. Teknik Melempar Lembing

Berikut adalah beberapa langkah untuk melempar lembing. Teknik ini bisa digunakan jika kamu ingin melempar lembing tanpa awalan lari.

  • Kamu harus meluruskan lengan dan mencondongkan badan ke belakang. Jangan lupa untuk tetap pertahankan pandangan ke area target.
  • Gunakan kaki depan sebagai tumpuan, lalu dorong dengan kaki lainnya. Ubah titik gravitasi dan berat badan ke depan sambil bersiap untuk melemparkan lembing.
  • Pada saat yang bersamaan, kamu bisa melemparkan lembing ke arah atas depan. Lepaskan lembing yang kamu pegang saat posisi tangan berada di depan kaki tumpuan.
  • Lemparlah lembing sekuat tenaga, dan tetap jaga keseimbangan tubuh ketika melempar.

Buku tersebut merupakan buku jasmani dan olahraga untuk SMP dan MTS kelas VIII.

Peraturan Umum dalam Lempar Lembing

Internationa Association of Athletics Federations (IAAF) telah menentukan sejumlah aturan terkait lempar lembing. Berikut adalah peraturan umum dalam olahraga lempar lembing.

1. Peralatan Lempar Lembing

Dalam alat lembing terdiri dari tiga bagian yaitu, mata lembing, badan lembing, dan juga tali lembing. Badan pada lembing terbuat dari metal, lalu mata lembing lancip dengan ujung yang panjang.

Spesifikasi lembing pura dan putri memiliki beberapa perbedaan. Aturan spesifikasi yang telah ditetapkan ini untuk menjamin lembing dapat melayang dan menancap dengan baik dan benar. Dalam hal ini,  manajer teknik harus berhati-hati dalam menjamin semua lembing agar sesuai dengan aturan yang sah.

Berat lembing untuk putra adalah 800 gram, sedangkan putri sebesar 600 gram. Panjang lembing untuk putra adalah 2.60 m sampai 2.70 m. Sedangkan lembing putri memiliki panjang 2.20 m sampai 2.30 m.

Dalam lomba kejuaraan dunia atau regional, peserta harus menggunakan lembing yang telah disediakan oleh panitia. Namun pada perlombaan lainnya dalam tingkatan yang lebih kecil, peserta boleh membawa lembingnya sendiri asal telah diperiksa dan diberi tanda oleh panitia.

2. Lintasan Awalan Lempar Lembing

Menurut aturan yang berlaku, panjang lintasan awalan lempar lembing tidak boleh lebih dari 36.50 m dan tidak kurang dari 30 m. Lintasan ini harus diberi tanda dengan dua garis paralel 4 m terpisah dengan lebar garis 5 cm.

3. Lengkungan Batas Lempar Lembing

Lengkungan untuk batas lempar lembing ini dibuat dari kayu meta yang dicat putih dan dipasang datar dengan tanah. Lengkungan ini merupakan suatu busur yang memiliki garis tengah dengan radius 8 m. Garis lengkungannya berukuran 7 cm. Sepanjang 0.75 m dibuat sebagai perpanjangan dari lengkungan lempar dan siku-siku terhadap paralel lintasan lari awalan.

4. Area Pendaratan Lempar Lembing

Area pendaratan ini ditandai dengan busur yang ditarik dan dititik pusatkan dengan sudut 28.96 derajat.

5. Penilaian Lempar Lembing

Dalam penilaiannya, lempar lembing ini menggunakan bendera sebagai suatu simbol. Bendera putih digunakan jika lemparan dilakukan dengan benar dan menancap sukses di area pendaratan. Sedangkan bendera merah digunakan untuk menandakan bahwa lemparan yang dilakukan itu salah.

Suatu lemparan lembing diukur dari tanda yang terdekat dengan mata lembing sampai ke bagian dalam lingkaran, lalu mengukur tanda antara tanda tersebut. Beberapa unsur penilaian adalah bagaimana cara memegang lembing yang benar dan pendaratan lembing yang paling jauh dan tepat.

Muhajir (2007) mengatakan bahwa, lemparan dapat dikatakan sah apabila lembing telah menggores atau menancap di area pendaratan. Lemparan dikatakan tidak sah jika sewaktu peserta melempar, kaki menyentuh lengkung lemparan. Sedangkan Ballesters mengatakan bahwa lemparan akan dianggap sah jika mata lembing menyentuh tanah sebelum bagian lembing yang lain, dan sepenuhnya harus jatuh ke dalam area pendaratan.

Persyaratan Lemparan Lembing yang Sah

  • Lembing harus dipegang pada lilitan tali, serta harus dilempar dari atas bahu dan bagian teratas dari lengan.
  • Lemparan tidak sah jika mata lembing tidak menggores terlebih dahulu pada area pendaratan sebelum bagian lainnya.
  • Pelempar tidak boleh memotong salah satu jalur paralel ketika sedang melempar lembing.
  • Lemparan dihitung tidak sah jika pelempar menyentuh garis lempar siku-siku terhadap garis paralel dengan tubuh dari pelempar.
  • Setelah gerakan awal lemparan sampai lembingnya telah dilepaskan dan melayang, pelempar tidak boleh memutar tubuhnya hingga membelakangi area pendaratan.
  • Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur awalan sebelum lembing dilempar ke area pendaratan. Dari sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan, dari belakang lengkung lempar, dan garis perpanjangan.
  • Lembing harus mendarat pada area pendaratan dan memberi tanda pendaratan, tidak harus menempel hingga melubangi rumput.
  • Tidak boleh menggunakan alat bantu untuk merekatkan tangan agar lemparan pada lembing menjadi lebih baik. Bahkan memakai sarung tangan juga tidak boleh.
  • Atlet hanya memiliki waktu selama 1 menit untuk melakukan lempar lembing. Jika 15 detik terakhir atlet masih belum melempar maka wasit akan mengibarkan bendera kuning sebagai peringatan. Poin tidak akan dihitung jika telah melebihi batas waktu.
  • Umumnya, atlet melakukan percobaan melempar dengan tiga kali kesempatan dalam sebuah kompetisi. Bahkan di beberapa kesempatan, atlet dapat memiliki kesempatan enam kali percobaan.
  • Jika poin antar atlet berujung seri, maka harus dilakukan lemparan sekali lagi. Atlet dengan lemparan terbaik akan keluar sebagai pemenang.
  • Wasit menentukan pemenang dari lemparan yang sah dan jarak terjauh.

Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK dan Sederajat kelas X, disusun berdasarkan Kurikulum 2013 yang revisi terbaru. Disajikan dengan memperhatikan keterkaitan ilmu teknologi, kesehatan, lingkungan, dan masyarakat. Materi buku ini mengungkapkan beberapa teknik atau metode ketrampilan mental yang harus dikuasai oleh peserta didik.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Nah Grameds, itulah penjelasan mengenai olahraga lempar lembing yang di dalamnya terdapat sejarah, teknik, peraturan, dan persyaratan untuk lempar lembing. Jika kalian tertarik berlatih lempar lembing, kalian bisa mempelajari dari artikel di atas.

Sebelum melakukan kegiatan olahraga tentunya kita harus melakukan pemanasan. Apabila kalian ingin belajar pemanasan yang  baik dan benar, kalian bisa membeli buku-buku bahkan peralatan olahraga di Gramedia. Gramedia sebagai #SahaatTanpaBatas menyediakan buku-buku yang mungkin kalian inginkan. Yuk, beli bukunya sekarang juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien