Sebutkan dua contoh perbuatan yang merupakan hikmah dari as samad

Memahami Arti As Samad. Foto: dok. https://pexels.com

As Samad merupakan salah satu dari 99 Asmaul Husna atau nama-nama baik Allah. Dalam asmaul husna ini, tentunya menyimpan hikmah yang perlu dipahami dan diresapi oleh umat Islam. Berikut ini adalah pemaparan mengenai As Samad dan artinya serta dalil yang membahasnya.

Arti As Samad Dalam Asmaul Husna

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa As Samad merupakan salah satu dari 99 nama-nama baik yang Allah miliki.

Arti As Samad, asmaul husna ini juga disebutkan dalam buku berjudul Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna yang disusun oleh Hamid Sakti Wibowo, ‎Mustaqim (2014:18) Asmaul Husna adalah 99 nama Allah yang paling baik, yang barang siapa selalu menjaganya dengan membiasakan membaca setiap hari secara rutin baik sebagai dzikir atau pun dibaca dalam doa, maka akan masuk surga. Hal ini sesuai dengan hadis berikut:

“Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya Allah SWT mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (HR Bukhari)

Dari 99 nama baik Allah, salah satunya adalah As Samad. Pengertian As Samad juga dijelaskan dalam buku berjudul 1000 Jalan Menuju Surga yang disusun oleh Mirqat Word Centre, ‎Abu Islam Ahmad bin Ali (2012:15) yang menyebutkan bahwa As Samad artinya Yang Menjadi Tumpuan.

Yang Menjadi tumpuan ini berarti Allah merupakan satu-satunya Zat yang dapat kita jadikan tumpuan dan juga menajdikan Allah sebagai satu-satunya tempat untuk bergantung. As Samad ini menjelaskan bahwa hanya kepada Allah kita dapat bergantung, dan juga Allah menjadi tempat bergantung bagi seluruh makhluk dan disebutkan dalam sebuah surat dalam Alquran berikut ini:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ

Artinya: Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah As Samad (Penguasa Yang Maha Sempurna dan bergantung kepada-Nya segala sesuatu) (Al-Ikhlas:1-2)

Dengan memahami bagaimana arti dari As Samad sebagai salah satu dari 99 asmaul husna, dapat Anda jadikan sebagai wawasan tambahan yang bermanfaat bagi Anda. (DA)

Jelaskan Makna As-Samad, Al Muqtadir, Al Baqi dan Al Muqaddim, Adalah Asmaul Husna Nama Baik Bagi Allah ada 99 /Pixabay/Ahmed Hisham

PORTAL PURWOKERTO - Jelaskan Makna As-Samad, Al Muqtadir, Al Baqi dan Al Muqaddim adalah Asmaul Husna.

Asmaul Husna adalah nama-nama baik bagi Allah SWT ada 99 nama baik Allah SWA diantaranya adalah As-Samad, Al Muqtadir, Al Baqi dan Al Muqaddim.

Berikut penjelasan makna As-Samad, Al Muqtadir, Al Baqi dan Al Muqaddim,pembahasan ini hanya sebagai panduan untuk orang tua saat belajar di rumah selama pandemi.

Dan Allah SWT  Memiliki asmaul husna, maka bermohonlah kepadanya dengan (menyebut) nama – namanya yang baik itu dan tinggalkanlah orang – orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-namanya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S al A’raf : 180).

Pembahasan As-Samad, Al Muqtadir, Al Baqi dan Al Muqaddim bersama  Ketua MUI Banyumas Drs KH Taefur Arofat M.Pdi  

Baca Juga: 4 Cara Memelihara Organ Pernapasan Manusia, Mulai dari Asupan Makanan Hingga Tidur Teratur

As-Samad ا(Maha Dibutuhkan)

Makna : Allah sebagai tempat meminta, Menjadikan Allah Swt, sebagai tempat meminta segala hal permintaan atau keinginan yang baik.

