Proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia memiliki makna yang dapat kita telaah dari aspek

CD Dhafi Quiz

Find Answers To Your Multiple Choice Questions (MCQ) Easily at cd.dhafi.link. with Accurate Answer. >>


Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia :

  1. Aspek hukum
  2. Aspek historis
  3. Aspek nasional
  4. Aspek politis

Jawaban terbaik adalah C. Aspek nasional.

Dilansir dari guru Pembuat kuis di seluruh dunia. Jawaban yang benar untuk Pertanyaan ❝Proklamasi Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia memiliki makna yang dapat kita telaah dari berbagai aspek sebagai berikut, kecuali?❞ Adalah C. Aspek nasional.
Saya Menyarankan Anda untuk membaca pertanyaan dan jawaban berikutnya, Yaitu Siapakah yang mengibarkan bendera merah putih pertama kali pada 17 Agustus 1945? dengan jawaban yang sangat akurat.

Klik Untuk Melihat Jawaban

cd.dhafi.link Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah. Kami berusaha untuk menerbitkan kuis Ensiklopedia yang bermanfaat bagi siswa. Semua fasilitas di sini 100% Gratis untuk kamu. Semoga Situs Kami Bisa Bermanfaat Bagi kamu. Terima kasih telah berkunjung.

Lihat Foto

Kemdikbud

Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945.

KOMPAS.com – Proklamasi kemerdekaan merupakan kabar gembira bagi seluruh rakyat Indonesia karena perjuangan melawan penjajah akhirnya berhasil.

Proklamasi kemerdekaan berarti masa pendudukan bangsa asing telah berakhir dan dimulailah kehidupan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Dengan kata lain, proklamasi kemerdekaan adalah sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Proklamasi juga menjadi sarana untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Baca juga: Penyusunan Teks Proklamasi yang Dibarengi Sahur Bersama...

Arti penting proklamasi bagi bangsa Indonesia

Beberapa arti penting proklamasi bagi bangsa Indonesia, yakni:

  • Sebagai puncak perjuangan bangsa Indonesia setelah perjuangan yang panjang;
  • Sebagai informasi bahwa Indonesia telah menjadi bangsa yang bebas dari belenggu penjajah,
  • Sebagai pernyataan bahwa Indonesia akan menentukan nasibnya sendiri dan tanpa pengaruh negara lain;
  • Sebagai informasi bahwa Indonesia dapat hidup sederajat dengan bangsa-bangsa lain dalam pergaulan internasional;
  • Sebagai titik awal dalam mencapai tujuan nasional;
  • Sebagai landasan cita-cita negara Indonesia;
  • Menjadi sumber hukum bagi pembentukan NKRI;
  • Sebagai titik awal perubahan dari tata hukum kolonial menjadi tata hukum nasional;
  • Sebagai sumber hukum tertinggi yang berlaku di Indonesia.

Baca juga: Makna Proklamasi dalam Kerangka Berdirinya NKRI

Makna proklamasi dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk aspek politis.

Dari aspek politis, proklamasi berarti bahwa bangsa Indonesia telah berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan dan sekaligus mendirikan bangsa dan negara yang baru, NKRI yang bebas dan merdeka.

Selain itu, proklamasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan mempunyai kedudukan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Setelah proklamasi, bangsa Indonesia dapat menentukan sikapnya tanpa intervensi negara lain.

Referensi:

  • Nurdiaman, Aa. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara. Bandung: Pribumi Mekar.
  • Witanti, Endang. 2017. Proklamasi Kemerdekaan. Yogyakarta: Istana Media.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya

tirto.id - Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia memiliki makna yang mendalam, yaitu sebagai tanda berdirinya sebuah negara merdeka dan diakui secara de facto serta de jure.

Pengakuan secara de facto berarti sesuai kenyataan bahwa sebuah negara telah mengumumkan kemerdekaannya. Sedangkan de jure adalah pengakuan kemerdekaan dari negara lain. Kedua pengakuan itu menjadi syarat berdirinya sebuah negara.

