Sebutkan 3 macam bahan yang dibutuhkan untuk proses cetak saring dengan film. jelaskan kegunaannya

Sebagian dari kita pasti pernah menemukan pakaian, khususnya kaos ataupun tas dengan gambar yang lucu, unik dan kekinian di lingkungan sekitar. Gambar yang tercetak tersebut merupakan salah satu bentuk seni grafis, dimana menggunakan teknik cetak saring atau dikenal dengan sablon. Apa itu seni gragis cetak saring dan bagaimana proses pembuatannya?

Seni grafis cetak saring atau sablon merupakan teknik seni grafis menggunakan layar sebagai proses pencetakannya. Layar yang digunakan memiliki serat dengan kerapatan yang berbeda. Media yang digunakan antara lain kaos, kain spanduk, kertas, dan lain sebagainya. Gambar atau tulisan yang terbentuk sesuai dengan pola kerapatan pada layar.

Contoh sablon adalah sablon pada berbagai macam produk tekstil seperti ; tas, celana, sweater, kaos, kaos jersey, spanduk, maupun banner. Ada beberapa tahapan yang dilakukan sehingga proses sablon ini menjadi barang yang diinginkan yaitu menyiapkan alat dan bahan, pembuatan negative film, proses afdruk, dan mencetak.

Baca juga: Proses Pembuatan Seni Grafis Cetak Tinggi

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat seni grafis cetak saring antara lain:

  • Kerangka screen, merupakan bingkai kayu yang di dalamnya terdapat kain berserat yang direntangkan dan berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar atau tulisan.
  • Meja cetak, sebagai tempat penyablonan.
  • Obat sablon, sebagai emulsi (sensitillizer).
  • Rakel, untuk meratakan tinta pada screen.
  • Pelapis, untuk menyerap tinta yang berlebihan.
  • Rak jemuran, untuk mengeringkan hasil sablonan.

Cara Pembuatan

Seperti disebutkan sebelumnya, cetak saring atau sablon adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar Nylon atau sutra (silk screen).

Layar itu kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya di kertas HVS atau kalkir. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, maka harus disiram air agar pola terlihat lalu akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak.

Proses pengerjaannya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar, lalu disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna. Sedangkan untuk membuat beberapa warna dalam satu desain harus menggunakan suatu alat agar presisi.

Meski pada postingan sebelumnya (saat masih menganut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP) pernah kami bahas materi proses atau Teknik pembuatan Sablon, tidak ada salahnya kami kembali menghangatkan topik ini sebagai bentuk bagian dari penambahan dan pengembangan materi yang semoga bisa memberikan variasi serta pengetahuan baru. Tidak melanggar ketentuan pula, karena pada Kompetensi Dasar Seni Budaya Kelas IX Kurikulum 2013 juga mencantumkan seni grafis sebagai bagian dari target pencapaian Peserta Didik.

Sebutkan 3 macam bahan yang dibutuhkan untuk proses cetak saring dengan film. jelaskan kegunaannya

Seperti kita ketahui bahwa sablon/cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya berbahan dasar nylon atau sutra. Berikut ini kami posting proses pembuatan salah satu jenis bagian dari seni grafis yaitu cetak saring

A. Alat Untuk Menyablon

Saat akan menyablon, kita membutuhkan beberapa alat yang dapat diperoleh di toko percetakan. Namun, ada beberapa alat yang tetap harus kita manajemen agar tidak semuanya didapat dari membelinya. Adapun alat yang dibutuhkan untuk menyablon antara lain sebagai berikut:

  1. Screen (kain kasa terbuat dari Polyster/Nylon).
  2. Rakel (alat sapu terbuat dari karat sintetis).
  3. Sinar matahari/kotak lampu (penyinaran saat mengafdruk).
  4. Busa (untuk mengepres film pada screen).
  5. Sprayer atau semprotan air (pengembang gambar hasil afdruk).
  6. Hair dryer (untuk mengeringkan obat afdruk).
  7. Meja sablon (untuk menuangkan pewama di kaos).
  8. Pengaduk/sendok kecil (untuk mencampur obat afdruk dan menyampur pewarna).

B. Bahan Untuk Menyablon

Berikut bahan yang digunakan untuk menyablon:

  1. Obat afdruk (cairan kental emulsion).
  2. Tinta/cat (khusus sablon).
  3. Obat penghapus screen (untuk membersihkan screen).
  4. Binder (untuk mengawetkan hasil sablon agar tidak mudah luntur).