Jelaskan makna as-samad ! Jawabannya: As-Samad artinya Maha dibutuhkan (tempat meminta), makna-nya Allah Maha dibutuhkan, hanya Allah tempat umat Islam meminta / memohon bantuan.

As Samad merupakan salah satu dari nama-nama Allah yang indah dan baik / asmaul husna. Meyakini as-samad berarti kita meyakini bahwa kita selalu membutuhkan Allah dalam segala permohonan.

Misalnya: agar orangtua dilancarkan rezekinya, agar mudah memahami pelajaran, agar dimudahkan segala urusan, maka kita meminta kepada Allah. Bukan kepada batu, atau tempat keramat.

Meneladani as-samad berarti mengutamakan Allah, menjadikan Allahlah yang pertama dalam memohon segala sesuatu.

Jelaskan makna as-samad !

As-samad memiliki makna yang Maha dibutuhkan, Allah Swt Maha dibutuhkan sebagai tempat utama dan pertama bagi umat muslim dalam meminta / memohon bantuan.

Pada soal ini menanyakan maknanya, jadi tidak hanya artinya saja, melainkan harus dengan maksudnya.

Contoh sikap kita dalam meneladani sifat as-Samad adalah sebagai berikut:

  • Menjadikan Allah Swt sebagai tempat meminta / memohon yang utama dalam semua keinginan kita yang baik.

Seperti: memohon agar orangtua kita dilancarkan rezekinya, diampuni dosa-dosanya dan lain sebagainya.

  • Berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Kalau kita bermanfaat bagi orang lain, maka kita dapat membantu orang lain yang meminta bantuan pada kita. Perilaku tersebut merupakan perilaku teladan / mencontoh dari sifat as-Samad.

  • Berusaha membantu teman, di sekolah ataupun di rumah dengan tenaga, pikiran, dan tutur kata yang santun.

Dengan membantu teman di sekolah berarti kita mencotoh sifat Allah yang baik as-Samad yang Maha dibutuhkan.

Jawabannya

Jelaskan makna as-samad

As-samad artinya yang maha dibutuhkan, yang berarti Allah SWT Maha dibtuhkan, dan hanya Allah tempat umat muslim meminta / memohon segala sesuatu.

Berikut ini penilaian skor pada soal ini:

Mohon dimaafkan kalau dinilai BENAR.

tirto.id - As-Samad dan Al-Muqtadir adalah nama Allah yang bermakna Yang Maha Tempat Meminta dan Yang Maha Berkuasa.

Allah subhanahu wa ta'ala memiliki nama-nama yang baik (asmaul husna). Jumlah asmaul husna yang termaktub dalam dalil naqli ada 99 nama yang waib diimani setiap muslim.

Dalam Al Quran surah Thaha ayat 8 Allah berfirman,

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaul husna (nama-nama yang baik)".

Asmaul Husna ditetapkan sendiri oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Menurut laman Jateng Pintar, salah satu faedahnya yaitu sebagai salah satu perantaraan dalam memanjatkan doa.

Seorang muslim dapat menyampaikan permohonannya kepada Allah dan menyebutkan salah satu nama baik Allah yang sesuai dengan hajatnya.

“Dan Allah Swt. memiliki asmā’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan(menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. al A’raf:180).

Allah subhanahu wa ta'ala memiliki 99 nama baik yang sekaligus menunjukkan sifat-Nya. Misalnya Ar-Razaq bermakna Yang Memberi Rezeki, As-Sami' artinya Yang Maha Mendengar, dan sebagainya.

Terkait jumlah asmaul husna ini telah ditegaskan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Rasulullah saw. bersabda:

"Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka dia akan masuk surga". (H.R. Bukhari).

Sementara itu, beberapa nama Allah di antaranya adalah As-Samad dan Al-Muqtadir. As-Samad yaitu Yang Maha Tempat Meminta dan Al Muqtadir artinya Yang Maha Berkuasa.

