Saya hanya memiliki 2 saudara saja kalimat efektif yang benar yaitu

Penggunaan kalimat efektif perlu diperhatikan baik dalam tulisan maupun secara lisan.

Dengan menggunakan kalimat efektif maka makna kalimat yang ingin disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh penerima.

Seperti apa sih ciri-ciri kalimat efektif?

Di artikel ini, kamu akan belajar mengenai kalimat efektif dan tidak efektif lengkap dengan ciri-ciri dan contohnya.

Contoh akan langsung diletakkan pada setiap ciri agar kamu bisa lebih mudah memahaminya.

Langsung saja, berikut pembahasannya.

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang dapat diterima maksud, arti, serta tujuannya seperti yang dimaksudkan oleh penulis/pembicara.

Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila kalimat tersebut berhasil menyampaikan pesan, pikiran, gagasan, serta perasaan si penulis/pembicara secara tepat.

Ciri-ciri Kalimat Efektif

Untuk mengetahui efektif atau tidaknya sebuah kalimat, maka dapat diperhatikan beberapa ciri-ciri kalimat efektif yan bisa kamu pelajari di bawah ini:

1. Kesepadanan

Kesepadanan dalam sebuah kalimat merupakan keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang dipakai.

Ciri-ciri kesepadanan pada sebuah kalimat adalah:

  • Memiliki subjek dan predikat yang jelas
  • Tidak memiliki subjek yang ganda
  • Kalimat penghubung antar kalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal
  • Predikat kalimat tidak didahului oleh kata “yang”

Contoh penerapannya bisa kamu lihat pada beberapa kalimat di bawah ini:

Contoh #1:

Bagi semua siswa diwajibkan untuk membayar iuran. [Salah]

Semua siswa diwajibkan untuk membayar iuran. [Benar]

Contoh #2:

Penyusunan makalah itu saya dibantu oleh para guru. [Salah]

Dalam menyusun makalah itu, saya dibantu oleh para guru. [Benar]

Contoh #3:

Andi datang agak terlambat. Sehingga ia tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran. [Salah]

Andi datang terlambat sehingga ia tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran. [Benar]

Contoh #4:

Anin yang berangkat ke sekolah. [Salah]

Anin berangkat ke sekolah. [Benar]

2. Keparalelan atau Kesejajaran

Keparalelan atau kesejajaran dalam sebuah kalimat maksudnya adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan pada kalimat tersebut.

Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja (verba), maka kalimat kedua juga harus menggunakan verba.

Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat selanjutnya juga harus menggunakan me-.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Contoh #1:

Rizky menolong anak itu dengan digendongnya ke pinggir jalan. [Salah]

Rizky menolong anak itu dengan menggendongnya ke pinggir jalan. [Benar]

Contoh #2:

Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. [Salah]

Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes. [Benar]

3. Ketegasan

Ketegasan adalah perlakukan untuk menonjolkan atau menekankan ide pokok dari sebuah kalimat.

Untuk melakukan penekanan, dapat dilakukan dengan 5 cara, yaitu:

  • Meletakkan kata yang ditekankan di depan kalimat
  • Membuat urutan kata yang bertahap
  • Melakukan pengulangan kata
  • Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan, dan
  • Menggunakan akhiran penekanan seperti -lah, -pun, dan -kah

4. Kehematan

Kehematan sebuah kalimat maksudnya adalah hemat dalam menggunakan kata atau frasa yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

Penggunaan kata atau frasa yang berlebih tentu akan mengaburkan maksud kalimat, oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan penghematan, yaitu:

  • Menghilangkan pengulangan subjek
  • Menghindari kesinoniman dalam satu kalimat
  • Tidak menjamakkan kata-kata yang sudah berbentuk jamak

Contoh #1:

Karena ia tidak masuk sekolah, dia tidak mengumpulkan tugas. [Salah]

Karena tidak masuk sekolah, dia tidak mengumpulkan tugas. [Benar]

Contoh #2:

Andi sudah bekerja sejak dari pagi. [Salah]

Andi sudah bekerja sejak pagi. [Benar]

Contoh #3:

Beberapa murid-murid sudah menyelesaikan ujian. [Salah]

Beberapa murid sudah menyelesaikan ujian. [Benar]

Baca Juga: Contoh Kalimat Ungkapan dan Artinya

5. Kecermatan

Kecermatan dalam sebuah kalimat efektif maksudnya adalah tidak menimbulkan tafsiran ganda (ambigu) serta menggunakan pemilihan kata yang tepat.

Contoh #1:

Siswa sekolah yang terkenal itu mendapatkan nilai terbaik. [Salah]

Siswa dari sekolah yang terkenal itu mendapatkan nilai terbaik. [Benar]

Siswa yang terkenal di sekolah itu mendapatkan nilai terbaik. [Benar]

Contoh #2:

Zahra menerima uang sebanyak tiga puluh lima ribuan. [Salah]

Zahra menerima uang sebanyak tiga puluh lima ribu rupiah. [Benar]

Zahra menerima uang lima ribu rupiah sebanyak tiga puluh lembar. [Benar]

6. Kepaduan

Kepaduan yang dimaksud adalah kepaduan pernyataan yang ada pada sebuah kalimat, sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.

Contoh #1:

Cerpen itu saya sudah baca. [Salah]

Cerpen itu sudah saya baca. [Benar]

Contoh #2:

Jurnal ini membahas tentang teknologi kecerdasan buatan. [Salah]

Jurnal ini membahas teknologi kecerdasan buatan. [Benar]

7. Kelogisan

Kelogisan dalam kalimat maksudnya adalah kalimat tersebut harus dapat dipahami dengan mudah dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku (EYD).