Pengakuan secara de facto diimplementasi dalam terjadinya prosesi pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno dan Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaaan Timur No. 56 Jakarta Pusat.

Informasi mengenai pernyataan kemerdekaan oleh bangsa Indonesia disebarkan ke seluruh penjuru negara. Berita kemerdekaan itu disampaikan Adam Malik secara sembunyi-sembunyi menggunakan perangkat yang dimiliki kantor Berita Domei.

Sedangkan, pengakuan secara de jure memiliki makna adanya dukungan dan pengakuan dari negara sahabat serta dunia internasional. Negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir pada tanggal 22 Maret 1946.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia juga mencakup puncak perjuangan untuk membebaskan negara dari bangsa penjajah. Selain itu, Bangsa Indonesia menjadi sejajar dengan berbagai bangsa merdeka lainnya di seluruh dunia.

Perjuangan bangsa Indonesia tentu belum berakhir sampai pembacaan proklamasi kemerdekaan. Para generasi bangsa Indonesia harus terus berjuang dalam mengisi kemerdekaan melalui berbagai bidang untuk memakmurkan bangsa dan negara sesuai kemampuan masing-masing individu.

Makna Proklamasi Kemerdekaan dari Aspek Hukum, Historis, Sosiologi, Kultural, Politik, dan Spiritual

Makna proklamasi kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia meliputi beberapa aspek seperti aspek hukum, historis, sosiologis, kultural, politis dan aspek spiritual. Dikutip buku Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara Kelas VII oleh Aa Nurdian (2007:24), mengenai makna proklamasi kemerdekaan lebih mendalam dari berbagai aspek sebagai berikut:

1. Aspek Hukum

Dari aspek hukum makna proklamasi kemerdekaan merupakan wujud pernyataan adanya peghapusan hukum kolonial dan diganti dengan hukum nasional Indonesia serta sebagai keputusan politik tertinggi. Segala bentuk hukum milik penjajah diganti dengan produk hukum Indonesia.

2. Aspek Historis

Makna proklamasi dari aspek historis adalah pertanda habisnya sejarah kedudukan penjajah di bumi Nusantara. Selain itu, merupakan wujud dimulainya sejarah awal kemerdekaan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

3. Aspek Sosiologis

Sedangkan dari aspek sosiologis, makna proklamasi kemerdekaan merubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bebas dari penjajahan. Selain itu, jiwa Indonesia kembali terbuka untuk mulai membangun bangsa dan negara yang sudah lama hancur akibat kedudukan para penjajah.

4. Aspek Kultural

Sementara makna proklamasi kemerdekaan Indonesia dari aspek kultural tentunya akan menciptakan sebuah peradaban baru berupa adanya persamaan harkat, martabat, dan derajat rakyatnya. Pada masa penjajahan rakyat Indonesia disebut sebagai pribumi oleh penjajah. Setelah merdeka, Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai perikemanusiaan dan tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan.

5. Aspek Politis

Dari sisi politis, makna proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan dan bukti yang menyatakan, bahwa bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa berdaulat di seluruh dunia. Bangsa Indonesia juga bebas menentukan kebijakan dan sikap yang tepat sesuai cita-cita luhur tanpa adanya campur tangan atau paksaan dari negara lain.

6. Aspek Spiritual

Terkahir dari aspek spiritual, makna proklamasi adalah merupakan pemberian dari Tuhan yang Maha Esa dan atas segala rahmatNya kemerdekaan Indonesia dapat terwujud. Tanpa adanya kekuasaan Tuhan yang Maha Esa, kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah tercapai. Selain itu, kemerdekaan Indonesia tidak dapat terlepas dari doa seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga:

  • Sejarah dan Fungsi Pendirian PPKI Agustus 1945 Jelang Proklamasi
  • Jelang Proklamasi, Sukarno-Sjahrir Cekcok & Cirebon Merdeka Duluan
  • Makna dan Hakikat Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Baca juga tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - sym/agu)


Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Agung DH
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif

Subscribe for updates Unsubscribe from updates