Pada masa siapakah jalan Anyer sampai Panarukan dibangun?

Kalender Kegiatan
  • Kegiatan Kami
    • Indonesia Menuju Broadway
    • Mencari Siti
    • Indonesia Menari
    • Mentjari Bang Maing
    • Ruang Kreatif
  • Kunjungi Kami
    • Galeri Indonesia Kaya
    • Taman Indonesia Kaya
  • Pustaka Indonesia
    • Kesenian
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Kuliner
  • Tokoh Indonesia
    • Tokoh
    • Artikel Seri
    • Pojok Editorial
  • Agenda Budaya
    • Jadwal Kegiatan
    • Liputan Budaya
  • Indonesia Kaya TV
    • Jurnal Indonesia Kaya
    • Goresan Jejak
    • Serial Musikal Nurbaya
    • Paras Cantik Indonesia
    • Kuliner Indonesia Kaya
  • Kalender Kegiatan
  • Pustaka Indonesia
    • Kesenian
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Kuliner
  • Kunjungi Kami
    • Galeri Indonesia Kaya
    • Taman Indonesia Kaya
  • Kegiatan Kami
    • Indonesia Menuju Broadway
    • Mencari Siti
    • Indonesia Menari
    • Mentjari Bang Maing
    • Ruang Kreatif
  • Tokoh Indonesia
    • Tokoh
    • Artikel Seri
    • Pojok Editorial
  • Agenda Budaya
    • Liputan Budaya
    • Jadwal Kegiatan
  • Indonesia Kaya TV
    • Jurnal Indonesia Kaya
    • Goresan Jejak
    • Serial Musikal Nurbaya
    • Paras Cantik Indonesia
    • Kuliner Indonesia Kaya
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Indonesia Kaya
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Peraturan & Ketentuan
  • Ikuti Kami
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Twitter
  • TikTok

Cari dengan kata kunci

Mengenang Kekejaman Daendels Lewat Monumen 1000 Km Anyer Panarukan

Mengenang Kekejaman Daendels Lewat Monumen 1000 Km Anyer Panarukan

Monumen ini bernama Monumen 1000 Km Anyer Panarukan. Dibangun untuk mengenang sejarah pembangunan jalan raya sepanjang 1.000 kilometer Anyer-Panarukan pada zaman Pemerintahan Gubernur Jendral Herman Willem Daendels pada tahun 1807-1810 silam.

Pariwisata
Tagar:
Jawa Timur,Pariwisata

Jalan raya sepanjang 1.000 kilometer Anyer-Panarukan pada zaman Pemerintahan Gubernur Jendral Herman Williem Daendles pada tahun 1807-1810 silam
Monumen 1000 Km Anyer Panarukan ini terletak di Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo
Monumen ini dibangun untuk mengenang sejarah pembangunan jalan raya sepanjang 1.000 kilometer Anyer-Panarukan
Jalan raya sepanjang 1.000 kilometer Anyer-Panarukan pada zaman Pemerintahan Gubernur Jendral Herman Williem Daendles pada tahun 1807-1810 silamMonumen 1000 Km Anyer Panarukan ini terletak di Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan, Kabupaten SitubondoMonumen ini dibangun untuk mengenang sejarah pembangunan jalan raya sepanjang 1.000 kilometer Anyer-Panarukan

Monumen ini bernama Monumen 1000 Km Anyer Panarukan. Dibangun untuk mengenang sejarah pembangunan jalan raya sepanjang 1.000 kilometer Anyer-Panarukan pada zaman Pemerintahan Gubernur Jendral Herman Willem Daendels pada tahun 1807-1810 silam.

Monumen 1000 Km Anyer Panarukan ini terletak di Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Pembangunan monumen ini masih tergolong baru, pada September 2014, bangunan ini baru rampung dibangun. Awalnya monumen yang memiliki warna dominan putih ini adalah tugu udang sebagai penanda jika Panarukan adalah salah satu penghasil budidaya udang air payau.

Sejarah pembangunan Jalan raya Pos atau lebih dikenal jalan Daendels sepanjang 1000 Km ini dahulu menjadi sejarah kelam perjuangan bangsa ini. Jalan raya pos awalnya dibangun untuk pertahanan militer Belanda pada masa itu. Jalan Anyer-Panarukan ini dahulu digunakan untuk menunjang sistem tanam paksa (Cultuur Stelsel) yang saat itu sedang diterapkan Kolonial Belanda.

Selain itu, jalanan ini juga dibangun untuk menghubungkan antar karesidenan dan kota-kota yang dianggap penting. Dengan adanya jalan ini, hasil bumi dari kawasan Pulau Jawa lebih muda dikirim ke pelabuhan di Cirebon untuk selanjutnya dibawa ke negeri Kincir Angin, Belanda.

Jalan ini akan selalu mengingatkan kita pada kekejaman Gubernur Jendral Belanda Herman Willem Daendels terhadap bangsa Indonesia. Untuk membangun jalan ini, ratusan orang yang bekerja meninggal dunia. Sedikitnya ada 24.000 korban meninggal hingga pembangunan jalan ini selesai. Jumlah ini tidak termasuk jumlah korban yang tidak terdata. [Tauhid/IndonesiaKaya]

Artikel Terkait
  • Pariwisata

    Uniknya Air Terjun Temburun, Air Terjun Bertingkat 7

  • Pariwisata

    Keindahan Alam Bawah Laut, di Pulau Wangi Wangi

  • Pariwisata

    Tenganan Daud Tukad, Pemukiman Orang Bali Aga

  • Pariwisata

    Indahnya Bangli, Pesona Alam yang Asri

Tagar:
Jawa Timur,Pariwisata
Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya

Rekomendasi Artikel
Pariwisata

Uniknya Air Terjun Temburun, Air Terjun Bertingkat 7

Pariwisata

Keindahan Alam Bawah Laut, di Pulau Wangi Wangi

Pariwisata

Tenganan Daud Tukad, Pemukiman Orang Bali Aga

Pariwisata

Indahnya Bangli, Pesona Alam yang Asri

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.

Daftar
Indonesia Kaya
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Peraturan & Ketentuan
Ikuti Kami
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Twitter
  • TikTok
Kegiatan Kami
  • Indonesia Menuju Broadway
  • Mencari Siti
  • Indonesia Menari
  • Mentjari Bang Maing
  • Ruang Kreatif
Kunjungi Kami
  • Galeri Indonesia Kaya
  • Taman Indonesia Kaya
Pustaka Indonesia
  • Kesenian
  • Tradisi
  • Pariwisata
  • Kuliner
Tokoh Indonesia
  • Pojok Editorial
  • Tokoh
Indonesia Kaya TV
  • Jurnal Indonesia Kaya
  • Goresan Jejak
  • Serial Musikal Nurbaya
  • Paras Cantik Indonesia
  • Kuliner Indonesia Kaya
Agenda Budaya
  • Liputan Budaya
  • Jadwal Kegiatan
Berlangganan buletin Indonesia Kaya
Daftar
© 2021 Indonesia Kaya
Kembali ke atas