Hubungan unsur-unsur yang ada dalam kalimat juga harus memiliki hubungan yang masuk akal (logis).

Contoh #1:

Kepada bapak kepala sekolah, waktu dan tempat kami persilakan. [Salah]

Kepada bapak kepala sekolah, kami persilakan. [Benar]

Contoh #2:

Untuk mempersingkat waktu, mari mulai mengerjakan tugas ini. [Salah]

Untuk menghemat waktu, mari mulai mengerjakan tugas ini. [Benar]

Pelajari Juga: Contoh Kalimat Aktif dan Pasif

Pengertian Kalimat Tidak Efektif

Kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang memiliki sifat atau ciri-ciri yang berlawanan dengan kalimat efektif.

Sebuah kalimat menjadi tidak efektif karena dipengaruhi oleh beberapa sebab.

Selengkapnya, kamu bisa pelajari sebab-sebab kalimat tidak efektif di bawah ini.

Sebab-sebab Kalimat Tidak Efektif

1. Kalimat Tidak Berstruktur Kompak

Kalimat yang baik tentunya menggunakan subjek dan predikat secara benar dan kompak.

Subjek dapat menjadi tidak kompak jika terdapat kata depan di depan subjek seperti bagi, pada, di, dalam, dll.

Contoh:

Bagi semua warga harus mengikuti kerja bakti.

Kalimat di atas tidak efektif karena subjeknya tidak jelas.

Kalimat yang benar seharusnya adalah:

Semua warga harus mengikuti kerja bakti.

2. Kalimat Tidak Paralel

Keparalelan atau kesejajaran adalah salah satu syarat kalimat efektif.

Keparalelan dapat dilihat dari jenis kata yang digunakan pada sebuah kalimat.

Jika tidak memiliki unsur atau jenis kata yang sama, maka kalimat tersebut menjadi tidak efektif.

Contoh:

Mahasiswa harus menyusun laporan, kelengkapan materi yang dilampirkan, dan simpulan hasil penelitian.

Kalimat di atas tidak efektif karena memparalelkan jenis kata menyusun, kelengkapan, dan simpulan.

Kalimat yang benar harusnya seperti berikut ini:

Mahasiswa harus menyusun laporan, melampirkan kelengkapan materi yang dilampirkan, dan menyimpulkan hasil penelitian.

3. Kalimat Tidak Hemat

Kalimat hemat memiliki ciri-ciri tidak mengulang subjek atau penjamakan kata yang maknanya sudah jamak.

Jika sebuah kalimat tidak hemat, maka kalimat tersebut tidak efektif.

Contoh:

Banyak siswa-siswa yang tidak datang ke sekolah.

Kalimat di atas tidak efektif karena menggunakan kata bermakna jamak secara berulang (banyak dan siswa-siswa).

Kalimat yang benar seharusnya:

Banyak siswa yang tidak datang ke sekolah.

4. Kalimat Tidak Berpadu

Kalimat tidak berpadu merupakan kalimat yang tidak memiliki kepaduan pernyataan. Kalimat ini biasanya ditandai dengan penggunaan kata kerja atau kata depan yang tidak tepat.

Contoh:

Materi yang sudah dijelaskan daripada dosen akan dibahas kembali minggu depan.

Penggunaan kata daripada pada kalimat di atas tidak tepat sehingga menjadikannya kalimat tidak efektif.

Kalimat yang benar adalah:

Materi yang sudah dijelaskan dosen akan dibahas kembali minggu depan.

5. Kalimat Tidak Logis

Ketika sebuah makna kalimat tidak bisa diterima oleh akal atau pikiran sehat maka kalimat tersebut termasuk kalimat tidak efektif.

Ketidaklogisan kalimat biasanya disebabkan oleh penggunaan kata atau ejaan yang salah.

Contoh:

Untuk mempersingkat waktu, mari kita selesaikan pekerjaan ini.

Kalimat di atas tidak efektif karena penggunaan kata yang tidak tepat di bagian “mempersingkat waktu”.

Waktu tidak mungkin dipersingkat.

Seharusnya, kata tersebut diganti “mempersingkat acara” atau “menghemat waktu”.

6. Pleonasme

Pleonasme maksudnya adalah kata yang berlebihan atau tumpang tindih.

Contohnya:

Para hadirin…

…agar supaya…

Kata di atas jika digunakan pada sebuah kalimat akan membuat kalimat tersebut menjadi tidak efektif.

Hadirin sudah berbentuk jamak, tidak perlu kata para.

Agar memiliki sinonim dengan supaya, sehingga tidak perlu ditulis bersamaan.

7. Tidak Memiliki Subjek

Contoh:

Buah apel mengandung vitamin A. [Benar]

Di dalam buah apel terkandung vitamin A. [Salah]

8. Adanya Kata Depan yang Tidak Perlu

Contoh:

Selain daripada kuliah, ia juga bekerja. [Salah]

Selain kuliah, ia juga bekerja. [Benar]

9. Salah Nalar

Contoh:

Waktu dan tempat dipersilakan

Siapa yang dipersilakan?

Kata maju selalu memiliki arti ke depan.

10. Kesalahan Pembentukan Kata

Contoh:

Mengenyampingkan [Salah]

Mengesampingkan [Benar]

Menyetop [Salah]

Menstop [Benar]

Itulah beberapa contoh kalimat efektif dan tidak efektif sesuai dengan ciri-cirinya.

Jika kamu perhatikan, efektif tidaknya sebuah kalimat akan sering dipengaruhi oleh penggunaan kata baku.

Oleh karena itu, gunakanlah bahasa dan ejaan yang tepat agar kalimat yang kamu buat menjadi efektif.

Jika ada pertanyaan, kamu bisa bertanya melalui kolom komentar di bawah ini.

Sekian, semoga bermanfaat!