Makna As-Samad

Kata As-Samad (Ash Shamad) telah disebutkan dalam Al Quran sebanyak satu kali. Kata ini muncul dalam surah Al Ikhlas ayat 2 yaitu:

"Dialah zat Yang Kepadanya Bergantung Seluruh Makhluk."

Ibnu Faris, seperti dikutip laman Asmaul Husna Center mengatakan jika As-Samad punya dua makna yang salah satunya berarti "tujuan" (al qashdu). Ketika zat diberi nama As-Samad, maka dia menjadi pemimpin rujukan di semua urusan.

Terkait As-Samad yang menjadi salah satu nama Allah, maka menurut Ibnu Faris dalam kitab Mu’jamu Maqaayiisil Lughah, Allah adalah yang dituju semua hamba-Nya melalui doa dan permohonan mereka.

As-Samad menunjukkan bahwa Dialah tempat menggantungkan semua harapan, tempat bergatung seluruh makhluk, dan menjadi tumpuan di setiap keadaan.

Dengan nama As-Samad, Allah telah menunjukkan kesempurnaan sifat-Nya. Allah adalah satu-satunya yang mampu memenuhi kebutuhan hambanya baik untuk urusan dunia maupun agama.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu memberikan penjelasan nama ini dalam sebuah hadits.

“Ash-Shamad adalah penguasa yang maha sempurna kekuasaan-Nya, maha mulia yang sempurna kemuliaan-Nya, maha agung yang sempurna keagungan-Nya, maha penyantun yang sempurna sifat penyantun-Nya, maha kaya yang sempurna kekayaan-Nya, maha perkasa yang sempurna keperkasaan-Nya, maha mengetahui yang sempurna pengetahuan-Nya, dan maha bijaksana yang sempurna hikmah/kebijaksanaan-Nya, Dialah yang maha sempurna dalam semua bentuk kemuliaan dan kekuasaan, Dialah Allah yang maha suci dan sifat-sifat ini hanyalah pantas (diperuntukkan) bagi-Nya." (Kitab Tafsir Ibnu Jarir ath-Thabari (12/741))

Makna Al-Muqtadir

Nama Al Muqtadir sebagai bagian dari asmaul husna, disebutkan dalam Al Quran surah Al Qamar ayat 42.

Di sana Allah subhanahu wa ta'alah berfirman,

"Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa". Selain itu, Al Muqtadir disebutkan pula dalam surah Al Kahfi ayat 45.

Al Muqtadir memiliki dua arti yaitu Maha Berkuasa atau Maha Menentukan. Nama ini menunjukkan jika Allah subhanahu wa ta'ala adalah berkuasa penuh untuk menentukan segala kehendak-Nya. Apabila Allah sudah berkehendak, maka niscaya Dia bisa melakukan dengan kuasa-Nya.

Dengan keagungan nama Al-Muqtadir ini, maka setiap muslim harus meyakini jika Allah menjadi satu-satunya rujukan setiap permintaan baik yang mungkin mustahil dari sisi logika manusia. Pasalnya, di sisi kuasa Allah semua hal dapat terwujud.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitab Az-Zuhd, Mutharif bin Abdullah bin asy-Syikhkhir mengatakan:

"Aku mengingat-ingat hal apa saja yang mengumpulkan kebaikan, dan ternyata kebaikan itu banyak seperti puasa dan shalat. Selain itu, ternyata semua itu ada di tangan Allah. Apabila engkau tidak bisa mendapatkan apa yang di tangan Allah, melainkan dengan cara meminta kepada-Nya sehingga dia memberinya kepadamu, maka ternyata yang mengumpulkan semua kebaikan itu adalah doa."

Baca juga:

  • Arti Asmaul Husna Al-Bashir dan Al-Khabir serta Makna Keimanannya
  • Arti 99 Asmaul Husna dan Mengapa Perlu Menghapalnya?

Baca juga artikel terkait ARTI AS-SAMAD atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - ica/tha)


Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Dhita Koesno
Kontributor: Ilham Choirul Anwar

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Video yang berhubungan