C. Teknik Membuat Film

Film sablon adalah sebuah gambar atau tulisan yang dibuat dengan manual atau di-setting komputer. Film tersebut merupakan "master" yang akan digunakan dalam keperluan cetak sablon. Tanpa film ini pengerjaan sablon tidak dapat dilakukan. Untuk membuat cetakan sablon berwarna, buatlah film sebanyak warna yang dikehendaki mengikut pola gambar.

D. Teknik Mengafdruk Screen

Afdruk adalah sebuah proses penduplikasian dari gambar/tulisan film ke dalam screen. Apapun gambar/tulisan yang ada pada film akan terlihat sama pada screen setelah melalui proses pengafdrukan. Ada dua cara mengafdruk screen, yaitu dengan matahari dan kotak lampu neon.

Cara kerja keduanya sama saja, yaitu mengekspos (menyinari) yang telah dipolesi dengan obat afdruk "emulsion" untuk menimbulkan gambar/tulisan ke screen melalui pencahayaan. Ada 9 langkah mengafdruk screen, antara lain sebagai berikut:

  1. Mencampur emulsion (obat afdruk) dan SR/ cairan kuning yang ada dalam kemasan Emulsion. Tuangkan emulsion kedalam wadah kemudian masukan cairan kuning/SR 1:9, aduk hingga benar-benar menyatu.
  2. Memoles screen sqpara merata dengan emulsion yang telah diaduk dengan SR, Pastikan screen bersih, kering dan bebas abu. Lakukan pemolesan dengan rata pada bagian luar dan dalam screen, tidak boleh ketebalan atau ketipisan dalam pemolesan emulsion di screen.
  3. Mengeringakan screen di ruang tertutup atau gelap. Pengeringan boleh dengan hair dryer atau kipas angin. Proses ini hanya dilakukan dalam ruangan tertutup yang gelap, jika terkena sinar cahaya terang akan mengakibatkan gagalnya pengafdrukan.
  4. Jika sudah kering (masih tetap daiam ruangan tertutup), letakkan film di atas screen secara terbalik. Lapiskan dengan kaca bening, di bawah screen diberi busa (sesuai besar ukuran screen) lalu tekan dan femur di ruangan terbuka (tersinar matahari) selama 5-20 detik tergantung teriknya matahari, ingat jangan terlalu lama karena akan berakibat gagal) afdruk.
  5. Proses pengafdrukan dengan menggunakan kotak lampu neon juga sama seperti di atas. Penyinaran menggunakan lampu hendaknya harus benar-benar terang. Gunakan lampu neon 3-4 batang minimal 20 watt/ batang. Penyinaran dilakukan di atas kotak lampu yang dilapisi kaca setebal 5 milimeter, lama penyinaran berkisar 5-8 menit.
  6. Selanjutnya adalah pengembangan gambar dari hasil Penyinaran. Caranya screen yang sudah disinari matahari atau lampu segera disiram dengan air bersih dalam dan luar screen dengan sprayer. Dalam penyemprotan awal tidak boleh terlalu keras
  7. Setelah pencucian screen dianggap selesai maka screen harus dijemur di terik matahari hingga benar-benar kering.
  8. Jika dalam Proses pengafdrukan ada kecacatan sedikit (tidak mengganggu gambar atau tulisan. Maka proses selanjutnya adalah penambalan dengan sisa emulsion dan dikeringkan kembali.
  9. Proses selanjutnya adalah finishing, priksa sekali lagi jangan sampai ada kebocoran di screen. Agar tidak belepotan dalam pengerjaan sablon, tutuplah pinggir-pinggir screen (kayu di dalam) dengan lakban, hal ini juga untuk mengantisipasi kebocoran pada ujung-ujung kayu screen.

Proses Sablon Kaos

Adapun proses menyablon kain/kaos, antara lain sebagai berikut.

  1. Menyablon berbahan dasar kain cukup dengan menempelkan screen di atas kain/kaos/ spanduk, cukup dengan satu atau dua kali gesutan rakel. Gunakan screen dengan tipe rendah T48 dan T54 untuk menghasilkan sablonan yang baik.
  2. Penggunaan cat untuk dasar kain pada dasarnya berwarna putih kental, lalu menjadi berwarna apa saja dengan ditambahkan bahan pewarna ‘pigment’ ke dalam cat tersebut. Agar hasil sablonan pada kain tahan lama, campurkan sedikit cairan penguat warna pada cat yang sudah dicampur dengan pewama.
  3. Untuk penyablonan kaos/kain sebaiknya menggunakan alas papan triplek pada bagian dalamnya agar cat tidak tembus ke belakang.

Sebutkan 3 macam bahan yang dibutuhkan untuk proses cetak saring dengan film. jelaskan kegunaannya

Sebutkan 3 macam bahan yang dibutuhkan untuk proses cetak saring dengan film. jelaskan kegunaannya
Lihat Foto

freepik.com/yanalya

Ilustrasi sablon

KOMPAS.com - Seni rupa memiliki banyak jenis mulai dari seni lukis, seni instalasi, seni ilustrasi, seni patung, hingga seni kriya.

Seni kriya sendiri memiliki banyak jenis dan teknik dalam pembuatannya, salah satunya adalah teknik cetak saring atau yang lebih kita kenal dengan sebutan sablon.

Dilansir dari Widewalls, teknik cetak saring atau sablon pertama kali ditemukan di China pada era Dinasti Song sekitar tahun 960 hingga 1.279 masehi untuk pembuatan topeng khusus.

Teknik ini kemudian dikembangkan di Eropa dan Prancis, sehingga menjadi populer seperti sekarang ini.

Cetak saring adalah proses pembuatan karya seni dengan cara penggunaan stensil untuk membentuk gambar.

Baca juga: Jenis-Jenis Seni Kriya

Stensil adalah kertas atau kain yang dilubangi membentuk suatu gambar yang diinginkan. Dilansir dari The Met, teknik sablon membuat area tertentu pada layar tahan terhadap tinta sedangkan area lainnya bisa dilewati tinta, sehingga membentuk gambar sesuai cetakan.

Alat dan bahan sablon

Alat yang diperlukan untuk sablon:

  • Meja
  • Screen (kain kasa berbingkai kayu atau alumunium)
  • Alat penyaput screen yang terbuat dari karet dan digunakan untuk menyablon adalah Rakel. Biasanya berbentuk panjang serta terbuat dari alumunium, kayu, atau karet. 
  • Busa kecil
  • Kaca seukuran screen
  • Tempat zat warna atau emulsi (mangkok, botol, maupun gelas ukur)
  • Hair dryer (pengering cat)
  • Sendok (mencampur dan mengambil cat juga cairan emulsi)
  • Air (mencuci screen)

Bahan yang diperlukan untuk sablon:

  • Emulsi (obat afdruk)
  • Lakban
  • Cat warna
  • Kain atau media yang akan disablon
  • Larutan pengencer (solvent)

Baca juga: Proses Produk Grafika

Proses pembuatan sablon

Berikut beberapa langkah pembuatan sablon:

  1. Lapisi layar oleh cairan emulsi hingga membentuk lapisan tipis, lakukan dengan bantuan rakel di ruang gelap
  2. Tunggu lapisan emulsi hingga kering
  3. Print desain yang diinginkan pada plastik atau kertas transparan seperti kalkir
  4. Setelah lapisan emulsi kering, letakkan desain yang telah di print ke atas screen dan press menggunakan busa
  5. Tekan screen dengan kaca lalu sinari screen dan desain tersebut dengan sinat ultraviolet (UV), bisa langsung di bawah sinar matahari atau menggunakan alat eksposur
  6. Setelah dijemur, gambar desain akan terbentuk di screen
  7. Siram screen dengan air atau dicuci secara perlahan
  8. Keringkan screen dibawah sinar matahari
  9. Setelah kering, rekatkan lakban di pinggiran dari keempat sisi screen untuk menghindari kebocoran cat
  10. Tempatkan screen di atas kain atau media yang ingin disablon pastikan screen tidak akan geser saat penyablonan dilakukan
  11. Lakukan penyablonan dengan cara menuangkan tinta atau cat pada screen secukupnya
  12. Ratakan cat dengan bantuan rakel sembari ditekan dari atas ke bawah beberapa kali agar warna merata
  13. Jika menggunakan lebih dari satu warna, gunakan screen yang lain (satu screen hanya untuk satu warna)
  14. Setelah penyablonan selesai, keringkan cat dengan hairdryer
  15. Screen bisa dicuci menggunakan air ataupun pencuci cat agar kembali bersih

Baca juga: Seni Kriya: Pengertian dan Fungsinya

Contoh Sablon

Contoh sablon adalah sablon pada berbagai macam produk tekstil seperti:

  1. Tas
  2. Celana 
  3. Sweater
  4. Kaos
  5. Kaos jersey
  6. Spanduk
  7. Banner
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya